TelusuR.ID

Beranda blog Halaman 51

Penantian Puluhan Tahun Berakhir, Jembatan Merah Putih Sambirejo Kini Jadi Jalur Ekonomi dan Daya Tarik Warga

0

Boyolali,TelusuR.ID – Penantian panjang warga Dukuh Sambirejo Desa Cerme Kecamatan Juwangi Kabupaten Boyolali akhirnya terwujud. Jembatan Merah Putih yang selama berpuluh-puluh tahun diidam-idamkan masyarakat kini resmi selesai dibangun dan sudah dapat dimanfaatkan oleh warga, Selasa (19/05/26).

Pembangunan jembatan tersebut disambut penuh suka cita oleh masyarakat. Kehadiran Jembatan Merah Putih tidak hanya mempermudah akses warga dalam menjalankan aktivitas sehari-hari, namun juga menjadi jalur penting bagi roda perekonomian masyarakat serta akses utama anak-anak menuju sekolah dengan lebih aman dan nyaman.

Selain menjadi penghubung antarwilayah, jembatan ini juga menjadi alternatif akses penghubung dua kecamatan yang selama ini cukup sulit dilalui. Warga kini tidak perlu lagi memutar jauh untuk menuju lokasi tujuan, sehingga waktu tempuh menjadi lebih singkat dan efisien.

Menariknya, desain dan lokasi Jembatan Merah Putih yang berada di tengah suasana alam pedesaan menjadikan tempat ini mulai ramai dikunjungi warga sekitar.

Banyak masyarakat yang sengaja datang sekadar melintas, berswafoto, hingga menikmati suasana baru di kawasan tersebut. Kehadiran jembatan ini diharapkan mampu membawa dampak positif bagi kemajuan Desa Cerme dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar.

(Agus Kemplu)

Bentengi Korps Kehakiman, KPK dan Mahkamah Agung Gelar Diklat Antikorupsi PRISMA

0

BOGOR, TELUSUR.ID – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bersama Mahkamah Agung (MA) Republik Indonesia bersinergi memperketat pengawasan di sektor peradilan. Kedua lembaga ini resmi meluncurkan Pelatihan Penguatan Integritas dan Antikorupsi Mahkamah Agung (PRISMA) yang ditujukan khusus bagi para pimpinan pengadilan dari berbagai daerah di Indonesia.

Program edukasi strategis ini digelar di Auditorium Badan Strategi Kebijakan, Pendidikan dan Pelatihan Hukum dan Peradilan (Strajak Diklat Kumdil) MA RI, Megamendung, Bogor, Jawa Barat, Senin (18/5/2026). Langkah ini merupakan komitmen bersama untuk membentengi korps kehakiman dari praktik korupsi yudisial dan intervensi transaksional.

Wakil Ketua KPK, Ibnu Basuki Widodo, menegaskan bahwa integritas adalah pilar mutlak dalam membangun sistem peradilan yang dipercaya publik. Melalui strategi “Trisula Pemberantasan Korupsi”, KPK mengombinasikan jalur penindakan, pencegahan, dan pendidikan secara beriringan demi menciptakan tata kelola hukum yang bersih.

Ibnu memaparkan, penguatan moralitas di tubuh peradilan sudah menjadi kebutuhan mendesak untuk menjaga independensi hukum. Sebagai pengadilan tertinggi, MA memegang marwah demokrasi sehingga para hakimnya wajib steril dari pengaruh luar agar keputusan yang diambil murni berpijak pada keadilan.

Urgensi diklat ini diperkuat oleh data historis penindakan KPK sepanjang tahun 2004 hingga 2025. Dari total 1.951 perkara yang ditangani lembaga antirasuah, tercatat ada 31 hakim yang terjerat kasus korupsi. Data ini menjadi alarm keras bahwa pembenahan tidak bisa hanya mengandalkan penangkapan, melainkan harus menyentuh akar budaya kerja.

“Tantangan integritas saat ini semakin kompleks. Integritas tidak sekadar patuh pada aturan normatif, tetapi harus tecermin dari keselarasan pikiran, sikap, dan tindakan. Kami ingin nilai ini menjadi kultur kerja yang mengakar di lingkungan peradilan,” tegas Ibnu di hadapan para peserta, dikutip Telusur.id, Selasa (19/5/2026).

Pelatihan PRISMA gelombang pertama ini diikuti oleh 39 pimpinan Pengadilan Negeri (PN) dari total 200 peserta yang ditargetkan dari seluruh Indonesia. Keseluruhan program akan dibagi ke dalam lima batch intensif, di mana batch pertama dijadwalkan berlangsung selama lima hari, yakni pada 18–22 Mei 2026.

Selama pelatihan, para ketua pengadilan digembleng materi krusial seperti mitigasi konflik kepentingan, budaya anti-suap, hingga pengelolaan gratifikasi. Peserta juga dibekali pemahaman karakter dan diperkenalkan dengan sertifikasi Penyuluh Antikorupsi (PAKESI) serta Ahli Pembangun Integritas (API).

Sektor internal MA sendiri menyambut baik kolaborasi taktis ini. Wakil Ketua MA Bidang Non-Yudisial, Dwiarso Budi Santiarto, menyatakan bahwa reformasi peradilan menuntut aparat penegak hukum untuk tidak hanya cerdas secara tekstual, melainkan harus kokoh dalam menjaga etika profesi di ruang sidang.

Dwiarso mengungkapkan, MA terus memperketat pengawasan internal melalui Badan Pengawasan (Bawas) MA. Berdasarkan data berkala periode Januari hingga April 2026, lembaga tersebut telah menjatuhkan sanksi disiplin bagi sejumlah hakim dan ASN yang terbukti melanggar kode etik profesi.

Penegakan sanksi tegas tersebut menjadi bukti bahwa MA tidak menutupi borok internal dan konsisten melakukan pembersihan. Reformasi ini diselaraskan dengan tujuh nilai utama MA, mulai dari kemandirian, kejujuran, akuntabilitas, keterbukaan, hingga perlakuan setara di hadapan hukum.

Melalui sinergi PRISMA ini, kedua lembaga berharap dapat melahirkan ekosistem hukum yang tidak hanya profesional dan akuntabel, tetapi juga humanis. Target jangka panjangnya adalah mengembalikan kepercayaan penuh masyarakat terhadap setiap ketukan palu hakim di ruang sidang.

Agenda pembukaan ini turut dihadiri oleh jajaran petinggi MA dan KPK, termasuk Wakil Ketua MA Bidang Yudisial Suharto, Deputi Permas KPK Wawan Wardiana, Deputi Inda KPK Eko Marjono, serta Kepala Strajak Diklat Kumdil MA Syamsul Arief.

Sinergi yang solid antara penjaga moral kehakiman dan lembaga antirasuah ini diharapkan mampu memutus rantai mafia peradilan. Dengan demikian, penegakan hukum di Indonesia dapat berjalan dengan tegak, tanpa bisa dibeli oleh kepentingan materi maupun kekuasaan.

Gandeng Polri, KPK Gembleng Integritas Ratusan Perwira Polda Jatim Lewat Pelatnas Antikorupsi

0

SURABAYA, TELUSUR.ID – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus bergerak masif dalam melakukan penguatan integritas di tubuh aparat penegak hukum (APH). Kali ini, sebanyak 239 personel kepolisian di wilayah hukum Polda Jawa Timur dikumpulkan untuk mengikuti Pelatihan Tata Nilai, Penguatan Integritas, dan Antikorupsi (Pelatnas).

Kegiatan edukatif berskala besar ini diselenggarakan selama dua hari berturut-turut, mulai dari tanggal 12 hingga 13 Mei 2026. Pelatihan taktis ini dipusatkan di Gedung Mahameru Markas Kepolisian Daerah (Mapolda) Jawa Timur, Kota Surabaya, dengan melibatkan para perwira strategis.

Direktur Pendidikan dan Pelatihan Antikorupsi (ACLC) KPK, Yonathan Demme Tangdilintin, menegaskan bahwa integritas adalah pilar paling sakral yang harus dijunjung tinggi oleh setiap aparat. Fondasi moral ini menjadi penentu utama profesionalitas kepolisian saat menjalankan tugas pelayanan di tengah masyarakat.

Yonathan mengingatkan para perwira yang hadir bahwa setiap tindakan mereka di lapangan akan selalu dipantau oleh publik. Jabatan yang mereka emban merupakan representasi langsung dari wajah institusi polri yang sangat memengaruhi tingkat kepercayaan dan legitimasi masyarakat.

“Para peserta merupakan wujud representasi institusi yang menentukan arah kebijakan, kualitas, dan kepercayaan masyarakat,” ujar Yonathan dengan tegas saat memberikan sambutan pembukaan di hadapan ratusan personel kepolisian dikutip Telusur.id, (19/5/2026).

Lebih lanjut, ia menyoroti pentingnya pengetatan sistem pengawasan internal di lingkungan kepolisian demi memitigasi risiko penyimpangan individu. Menurutnya, pembiaran atau toleransi terhadap pelanggaran sekecil apa pun berpotensi menjadi bola salju yang merusak muruah institusi jika tidak segera ditindak.

Langkah preventif KPK ini mendapat dukungan penuh dari Markas Besar Kepolisian Negara Republik Indonesia. Direktur Pencegahan Korps Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Kortastipidkor) Polri, Kombes Pol Bhakti Eri Nurmansyah, menilai pelayanan publik yang bersih merupakan harga mati yang wajib dijaga.

Bhakti menyampaikan bahwa tantangan kepolisian modern saat ini tidak hanya terbatas pada masalah teknis penegakan hukum di lapangan. Tantangan yang jauh lebih berat adalah bagaimana menjaga etika, perilaku, dan memastikan seluruh lini pelayanan bebas dari segala bentuk praktik pungutan liar.

“Tantangan kita bukan hanya soal penegakan hukum semata, melainkan menyangkut bagaimana kita bersikap, berperilaku, dan memberikan pelayanan yang bebas korupsi,” ucap Bhakti memberikan arahan kepada seluruh jajaran perwira jajaran Polda Jatim.

Guna menyamakan persepsi tersebut, KPK merangkul jajaran perwira dari berbagai lini struktural komando di Jawa Timur. Peserta yang hadir meliputi Kepala Sub Direktorat (Kasubdit), Kapolres, Wakapolres, Kepala Satuan (Kasat), hingga unsur pimpinan di tingkat sektor yaitu Kapolsek dan Wakapolsek.

Sepanjang pelatihan, para perwira digembleng dengan berbagai materi krusial, mulai dari strategi pemberantasan dan pencegahan korupsi, hingga peta jalan mengawal ketahanan ekonomi nasional. Isu sensitif seperti penanganan konflik kepentingan serta budaya anti-suap dan anti-gratifikasi juga dibedah secara mendalam.

Selain itu, para peserta diberikan pemahaman komprehensif mengenai internalisasi nilai integritas, pengenalan fungsi Kortas, hingga strategi menata ulang peran Polri di ruang publik yang dinamis. Seluruh materi tersebut kemudian dikerucutkan ke dalam sebuah rencana aksi nyata yang wajib diimplementasikan.

Di akhir sesi, Yonathan mengajak seluruh peserta untuk merefleksikan kembali sumpah jabatan mereka sebagai anggota Bhayangkara. Ia berharap ratusan perwira yang telah lulus pelatihan ini mampu mengemban amanah baru sebagai agen perubahan (agent of change) di kesatuan masing-masing.

Melalui sinergi kuat ini, KPK berharap penguatan nilai antikorupsi di lingkungan Polda Jatim tidak sekadar menjadi jargon atau pemanis retorika semata. Komitmen ini harus mewujud dalam tindakan nyata demi menghadirkan penegakan hukum yang profesional, presisi, dan berkeadilan bagi seluruh rakyat Indonesia.

Puncak HKG PKK ke-54 di Jombang: Bupati Warsubi Apresiasi Peran Ibu sebagai Sekolah Pertama

0

JOMBANG, TELUSUR.ID – Peringatan Hari Kesatuan Gerak (HKG) Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) ke-54 Tahun 2026 di Kabupaten Jombang berlangsung semarak di Pendopo Kabupaten Jombang, Selasa (19/5/2026). Perhelatan khidmat ini digelar beriringan dengan Gelar Pangan Beragam, Bergizi, Seimbang, dan Aman (B2SA) serta Lomba Cipta Menu (LCM) bertema “Oleh-Oleh Khas Jombang”.

Kegiatan yang bertujuan menguatkan ketahanan keluarga ini dihadiri langsung oleh Bupati Jombang, H. Warsubi, SH., M.Si., bersama Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Kabupaten Jombang, Ibu Yuliati Nugrahani Warsubi. Hadir pula Wakil Bupati Jombang Gus Salmanudin, S.Ag., M.Pd., Sekdakab Agus Purnomo, jajaran kepala perangkat daerah, hingga organisasi wanita Forkopimda setempat.

Dalam sambutannya, Bupati Warsubi menyampaikan apresiasi mendalam atas pengabdian tanpa lelah para kader dalam membangun masyarakat. Ia menegaskan bahwa PKK memiliki posisi strategis sebagai mitra pemerintah daerah yang mampu menjangkau dan menyentuh lapisan masyarakat hingga tingkat paling bawah.

Warsubi mengingatkan bahwa banyak persoalan pembangunan daerah sesungguhnya berawal dan bermuara dari lingkungan domestik. Oleh karena itu, pendekatan keluarga menjadi salah satu langkah yang paling efektif untuk mengurai berbagai tantangan sosial yang dihadapi daerah saat ini.

“Keluarga yang kuat akan menjadi fondasi lahirnya masyarakat yang kuat pula. Peran perempuan, terutama para ibu, memiliki arti yang sangat besar dalam kehidupan keluarga karena ibu adalah sekolah pertama bagi anak-anaknya,” tutur Bupati Warsubi menekankan esensi peran perempuan.

Menutup arahannya, Bupati Warsubi mengajak seluruh pengurus dan kader PKK untuk terus adaptif di era digital. Ia mengakhiri sambutan dengan sebuah pantun jenaka yang membakar semangat para kader untuk terus bergerak mengawal 10 Program Pokok PKK demi kesejahteraan keluarga di Jombang.

Sementara itu, Ketua TP PKK Kabupaten Jombang, Ibu Yuliati Nugrahani Warsubi, membacakan sambutan Ketua Umum TP PKK Pusat yang mengusung tema besar pemantapan program. Tema tahun ini berfokus pada penguatan 10 Program Pokok PKK dan penyelarasan Asta Cita menuju visi Indonesia Emas 2045.

Yuliati memaparkan betapa besarnya kekuatan organisasi ini yang ditopang oleh jutaan kader di seluruh pelosok nusantara. Ia mengingatkan pentingnya dukungan berkelanjutan dari pemerintah daerah serta peningkatan kapasitas kader guna menyukseskan program-program strategis Presiden RI Prabowo Subianto.

Kemeriahan acara sudah terasa sejak pagi yang diawali dengan penilaian Lomba Cipta Menu (LCM) oleh perwakilan 21 kecamatan. Kompetisi kuliner lokal ini dinilai langsung oleh tim juri profesional, yakni Chef Farikh dari Lamongan, praktisi dari SMKN 2 Jombang, serta seorang content creator kuliner.

Suasana pendopo semakin semarak dengan adanya aksi demo masak oleh Chef Farikh yang menyajikan menu sehat berbasis olahan ikan dan pangan lokal. Selain itu, para tamu undangan disuguhi penampilan memukau Tari “Sorote Lintang” dari Sanggar Jawa Dwipa Desa Kali Kejambon, Kecamatan Tembelang.

Sebagai bentuk kepedulian sosial di tengah kegembiraan hari jadi, acara ini juga diwarnai dengan pemberian santunan kepada anak-anak yatim. Santunan tersebut diserahkan langsung secara simbolis oleh Bupati Jombang bersama Ibu Yuliati Nugrahani Warsubi di atas panggung utama.

Pada momen puncak, Pemkab Jombang menyerahkan penghargaan kepada para kader berprestasi di berbagai bidang Pokja. Penghargaan Ketua TP PKK Desa Berprestasi diraih oleh Ny. Yustina Rahayu Efendi dari Desa Bawangan, Ploso, disusul penghargaan kader penggerak anti-narkoba, taman bacaan, bank sampah, hingga posyandu.

Panitia juga mengumumkan para pemenang LCM “Oleh-Oleh Khas Jombang” dari empat kategori menu. Kecamatan Gudo sukses menyabet Juara 1 Kategori Makanan Pokok, sementara Kategori Kudapan dimenangkan Kecamatan Jombang, Kategori Snack oleh Kecamatan Kesamben, dan Kategori Minuman diraih Kecamatan Sumobito.

Rangkaian peringatan HKG PKK ke-54 ini ditutup dengan prosesi pemotongan tumpeng bersama oleh jajaran pengurus TP PKK dan kepala daerah. Prosesi tersebut menjadi simbol rasa syukur atas kokohnya pengabdian gerakan PKK dalam menggerakkan roda perekonomian dan kesejahteraan keluarga di Kabupaten Jombang.

Visa Turis, Judi Online, dan Generasi yang Terancam: Alarm Kedaulatan Digital Indonesia

0

Visa Turis, Judi Online, dan Generasi yang Terancam: Alarm Kedaulatan Digital Indonesia

Oleh: Abdullah Rasyid
*Staf Khusus Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan
*Mahasiswa Doktoral Ilmu Pemerintahan IPDN

Ketika Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid mengungkap bahwa 200 ribu anak Indonesia, termasuk 80 ribu di bawah usia 10 tahun, telah terpapar judi online, publik tersentak. Angka ini bukan sekadar statistik, melainkan potret rapuhnya benteng digital bangsa. Judi online bukan hiburan, melainkan scam sistematis yang merusak ekonomi keluarga, memicu KDRT, dan menghancurkan masa depan generasi muda.

Namun dimensi ancaman ini jauh lebih kompleks. Penangkapan 321 WNA di Jakarta dan 210 WNA di Batam pada awal Mei 2026 memperlihatkan bahwa celah Visa Turis, Bebas Visa Kunjungan (VBK), dan Visa on Arrival (VoA) telah dimanfaatkan sindikat internasional untuk menjadikan Indonesia sebagai basis operasi digital.

Ilusi “Aman” Karena Visa Sah
Selama ini kita terjebak dalam pola pikir lama: kalau visanya sah, berarti dia aman. Padahal, kejahatan transnasional abad ke-21 tidak lagi menembus pagar kawat berduri, melainkan menyusup lewat dokumen perjalanan yang sah. Sistem imigrasi kita mendeteksi status hukum, bukan niat kriminal. Celah inilah yang dieksploitasi sindikat internasional, diperparah oleh keterbatasan pengawasan lapangan akibat rasio petugas yang tidak sebanding dengan lonjakan arus orang.

Fakta Terbaru: Skala Ancaman
– Situs diblokir Kominfo: lebih dari 3,2 juta situs hingga Mei 2026.
– Perputaran dana PPATK: Rp 40,3 triliun hanya dalam kuartal I 2026, dengan prediksi bisa menembus Rp 1.100 triliun sepanjang tahun.
– Anak terpapar: 200 ribu anak, termasuk 80 ribu di bawah usia 10 tahun.

Data ini menunjukkan bahwa ancaman bukan hanya kriminal, melainkan fiskal, sosial, dan kedaulatan digital.

Dari Reaktif ke Proaktif: Agenda Kebijakan
1. Revitalisasi Wajib Lapor Digital: WNA pemegang visa jangka pendek wajib check-in lokasi atau aktivitas setiap 14 hari melalui aplikasi.
2. Hukuman berat fasilitator lokal: Pemilik gedung, apartemen, atau penyedia internet yang memfasilitasi WNA ilegal dikenai sanksi administratif hingga pencabutan izin usaha.
3. Diplomasi imigrasi tegas: Evaluasi ulang perjanjian bebas visa dengan negara yang berulang kali muncul dalam kasus judol.
4. Integrated immigration intelligence: Integrasi data imigrasi, keuangan, dan digital lintas lembaga (Polri, PPATK, BIN, Komdigi).
5. AI dan big data: Deteksi anomali sejak dini: kedatangan massal dengan sponsor sama, pola tinggal tertutup, transaksi digital mencurigakan.

Kedaulatan Ada di Tangan Kita
Penangkapan ratusan WNA bukan alasan untuk panik, melainkan untuk sadar: perang modern tidak selalu menggunakan tank, tapi kode program dan penyalahgunaan regulasi.

Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, di bawah arahan Presiden Prabowo, berkomitmen bertransformasi dari sekadar “stempel paspor” menjadi penjaga gerbang keamanan nasional yang cerdas, tegas, dan berbasis data.

Kepada masyarakat, kami mengajak partisipasi aktif. Anda adalah mata dan telinga kami. Jika melihat tetangga asing yang mencurigakan, tidak pernah keluar, banyak tamu datang tengah malam, atau aktivitas server yang aneh, laporkan. Karena keamanan Indonesia bukan hanya tugas aparat, tapi tanggung jawab bersama.

Jakarta, Mei 2026

Kunjungi Menarhanud 2/SSM, Pangdam I/BB Dorong Profesionalisme dan Soliditas Prajurit

0

Deli Serdang, TelusuR.ID — Panglima Kodam I/Bukit Barisan Mayjen TNI Hendy Antariksa melakukan kunjungan kerja ke Resimen Artileri Pertahanan Udara (Menarhanud) 2/SSM di Kecamatan Pancur Batu, Kabupaten Deli Serdang, Senin (18/5/2026). Kunjungan tersebut menjadi bagian dari upaya pembinaan satuan guna memastikan kesiapan prajurit serta optimalisasi kondisi pangkalan dalam mendukung tugas pertahanan negara.

Kedatangan Pangdam I/BB disambut langsung oleh Komandan Menarhanud 2/SSM Letkol Arh Patrick Arya Bima melalui laporan satuan dan prosesi penghormatan jajar kehormatan militer. Suasana penuh semangat dan soliditas tampak mewarnai penyambutan rombongan Kodam I/Bukit Barisan di markas satuan tersebut.

Dalam arahannya kepada prajurit, Mayjen TNI Hendy Antariksa menegaskan pentingnya menjaga profesionalisme, disiplin, dan loyalitas sebagai fondasi utama prajurit TNI AD, khususnya satuan Arhanud yang memiliki peran strategis dalam sistem pertahanan udara nasional.

 

Menurut Pangdam, tantangan tugas yang terus berkembang menuntut setiap prajurit untuk selalu meningkatkan kemampuan, menjaga kesiapsiagaan, serta memperkuat soliditas antarsesama prajurit demi mewujudkan satuan yang tangguh dan adaptif.

“Prajurit Arhanud harus mampu menjadi prajurit yang profesional, tangguh, dan siap menghadapi dinamika situasi terkini, karena Arhanud merupakan bagian penting dalam sistem pertahanan udara negara,” ujar Hendy dalam arahannya.

Selain memberikan pengarahan, Pangdam I/BB juga meninjau langsung kondisi fasilitas perkantoran dan lingkungan satuan guna memastikan kesiapan operasional tetap terjaga secara optimal. Peninjauan tersebut sekaligus menjadi bentuk perhatian pimpinan terhadap kualitas sarana pendukung tugas prajurit di lapangan.

Sebagai simbol kepedulian terhadap lingkungan dan keberlanjutan satuan, Pangdam turut melaksanakan penanaman pohon di area markas Menarhanud 2/SSM sebelum mengakhiri kunjungan kerjanya. Kegiatan kemudian ditutup dengan penulisan kesan dan pesan oleh Pangdam I/BB.

Turut mendampingi dalam kunjungan tersebut antara lain Asintel Kasdam I/BB, Asops Kasdam I/BB, serta Aslog Kasdam I/BB.

(Pendam I/BB)

Waspada Hanta Virus, Kodim 0724/Boyolali Bekali Prajurit Pengetahuan Pencegahan Penyakit Menular

0

Boyolali,TelusuR.ID — Dalam upaya meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman penyakit menular, Kodim 0724/Boyolali bekerja sama dengan Klinik Kartika 24/Boyolali menggelar penyuluhan dan sosialisasi kesehatan tentang Hanta Virus kepada seluruh personel. Kegiatan berlangsung di Aula Makodim 0724/Boyolali, Jl. Padanaran, Desa Tegalmulyo, Kecamatan Mojosongo, Kabupaten Boyolali, Senin (18/05/26).

Penyuluhan kesehatan tersebut dipimpin langsung oleh Dokter Klinik 24 Boyolali Dr. Nasri Jalul Iman yang memberikan pemaparan lengkap mengenai bahaya Hanta Virus, mulai dari cara penularan, gejala yang ditimbulkan, hingga langkah-langkah pencegahan yang harus dilakukan. Dalam penyampaiannya, ia menegaskan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan sebagai langkah utama memutus rantai penyebaran virus yang dibawa tikus.

“Hanta Virus merupakan penyakit yang perlu diwaspadai bersama. Karena itu seluruh personel harus menjaga kebersihan lingkungan kerja maupun tempat tinggal serta menerapkan pola hidup sehat,” ujarnya

Kegiatan ini tidak hanya menjadi sarana edukasi kesehatan, tetapi juga sebagai upaya meningkatkan kesadaran personel terhadap pentingnya deteksi dini dan tindakan preventif guna meminimalisir risiko penyebaran penyakit menular. Antusiasme peserta terlihat selama kegiatan berlangsung dengan berbagai pertanyaan seputar penanganan dan pencegahan Hanta Virus.

Melalui sosialisasi tersebut, Kodim 0724/Boyolali berharap seluruh personel semakin memahami pentingnya menjaga kesehatan diri dan lingkungan, sehingga tetap prima dan siap melaksanakan tugas dalam mendukung pengabdian kepada masyarakat, bangsa, dan negara.

(Agus Kemplu)

Jacob Ereste : Operasi Kodok: Adu Domba dan Politik Kekuasaan di Tengah Krisis Ekonomi

0

Oleh : Jacob Ereste

Jakarta,TelusuR.ID – Teror dan Iming-Iming yang Mengancam serta Menggoda Saat Tekanan Ekonomi dan Idealisme Dipertaruhkan*

Jika seseorang mampu lolos dari rayuan dan dekapan kepentingan, maka sergapan berikutnya biasanya datang dalam bentuk yang lebih kasar: disingkirkan, dilemahkan, bahkan dimusnahkan secara perlahan melalui teknik busuk memecah-belah sesama anak bangsa. Modus yang paling lazim adalah adu domba, pembentukan opini liar, hingga penciptaan kegaduhan yang sengaja dipelihara.

Dalam suasana politik dan sosial yang semakin bising seperti sekarang, berbagai persoalan nasional tampil membingungkan dan seakan kehilangan arah. Program-program pemerintah pun terus-menerus dibenturkan dengan narasi negatif agar tampak salah, kisruh, dan gagal. Program MBG (Makan Bergizi Gratis), misalnya, tidak luput dari pusaran polemik yang terus digoreng menjadi sumber kegaduhan publik.

Situasi ini mengingatkan pada apa yang pernah disebut Sri Eko Sriyanto Galgendu sebagai “Operasi Kodok”, sebuah pola permainan yang bergerak ke segala arah: menyerang siapa saja, menjadikan siapa pun sebagai sasaran, atau sekadar alat untuk menciptakan kegaduhan. Kasus penyiraman air keras terhadap Andri Yunus, misalnya, dapat dibaca sebagai salah satu indikator bahwa pola operasi semacam ini bekerja secara terstruktur, sistematis, dan masif. Di belakangnya ada sutradara, aktor, dan para pemodal besar yang diduga ingin mengendalikan konstelasi politik dan kekuasaan nasional dengan memanfaatkan kekacauan sosial.

Karena itu, kesadaran kolektif untuk tidak mudah dipecah-belah menjadi sangat penting. Jangan sampai rakyat hanya dijadikan objek adu domba demi kepentingan politik jangka panjang. Sebab sangat mungkin “Operasi Kodok” yang kini dipentaskan di panggung nasional hanyalah pembuka dari agenda berikutnya: perebutan posisi strategis menuju pertarungan politik 2029.

Gejalanya mulai tampak melalui berbagai manuver pencitraan, perang opini, hingga serangan gerilya terhadap partai-partai politik yang dianggap pesaing. Tidak hanya merebut pengaruh elite, tetapi juga mencoba menggerus loyalitas kader dan massa pendukungnya.

Karena itu, suhu politik nasional hampir pasti akan terus memanas. Perebutan posisi strategis menuju 2029 akan semakin keras ketika uang dalam jumlah besar mulai ditebarkan untuk mempengaruhi opini, membangun jaringan, dan membeli dukungan. Dalam situasi ekonomi rakyat yang semakin terhimpit, iming-iming materi menjadi senjata paling efektif untuk menggoda sekaligus menundukkan idealisme.

Artinya, di tengah tekanan ekonomi yang makin berat, tingkat kewaspadaan rakyat juga harus ditingkatkan. Jangan sampai masyarakat terjebak seperti kodok yang perlahan menjadi mangsa ular berbisa berkepala ganda. Terlebih dalam kondisi ketika banyak pihak hidup di “dua alam”: tampil seolah membela rakyat, tetapi diam-diam bekerja demi kepentingan kelompok dan kekuasaan tertentu.

Pada hakikatnya, “Operasi Kodok” selalu membutuhkan korban dan tumbal. Sebab melalui banyaknya korban itulah tercipta kesan bahwa perubahan terjadi secara alamiah, seolah-olah menjadi kehendak zaman atau bahkan sunnatullah. Padahal, tidak sedikit kegaduhan sosial dan politik yang sesungguhnya merupakan hasil rekayasa manusia yang menghalalkan segala cara demi tujuan kekuasaan.

Setidaknya, dalam dua pekan terakhir Mei 2026, serangan dan teror terhadap media sosial berbasis internet terasa semakin gencar dan agresif. Bahkan, pergantian nomor kontak menjadi langkah terpaksa untuk menghindari tekanan yang terus datang. Di saat yang sama, intimidasi berjalan beriringan dengan tawaran-tawaran menggiurkan yang sengaja disodorkan untuk melemahkan sikap dan keyakinan.

Karena itu, keteguhan sikap dan kekuatan idealisme menjadi taruhan utama. Sebab tidak semua ancaman datang dengan wajah marah; sebagian hadir justru melalui rayuan, fasilitas, dan janji yang tampak menguntungkan.

**Serpong, 18 Mei 2026**

Jembatan Merah Putih Jadi Harapan Baru Warga Cerme, Akses Juwangi–Karangrayung Kian Mudah

0

Boyolali,TelusuR.ID — Pembangunan Jembatan Merah Putih di Desa Cerme, Kecamatan Juwangi, Kabupaten Boyolali, terus dikebut untuk memperlancar konektivitas antarwilayah pedesaan. Infrastruktur tersebut digadang-gadang menjadi akses vital yang memudahkan mobilitas warga menuju Kecamatan Karangrayung dan Juwangi.

Pada Minggu (17/5/2026), suasana gotong royong tampak mewarnai proses pembangunan jembatan. Warga bersama para pekerja terlihat bahu-membahu menyelesaikan tahap pengecatan dan pemasangan sejumlah bagian konstruksi di tengah teriknya cuaca.

Dengan balutan warna merah putih yang mencolok, jembatan itu tidak hanya berfungsi sebagai penghubung antarwilayah, tetapi juga menjadi simbol semangat persatuan dan kebersamaan masyarakat desa.

Keberadaan jembatan tersebut diharapkan mampu mempercepat aktivitas masyarakat, terutama petani dan pelajar yang setiap hari melintasi jalur tersebut. Selama ini, akses penghubung antarwilayah kerap terkendala, khususnya saat musim hujan ketika kondisi jalan menjadi sulit dilalui.

Warga Desa Cerme pun menyambut positif pembangunan jembatan tersebut. Mereka berharap Jembatan Merah Putih dapat segera rampung sehingga mampu mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat sekaligus mempererat hubungan sosial antarwarga di wilayah Kecamatan Juwangi dan sekitarnya.

(Agus Kemplu)

Danramil Baturetno Perkuat Sinergi dengan Tokoh Pemuda untuk Jaga Kondusivitas Wonogiri

0

Wonogiri, Telusur.ID — Koramil 05/Baturetno Kodim 0728/Wonogiri terus memperkuat sinergi dengan masyarakat melalui kegiatan komunikasi sosial dan anjangsana di wilayah Kecamatan Baturetno, Kabupaten Wonogiri, Senin (18/5).

Kegiatan tersebut dipimpin langsung Danramil 05/Baturetno Kapten Arm Yadiman bersama Babinsa sebagai bagian dari upaya mempererat hubungan antara TNI dan masyarakat sekaligus menjaga kondusivitas wilayah.

Dalam kegiatan itu, Kapten Arm Yadiman bersilaturahmi dengan Arif Mustofa, salah satu tokoh pemuda yang aktif dalam kegiatan sosial kemasyarakatan di Kecamatan Baturetno.

Pertemuan berlangsung hangat dan penuh keakraban. Selain memperkuat hubungan emosional dengan masyarakat, komunikasi sosial tersebut juga dimanfaatkan untuk menyerap aspirasi dan memantau perkembangan situasi wilayah.

Kapten Arm Yadiman mengatakan anjangsana menjadi bagian penting dalam pelaksanaan pembinaan teritorial TNI di wilayah binaan.

“Melalui komunikasi yang baik, berbagai persoalan di wilayah dapat diselesaikan bersama demi terciptanya keamanan dan ketertiban masyarakat,” ujar Yadiman.

Ia menegaskan keberadaan aparat teritorial tidak hanya berfokus pada aspek keamanan, tetapi juga membangun kedekatan dengan masyarakat agar tercipta hubungan yang harmonis dan saling mendukung.

Sementara itu, Arif Mustofa menyampaikan apresiasinya terhadap peran TNI yang selama ini dinilai aktif hadir di tengah masyarakat.

Menurutnya, keberadaan Koramil dan Babinsa tidak hanya memberikan rasa aman, tetapi juga menjadi penggerak semangat kebersamaan dan gotong royong warga di Kecamatan Baturetno.

Arif juga menegaskan komitmennya untuk terus menjaga sinergitas antara masyarakat dan aparat keamanan demi mempertahankan stabilitas wilayah.

“Hubungan yang solid antara masyarakat dan aparat menjadi kunci agar wilayah tetap aman, nyaman, dan kondusif,” katanya.

Kodim 0728/Wonogiri berharap kegiatan komunikasi sosial semacam itu dapat terus memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat sekaligus menjaga persatuan dan stabilitas keamanan di wilayah Kabupaten Wonogiri.(Agus Kemplu)