Bocah Meninggal Bunuh Diri, William Nuwa Wea : Peristiwa itu Sebagai Tragedi Kemanusiaan

0
85 views
Bagikan :

JAKARTA, TELUSUR.ID – Kasus bunuh diri bocah 10 tahun, Yohannes Bastian Soga (YBS), di Kabupaten Ngada, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), telah menjadi keprihatinan publik. Tokoh pemuda NTT di Jakarta, William Yani Wea, menyebut peristiwa itu sebagai tragedi kemanusiaan.

“Ini tragedi kemanusiaan,” Willy sapaa karibnya, dalam keterangannya di Jakarta, dikutip Telusur.id, Sabtu (7/2/2026).

Menurut Willy, apa yang terjadi di Ngada itu adalah peristiwa yang memilukan. Seorang bocah rela mati demi tidak menyusahkan ibunya karena kemiskinan. Willy berharap kejadian tragis seperti ini tidak terjadi lagi, baik di NTT maupun di wilayah Indonesia lainnya.

Willy juga menegaskan bahwa pemerintah mempunyai kewajiban untuk menyelenggarakan pendidikan gratis berkualitas. Tidak ada beban biaya apa pun kepada siswa maupun wali siswa. Apalagi, program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang sedang digalakkan pemerintah.

Willy juga menyoroti adanya pungutan biaya Rp1,2 juta oleh sekolah yang dibebankan kepada Yohannes. Padahal, Yohannes bersekolah di sekolah negeri yang seharusnya tidak ada pungutan biaya apa pun.

Kasus bunuh diri Yohannes ini terungkap setelah ditemukan surat yang ia tulis sebelum bunuh diri. Dalam surat itu, Yohannes meminta ibunya untuk tidak menangis dan merindukannya. Ia juga menulis bahwa ia tidak ingin menyusahkan ibunya.

Faktor kematian Yohannes ini diduga karena kemiskinan dan kesulitan ekonomi yang dialami oleh keluarganya. Ayah kandung Yohannes meninggal ketika dia masih dalam kandungan, dan ibunya harus menafkahi lima anak sendirian.

Kasus ini menjadi perhatian publik dan menimbulkan pertanyaan tentang bagaimana pemerintah dapat membantu masyarakat miskin untuk memenuhi kebutuhan dasar mereka, termasuk pendidikan.

Tinggalkan Balasan