DPD IWOI Jombang Dan SMKN 2 Jombang Dorong Pelajar Kritis Hadapi Arus Informasi Digital

0
95 views
Bagikan :

JOMBANG,TelusuR.ID — Di tengah derasnya arus informasi digital, kemampuan pelajar untuk memilah berita yang benar menjadi kebutuhan penting. Kesadaran inilah yang mendorong Dewan Pimpinan Daerah Ikatan Wartawan Online Indonesia (DPD IWOI) Kabupaten Jombang hadir di SMKN 2 Jombang melalui Workshop Jurnalistik Go To School (GTS), Sabtu (7/2/2026).

Sebanyak 75 siswa kelas X hingga XII tampak antusias mengikuti kegiatan yang sejak awal dirancang tidak hanya mengenalkan dunia jurnalistik, tetapi juga menumbuhkan sikap kritis terhadap informasi yang mereka konsumsi setiap hari, khususnya dari media digital dan media sosial.

Kegiatan diawali dengan suasana khidmat melalui menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Hymne IWOI. Dalam kegiatan tersebut, panitia menghadirkan dua narasumber kompeten di bidang jurnalistik dan media. Narasumber pertama, Agus Pamuji,yg juga Ketua DPD IWOI Jombang menyampaikan materi tentang Dasar-Dasar Jurnalistik dan Etika Media.

Sementara itu, narasumber kedua, Kang Zefin, menyampaikan materi Praktik Liputan dan Produksi Berita. Pada sesi ini, peserta tidak hanya mendapatkan teori, tetapi juga praktik langsung terkait teknik liputan, pengambilan data di lapangan, hingga proses produksi berita sederhana.

Ketua DPD IWOI Jombang, Agus Pamuji, dalam sambutannya mengajak para pelajar untuk tidak sekadar menjadi pengguna informasi, melainkan mampu berpikir jernih dan bertanggung jawab sebelum menyebarkan berita.

“Pelajar hari ini adalah generasi digital. Kritis, cermat, dan beretika dalam bermedia adalah kunci agar tidak mudah terjebak hoaks,” pesannya.

Dukungan juga datang dari pihak sekolah. Kepala SMKN 2 Jombang, Ibu Amiroh, S.Kom., M.Kom., menyambut baik workshop tersebut dan mengapresiasi materi jurnalistik yang dinilai sangat relevan dengan kebutuhan siswa saat ini.

Dalam sesi materi, peserta diajak mengenal dasar-dasar jurnalistik, etika media, hingga teknik penulisan berita. Tak hanya teori, para siswa juga diajak praktik simulasi peliputan. Dari sini, mereka belajar bahwa sebuah berita tidak cukup hanya menarik, tetapi juga harus akurat dan berimbang.

Salah satu peserta, Anggi Pratama, siswa kelas XI, mengaku mendapatkan banyak pemahaman baru dari kegiatan tersebut. “Selama ini saya sering baca berita di media sosial tanpa tahu proses pembuatannya. Dari workshop ini saya jadi paham pentingnya cek fakta dan tidak asal membagikan informasi,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Annisa R, siswi kelas X, yang merasa praktik jurnalistik membuatnya lebih berani berpikir kritis. “Ternyata menulis berita itu ada aturannya. Kita harus jujur, lengkap, dan tidak memihak. Ini jadi pelajaran penting buat saya,” tuturnya.

Melalui kegiatan ini, DPD IWOI Jombang berharap para pelajar dapat tumbuh menjadi agen literasi media di lingkungan sekolah dan sekitarnya. Lebih dari itu, mereka diharapkan mampu menjadi benteng awal dalam melawan penyebaran informasi palsu di masyarakat.

Di ruang kelas SMKN 2 Jombang pagi itu, jurnalistik tak sekadar menjadi materi pelajaran, melainkan jendela bagi pelajar untuk memahami arti penting kebenaran di tengah hiruk-pikuk dunia digital.

Tinggalkan Balasan