TelusuR.ID

Beranda blog Halaman 113

SPPG Tambakrejo 6 Jombang Modifikasi Menu MBG Selama Ramadan, Jamin Asupan Gizi Tetap Terukur

0

JOMBANG, TELUSUR.ID – Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Tambakrejo 6 Jombang mulai mengadaptasi distribusi program Makanan Bergizi Gratis (MBG) di tengah bulan suci Ramadan. Pada Senin (2/3/2026), paket menu kering dibagikan kepada siswa TK Muslimat NU Tambakberas sebagai solusi praktis namun tetap padat nutrisi.

Langkah modifikasi ini diambil agar para siswa tetap mendapatkan asupan tambahan yang bisa dibawa pulang untuk berbuka puasa. Pemilihan menu kering bukan tanpa alasan; faktor ketahanan pangan (tidak cepat basi) dan keamanan dari risiko kontaminasi menjadi pertimbangan utama tim ahli gizi.

Berdasarkan pantauan di lapangan, paket tersebut terdiri dari roti sisir, kacang telur, pentol goreng, serta pisang cavendish. Kombinasi ini dirancang sedemikian rupa untuk menggantikan komposisi makan siang reguler tanpa mengurangi standar kualitas bahan yang digunakan.

PLO Gizi SPPG Tambakrejo 6 Yayasan Machfudhoh Aly Ubaid, Dewi Intan Amalia, menjelaskan bahwa setiap komponen dalam paket memiliki peran spesifik bagi tubuh anak. “Kami membagi paket kecil ini dengan perhitungan matang. Ada karbohidrat dari roti, protein nabati dari kacang, dan protein hewani dari pentol,” jelasnya.

Fokus utama dalam adaptasi Ramadan ini adalah menjaga densitas nutrisi meski tanpa nasi. Dewi mengakui bahwa menyusun menu tanpa nasi merupakan tantangan tersendiri untuk memenuhi angka kecukupan gizi harian secara sempurna dalam satu kali pemberian.

Namun, tim gizi SPPG memastikan angka-angka krusial tetap terpenuhi.

Dalam satu paket kecil tersebut, terkandung energi sebesar 4,42 kalori, protein 12,4 gram, lemak 19,6 gram, karbohidrat 56,7 gram, serta serat 5,1 gram.

“Memang tanpa nasi agak sulit memenuhi takaran gizi harian sesuai panduan penuh, tapi kami tetap menjaga kualitas bahan dan keseimbangan gizinya agar anak-anak tidak kekurangan makronutrien penting,” tambah Dewi menekankan akurasi asupannya.

Aspek keamanan pangan juga menjadi pilar dalam distribusi ini. Seluruh makanan diproduksi secara mandiri di dapur SPPG Tambakrejo 6 dengan standar higienis yang ketat. Bahan protein seperti pentol dibuat sendiri dari campuran daging ayam dan sapi tanpa bahan pengawet berbahaya.

Proses pengolahan pun dilakukan secara internal untuk memastikan tidak ada kontaminasi silang. “Proses memasak sangat higienis. Kami juga melakukan pengecekan laboratorium sederhana sebelum distribusi untuk memastikan makanan benar-benar layak konsumsi,” tegasnya.

Hari ini, tercatat sebanyak 228 siswa jenjang KB dan TK yang menerima paket MBG kering tersebut. Secara masif, SPPG Tambakrejo 6 mengelola distribusi hingga 1.270 porsi makanan setiap harinya untuk mendukung kesehatan generasi muda di Jombang.

Meski berjalan lancar, pihak pengelola terus melakukan evaluasi mingguan terkait tantangan teknis. Salah satu fokus utama adalah manajemen alergi siswa yang sangat krusial dalam pemberian protein hewani maupun nabati seperti telur dan kacang.

“Kami mengantisipasi risiko alergi dengan sistem penamaan pada setiap paket. Jika siswa alergi telur, kami langsung ganti dengan kacang atau sumber protein lain. Pemantauan ini dilakukan setiap hari secara ketat,” pungkas Dewi.

Antusiasme terlihat dari para siswa, salah satunya Nia, yang langsung menyimpan paket tersebut di dalam tas. “Isinya ada kacang, pisang, dan roti. Ini buat buka puasa nanti di rumah,” ujarnya dengan wajah ceria sebelum meninggalkan area sekolah.

Babinsa Bantu Pengurukan Rumah Warga, Dukungan Nyata Bagi yang Membutuhkan

0

Sragen, TelusuR.ID – Wujud kepedulian terhadap kesulitan warga binaan kembali ditunjukkan Babinsa Koramil 15/Gemolong Kodim 0725/Sragen Serda Ibrahim dengan turut membantu proses pengurukan rumah salah satu warga yang terdampak kondisi tanah rendah dan rawan tergenang air, Senin (2/3/2026).

Kegiatan tersebut dilakukan sebagai bentuk kemanunggalan aparat teritorial dari Tentara Nasional Indonesia dengan masyarakat. Tanpa ragu, Ibrahim bersama warga setempat bergotong royong mengangkut material tanah dan meratakannya di halaman serta bagian dalam rumah yang akan ditinggikan.

Menurut Ibrahim, pengurukan dilakukan agar rumah warga tidak lagi mudah tergenang saat musim hujan. “Kami hadir untuk membantu meringankan beban warga. Semoga dengan pengurukan ini, rumah menjadi lebih aman dan nyaman untuk ditempati,” ujarnya di sela kegiatan.

Semangat gotong royong tampak jelas dalam kegiatan tersebut. Warga sekitar turut ambil bagian membantu proses pengurukan hingga pekerjaan berjalan lebih cepat dan lancar. Pemilik rumah mengaku sangat terbantu atas kepedulian Babinsa dan warga yang ikut serta.

Kegiatan ini menjadi bukti nyata bahwa keberadaan Babinsa di tengah masyarakat tidak hanya menjalankan tugas pembinaan wilayah, tetapi juga hadir memberikan solusi dan dukungan nyata bagi warga yang membutuhkan. Diharapkan kebersamaan seperti ini terus terjaga guna menciptakan lingkungan yang rukun dan harmonis.

 

(Agus Kemplu)

‎Hangatkan Malam, Satgas TMMD 127 Kodim 0728/Wonogiri Anjangsana ke Rumah Warga

0

‎Wonogiri,TelusuR.ID – Di tengah kesibukan tugas pembangunan fisik dan non-fisik, anggota Satgas TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler Ke 127 Kodim 0728/Wonogiri memanfaatkan waktu istirahat malam untuk menjalin kedekatan dengan warga.

Seperti yang yang dilakukan Koptu Suyatmoko dan Koptu Joko personel Satgas TMMD menyambangi rumah Pak Slamet, warga yang dikenal aktif mendukung kegiatan TMMD di desa mereka, tepatnya di Dusun Sapatan Desa Kembang, Kec. Jatipurno, Kab. Wonogiri. Minggu malam (1/3/2026).

‎Kegiatan anjangsana ini menjadi salah satu wujud nyata kemanunggalan TNI dan rakyat. Dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan, obrolan ringan seputar pembangunan desa, kehidupan sehari-hari, hingga harapan masyarakat terhadap program TMMD menjadi topik hangat yang dibicarakan.

‎Kami merasa senang dan bangga bisa dikunjungi langsung oleh bapak-bapak TNI. Ini membuat kami merasa lebih dekat dan diperhatikan,” ungkap Pak Slamet.

‎Sementara itu, Dansatgas TMMD Reguler 127 Kodim 0728/Wonogiri Letkol Inf Rodricho Ivan Pattihahuan menyampaikan bahwa selain menjalankan tugas pokok, anggota Satgas juga ditugaskan untuk menyatu dengan masyarakat.

‎Kemanunggalan TNI dan rakyat bukan hanya slogan. Melalui silaturahmi seperti ini, kami harap bisa mempererat hubungan emosional dengan warga,” ujar Dansatgas.

‎Melalui kegiatan sederhana namun penuh makna ini, semangat gotong royong dan kebersamaan semakin terasa, menjadi pondasi kuat dalam membangun desa yang lebih maju dan sejahtera. Pungkas Dansatgas.

 

(Agus Kemplu)

Talud Penahan Longsor Sepanjang 10 Meter Hasil TMMD 127 Kodim Wonogiri Rampung 100%

0

Wonogiri,TelusuR.ID – Salah satu sasaran fisik dalam program TMMD Reguler ke-127 TA. 2026 Kodim 0728/Wonogiri adalah pembuatan talud penahan longsor di jalan penghubung antar Dusun Desa Kembang Kec. Jatipurno telah rampung 100%.

Proyek pembangunan talud dengan panjang sekitar 10 meter dan tinggi 3,6 meter ini dilakukan dengan tujuan untuk memperkokoh struktur jalan, sehingga nantinya kelihatan kokoh dan tidak membahayakan bagi warga setempat. Senin (2/3/2026).

Melalui tangan-tangan terampil anggota Satgas TMMD dibantu masyarakat setempat, kini penampakan baru talud jalan penahan longsor sudah terlihat. Ini semua adalah hasil karya Satgas program TMMD Reguler ke-127 Kodim 0728/Wonogiri di bawah Dansatgas Letkol Inf Rodricho Ivan Pattihahuan.

Tidak sia-sia kerja keras dibulan puasa dan cucuran keringat yang dikeluarkan pada kegiatan pembangunan talud di sasaran fisik Satgas program TMMD Reguler ke-127 di desa Kembang Kec. Jatipurno, “Sekarang sudah terlihat hasilnya nantinya warga tidak akan takut lagi terjadi tanah longsor karena sudah di bangun dinding penahan tanah yang kokoh,” ucap Dansatgas.

 

(Agus Kemplu)

Denyut Ekonomi di Gerbang Tambakberas: Kala Pesantren Menjadi Jantung Rezeki Warga

0

JOMBANG, TELUSUR.ID – Di bawah naungan langit sore yang mulai meredup, suasana di sekitar Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, justru kian berpendar oleh geliat ekonomi kerakyatan.

Bulan Ramadan tak hanya membawa keberkahan spiritual bagi para santri, namun juga menjadi momentum emas bagi warga sekitar untuk memutar roda ekonomi melalui Bazar UMKM Ramadan yang tertata rapi di sepanjang jalan pesantren.

Pasar musiman yang dikomandani oleh kader Ranting Gerakan Pemuda (GP) Ansor Tambakrejo ini menjelma menjadi pusat perputaran uang yang signifikan. Dengan 138 pedagang yang terdaftar, pasar ini menjadi bukti nyata bagaimana ekosistem pesantren mampu menjadi penyangga hidup bagi masyarakat lokal yang menggantungkan harap pada momentum bulan suci.

Ketua Pelaksana Pasar Ramadan, Ahmad Khumaidi Alwi, mengungkapkan bahwa kebijakan kuota pedagang disusun secara strategis demi keadilan ekonomi. Separuh dari lapak yang tersedia dikhususkan bagi warga setempat, memastikan bahwa keuntungan dari keramaian ini benar-benar meresap ke kantong-kantong penduduk Desa Tambakrejo.

“Kami ingin memastikan warga sekitar tidak hanya menjadi penonton. Ke depan, kami menargetkan keterlibatan warga lokal hingga 70 persen, karena misi utama kami adalah penguatan ekonomi berbasis lingkungan pesantren,” ujar pria yang akrab disapa Mas Khumaidi tersebut dengan nada optimis dikutip Telusur Senin (2/3/2026).

Menu yang ditawarkan pun menjadi cerminan adaptasi pasar; mulai dari jajanan tradisional seperti lepet yang membawa kerinduan masa lalu, hingga kuliner kekinian seperti dimsum yang digemari generasi z. Diversitas produk ini sengaja dihadirkan untuk menangkap daya beli konsumen yang beragam, mulai dari masyarakat umum hingga ribuan santri.

Ketua Majelis Pengasuh Pondok Pesantren Bahrul Ulum, KH Hasib Wahab, menegaskan bahwa tradisi pasar ini telah mengakar selama hampir satu dekade sebagai pilar pemberdayaan. Bagi beliau, pesantren memiliki tanggung jawab moral untuk memastikan para pedagang kecil tetap mendapatkan income yang stabil, bahkan meningkat, selama bulan puasa.

Sinergi ekonomi ini kian kuat dengan adanya kebijakan “belanja terjadwal” bagi para santri yang dikoordinasikan oleh pihak yayasan dan ribath. Dukungan penuh pesantren ini memastikan bahwa para pedagang memiliki pasar yang pasti (captive market) dari ribuan santri yang ingin mencicipi menu buka puasa selain dari dapur umum.

Salwa, salah satu santriwati asal Lamongan, menjadi bagian dari rantai ekonomi ini saat ia memadati area pasar bersama rekan-rekannya. Kehadiran santri seperti Salwa, yang seringkali membawa catatan titipan belanja dari teman asramanya, menjadi penggerak utama yang melariskan dagangan warga di setiap sore.

Potret transaksi di gerbang Tambakberas ini menunjukkan bahwa pesantren tidak hanya menjadi menara gading ilmu agama, tetapi juga inkubator ekonomi yang maslahat. Di sini, nilai-nilai ukhuwah Islamiyah diterjemahkan ke dalam bentuk tolong-menolong dalam perniagaan yang saling menguntungkan.

Harapannya, perputaran rupiah di Pasar Ramadan ini tidak hanya habis untuk konsumsi sesaat, melainkan mampu menjadi modal tambahan bagi warga untuk merayakan Idul Fitri dengan lebih sejahtera. Kolaborasi antara pemuda Ansor, masyarakat, dan pesantren menjadi model ideal bagaimana modal sosial bisa dikonversi menjadi kemandirian finansial.

“Semoga ada pendapatan tambahan bagi ekonomi warga melalui pasar ini. Kami ingin keberkahan Ramadan benar-benar berwujud nyata dalam kesejahteraan masyarakat yang tinggal berdampingan dengan pesantren,” pungkas Kyai Hasib dengan penuh keteduhan, menutup perbincangan di tengah keriuhan pasar yang kian menghangat.

Rayakan Setahun Kepemimpinan Khofifah-Emil, Relawan Baguss Sebar Ribuan Takjil di Grahadi

0

SURABAYA, TELUSUR.ID – Sore itu, suasana di sekitar Gedung Negara Grahadi tampak lebih padat dari biasanya. Jantung Kota Surabaya yang selama ini dikenal sebagai pusat hiruk pikuk kendaraan dan tempat bersantai warga Jawa Timur, mendadak berubah menjadi titik simpul aksi sosial yang cukup menyita perhatian publik.

Keramaian tersebut dipicu oleh aksi berbagi yang diinisiasi oleh Barisan Gus dan Santri (Baguss). Sebanyak 1.000 paket nasi kotak dibagikan kepada pengendara dan masyarakat yang melintas di depan gedung kebanggaan warga Jawa Timur tersebut sebagai bentuk syukur atas perjalanan pemerintahan di provinsi ini.

Sekjen Baguss, H. Yusuf Hidayat, menjelaskan bahwa aksi ini bukan sekadar berbagi makanan berbuka puasa. Kegiatan tersebut merupakan wujud syukur atas genap satu tahun masa kepemimpinan Khofifah Indar Parawansa dan Emil Elestianto Dardak dalam periode kedua mereka memimpin Jawa Timur.

“Karena bertepatan dengan bulan Ramadan, maka rasa syukur ini kami wujudkan dengan pembagian 1.000 paket takjil kepada masyarakat yang ada di sekitar Gedung Negara Grahadi,” ujar pria yang akrab disapa Gus Yusuf tersebut, Minggu (1/3/2026) dikutip Telusur.id.

Gus Yusuf mengungkapkan bahwa target mereka selama bulan Ramadan 1447 H ini cukup ambisius. Pihaknya menargetkan penyaluran total 5.000 paket takjil, sehingga aksi sosial di depan Grahadi ini dipastikan akan berlanjut ke berbagai titik strategis lainnya di Jawa Timur.

Menariknya, aksi berbagi ini lahir dari inisiatif spontan para relawan Baguss. Kelompok ini dikenal sebagai pendukung setia Khofifah Indar Parawansa sejak kontestasi Pemilihan Gubernur Jawa Timur pada tahun 2018 hingga periode kedua di tahun 2024 lalu.

Mengenai operasional kegiatan, Gus Yusuf menegaskan bahwa seluruh dana yang digunakan murni berasal dari swadaya. “Sumber dananya pun berasal dari urunan para relawan serta donasi dari sejumlah pihak yang memiliki visi serupa,” terang alumni santri Pesantren Tebuireng Jombang tersebut.

Dalam kesempatan itu, Gus Yusuf juga sedikit bernostalgia mengenai sejarah terbentuknya Baguss. Ia menyebutkan bahwa organisasi ini merupakan warisan berharga dari almarhum KH Salahuddin Wahid atau Gus Solah, tokoh bangsa yang memimpin langsung relawan ini pada Pilgub 2018.

Sepeninggal Gus Solah, semangat perjuangan relawan ini tidak lantas padam. Meski namanya bertransformasi dari Barisan Gus Solah menjadi Barisan Gus dan Santri, loyalitas mereka terhadap arah perjuangan awal tetap terjaga dengan sangat solid.

Saat ini, di bawah kepemimpinan Gus Fahmi, Baguss menegaskan komitmen mereka untuk tetap istikamah mengawal jalannya pemerintahan di Jawa Timur. Dukungan terhadap Khofifah-Emil dinilai sebagai bentuk tanggung jawab moral relawan terhadap pilihan politik mereka.

“Kami akan terus memberikan dukungan penuh kepada Ibu Khofifah sampai masa jabatannya tuntas,” pungkas Gus Yusuf menutup pembicaraan di tengah hangatnya suasana berbagi di sore Ramadan tersebut.

MHQ PKS Jatim 2026: ‘Pesta Langit’ Para Penghafal Al-Qur’an dan Kisah Haru Hafiz Tunanetra

0
Poto - MHQ PKS Jatim/dok.DPW PKS

SURABAYA, TELUSUR.ID – Gelaran Musabaqah Hifzhil Qur’an (MHQ) tingkat wilayah yang dihelat DPW PKS Jawa Timur pada Minggu (1/3/2026) menghadirkan atmosfer yang luar biasa. Acara ini bukan sekadar kompetisi rutin, melainkan menjadi ruang pertemuan spiritual bagi para penjaga ayat suci dari seluruh pelosok Jawa Timur.

Sebanyak 38 DPD PKS kabupaten/kota se-Jawa Timur mengirimkan delegasi terbaiknya untuk berlaga di tingkat provinsi. Para jawara daerah ini datang dengan satu misi utama: memperebutkan tiket menuju ajang MHQ tingkat nasional yang akan mempertemukan para hafiz dari seluruh penjuru Indonesia.

Kegiatan yang dipusatkan di Kantor DPW PKS Jawa Timur, Surabaya, ini merupakan bagian dari rangkaian program semarak Ramadan 1447 H. Melalui ajang ini, PKS Jatim berupaya melakukan konsolidasi nilai-nilai Qur’ani sekaligus memperkuat fondasi spiritual di internal organisasi.

Sekretaris DPW PKS Jawa Timur, Muhamad Syadid, dalam sambutannya menegaskan bahwa MHQ kali ini bukanlah perlombaan tahfidz biasa. Ia menyebut agenda ini sebagai “pesta langit” yang memuliakan para penghafal Al-Qur’an sebagai bintang utamanya.

“Njenengan (Anda) semua adalah bintang utama hari ini. Sejak berangkat dari daerah, para malaikat sudah mengepakkan sayapnya mengawal para penghafal Al-Qur’an,” ujar Mas Syadid dengan nada penuh takzim di hadapan para peserta dikutip Telusur.id, Senin (2/3/2026).

Poto – MHQ PKS Jatim/dok.DPW PKS

Alumnus Universitas Al-Azhar Kairo ini menjelaskan bahwa seluruh peserta merupakan hasil seleksi ketat di tingkat daerah. Proses berjenjang ini memastikan bahwa Jawa Timur mengirimkan representasi terbaik yang memiliki kualitas hafalan mumpuni untuk bersaing di level nasional.

Namun, Syadid mengingatkan bahwa trofi bukanlah tujuan akhir dari kompetisi ini. Ia menekankan agar sepulang dari acara, para peserta mampu mengimplementasikan nilai Al-Qur’an dalam bentuk pelayanan nyata kepada masyarakat dengan akhlak yang mulia.

Senada dengan hal itu, Ketua Panitia Ramadan DPW PKS Jatim, Darmidi, menilai konsistensi pembinaan kader berbasis nilai spiritual adalah kunci. MHQ menjadi bukti bahwa di tengah dinamisnya arus sosial dan politik, PKS tetap menjadikan Al-Qur’an sebagai pegangan utama dalam bergerak.

“Hari ini kita membuktikan bahwa Jawa Timur memiliki potensi besar para huffazh dari kalangan kader. Ini adalah langkah awal menuju gerakan besar pembinaan Al-Qur’an yang lebih masif ke depan,” kata Darmidi optimis.

Di tengah ketatnya persaingan, suasana ruangan mendadak hening dan penuh haru saat sosok Harianto (57) tampil ke depan. Peserta asal Kota Madiun ini merupakan penyandang tunanetra sejak lahir, namun keterbatasan fisik tak menghalanginya untuk menghafal hingga 11 juz Al-Qur’an.

Poto – MHQ PKS Jatim/dok.DPW PKS

Dengan suara yang tenang dan tajwid yang terjaga, Harianto melantunkan ayat demi ayat yang membuat para penguji serta peserta lain terdiam menyimak. Ia bercerita bahwa motivasinya menghafal adalah agar lebih ringan membawa Al-Qur’an ke mana pun ia pergi tanpa harus menjinjing mushaf braille yang tebal.

“Kalau orang melihat cukup bawa satu mushaf kecil. Kalau saya, satu juz satu buku braille tebal. Kalau 30 juz bisa satu becak. Maka saya pikir, lebih baik dimasukkan ke kepala saja supaya ringan dibawa,” tutur Harianto lirih namun penuh semangat.

Kisah Harianto menjadi tamparan positif bagi peserta lainnya, sebagaimana diungkapkan oleh Komari, salah satu penguji dari Biro Al-Qur’an BKAP PKS Jatim. Baginya, Harianto adalah pelajaran nyata bahwa keterbatasan fisik bukanlah alasan untuk menjauh dari mukjizat kalamullah.

Ditinggal Nyekar, Rumah Limasan di Andong Ludes Terbakar, Kerugian Capai Ratusan Juta

0

Boyolali,TelusuR.ID – Musibah kebakaran menghanguskan rumah milik Bapak Ngatiman, warga Desa Pakang, Kecamatan Andong, Kabupaten Boyolali, pada Minggu (01/03/26) pagi. Rumah beserta seluruh isinya ludes dilalap si jago merah saat ditinggal pemiliknya untuk berziarah.

Peristiwa tersebut bermula sekitar pukul 05.00 WIB ketika Ngatiman bersama istri dan anaknya meninggalkan rumah untuk nyekar ke makam di Desa Kadipaten, Kecamatan Andong. Namun, sebelum selesai berziarah, korban menerima kabar bahwa rumahnya terbakar. Mereka pun segera kembali dan tiba sekitar pukul 06.45 WIB dengan kondisi rumah sudah rata dengan tanah akibat amukan api.

Menurut keterangan saksi, sekitar pukul 06.15 WIB terdengar suara ledakan dari salah satu kamar di dalam rumah korban. Tak lama kemudian, muncul kepulan asap yang disusul kobaran api membumbung tinggi hingga membakar seluruh bangunan. Melihat api semakin membesar, saksi langsung berteriak meminta pertolongan warga sekitar.

Mendapat laporan dari masyarakat, Babinsa Koramil 15/Andong Kodim 0724/Boyolali Serka Sunarto segera mendatangi lokasi dan menghubungi petugas pemadam kebakaran Kabupaten Boyolali. Bersama Babinkamtibmas, tim Damkar, dan warga, Babinsa turut membantu proses pemadaman dengan peralatan seadanya. Berkat kerja sama dan gotong royong, api berhasil dipadamkan sekitar 30 menit kemudian, meski rumah sudah habis terbakar.

Beruntung tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Namun, kerugian material ditaksir mencapai Rp175 juta. Rumah berbentuk limasan berukuran 15 x 9 meter dengan dinding batu bata serta tiang dan rangka atap kayu jati itu rata dengan tanah dan tak dapat diselamatkan.

Serka Sunarto menyampaikan keprihatinannya atas musibah yang dialami korban dan berharap keluarga tetap sabar serta tabah. Ia juga mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran di lingkungan tempat tinggal.

“Kami mengingatkan warga untuk selalu berhati-hati saat menyalakan kompor atau peralatan lainnya. Jangan ditinggal dalam keadaan menyala karena dapat memicu kebakaran,” tegasnya.

Sinergi dan kepedulian antara TNI, Damkar, dan masyarakat menjadi faktor penting dalam mencegah api merembet ke rumah warga lainnya. Kejadian ini menjadi pengingat bagi semua pihak untuk lebih waspada demi mencegah terulangnya musibah serupa.

 

(Agus Kemplu)

KNPI Jombang Ajak Mahasiswa Jadi Garda Terdepan Demokrasi Berbasis Riset dan AI

0

JOMBANG, TELUSUR.ID – Dinamika demokrasi di tingkat lokal hingga nasional menuntut peran aktif generasi muda, khususnya kelompok mahasiswa. Hal tersebut ditegaskan oleh Ketua DPD KNPI Kabupaten Jombang, Rohmadi, M.Pd, dalam Talk Show bertajuk “Penguatan Peran Mahasiswa dalam Demokrasi dan Sistem Ketatanegaraan” yang digelar oleh Ikatan Badan Eksekutif Mahasiswa Kabupaten Jombang (IKABEMJO) di Aula Bung Tomo Pemkab Jombang, Minggu (1/3/2026) petang.

Dalam forum yang dihadiri ratusan mahasiswa lintas kampus tersebut, Rohmadi menekankan bahwa mahasiswa memiliki posisi strategis sebagai kontrol sosial terhadap jalannya pemerintahan.

Menurutnya, mahasiswa bukan sekadar elemen massa, melainkan penjaga nurani publik yang bertugas memastikan setiap kebijakan pemerintah tetap berpijak pada kepentingan rakyat luas.

Rohmadi mengingatkan agar sikap kritis mahasiswa tetap dibangun di atas landasan ilmiah dan intelektual, bukan sekadar mengikuti emosi sesaat. Sebagai mantan aktivis PMII, ia menegaskan bahwa penyampaian aspirasi di era modern harus berbasis pada data, riset, dan argumentasi akademik yang kuat agar mampu menghasilkan solusi konkret bagi daerah.

Lebih lanjut, pria yang akrab disapa Mas Rohmadi ini menyoroti pentingnya implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi yang mencakup pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat. Ia menilai mahasiswa tidak boleh hanya terjebak dalam diskusi internal kampus, tetapi harus turun langsung mengidentifikasi persoalan masyarakat dan menghadirkan solusi berbasis penelitian.

Secara spesifik, Rohmadi mendorong mahasiswa di Kabupaten Jombang untuk lebih produktif dalam melakukan riset-riset kecil terkait isu-isu lokal. Fokus kajian bisa diarahkan pada sektor pendidikan, angka pengangguran, pengembangan UMKM, hingga pengawasan tata kelola pemerintahan desa yang bersentuhan langsung dengan warga.

Di tengah disrupsi digital, Rohmadi juga mengingatkan mahasiswa agar tidak gagap teknologi, terutama dalam menghadapi perkembangan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI). Mahasiswa diharapkan menjadi kelompok terdepan yang memanfaatkan AI untuk memperkuat analisis data riset serta melakukan advokasi kebijakan secara lebih presisi.

“Era sekarang adalah era percepatan informasi. Mahasiswa harus adaptif dengan AI dan teknologi digital. Gunakan teknologi tersebut untuk memperkuat argumen dan basis data, bukan justru digunakan untuk menyebarkan hoaks,” ujar sosok yang juga menjabat sebagai Wakil Sekretaris PWI Jombang tersebut.

Ia juga menyoroti fenomena Fear of Missing Out (FOMO) yang sering menjebak mahasiswa dalam perdebatan isu nasional yang viral tanpa memahami konteks lokal.

Rohmadi meminta mahasiswa tetap peka terhadap kebijakan daerah karena dampaknya lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari dan ruang dialog dengan kepala daerah masih terbuka lebar.

Melalui forum ini, IKABEMJO berupaya menciptakan ruang konsolidasi lintas kampus untuk memperkuat peran mahasiswa dalam sistem ketatanegaraan. Selain Rohmadi, hadir pula Kapolres Jombang AKBP Ardi Kurniawan dan Presidium Nasional BEM PTNU Se-Nusantara, A. Baha’ur Rifqi, yang turut memberikan perspektif mengenai keamanan dan gerakan mahasiswa nasional.

Diskusi yang berlangsung interaktif ini ditutup dengan suasana hangat saat momentum buka puasa bersama, namun tetap membawa pesan substansial yang kuat. Mahasiswa didorong untuk menjadi agen perubahan yang tidak hanya cerdas dan kritis, tetapi juga mampu beradaptasi dengan cepat terhadap perubahan zaman yang serba digital.

Di akhir sesi, Rohmadi menegaskan bahwa masa depan demokrasi Indonesia sangat bergantung pada integritas dan kualitas intelektual generasi mudanya.

Ia berpesan agar mahasiswa jangan pernah berhenti belajar, meneliti, dan mengabdi sebagai pilar penguat demokrasi agar kebijakan pemerintah tidak melenceng dari kepentingan publik.

Semangat Kaum Ibu Warnai TMMD Mliwis, Gotong Royong Cor Jalan Demi Akses Lebih Baik

0

Boyolali,TelusuR.ID — Pengerjaan sasaran fisik program TMMD Sengkuyung Tahap I Tahun 2026 Kodim 0724/Boyolali di Desa Mliwis, Kecamatan Cepogo, Kabupaten Boyolali, berlangsung penuh semangat gotong royong. Tidak hanya anggota Satgas dan kaum bapak, keterlibatan aktif masyarakat, khususnya kaum ibu, menjadi warna tersendiri dalam proses pengecoran jalan desa, (01/03/2026)

Kehadiran kaum ibu di lokasi TMMD menunjukkan tingginya antusiasme masyarakat dalam mendukung pembangunan desa. Setelah menyelesaikan pekerjaan rumah, mereka turun langsung membantu melangsir pasir dan koral sebagai bahan utama pengecoran jalan, demi mempercepat penyelesaian pekerjaan.

Salah seorang warga, Ibu Yati (52), mengungkapkan bahwa pembangunan jalan tersebut telah lama dinantikan masyarakat. Jalan penghubung yang sebelumnya rusak dinilai menghambat aktivitas warga, sehingga kehadiran program TMMD membawa harapan besar bagi peningkatan akses dan mobilitas.

Menurutnya, keterlibatan kaum ibu merupakan bentuk kesadaran bahwa pembangunan desa adalah tanggung jawab bersama. Ia bersama warga lainnya sepakat membantu Satgas TMMD agar proses pengecoran jalan dapat selesai lebih cepat dan manfaatnya segera dirasakan masyarakat.

Sementara itu, Komandan Kodim 0724/Boyolali Letkol Inf Dhanu Anggoro Asmoro S.E melalui Pasi Teritorial Kapten Inf Nasoha menegaskan bahwa program TMMD merupakan wujud nyata kemanunggalan TNI dengan rakyat. Oleh karena itu, pelaksanaan kegiatan selalu melibatkan masyarakat sebagai mitra utama pembangunan.

Ia juga memberikan apresiasi atas semangat gotong royong warga, terutama kaum ibu yang turut ambil bagian dalam pekerjaan fisik pengecoran jalan. Partisipasi tersebut dinilai menjadi bukti kuat bahwa keberhasilan TMMD tidak lepas dari dukungan dan kebersamaan masyarakat.

Dengan semangat kebersamaan yang terus terjaga, pembangunan jalan di Desa Mliwis diharapkan dapat selesai tepat waktu dan membawa manfaat nyata bagi peningkatan kesejahteraan serta aktivitas ekonomi warga setempat.

 

(Agus Kemplu)