Beranda blog Halaman 384

Dibokongi Pengusaha, Pejabat Pemkab Ho-oh Saja

0
Gudang Ternak Ilegal Berjarak Cukup Dekat dengan Permukiman.

JOMBANG, TelusuR ID   –   Satu kegiatan usaha ternak berskala industri telah berdiri disudut teritorial Jombang. Belum genap setahun, memang. Tapi tidak berarti pendengaran elit birokrasi buntu dibuatnya. Termasuk, status usaha yang diduga belum mengantongi izin tersebut, juga disinyalir sudah diketahui pihak birokrasi.

Hanya, jika sampai hari ini tidak ada tindak penertiban dan bahkan cenderung terjadi pembiaran oleh pejabat terkait, tentu sejumlah tanya patut dilayangkan kepada empunya kewenangan. Spekulasi liar bahwa ada faktor x atas berlangsungnya usaha ilegal tersebut, tentu menjadi wajar dan setara dengan sikap diam Pemkab.

Dihimpun dari pengakuan sejumlah warga sekitar, usaha ternak yang belum setahun beroperasi itu disebut terus melancarkan ekspansi. Saat ini, sedikitnya 16 gudang ternak bersekala besar sudah berdiri di lokasi dan diperkirakan jumlahnya akan terus bertambah. Salah satu alasan ekspansi adalah karena harga lahan yang terbilang murah.

Dikatakan warga, usaha ternak unggas jenis bebek potong itu sejauh ini masih terbilang aman. Sedikitnya, belum muncul dampak kimiawi seperti bau menyengat yang mengganggu kenyamanan warga. Bisa jadi pengakuan itu benar adanya. Meski bisa saja dampak yang muncul itu sudah tertutupi oleh sikap derma pelaku usaha yang kerap membagikan hasil ternak kepada warga sekitar.

Namun apapun itu, sebuah kegiatan usaha apalagi berskala industri, tentu tidak dibenarkan jika tanpa dilengkapi dokumen perizinan. Terutama dokumen lingkungan yang fungsi dan perannya untuk menjaga kelestarian lingkungan dalam jangka panjang. Apa pun itu, ketentuan regulasi sudah sepatutnya harus dipenuhi. Karena sejatinya, dampak usaha yang muncul tidak diukur berdasarkan pengakuan dan kenyamanan warga sekitar.

Didapat informasi, sebenarnya pihak pengusaha sudah mencoba melakukan pendekatan kepada dinas terkait untuk kepentingan perizinan. Hanya saja, ketentuan regulasi tidak memungkinkan kegiatan dimaksud bisa mengantongi izin. Salah satu yang paling krusial adalah karena jarak dengan permukiman terlalu dekat. Dan itu bertentangan dengan Peraturan Menteri.

Kepala PTSP (Pelayanan Terpadu Satu Pintu) Pemkab Jombang yang dikonfirmasi melalui Sekretaris Dinas Joko Triono, membenarkan bahwa ada Peraturan Menteri yang mengharuskan usaha tersebut berjarak tertentu dari kawasan permukiman. Sementara Kepala Dinas Peternakan Jombang, Agus Susilo, menegaskan bahwa sampai saat ini pihak pelaku usaha belum pernah mengajukan berkas permohonan izin ke Instansinya.

Saat ditanya adakah kemungkinan Dinas Peternakan menerbitkan rekomendasi untuk dilakukan penertiban oleh Satpol PP? Agus Susilo menjawab singkat bahwa itu murni ranahnya Satpol PP. Sementara Kepala Satpo PP Pemkab Jombang, Tonsom Pranggono, yang dikonfirmasi terkait usaha ilegal tersebut juga menjawab enteng. “Belum ada laporan pak, “jawab Tonsom via chat whatsapp kepada TelusuR.ID, (16/08/2022) lalu.

Dalam hal penegakan Perda (Peraturan Daerah), diketahui selama ini cenderung terjadi pertentangan terkait kewenangan Satpol PP. Yakni apakah tindak penertiban dilakukan hanya berdasarkan rekomendasi dinas tehnis, atau sebaliknya Satpol PP bisa langsung tancap gas atas nama Perda? Terkait kewenangan ini, Tonsom memilih tidak menjawab.

“Melihat sikap yang ditunjukkan Kepala Dinas Peternakan dan Kasatpol PP, saya rasa usaha ternak ilegal itu akan berlangsung aman dalam waktu yang cukup lama. Sepertinya ada faktor x yang menjadikan para pejabat gamang untuk bersikap. Dan seperti yang kita lihat bersama, hingga saat ini mereka sepertinya ho-oh saja dibokongi pengusaha, “ujar sumber. (din)

Gus Menteri Ajak Forkom Jurnalis Nahdliyin Sinergi Sebarkan Narasi Positif

0
Dr (HC) Abdul Halim Iskandar, M.Pd, Menteri Desa PDTT menerima penghargaan dari Forkom Jurnalis Nahdliyin. foto : istimewa.

SURABAYA, TelusuR.ID – Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Abdul Halim Iskandar mengajak Forkom Jurnalis Nahdliyin (FJN) bersinergi untuk menyebarkan narasi positif ke ruang publik. Ajakan itu disampaikan pejabat yang akrab disapa Gus Menteri itu usai menerima penghargaan Tokoh Nahdliyin Inspiratif 2022 dari FJN.

Gus Menteri mengungkapkan, jurnalis adalah mitra bagi pejabat publik, termasuk dirinya. Lewat bantuan publikasi jurnalis, maka sosialisasi program mau pun informasi bisa tersebar luas. Manfaat itu ia rasakan sejak menjadi pejabat publik, hingga saat ini.

“Saya mengajak teman-teman Forkom Jurnalis Nahdliyin untuk bersinergi menyebarkan narasi positif ke ruang publik. Dengan begitu FJN ikut membangun peradaban yang lebih baik,” kata politikus asal Jombang itu, Senin (22/08/2022).

Abdul Halim Iskandar juga mengapresiasi FJN sebagai wadah bagi jurnalis berlatar nahdliyin. Menurutnya, kehadiran FJN penting untuk menyebarluaskan nilai-nilai Aswaja An Nahdliyah.

Orang nomor satu di PKB Jawa Timur ini mengatakan setiap warga NU bisa berkhidmat sesuai kapasitas dan kompetensinya. Karena itu, Gus Menteri berharap para jurnalis FJN juga berkontribusi untuk NU di bidang jurnalistik.

“Saya kira FJN ini sebuah terobosan dan inisiatif yang bagus untuk memperkaya literasi. Saya juga bersyukur dinobatkan sebagai salah satu Tokoh Nahdliyin Inspiratif 2022. Insya Allah, ini menjadi penambah motivasi saya untuk berbuat lebih baik bagi bangsa ini,” ujar Ketua DPRD Jatim periode 2014 – 2019 tersebut.

Koordinator FJN, Muhamad Didi Rosadi menjelaskan sosok Abdul Halim Iskandar bisa menginspirasi nahdliyin secara luas. Sejauh ini, ia sukses menerjemahkan visi Presiden dalam membangun desa. Fakta itu bisa dilihat semakin bertambahnya jumalah desa maju dan berkurangnya angka kemiskinan di desa.

Pria yang akrab disapa Diday itu menambahkan, Gus Halim sebagai cicit KH Bisri Syansuri yang notabene salah satu pendiri Nahdlatul Ulama bisa dijadikan teladan. Sosoknya yang humble, humanis dan egaliter tidak berubah meski kini menjadi pejabat tinggi negara.

“Hari ini yang dibutuhkan generasi muda adalah sosok teladan. Menurut kami, Gus Halim menjadi figur teladan yang bisa menjadi contoh generasi muda, wa bil khusus nahdliyin,” pungkas kader Ansor ini.

Pawai Budaya, RSUD Jombang Kenalkan Inovasi Unggulan Ada Poli Eksekutif dan SiKoZiOn

0

JOMBANG, TelusuR.ID – RSUD Jombang sebagai rumah sakit kebanggaan masyarakat, ikut serta dalam perayaan Pawai Budaya Karnaval 2022, Sabtu (20/8). Tidak tanggung-tanggung, RSUD Jombang mengenalkan berbagai inovasi dan layanan unggulan kepada masyarakat. Mulai poli eksekutif hingga sistem konsultasi gizi online (SiKoZiOn).
Wakil Direktur Umum dan Keuangan RSUD Jombang Mulya menyampaikan, selain menyemarakkan HUT Kemerdekaan ke-77, di pawai budaya karnaval ini RSUD Jombang sekaligus ingin lebih dekat dengan masyarakat. ”Kita mengenalkan layanan unggulan dan inovasi yang ada di RSUD Jombang,’’ ujar dia.
Dijelaskan, layanan yang dikenalkan di antaranya Poli eksekutif, SiKoZiOn, Pojok Segar, Gerakan Memungut Sampah dan Kawasan Tanpa Asap Rokok (JOGKATROK), SIPENO MADES (Sistem Pendaftran Online Masuk Desa), Humas Menyapa, Pelayanan Pra Hospital dan Obat E Sipeno yakni percepatan layanan farmasi rawat jalan di RSUD Jombang. ”Dalam momen pawai budaya, kita mengeluarkan dua armada full tim mulai dari tenaga medis, paramedis, scuriti, gizi dan customer service,’’ tegasnya.
Hal senada disampaikan dr Fery Dewanto Ketua Panitia Pawai Budaya RSUD Jombang, yang turut serta membagikan hasil bumi berupa beras, mie dan gula dalam 100 paket dan 100 souvenir cantik. ”Kita juga menyosialisasikan inovasi unggulan RSUD Jombang. Meliputi Pelayanan Pre dan Inter Hospital ambulan siaga 24 jam, Sikozion (sistem konsultasi gizi online), poli eksekutif, OBATE-SIPENO dan Humas Menyapa,’’ ujar dia.
Menurutnya, slogan HUT RI ke-77 dengan tema besar Pulih Lebih Cepat, Bangkit Lebih Kuat memiliki makna tersendiri dari tema besar tahun-tahun sebelumnya. Seperti diketahui, dua tahun Indonesia menghadapi tantangan dan ujian dengan pandemi Covid-19. Hari kemerdekaan tahun ini bertujuan untuk merefleksikan bagaimana nilai-nilai Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika mempersatukan bangsa dalam menghadapi tantangan yang ada.
“Dasar-dasar negara inilah yang menuntun bangsa untuk bersama pulih lebih cepat, agar siap menghadapi tantangan global dan bangkit lebih kuat untuk siap membawa Indonesia maju,’’ pungkas Kasubbag Humas RSUD Jombang ini.

Gagal Tender, Lalu di PL Melebihi Batas Pagu

0
foto/image ilustrasi

JOMBANG, TelusuR.ID   –   Paket normalisasi lahan terkontaminasi limbah B3 pada 2021 lalu, ternyata benar masuk lapak Tender Pokja ULP Pemkab. Merujuk data LPSE 2021, paket senilai pagu Rp 396 juta itu tercatat telah rilis lelang pada 29 Oktober 2021. Hanya tender akhirnya gagal, karena 11 peserta yang daftar tidak melakukan penawaran sama sekali.

Sayangnya, kegagalan tender tersebut tidak diikuti penyesuaian informasi pada sirup LKPP. Dari pantauan yang dilakukan, hingga berita ini ditulis, Senin (22/08/2022), isian sirup LKPP 2021 tidak berubah. Yakni paket dipagu Rp 396 juta, dan dilakukan secara Pengadaan Langsung. Padahal informasi sirup LKPP merupakan produk hukum.

Merujuk ketentuan pasal 1 angka 6 Perpres 12/2021 tegas disebutkan, bahwa Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah yang selanjutnya disingkat LKPP adalah Lembaga Pemerintah yang bertugas merumuskan dan mengembangkan kebijakan pengadaan barang dan jasa pemerintah. “LKPP adalah otoritas. Karenanya sirup LKPP merupakan produk hukum, “ujar sumber.

Dalam konteks Perpres 12/2021 tentang perubahan atas Perpres 16/2018 tentang Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah, lanjut Sumber, tindakan DLH Jombang yang tidak semerta-merta melakukan penyesuaian informasi pada sirup LKPP bisa disinyalir sebagai satu tindak kebohongan publik. Ini karena keputusannya memajang informasi yang salah tersebut bisa berujung penyesatan bagi pemahaman publik.

Disisi lain, pernyataan Kabid Dalwas Gakkum Dinas Lingkungan Hidup Pemkab Jombang, Yuli Inayati, yang menyebut bahwa paket akhirnya di PL (Penunjukan Langsung) dengan pagu Rp 200 juta serta Pemkab hanya membayar sejumlah nominal dimaksud, diduga kuat tidak benar. Karena informasi yang dihimpun menyebutkan bahwa anggaran yang terserap pada paket normalisasi limbah B3 tahun 2021 adalah Rp 217.250.000, dan bukan Rp 200 juta.

Kepastian itu disampaikan Kepala BPKAD (Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah) Pemkab Jombang, Muhamammad Nasrulloh. Dikonfirmasi via sambungan WhatsApp, Senin (22/08/2022), Nasrullah memastikan paket milik DLH Jombang dengan tajuk Belanja Pengolahan Air Limbah (kode rekening 5.1.2.02.01.0069) tersebut menunjukkan angka realisasi atau serap anggaran sebesar Rp 217.250.000.

Berdasarkan data BPKAD tersebut, tutur sumber, maka keputusan DLH Jombang yang terkesan memaksakan paket dilakukan secara Pengadaan Langsung, patut diragukan keabsahannya. Karena batas tertinggi nilai Pengadaan Langsung adalah Rp 200 juta, tidak boleh lebih. Lalu regulasi yang mana yang dipakai DLH Jombang untuk memaksakan paket senilai Rp 217.250.000 ini dilakukan Pengadaan Langsung?

Disisi lain, konfirmasi terkait nama rekanan dan jumlah titik lahan yang dinormalisasi, serta moda angkut yang digunakan apakah sudah memenuhi ketentuan, hingga berita ini ditulis, Senin (22/08/2022), belum berbuah jawaban dari Kabid Dalwas Gakkum DLH Jombang. Sementara pantauan lapangan menjelaskan, bahwa hingga saat ini masih banyak tumpukan karung berisi LB3 yang belum diangkat dari lokasi. (din)

Pelaksanaan Proyek Normalisasi Limbah B3 Disinyalir Janggal

0
FOTO/IMAGE ILUSTRASI

JOMBANG, TelusuR.ID   –   Proyek normalisasi lahan tercemar limbah B3 yang berlangsung pada 2021 lalu ditengarai janggal. Terutama terkait jumlah titik atau sebaran lokasi yang dinormalisasi, tempat pembuangan limbah, serta jenis moda transportasi yang digunakan.

Tidak hanya itu, paket senilai pagu Rp 396 juta itu juga tercatat dilakukan secara Pengadaan Langsung, dimana hal itu berpotensi melanggar ketentuan Perpres 12/2021 tentang Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, dari anggaran sebesar itu, diketahui lahan yang dinormalisasi hanya ada dua lokasi. Yakni satu titik di desa Sebani, dan satu titik di desa Kendalsari. Keduanya masuk Kecamatan Sumobito.

Terkait berapa besaran anggaran serta jumlah volume pekerjaan (tonase) pada dua titik tersebut, hingga berita ini ditulis, Kamis (18/8/2022), konfirmasi dari pihak terkait belum berhasil dikantongi.

Merujuk data sirup LKPP 2021, proyek bertajuk Belanja Pengolahan Air Limbah-Pemulihan Lahan Terkontaminasi LB3 (Jasa Pengangkutan LB3) dengan kode RUP 30153016, dan dipagu sebesar Rp 396 juta itu, dimaksudkan untuk mengangkut sebanyak 660.000 Kg limbah B3 yang tertanam disejumlah lokasi.

Hanya saja, hingga berita ini ditulis, belum diketahui berapa jumlah tonase limbah B3 yang berhasil diangkut. Juga, proyek yang dilangsungkan secara Pengadaan Langsung (PL) itu belum diketahui siapa pihak rekanan yang sudah terpilih.

Termasuk, jenis moda angkut yang digunakan serta SBU yang dikantongi pihak penyedia. Sebab menurut sumber, moda angkut untuk limbah B3 terbilang tidak sembarangan. Yakni harus moda khusus yang dilengkapi izin transporter dari Kementerian. Termasuk, SBU juga harus terkait perlimbahan B3.

“Jika moda angkut yang digunakan hanya truk biasa (tanpa kelengkapan izin transporter, red), maka proyek dengan tujuan cukup mulia itu justru bisa berujung blunder. Sebab moda angkut untuk limbah B3 terbilang khusus. Yakni harus mengantongi izin transporter dari Kementerian. Jadi tidak bisa dengan truk biasa, “ujar sumber.

Kejanggalan lain atas pelaksanaan paket senilai pagu Rp 396 juta itu, lanjut sumber, adalah soal motode paket yang dilakukan secara Pengadaan Langsung (PL). Hal ini, tuturnya, disinyalir bertentangan dengan ketentuan ayat 3 pasal 38 Peraturan Presiden (Perpres) Nomer 12/2021 tentang Perubahan atas Perpres 16/2018 tentang Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah.

Dimana ketentuan tersebut berbunyi bahwa yang dimaksud dengan Pengadaan Langsung adalah pengadaan barang/jasa konstruksi/jasa lainnya dengan nilai paling banyak Rp 200 juta.

Sedang Pengadaan Langsung untuk jasa konsultansi, lanjutnya, dibatasi paling banyak Rp 100 juta. Ketentuan ini juga diperkuat oleh Peraturan LKPP Nomer 12/2021 tentang Pedoman Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah Melalui Penyedia.

“Poin penting dari Pengadaan Langsung adalah soal batasan pagu dengan batas maksimal hanya Rp 200 juta. Hanya itu. Tidak ada yang lain. Sehingga apa pun alasannya, jika paket ini dilakukan Pengadaan Langsung, maka hal itu cukup potensial melanggar Perpres, “ujarnya. (din)

Sebut Anggaran Ditopang CSR, Tapi Titik Proyek Enggan Dibuka

0
FOTO/IMAGE ILUSTRASI

JOMBANG, TelusuR.ID   –   Menanggapi dugaan salah metode atas pelaksanaan paket normalisasi lahan terkontaminasi limbah B3 yang seyogyanya tidak dilakukan Pengadaan Langsung, Kabid Dalwas Gakkum (Pengendalian Pengawasan dan Penegakan Hukum) Dinas Lingkungan Hidup Pemkab Jombang, Yuli Inayati, menegaskan bahwa pada awalnya paket dilakukan lelang namun gagal terlaksana.

Menurut Ina – panggilan akrab Yuli Inayati, lelang berujung gagal karena tidak ada peserta yang melakukan penawaran. Dan sesuai ketentuan Perundang-undangan, lanjutnya, kegiatan masih bisa dilaksanakan dengan proses (metode, red) Pengadaan Langsung tetapi nilainya diturunkan menjadi Rp 200 juta.

Itu pun dengan syarat, lanjut Ina, apabila limbah yang diangkat melebihi nilai kontrak, maka pihak ketiga harus bersedia mengangkut limbah (sesuai jumlah yang diperjanjikan dalam kontrak, red) tersebut, dan kelebihan itu dihitung sebagai CSR Perusahaan yang mengerjakan proyek.

“Sehubungan dengan pertanyaan saudara, dapat disampaikan hal-hal sebagai berikut. (1) Benar bahwa kegiatan pada awalnya senilai Rp 396 juta dengan asumsi jumlah limbah yang diangkut sebanyak 660.000 kg. (2) Dalam proses pengadaannya terjadi gagal lelang karena tidak ada pihak ke3 yang mengajukan penawaran, “.

“(3) Sesuai dengan ketentuan Perundang-undangan kegiatan masih bisa dilaksanakan dengan proses pengadaan langsung tetapi nilainya diturunkan menjadi 200jt, dengan syarat apabila jumlah limbah yang diangkat melebihi kontrak, pihak ke3 bersedia tetap mengangkut limbah tersebut (dihitung sebagai CSR perusahaan), “tulis Ina via chat WhatsApp kepada TelusuR.ID, Jumat (19/08/2022).

Ina juga menambahkan (poin 4), bahwa kegiatan tersebut berhasil dilaksanakan sesuai poin nomer (tidak ditulis). Pemkab membayar sesuai nilai kontrak dan kelebihan jumlah tonase limbah menjadi CSR transporter LB3 yang melaksanakan kegiatan tersebut.

Dan terakhir (poin 5), untuk kegiatan 2022 belum dilaksanakan proses pengadaan (sebagai catatan publik, pada tahun ini, kegiatan serupa juga dicanangkan DLH Jombang dengan pagu Rp 90 juta, untuk mengangkut 150.000 kg limbah B3).

Atas jawaban tersebut, TelusuR.ID lantas melayangkan pertanyaan tambahan yang hingga berita ini ditulis, Sabtu (20/08/2022), belum berbuah jawaban dari Kabid Wasdal Gakkum Dinas Lingkungan Hidup Pemkab Jombang.

Antaralain adalah ketentuan perundangan yang mana yang membolehkan paket senilai pagu Rp 396 juta bisa dilaksanakan secara Pengadaan Langsung? Kalau pun terjadi gagal lelang, bukankah sesuai ketentuan Perpres harusnya dilakukan Tender Cepat atau setidaknya Penunjukan Langsung?

TelusuR.ID juga menayakan berapa jumlah titik atau sebaran lokasi lahan terkontaminasi limbah B3 yang masuk daftar normalisasi. Juga, siapa pihak ke3 (rekanan) yang sudah terpilih itu.

Apakah pihak rekanan mengantongi SBU terkait perlimbahan B3? Setelah diambil dari lahan, lalu dibuang kemana limbah B3 tersebut? Juga, moda angkut yang digunakan apakah sudah mengantongi izin transporter dari kementerian? tulis TelusuR.ID kepada Ina via sambungan WhatsApp, Jumat (19/08/2022).

Lalu, benarkah paket ini sempat masuk lapak lelang tetapi gagal terlaksana karena tidak ada peserta yang melakukan penawaran? Benarkah pagu senilai Rp 396 juta sebagaimana tercatat pada sirup LKPP 2021 itu pada akhirnya hanya terserap Rp 200 juta?

Selain dua titik di desa Sebani dan desa Kendalsari, Kecamatan Sumobito, dimana saja lahan terkontaminasi itu disasar? Siapakah rekanan yang sudah bersedia meneken kontrak beraroma CSR itu? Ikuti terus laporannya hanya di TelusuR.ID. (din)

LKSP Bedah Perspektif Hadratussyaikh Hasyim Asy’ari Dari Sisi Pendidikan

0
Prof Nur Kholis dalam kajian pemikiran Hadratussyaikh KH Hasyim Asy'ari bersama sejumlah ulama dan tokoh di Jakarta. foto : istimewa.

SURABAYA, TelusuR.ID – Lembaga Kajian Strategis Pemikiran Hadratussyaikh Hasyim Asy’ari dan Kebangsaan kembali membedah pemikiran pendiri NU itu dari perspektif pendidikan. Kali ini LKSP menggandeng pengurus PWNU DKI Jakarta dan mahasiswa UIN Jakarta yang tergabung dalam Hikmat.

Prof. Dr. Phil. HM. Nur Kholis Setiawan, M.A, Ketua Lembaga Kajian Strategis Pemikiran Hadratussyaikh KH Hasyim Asy’ari dan Kebangsaan mengungkapkan kontribusi pemikiran Mbah Hasyim dalam pendidikan banyak diadopsi oleh sejumlah pondok pesantren dan lembaga pendidikan keagamaan. Terutama yang sanad keilmuannya merujuk Pondok Pesantren Tebuireng.

“Pemikiran Mbah Hasyim dalam pendidikan masih relevan sampai hari ini. Bahkan masih diterapkan di sejumlah ponpes dan lembaga pendidikan keagamaan. Termasuk dalam forum diskusi ilmiah,” tutur Prof Nur Kholis dalam keterangannya, Ahad (21/08/2022).

Presidium Nasional Ikatan Alumni Pesantren Tebuireng (IKAPETE) ini menjelaskan sejumlah kitab karya Mbah Hasyim sampai saat ini masih menjadi rujukan dalam dunia pendidikan. Uniknya, kitab-kitab itu ditulis tangan sendiri oleh Hadratussyaikh.

Prof Nur Kholis menyebut salah satu kitab karya Mbah Hasyim yang menjadi rujukan di dunia pendidikan, yakni Adab al Alim wa al Mutaalim. Kitab ini menjelaskan tentang berbagai hal berkaitan dengan etika orang yang menuntut ilmu dan seorang guru.

“Masih banyak lagi, kitab-kitab karya Mbah Hasyim yang sedang kita riset dan menjadi bahan kajian dan diskusi,” ujar Guru Besar Fakultas Ushuludin Adab dan
Humaniora, UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri, Purwokerto ini.

Alumnus Pasca Sarjana program Islamic Studies di Leiden University, Belanda ini mengatakan pihaknya melakukan road show dalam melakukan riset dan kajian pemikiran Mbah Hasyim. Terbaru, pada Sabtu 20 Agustus 2022 di Jakarta.

Dalam kesempatan itu pihaknya melibatkan sejumlah pihak, diantaranya Ketua PWNU DKI, Dr. KH Samsul Maarif,
Katib Syuriah PWNU DKI, KH Lukman al-Hamid, H. Abdul Kholiq Arif, Presidium Nasional IKAPETE, KH Mujib Ridwan, Pesantren al-Saadah, Depok dan
Mahasiswa UIN Syarif Hidayatullah Jakarta yang tergabung dalam HIKMAT.

“Banyak informasi dan masukan berharga yang kami dapat tentang pemikiran Hadratussyaikh KH Hasyim Asy’ari dari undangan dan nara sumber dalam pertemuan di Jakarta,” pungkas Prof Nur Kholis. (*)

Prabowo Capres 2024, Gus Fawait Bertekad Selesaikan PR Besar Gerindra di Jatim

0
Gus Fawait (3 dari kanan) beserta pengurus Fraksi Gerindra DPRD Jatim saat Rapimnas Partai Gerindra di SICC, Bogor. foto : istimewa.

SURABAYA, TelusuR.ID – Dua kali pemilihan presiden, tahun 2014 dan 2019 Prabowo Subianto selalu kalah di Jawa Timur. Padahal provinsi di ujung Timur Pulau Jawa itu adalah kunci penentu, dengan jumlah pemilih mencapai 30 juta orang.

Muhammad Fawait, Ketua Fraksi Gerindra DPRD Jatim mengakui Provinsi Jawa Timur menjadi PR (pekerjaan rumah) bagi Gerindra. Sebab dua kali pilpres, Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto selalu kalah di Jatim.

“Dua kali pilpres kita selalu kalah di Jatim, ini tentu PR besar yang harus kita selesaikan. Apalagi Rapimnas 2022 telah merekomendasi Pak Prabowo untuk kembali maju sebagai Capres pada 2024,” tutur politikus muda Partai Gerindra yang akrab disapa Gus Fawait itu, Ahad (14/08/2022).

Tokoh Muda Nahdliyin Inspiratif 2020 versi Forkom Jurnalis Nahdliyin ini mengungkapkan, Rapimnas Partai Gerindra 12 – 13 Agustus 2022 di Sentul International Convention Centre (SICC) secara bulat merekomendasi Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto sebagai calon presiden 2024.

Dukungan itu secara bulat diberikan struktur partai di semua tingkatan, termasuk perwakilan di luar negeri. Demikian pula sayap partai dan Fraksi Gerindra di seluruh tingkatan, termasuk Fraksi Gerindra DPRD Jatim.

” Karena itu, Fraksi Gerindra DPRD Jatim tentu akan terus melakukan kerja-kerja politik untuk mensosialisasi Prabowo Subianto sebagai capres. Tentunya dengan menyapa dan memperjuangkan aspirasi rakyat,” terang Fawait.

Orang nomor satu di Fraksi Gerindra Jawa Timur ini mengatakan pihaknya akan melakukan konsolidasi dengan seluruh anggota Fraksi Gerindra DPRD Jatim. Konsolidasi juga akan dilakukan dengan Fraksi Gerindra yang ada di seluruh Jatim.

Menurut Fawait, konsolidasi dengan seluruh Fraksi Gerindra di Jawa Timur perlu dilakukan untuk menyamakan visi dan gerak di bawah. Dengan demikian, kerja-kerja politik yang dilakukan menjadi sistematis dan terarah.

“Dalam waktu dekat, saya akan kumpulkan seluruh ketua dan pengurus Fraksi Gerindra kabupaten dan kota se Jatim. Ini adalah momentum konsolidasi untuk menyatukan visi dan langkah dalam rangka mengantarkan Prabowo Subianto sebagai Presiden RI ke-8,” kata Gus Fawait.

Bupati Sumenep Achmad Fauzi Gelorakan Gemar Menabung ke Generasi Muda

0

SUMENEP, TelusuR.ID – Bupati Sumenep Achmad Fauzi menggelorakan gerakan menabung untuk generasi muda. Pembiasaan ini harus dilakukan sejak dini yang harus terus menerus dilatih.

Hal itu disampaikan dalam acara Kejar Prestasi Generasi Muda Indonesia dalam Rangka Hari Indonesia Menabung yang bertempat di MAN 1 Sumenep, kamis (11/08).

Kebiasaan menabung memang tidak bisa serta merta diciptakan. Memang harus dilatih agar menjadi terbiasa, sehingga menjadi kebiasaan.

” Membiasakan menabung itu penting untuk kita, karena melatih dan membentuk karakteristik seseorang,” ujarFauzi.

Sebelum memiliki keinginan menabung, kata Fauzi, hal yang pertama dibentuk ialah niatnya. Terkadang seseorang hanya memiliki keinginan. Tetapi, niat dalam dirinya masih belum jelas tujuannya.

” Menabung itu akan sukses jika niat kita sudah baik dan jelas arahnya kemana,” tandas dia.

Fauzi mengungkapkan, generasi muda sekarang ini memang memiliki tantangan yang berbeda. Apalagi mengenai pola dan gaya hidup anak muda sekarang ini yang pasti mereka memiliki idola dalam hal penampilan.

Seringkali, lanjut Fauzi, mereka cenderung mengedepankan rasa ingin untuk sama dengan sang idola. Sehingga, membeli sesuatu yang sebenarnya tidak mereka butuhkan.

” Anak muda sekarang ini seringkali mengikuti atau meniru gaya hidup orang yang diidolakan,” tutur politisi PDIP tersebut.

Fauzi menambahkan, anak muda memang tidak salah jika memiliki sosok yang diidolakan. Namun, mereka harus memilah mana yang seharusnya diikuti dan yang tidak bagus untuk kita tiru.

Tidak hanya itu, Fauzi berpesan kepada para siswa-siswi MAN 1 Sumenep agar memiliki mimpi atau cita-cita yang tinggi. Karena dengan begitu akan mudah menbentuk kebiasaan menabung.

” Dengan membiasakan menabung dan membuat suatu impian, yang pasti akan diawali dengan niat yang diatur dengan baik,” pungkasnya

Tingkatkan Kualitas Jalan, Dinas PUPR Jombang Lakukan Penghamparan Aspal Ruas Peterongan – Sumobito

0

JOMBANG, TelusuR.ID – Dinas PUPR Jombang Tetap berkomitmen Untuk meningkatkan kualitas jalan Di Kabupaten Jombang, Untuk itu ruas jalan raya Peterongan-Sumobito Jombang kini mulai diperbaiki dengan penghamparan aspal setelah sempat mengalami kerusakan di beberapa titik.

Diketahui jalan yang membentang dari barat ke timur atau dari arah Jombang menuju Mojokerto mengalami kerusakan berupa adanya lubang-lubang pada aspal jalan.

Tak mengherankan jika banyaknya pengguna jalan yang kerap sekali mengeluh saat melewati jalan tersebut. Oleh sebab itu, Bidang bina Marga Dinas PUPR Jombang melakukan kegiatan penghamparan aspal untuk meningkatkan kualitas jalan.

 

“Selasa (09/08/2022) kami lakukan kegiatan penghamparan aspal dalam pekerjaan peningkatan jalan pada ruas jalan Peterongan-Sumobito,” ungkap Kepala Dinas PUPR Jombang Bayu Pancoroadi kepada awak Media, Rabu (10/08/2022).

Sementara, lanjut Bayu, perbaikan jalan di Jombang akan terus dilakukan hingga akhir 2022. “Kalo untuk rehabilitasi jalan di tahun 2022 kurang lebih ada 52 km,” kata Bayu.

Bayu mengatakan, pemeliharaan ruas jalan Peterongan-Sumobito ini bertujuan untuk menciptakan kenyamanan pengguna jalan. Selain itu, sebagai bentuk implementasi visi misi Bupati Jombang Mundjidah Wahab yaitu Jombang Berkarakter dan Berdayasaing.

“Semoga perbaikan jalan ini bisa memberikan kenyamanan kepada masyarakat. Ini juga sebagai bentuk mewujudkan visi misi Bupati Jombang dalam memberikan pelayanan ke masyarakat,” pungkasnya