SURABAYA,TelusuR.ID – Puluhan massa yang tergabung dalam Fast Respon Indonesia Center (FRIC) DPW Jawa Timur menggelar aksi unjuk rasa di depan Mapolres Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, Rabu (15/7/2026).
Dalam aksinya, para demonstran menyuarakan sejumlah tuntutan yang berkaitan dengan profesionalisme aparat penegak hukum, keterbukaan informasi publik, serta penghormatan terhadap kerja jurnalistik sebagai bagian dari fungsi kontrol sosial di masyarakat.
Ketua FRIC DPW Jawa Timur, Imam Arifin, mengatakan institusi penegak hukum harus menjaga integritas dan kepercayaan publik dengan menjunjung tinggi prinsip transparansi serta akuntabilitas dalam menjalankan tugas.
Menurutnya, setiap dugaan pelanggaran etik maupun penyalahgunaan wewenang oleh aparat perlu ditindaklanjuti secara profesional sesuai mekanisme yang berlaku apabila terbukti terjadi.
“Jabatan adalah amanah. Aparat penegak hukum harus terbuka terhadap kritik dan memberikan ruang konfirmasi kepada wartawan sesuai tugas jurnalistiknya. Transparansi merupakan bagian dari upaya membangun kepercayaan masyarakat,” ujar Imam dalam orasinya.
Selain itu, massa juga meminta agar setiap laporan dan aspirasi masyarakat mendapat penanganan yang profesional, objektif, serta sesuai ketentuan hukum yang berlaku. Mereka menilai respons yang cepat dan terbuka terhadap pengaduan masyarakat menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga kepercayaan publik terhadap institusi penegak hukum.
Sepanjang aksi berlangsung, peserta membawa sejumlah spanduk dan poster berisi tuntutan serta menyampaikan orasi secara bergantian. Pengamanan dilakukan oleh personel Polres Pelabuhan Tanjung Perak.
Aksi berjalan tertib dan kondusif tanpa mengganggu aktivitas masyarakat di sekitar lokasi.
Di akhir kegiatan, FRIC DPW Jawa Timur menegaskan akan terus mengawal berbagai isu yang menjadi perhatian mereka. Organisasi tersebut juga berharap adanya respons resmi dari jajaran Polres Pelabuhan Tanjung Perak terkait aspirasi yang telah disampaikan dalam aksi tersebut.
(Redho)



