JOMBANG, TELUSUR.ID – Dinamika demokrasi di tingkat lokal hingga nasional menuntut peran aktif generasi muda, khususnya kelompok mahasiswa. Hal tersebut ditegaskan oleh Ketua DPD KNPI Kabupaten Jombang, Rohmadi, M.Pd, dalam Talk Show bertajuk “Penguatan Peran Mahasiswa dalam Demokrasi dan Sistem Ketatanegaraan” yang digelar oleh Ikatan Badan Eksekutif Mahasiswa Kabupaten Jombang (IKABEMJO) di Aula Bung Tomo Pemkab Jombang, Minggu (1/3/2026) petang.
Dalam forum yang dihadiri ratusan mahasiswa lintas kampus tersebut, Rohmadi menekankan bahwa mahasiswa memiliki posisi strategis sebagai kontrol sosial terhadap jalannya pemerintahan.
Menurutnya, mahasiswa bukan sekadar elemen massa, melainkan penjaga nurani publik yang bertugas memastikan setiap kebijakan pemerintah tetap berpijak pada kepentingan rakyat luas.
Rohmadi mengingatkan agar sikap kritis mahasiswa tetap dibangun di atas landasan ilmiah dan intelektual, bukan sekadar mengikuti emosi sesaat. Sebagai mantan aktivis PMII, ia menegaskan bahwa penyampaian aspirasi di era modern harus berbasis pada data, riset, dan argumentasi akademik yang kuat agar mampu menghasilkan solusi konkret bagi daerah.

Lebih lanjut, pria yang akrab disapa Mas Rohmadi ini menyoroti pentingnya implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi yang mencakup pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat. Ia menilai mahasiswa tidak boleh hanya terjebak dalam diskusi internal kampus, tetapi harus turun langsung mengidentifikasi persoalan masyarakat dan menghadirkan solusi berbasis penelitian.
Secara spesifik, Rohmadi mendorong mahasiswa di Kabupaten Jombang untuk lebih produktif dalam melakukan riset-riset kecil terkait isu-isu lokal. Fokus kajian bisa diarahkan pada sektor pendidikan, angka pengangguran, pengembangan UMKM, hingga pengawasan tata kelola pemerintahan desa yang bersentuhan langsung dengan warga.
Di tengah disrupsi digital, Rohmadi juga mengingatkan mahasiswa agar tidak gagap teknologi, terutama dalam menghadapi perkembangan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI). Mahasiswa diharapkan menjadi kelompok terdepan yang memanfaatkan AI untuk memperkuat analisis data riset serta melakukan advokasi kebijakan secara lebih presisi.

“Era sekarang adalah era percepatan informasi. Mahasiswa harus adaptif dengan AI dan teknologi digital. Gunakan teknologi tersebut untuk memperkuat argumen dan basis data, bukan justru digunakan untuk menyebarkan hoaks,” ujar sosok yang juga menjabat sebagai Wakil Sekretaris PWI Jombang tersebut.
Ia juga menyoroti fenomena Fear of Missing Out (FOMO) yang sering menjebak mahasiswa dalam perdebatan isu nasional yang viral tanpa memahami konteks lokal.
Rohmadi meminta mahasiswa tetap peka terhadap kebijakan daerah karena dampaknya lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari dan ruang dialog dengan kepala daerah masih terbuka lebar.

Melalui forum ini, IKABEMJO berupaya menciptakan ruang konsolidasi lintas kampus untuk memperkuat peran mahasiswa dalam sistem ketatanegaraan. Selain Rohmadi, hadir pula Kapolres Jombang AKBP Ardi Kurniawan dan Presidium Nasional BEM PTNU Se-Nusantara, A. Baha’ur Rifqi, yang turut memberikan perspektif mengenai keamanan dan gerakan mahasiswa nasional.
Diskusi yang berlangsung interaktif ini ditutup dengan suasana hangat saat momentum buka puasa bersama, namun tetap membawa pesan substansial yang kuat. Mahasiswa didorong untuk menjadi agen perubahan yang tidak hanya cerdas dan kritis, tetapi juga mampu beradaptasi dengan cepat terhadap perubahan zaman yang serba digital.
Di akhir sesi, Rohmadi menegaskan bahwa masa depan demokrasi Indonesia sangat bergantung pada integritas dan kualitas intelektual generasi mudanya.
Ia berpesan agar mahasiswa jangan pernah berhenti belajar, meneliti, dan mengabdi sebagai pilar penguat demokrasi agar kebijakan pemerintah tidak melenceng dari kepentingan publik.



