SPPG Tambakrejo 6 Jombang Modifikasi Menu MBG Selama Ramadan, Jamin Asupan Gizi Tetap Terukur

0
98 views
Bagikan :

JOMBANG, TELUSUR.ID – Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Tambakrejo 6 Jombang mulai mengadaptasi distribusi program Makanan Bergizi Gratis (MBG) di tengah bulan suci Ramadan. Pada Senin (2/3/2026), paket menu kering dibagikan kepada siswa TK Muslimat NU Tambakberas sebagai solusi praktis namun tetap padat nutrisi.

Langkah modifikasi ini diambil agar para siswa tetap mendapatkan asupan tambahan yang bisa dibawa pulang untuk berbuka puasa. Pemilihan menu kering bukan tanpa alasan; faktor ketahanan pangan (tidak cepat basi) dan keamanan dari risiko kontaminasi menjadi pertimbangan utama tim ahli gizi.

Berdasarkan pantauan di lapangan, paket tersebut terdiri dari roti sisir, kacang telur, pentol goreng, serta pisang cavendish. Kombinasi ini dirancang sedemikian rupa untuk menggantikan komposisi makan siang reguler tanpa mengurangi standar kualitas bahan yang digunakan.

PLO Gizi SPPG Tambakrejo 6 Yayasan Machfudhoh Aly Ubaid, Dewi Intan Amalia, menjelaskan bahwa setiap komponen dalam paket memiliki peran spesifik bagi tubuh anak. “Kami membagi paket kecil ini dengan perhitungan matang. Ada karbohidrat dari roti, protein nabati dari kacang, dan protein hewani dari pentol,” jelasnya.

Fokus utama dalam adaptasi Ramadan ini adalah menjaga densitas nutrisi meski tanpa nasi. Dewi mengakui bahwa menyusun menu tanpa nasi merupakan tantangan tersendiri untuk memenuhi angka kecukupan gizi harian secara sempurna dalam satu kali pemberian.

Namun, tim gizi SPPG memastikan angka-angka krusial tetap terpenuhi.

Dalam satu paket kecil tersebut, terkandung energi sebesar 4,42 kalori, protein 12,4 gram, lemak 19,6 gram, karbohidrat 56,7 gram, serta serat 5,1 gram.

“Memang tanpa nasi agak sulit memenuhi takaran gizi harian sesuai panduan penuh, tapi kami tetap menjaga kualitas bahan dan keseimbangan gizinya agar anak-anak tidak kekurangan makronutrien penting,” tambah Dewi menekankan akurasi asupannya.

Aspek keamanan pangan juga menjadi pilar dalam distribusi ini. Seluruh makanan diproduksi secara mandiri di dapur SPPG Tambakrejo 6 dengan standar higienis yang ketat. Bahan protein seperti pentol dibuat sendiri dari campuran daging ayam dan sapi tanpa bahan pengawet berbahaya.

Proses pengolahan pun dilakukan secara internal untuk memastikan tidak ada kontaminasi silang. “Proses memasak sangat higienis. Kami juga melakukan pengecekan laboratorium sederhana sebelum distribusi untuk memastikan makanan benar-benar layak konsumsi,” tegasnya.

Hari ini, tercatat sebanyak 228 siswa jenjang KB dan TK yang menerima paket MBG kering tersebut. Secara masif, SPPG Tambakrejo 6 mengelola distribusi hingga 1.270 porsi makanan setiap harinya untuk mendukung kesehatan generasi muda di Jombang.

Meski berjalan lancar, pihak pengelola terus melakukan evaluasi mingguan terkait tantangan teknis. Salah satu fokus utama adalah manajemen alergi siswa yang sangat krusial dalam pemberian protein hewani maupun nabati seperti telur dan kacang.

“Kami mengantisipasi risiko alergi dengan sistem penamaan pada setiap paket. Jika siswa alergi telur, kami langsung ganti dengan kacang atau sumber protein lain. Pemantauan ini dilakukan setiap hari secara ketat,” pungkas Dewi.

Antusiasme terlihat dari para siswa, salah satunya Nia, yang langsung menyimpan paket tersebut di dalam tas. “Isinya ada kacang, pisang, dan roti. Ini buat buka puasa nanti di rumah,” ujarnya dengan wajah ceria sebelum meninggalkan area sekolah.

Tinggalkan Balasan