TelusuR.ID

Beranda blog Halaman 78

Tidak Mengenal Hari Libur, TNI dan Warga Girimarto Kebut Pembangunan Jembatan Penghubung Tiga Wilayah

0

Wonogiri,TelusuR.ID – Semangat gotong royong kembali terlihat di Kecamatan Girimarto, Kabupaten Wonogiri. Pada Minggu (19/4/2026), saat sebagian masyarakat menikmati hari libur, anggota Kodim 0728/Wonogiri melalui Koramil 18 Girimarto bersama warga justru tetap sibuk melanjutkan pembangunan jembatan penghubung antara Desa Jendi, Desa Nungkulan, dan Kelurahan Gemawang.

Pekerjaan terus dikebut demi mempercepat akses masyarakat di tiga wilayah tersebut.

Di tengah teriknya matahari, tampak Babinsa Koramil 18 Girimarto Serda Agus Nuryanto turun langsung ke lapangan.

Bersama warga, ia bahu membahu memasukkan material bangunan ke mesin molen untuk mempercepat proses pengecoran. Kehadiran Babinsa di tengah masyarakat menjadi penyemangat tersendiri, sekaligus bukti nyata bahwa TNI selalu hadir membantu kesulitan rakyat.

Pembangunan jembatan ini sangat dinantikan warga karena nantinya akan mempermudah mobilitas masyarakat, memperlancar distribusi hasil pertanian, hingga membuka akses ekonomi antar wilayah.

Dengan semangat kebersamaan, pekerjaan yang berat terasa ringan karena dilakukan bersama-sama tanpa mengenal lelah maupun hari libur.

Kebersamaan TNI dan rakyat di Girimarto menjadi gambaran nyata kuatnya budaya gotong royong yang masih terjaga.

Tidak mengenal hari libur, pembangunan terus berjalan demi kepentingan masyarakat luas. Inilah wujud nyata kemanunggalan TNI bersama rakyat, hadir bekerja dan berjuang demi kemajuan desa.

 

(Agus Kemplu)

Pastikan Stok Beras Aman dan Ketahanan Pangan Terjaga, Ini Yang Dilakukan Babinsa Koramil 04/Nguntoronadi 

0

Wonogir,TelusuR.IDi – Suasana penuh keakraban terlihat di wilayah Kecamatan Nguntoronadi, Kabupaten Wonogiri, Sabtu (18/4/2026), saat anggota Koramil 04/Nguntoronadi melaksanakan kegiatan anjangsana dan komunikasi sosial (komsos) sekaligus patroli pemantauan ketersediaan stok beras.

Kegiatan tersebut menjadi sebagai wujud nyata kepedulian TNI terhadap kondisi pangan masyarakat di wilayah binaannya.

Dua personel Koramil 04/Nguntoronadi, yakni Serka Ruswono dan Sertu Agus Purnomo, turun langsung meninjau salah satu tempat penggilingan padi di Desa Gebang.

Selain memastikan stok beras tetap aman, kehadiran Babinsa juga bertujuan memberikan pendampingan dalam menjaga stabilitas pangan di tengah kebutuhan masyarakat yang terus meningkat. Kehadiran aparat di lapangan disambut hangat oleh warga setempat.

Dalam kesempatan tersebut, Babinsa juga bersilaturahmi dengan Bapak Darminto, tokoh masyarakat sekaligus pemilik penggilingan padi di Desa Gebang. Pertemuan berlangsung hangat dan penuh kekeluargaan.

Melalui dialog santai namun bermakna, kedua belah pihak membahas pentingnya sinergi antara masyarakat dan aparat kewilayahan demi menjaga ketahanan pangan serta menciptakan situasi wilayah yang aman dan kondusif.

Bapak Darminto menyampaikan apresiasi atas perhatian dan kepedulian Koramil 04/Nguntoronadi terhadap masyarakat. Ia menegaskan kesiapannya untuk mendukung berbagai program pemerintah, khususnya dalam bidang ketahanan pangan di Kecamatan Nguntoronadi.

Ia juga berkomitmen akan selalu berkoordinasi dengan Koramil apabila ditemukan kendala di lapangan yang membutuhkan penanganan bersama.

Kegiatan anjangsana dan komsos ini menjadi bukti bahwa TNI tidak hanya hadir dalam aspek keamanan, tetapi juga aktif mendampingi masyarakat dalam menjaga kesejahteraan.

Dengan terjalinnya hubungan yang harmonis antara Koramil dan warga, diharapkan ketahanan pangan di Kabupaten Wonogiri, khususnya Kecamatan Nguntoronadi, semakin kuat. Selama kegiatan berlangsung, seluruh rangkaian acara berjalan aman, lancar, dan penuh semangat kebersamaan.

 

(Agus Kemplu)

Sinyal dari Ndalem Tebuireng: Gus Kikin Siap Jalankan Amanah Maju di Muktamar NU

0

JOMBANG, TELUSUR.ID – Eskalasi politik di internal Nahdlatul Ulama (NU) menjelang Muktamar ke-35 semakin menarik perhatian publik. Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, KH Abdul Hakim Mahfudz atau yang akrab disapa Gus Kikin, akhirnya memberikan pernyataan resmi terkait dinamika bursa calon pemimpin PBNU mendatang.

Pernyataan tersebut disampaikan Gus Kikin saat dikonfirmasi awak media di Ndalem Kesepuhan Pesantren Tebuireng, Jombang, Sabtu (18/4/2026). Momentum ini bertepatan dengan perhelatan Musyawarah Nasional (Munas) dan Festival Pesantren Tebuireng yang digelar oleh Ikatan Alumni Pesantren Tebuireng (IKAPETE).

Melihat kondisi global saat ini, Gus Kikin menilai tantangan yang dihadapi NU cukup kompleks, mulai dari dinamika politik hingga persoalan ekonomi. Namun, kiai yang dikenal teduh ini menyatakan kesiapannya jika memang dipercaya untuk mengemban tanggung jawab di tingkat nasional.

Dengan nada rendah hati, Gus Kikin menegaskan bahwa dirinya tidak dalam posisi mengajukan diri atau memburu jabatan. Namun, sebagai kader dan ulama, ia tidak akan mengelak jika arus dukungan dari bawah menginginkannya untuk memimpin.

“Kalau didorong dan dianggap mampu, saya siap menjalankan. Tapi saya tidak pernah meminta,” tegas Gus Kikin dengan lugas di hadapan para jurnalis yang menemuinya di sela-sela agenda Munas IKAPETE dikutip Telusur.id.

Lebih jauh, ulama yang juga menjabat sebagai Ketua PWNU Jawa Timur ini mengajak seluruh nahdliyin untuk menengok kembali sejarah kejayaan organisasi. Ia menginginkan NU kembali pada kekuatan utamanya sebagai jam’iyah yang memiliki fondasi organisasi yang sangat solid.

Menurutnya, pada dekade awal berdirinya yakni tahun 1930-an hingga 1940-an, NU dikenal sebagai organisasi yang memiliki kekompakan internal luar biasa. Soliditas masa lalu inilah yang menurutnya harus menjadi inspirasi bagi NU di abad kedua ini.

“NU sejak awal berdiri hingga periode 1930-1940-an dikenal sangat solid. Kondisi tersebut menjadi kekuatan penting, tidak hanya bagi organisasi tapi juga bagi masyarakat luas,” ungkap Gus Kikin mengenai visinya terhadap NU ke depan.

Terkait banyaknya komentar dan perdebatan di ruang publik mengenai arah NU saat ini, Gus Kikin menanggapinya dengan tenang. Ia menekankan bahwa kunci utama penyelesaian dinamika tersebut adalah dengan mengembalikan organisasi pada nilai-nilai dasarnya atau khittah.

Ia berharap ke depan NU tidak hanya sekadar besar secara kuantitas, tetapi juga berdaya dalam memberikan kontribusi nyata bagi bangsa. Sinergi antar elemen masyarakat dinilai menjadi modal utama untuk menjadikan Indonesia sebagai bangsa yang disegani.

Di sisi lain, Ketua Umum Presidium Nasional IKAPETE, Prof. Dr. KH Masykuri Bakri, menegaskan posisi organisasi alumni dalam keriuhan ini. Menurutnya, forum Munas kali ini lebih difokuskan pada penguatan internal alumni agar menjadi peneduh di tengah masyarakat.

Masykuri menjelaskan bahwa alumni Tebuireng memiliki beban moral untuk menjaga persatuan. Fokus utama IKAPETE saat ini adalah memastikan alumni tetap konsisten menjalankan nilai-nilai perjuangan yang telah dirintis oleh Hadratussyaikh KH Hasyim Asy’ari.

Namun, ia juga menitipkan pesan penting terkait proses suksesi di tubuh PBNU yang akan datang. IKAPETE mendorong agar pemilihan pemimpin NU berjalan dengan cara yang sehat dan bermartabat tanpa dicederai oleh praktik yang tidak terpuji.

“Persatuan dan kesatuan adalah kunci utama. Kami sangat berharap tidak ada praktik money politics dalam proses suksesi kepemimpinan ke depan,” tegas Masykuri menambahkan catatan kritis bagi penyelenggaraan Muktamar.

Sebagai penutup, ia menyatakan bahwa seluruh alumni Pesantren Tebuireng mendukung penuh siapapun pemimpin yang mampu membawa NU kembali ke jalur perjuangan aslinya. Jika dorongan kepada Gus Kikin merupakan kehendak bersama, maka hal itu dianggap sebagai langkah untuk mengembalikan NU ke rel yang tepat.

Jacob Ereste : 70 Tahun Prof. Jimly Asshidiqie Dalam Pandangan Sahabat Matakin

0

Jacob Ereste :
70 Tahun Prof. Jimly Asshidiqie Dalam Pandangan Sahabat Matakin

JAKARTA,TelusuR.ID – Majelis Tinggi Agama Khonghucu Indonesia (Matakin) menggagas peluncuran buku 70 tahun Prof. Jimly Asshidiqqie SH., MH., Ketua Mahkamah Konstitusi RI periode 2003-2008 yang kini menjabat Ketua Kehormatan Matakin.

Dewan Rohaniawan Pengurus Matakin akan meluncurkan buku pada Jum’at, 17 April 2026 di Hariton Hotel & Suites, Jl. Terusan Bandengan, Penjaringan, Jakarta Utara.

Undangan spesial dari Dewan Pengurus Matakin dihadiri oleh sejumlah tokoh serta Pemimpin Spiritual Nusantara, Sri Eko Sriyanto Galgendu dan sejumlah tokoh serta pemuka agama-agama. Demikian ungkap Xs. Budi Tanuwibowo, selaku Ketua Umum Dewan Pengurus Matakin, melalui undangan khusus, 8 April 2026 bersama JS. Dede Hasan Sanjaya, Sekretaris Bidang Keorganisasian Matakin.

Acara peluncuran buku “Testimoni Prof. Jimly Asshidiqie dimulai usai acara makan malam bersama, serta penyerahan buku dan penyerahan piagam nama Mandarin kepada Jimly Asshidiqie. Acara peluncuran buku yang dipadukan dengan acara ulang tahun ini dibarengi dengan ulang tahun Haris Chandra.

Dalam perjuangan hak-hak sipilnya yang membelenggu akibat terbitnya Inpres 14/1967, Matakin dan umat Khonghucu banyak mendapat dukungan dari berbagai tokoh bangsa, diantaranya Prof. Dr. Jimly Asshidiqie SH., MH sejak menjadi Ketua Mahkamah Konstitusi sampai buku ini ditulis, kata Xs. Budi S. Tanuwibowo, dalam pengantarnya untuk buku ini, Jimly Asshiddiqie tetap konsisten dan persisten membela hak-hak dasar umat Khonghucu.

Diantaranya atas dasar itu, Jimly Asshiddiqie didaulat menjadi salah satu Ketua Kehormatan Matakin. Maka pada 17 April 2026, dalam usia 70 tahun diterbitkan buku ini sekaligus pemberian Nma Tionghoa untuk Jimly Asshiddiqie yaitu “Lie Zhenyi” yang arti dan maknanya sama dengan Asshidiqie — berani, jujur dan luhur.

“Hukum itu penting, tapi harus diletakkan di atas moralitas”, kata Jimly Asshiddiqie yang selalu diingat dan sangat mengesankan bagi Xs. Budi S. Tanuwibowo. Dalam perayaan hari ulang tahun Jimly Asshidiqie ke-70 hari ini bersamaan dengan ulang ya ahun Dq. Haris Chandra yang juga tampak berbahagia.

Penjaringan, 17 April 2026

Babinsa Kawal Penyaluran Bantuan Beras 20 Kg dan Minyak Goreng 4 Liter dari Pemerintah

0

Sragen,TelusuR.ID – Pemerintah kembali menggulirkan bantuan pangan untuk masyarakat. Kali ini setiap Keluarga Penerima Manfaat menerima bantuan beras 20 kg dan minyak goreng 4 liter. Babinsa Koramil 07/Ngrampal Kodim 0725/Sragen Serda Sutrisno hadir melakukan pemantauan dan pendampingan penyaluran di wilayah binaan, Jum’at (17/04/2026).

Penyaluran dilaksanakan di balai desa dengan dihadiri perangkat desa, petugas penyalur, serta warga penerima. Sutrisno memastikan proses berjalan tertib, lancar, tepat sasaran, dan tanpa pemotongan.

Sutrisno berharap bantuan beras 20 kg dan minyak goreng 4 liter ini benar-benar meringankan beban dapur warga. Kami kawal dari awal sampai selesai agar semua sesuai data penerima dan tidak ada penyimpangan,” tegas Babinsa di lokasi.

Warga penerima manfaat mengaku sangat terbantu dengan adanya bantuan ini di tengah kebutuhan pokok yang fluktuatif. “Alhamdulillah, beras sama minyak ini cukup untuk kebutuhan sebulan. Terima kasih pemerintah dan Pak Babinsa yang sudah mengawal,” ujar Paino salah satu warga.

Selain mendampingi penyaluran, Sutrisno juga mengimbau warga agar bantuan dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk kebutuhan keluarga. Melalui pengawalan ini, Ia berharap program bantuan pemerintah dapat tepat sasaran serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat di wilayah binaan.

(Agus Kemplu)

Perkuat Silaturahmi Global, IKAPETE Gelar Munas dan Festival Pesantren Tebuireng 2026

0

JOMBANG, TELUSUR.ID – Ikatan Keluarga Alumni Pesantren Tebuireng (IKAPETE) resmi menggelar perhelatan akbar Musyawarah Nasional (Munas) yang dirangkaikan dengan Festival Pesantren Tebuireng dan Halal Bihalal Alumni. Acara berlangsung khidmat selama dua hari, Jumat hingga Sabtu (17-18/4/2026).

Kegiatan yang dipusatkan di kawasan pesantren ini bertujuan utama untuk mempererat tali silaturahmi antaralumni yang kini telah tersebar di berbagai pelosok daerah. Selain sebagai ajang temu kangen, acara ini menjadi momentum penting bagi konsolidasi organisasi.

Ketua Panitia, H. Rosul Suritno, menjelaskan bahwa esensi dari rangkaian acara ini adalah semangat ukhuwah. Melalui momen halal bihalal, diharapkan ikatan batin para alumni yang telah kembali ke masyarakat tetap terjaga kuat dengan almamaternya.

“Tujuan utamanya adalah mengukhuwahkan, mempererat silaturahmi alumni yang sudah kembali ke daerah masing-masing melalui kegiatan ini,” ujar Rosul saat ditemui di lokasi acara, Jumat (17/4/2026) dikutip Telusur.id.

Rangkaian kegiatan telah dimulai sejak Jumat pagi, diawali dengan pembukaan khataman Al-Quran (khotmil Quran). Suasana religius kental terasa saat lantunan ayat suci menggema, menandai dimulainya agenda besar para santri lintas generasi ini.

Tak hanya aspek spiritual, panitia juga menghadirkan sisi kemandirian ekonomi melalui bazar produk alumni. Berbagai stan berdiri memamerkan potensi ekonomi kreatif yang lahir dari tangan-tangan dingin para alumni Tebuireng dari berbagai daerah.

Produk yang ditampilkan pun sangat beragam, mulai dari kuliner khas daerah hingga perlengkapan ibadah seperti kopiah dan sarung. Bazar ini menjadi wadah promosi strategis bagi para alumni yang tengah merintis maupun mengembangkan usaha di daerah asal.

Beberapa pengurus cabang terpantau aktif memamerkan produk unggulan mereka, mulai dari perwakilan Gresik, Blitar, Kediri, Mojokerto, hingga tuan rumah Jombang. Hal ini membuktikan bahwa semangat santri juga mencakup aspek kewirausahaan yang tangguh.

Hingga saat ini, jaringan alumni Pesantren Tebuireng tercatat tumbuh sangat masif. Kekuatan organisasi ini ditopang oleh 82 Pengurus Cabang (PC) dan 18 Pengurus Wilayah (PW) yang tersebar di seluruh penjuru Indonesia.

Kiprah IKAPETE bahkan telah merambah kancah internasional dengan keberadaan dua kepengurusan di luar negeri, khususnya di kawasan Timur Tengah. Hal ini menunjukkan bahwa ideologi dan nilai-nilai Tebuireng telah mewarnai wajah Islam secara global.

Di tengah kemeriahan festival, agenda utama yang paling dinanti adalah pelaksanaan Munas IKAPETE yang digelar setiap empat tahun sekali. Munas tahun ini mengemban misi penting, yakni pemilihan Ketua Umum atau Presidium Nasional (Presnas).

Mekanisme pemilihan di IKAPETE memiliki kekhasan yang sarat akan nilai ketundukan kepada kiai. Penjaringan nama calon ketua dilakukan oleh para peserta Munas, untuk kemudian nama-nama tersebut diserahkan kepada pengasuh pesantren.

“Setelah nama-nama terjaring, selanjutnya akan diserahkan kepada pengasuh untuk ditentukan. Calon yang telah ditunjuk nantinya diharapkan siap sepenuhnya untuk mengemban amanah tersebut,” jelas Rosul mengenai sistem pemilihan tersebut.

Selain agenda organisasi, para alumni juga mengikuti pengajian rutin empat bulanan yang sangat dinanti. Momen ini juga diisi dengan peluncuran buku tafsir Surat Al-Alaq karya ulama kharismatik Tebuireng, Dr. KH. Mustain Syafi’i.

Dalam tausiyahnya, KH. Mustain Syafi’i menitipkan pesan mendalam dari pendiri NU, KH. Hasyim Asy’ari. Beliau menegaskan bahwa setiap alumni Tebuireng memiliki tanggung jawab moral untuk mengajar dan menyebarkan ilmu, minimal di lingkungan keluarga.

“Mbah Hasyim berpesan bahwa alumni Tebuireng itu harus mengajar. Tidak harus di madrasah atau kampus, tapi minimal di keluarga masing-masing,” pungkas Kiai Mustain sembari menekankan pentingnya keseimbangan antara iman dan ilmu dalam kehidupan.

Gus Salam Siap Maju Jadi Calon Ketum PBNU, Poros Muda NU: Sosok Kiai Progresif Abad Kedua

0

JAKARTA, TELUSUR.ID – Bursa calon Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mulai memanas menjelang Muktamar ke-35 yang dijadwalkan berlangsung pada Agustus tahun ini. KH. Abdussalam Sohib, atau yang akrab disapa Gus Salam, secara resmi menyatakan kesiapannya untuk maju sebagai calon orang nomor satu di organisasi Islam terbesar di dunia tersebut.

Kesiapan tersebut disampaikan langsung oleh Gus Salam dalam acara Halal Bihalal IKA PMII Jombang belum lama ini. Pernyataan cucu dari pendiri NU, KH. Bisri Syansuri ini, sontak menjadi sorotan publik dan mendapatkan respons positif dari berbagai elemen muda Nahdliyin yang menginginkan regenerasi kepemimpinan.

Koordinator Nasional Poros Muda NU, Ramadhan Isa, menyambut hangat keberanian Gus Salam. Menurutnya, langkah terbuka yang diambil pengasuh Pondok Pesantren Mambaul Ma’arif Denanyar tersebut merupakan preseden positif bagi tradisi demokrasi di internal Nahdlatul Ulama.

“Kami apresiasi setinggi-tingginya sikap Gus Salam yang secara terbuka menyatakan kesiapan menjadi calon ketua umum PBNU. Ini contoh positif kader berani ambil peran dan mengemban amanah. Sudah bukan saatnya lagi bersikap malu-malu tapi mau,” ujar pria yang akrab disapa Dhani tersebut, Jumat (17/4/2026) dikutip Telusur.id.

Dhani, yang merupakan alumni santri Daarul Rahman Jakarta, menilai Gus Salam sebagai sosok kiai muda yang progresif. Karakteristik ini dinilai sangat krusial dan relevan bagi NU yang saat ini mulai menapaki perjalanan di abad keduanya.

Kemampuan manajerial Gus Salam juga menjadi catatan penting bagi Poros Muda NU. Saat menjabat sebagai Wakil Ketua PWNU Jawa Timur, Gus Salam dikenal sebagai motor penggerak organisasi yang sangat efektif dalam menunjang kepemimpinan KH. Marzuki Mustamar.

Pilihan tempat deklarasi di forum alumni pergerakan mahasiswa juga dianggap memiliki makna mendalam. Dhani melihat ada simbolisme kuat bahwa Gus Salam ingin merangkul seluruh elemen penggerak untuk membawa perubahan nyata di tubuh PBNU.

“Ikhtiar Gus Salam maju disampaikan di forum Halal Bihalal IKA PMII Jombang. Saya kira ini sebuah simbolik bahwa beliau adalah sosok penggerak yang mampu menyatukan berbagai lini,” lanjut alumni PMII Ciputat tersebut.

Lebih lanjut, Dhani menjabarkan bahwa sosok Gus Salam merupakan “paket lengkap” bagi calon pemimpin masa depan. Beliau tidak hanya menguasai khazanah keilmuan pesantren dengan mengasuh ribuan santri, tetapi juga memiliki pengaruh kuat di salah satu pesantren tertua di Jombang.

Selain kapasitas intelektual dan keagamaan, Gus Salam dinilai sebagai figur yang melek terhadap dinamika media. Hal ini dibuktikan dengan profilnya yang populer dan keterbukaannya dalam berkomunikasi dengan insan pers di berbagai kesempatan.

Rekam jejak digitalnya pun mencatat prestasi yang impresif. Pada tahun 2021, Gus Salam dinobatkan sebagai Tokoh Muda Nahdliyin Inspiratif oleh Forum Komunikasi Jurnalis Nahdliyin (FKJN), sebuah pengakuan atas pengaruh positifnya di ruang publik.

Dhani menekankan bahwa di era digitalisasi seperti sekarang, pemimpin PBNU harus memahami pentingnya keterbukaan informasi. Sosok yang mampu menjembatani nilai tradisional pesantren dengan kebutuhan publikasi modern menjadi nilai tawar yang tinggi.

“Gus Salam nasab dan sanadnya jelas. Ia juga sosok yang populer dan dekat dengan media. Di era digitalisasi ini, keterbukaan informasi sangat penting untuk menjaga marwah organisasi,” tegas Dhani dalam keterangannya.

Secara organisasi, Poros Muda NU menyatakan memberikan dukungan moral penuh terhadap langkah yang diambil oleh Gus Salam. Mereka berharap Muktamar ke-35 nanti menjadi ajang adu gagasan yang sehat demi kemajuan jemaah dan jam’iyyah.

“Poros Muda NU secara moral mendukung ikhtiar Gus Salam menjadi calon Ketua Umum PBNU. Kami yakin semangat pengabdiannya akan membawa energi baru bagi kemaslahatan umat,” pungkas Dhani menutup keterangannya.

Sasar Generasi Z, PWI Jombang Gelar Safari Edukasi Jurnalistik dan Literasi Digital untuk Siswa SMP

0

JOMBANG, TELUSUR.ID – Puluhan siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kabupaten Jombang mendapatkan kesempatan langka untuk menyelami dunia digital secara lebih profesional. Pengalaman baru ini dikemas melalui agenda Safari Edukasi Jurnalistik dan Literasi Digital yang diinisiasi oleh Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jombang.

Bekerja sama dengan Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMP Jombang, kegiatan ini berlangsung khidmat pada Jumat (17/4/2026). Acara yang dirancang untuk membekali generasi muda dengan kecakapan siber ini dipusatkan di dua lokasi strategis guna menjaga efektivitas pembelajaran.

Prosesi pembukaan digelar secara resmi di Aula Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Jombang. Setelah itu, para peserta dibagi ke dalam dua kelas intensif yang bertempat di Aula Disdikbud serta Aula SMPN 1 Jombang untuk mendapatkan materi yang lebih spesifik.

Melalui kolaborasi lintas sektor ini, para siswa diharapkan tidak lagi sekadar menjadi konsumen informasi yang pasif. Fokus utama kegiatan ini adalah mendorong siswa agar mampu menguasai keterampilan jurnalisme dasar sebagai modal kuat dalam membangun daya saing di ruang siber.

Selama satu hari penuh, para peserta yang merupakan perwakilan murid SMP se-Kabupaten Jombang tersebut dibekali dengan lima materi utama. Kurikulum singkat ini dirancang sedemikian rupa untuk memperkuat fondasi digital mereka dari hulu hingga ke hilir.

Materi diawali dengan penguatan pola pikir digital yang sangat krusial di era saat ini. Para siswa diajarkan mengenai etika bermedia sosial, cara jitu mengidentifikasi hoaks, hingga pemahaman mendalam mengenai dampak buruk serta bahaya dari tindakan cyberbullying.

Tak berhenti pada teori etika, para siswa kemudian diajak menyelami teknik dasar jurnalistik. Mereka belajar bagaimana cara melakukan wawancara yang efektif serta mengasah keterampilan menulis berita dengan menggunakan kaidah standar jurnalistik universal, yakni 5W+1H.

Dunia digital yang identik dengan visual juga menjadi perhatian panitia melalui materi mobile journalism. Siswa dibekali teknik pengambilan foto dan video berkualitas hanya dengan menggunakan perangkat ponsel pintar, lengkap dengan pengenalan dasar-dasar fotografi jurnalistik.

Kepala Dinas Pendidikan Jombang, Wor Windari, menyambut positif kolaborasi tersebut dan menilai kompetensi digital adalah bekal wajib bagi siswa. Ia menegaskan bahwa pelatihan ini merupakan investasi jangka panjang bagi karakter anak didik di wilayahnya.

“Kami ingin anak-anak didik kita memiliki kecakapan digital yang mumpuni agar mereka siap menghadapi tantangan zaman yang semakin dinamis,” ujar Wor Windari saat memberikan sambutan hangat di hadapan para peserta.

Ia menambahkan, melalui pelatihan ini, para siswa diharapkan tumbuh menjadi produsen konten yang bertanggung jawab. Dengan begitu, jejak digital yang mereka tinggalkan di ruang publik akan senantiasa positif dan memberikan manfaat bagi orang lain.

Senada dengan hal tersebut, Ketua MKKS SMP Negeri Kabupaten Jombang, Yoni Tri Joko Kurnianto, menyimpan harapan besar pada kegiatan ini. Ia berharap dari agenda ini akan lahir bibit-bibit jurnalis muda berbakat dari kalangan pelajar Jombang.

Menurut Yoni, keterampilan menulis dan mendokumentasikan informasi secara benar akan membantu siswa dalam membawa nama baik sekolah. Karya-karya positif yang mereka unggah di dunia maya nantinya bisa menjadi ajang promosi prestasi sekolah masing-masing.

Sementara itu, Ketua PWI Jombang, Muhammad Mufid, menekankan bahwa Safari Jurnalistik ini adalah langkah nyata organisasi profesi dalam mencetak generasi kritis. Baginya, edukasi sejak dini adalah kunci untuk membentengi remaja dari pengaruh buruk internet.

“Tujuan utama kami adalah mengedukasi siswa agar paham pentingnya integritas dalam menyebarkan informasi. Dengan begitu, mereka tidak mudah terjebak dalam arus hoaks atau konten negatif lainnya,” pungkas Muhammad Mufid menutup penjelasannya.

Patroli Gabungan TNI dan Warga di Sambi, Wujud Nyata Jaga Keamanan Lingkungan Tetap Kondusif

0

Boyolali,TelusuR.ID – Dalam upaya menjaga stabilitas keamanan wilayah, Personel Babinsa Koramil 10/Sambi Kodim 0724/Boyolali, Serka Agus Budiyanto bersama Komponen Pendukung (Komduk) menggelar patroli gabungan di wilayah binaan, Jumat (17/04/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari langkah preventif guna mencegah potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

Patroli dilakukan dengan menyusuri sejumlah titik rawan serta kawasan permukiman warga. Selain melakukan pemantauan situasi, petugas juga memberikan imbauan kepada masyarakat agar senantiasa meningkatkan kewaspadaan serta saling menjaga keamanan lingkungan sekitar.

Danramil 10/Sambi, Kapten Inf Sri Widodo, menegaskan bahwa keterlibatan Babinsa bersama Komduk dan Linmas merupakan bentuk sinergi nyata antara TNI dan masyarakat. Ia juga mengajak warga untuk berperan aktif dalam menciptakan suasana yang kondusif serta segera melaporkan apabila menemukan hal-hal mencurigakan.

“Patroli gabungan ini kami laksanakan sebagai langkah preventif untuk mencegah terjadinya gangguan kamtibmas. Kami mengajak seluruh masyarakat untuk turut serta menjaga keamanan lingkungan, sehingga tercipta suasana yang aman, nyaman, dan tertib,” ujarnya.

Dengan adanya patroli gabungan ini, diharapkan situasi wilayah Kodim 0724/Boyolali tetap aman dan kondusif. Selain itu, kegiatan ini juga semakin mempererat hubungan harmonis antara aparat kewilayahan dan masyarakat dalam menjaga ketenteraman bersama.

(Agus Kemplu)

Khofifah Resmi Dilantik Jadi Koordinator PPIH Embarkasi Surabaya 2026, Layani 44 Ribu Jemaah

0

SURABAYA, TELUSUR.ID – Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, resmi dilantik sebagai Koordinator Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Surabaya Tahun 1447 Hijriah/2026 Masehi. Prosesi pelantikan dipimpin langsung oleh Menteri Haji dan Umrah RI, Mochamad Irfan Yusuf, di Gedung Musdalifah, Asrama Haji Surabaya, Jumat (17/4/2026).

Sebanyak 23 orang dikukuhkan sebagai personel PPIH Embarkasi Surabaya yang memegang mandat besar. Para petugas ini diamanahi tanggung jawab untuk memberikan pembinaan, pelayanan, serta perlindungan maksimal bagi jemaah agar dapat menjalankan ibadah sesuai syariat dengan mandiri dan tangguh.

Dalam sambutannya, Gubernur Khofifah mengungkapkan bahwa tantangan tahun ini cukup besar mengingat jumlah jemaah Haji Embarkasi Surabaya mencapai 44.087 orang. Angka tersebut terdiri dari 43.623 jemaah dan 464 petugas kloter yang nantinya akan terbagi ke dalam 116 kelompok terbang (kloter).

Adapun komposisi jemaah tersebut tidak hanya berasal dari Jawa Timur yang mencapai 42.409 orang. Embarkasi Surabaya juga melayani jemaah dari provinsi tetangga, yakni sebanyak 698 jemaah asal Bali dan 516 jemaah dari Nusa Tenggara Timur (NTT).

Jadwal keberangkatan pun telah ditetapkan, di mana kloter pertama asal Kabupaten Probolinggo dijadwalkan masuk Asrama Haji pada 21 April 2026. Sementara itu, rombongan terakhir akan diberangkatkan pada 20 Mei 2026 yang terdiri dari jemaah asal Nganjuk, Kediri, dan Kota Surabaya.

Khofifah menegaskan bahwa cakupan jemaah yang luas menjadikan tugas PPIH Embarkasi Surabaya sebagai amanah nasional. Pelayanan yang diberikan oleh tim di Surabaya akan menjadi cermin utama kualitas penyelenggaraan haji secara keseluruhan di Indonesia di mata dunia.

“Pelayanan yang baik akan mencerminkan kualitas penyelenggaraan haji di Tanah Air. Untuk itu, citra Pemerintah Provinsi Jawa Timur berada di pundak PPIH Embarkasi Surabaya. Niatkan setiap pengabdian lillahi ta’ala,” ujar Khofifah dengan penuh pesan mendalam dikutip Telusur.ID

Mantan Menteri Sosial itu juga menekankan bahwa dedikasi petugas berbanding lurus dengan citra pemerintah. Jika petugas bekerja dengan hati dan profesional, maka kepercayaan publik terhadap pemerintah akan terjaga, begitu pun sebaliknya jika pelayanan mengecewakan.

Khofifah pun mendorong adanya sinergi lintas sektor, mulai dari aspek transportasi, kesehatan, hingga keamanan. Kolaborasi ini dianggap krusial agar seluruh rangkaian ibadah haji berjalan tertib, lancar, dan responsif terhadap dinamika yang terjadi di lapangan.

Ia berharap para petugas tidak hanya bekerja sesuai rutinitas, tetapi mampu melahirkan inovasi dan cepat dalam mengambil keputusan. Target utamanya adalah memastikan seluruh jemaah dapat pulang ke tanah air dengan meraih predikat Haji Mabrur.

Usai prosesi pelantikan, Khofifah bersama Menteri Irfan Yusuf menyempatkan diri melakukan meal test atau uji kelayakan makanan. Hal ini dilakukan untuk memastikan menu makanan yang akan disajikan di pesawat selama perjalanan menuju Tanah Suci memenuhi standar gizi dan selera jemaah.

“Kami mengantisipasi jemaah yang mungkin tidak suka pedas. Jadi ada bumbu atau sambal yang disiapkan terpisah sehingga bisa disesuaikan dengan selera masing-masing jemaah,” jelas Khofifah saat meninjau sampel makanan maskapai.

Sementara itu, Menteri Haji dan Umrah RI, Mochamad Irfan Yusuf, memberikan apresiasi atas kesiapan dokumen dan visa yang sudah rampung. Ia menyebut pelantikan di hari Jumat ini sebagai momentum keberkahan untuk memulai babak baru penyelenggaraan haji di Indonesia.

Menteri Irfan menjelaskan, tahun ini pemerintah memberikan perhatian ekstra dengan menambah kuota bagi lansia, disabilitas, serta jemaah perempuan. Data menunjukkan bahwa jemaah perempuan mendominasi dengan komposisi sekitar 54 persen dari total kuota yang ada.

Menutup arahannya, Menteri Irfan menyoroti mayoritas jemaah tahun ini adalah ibu rumah tangga dan lulusan SD, sehingga memerlukan pendekatan yang lebih humanis. Petugas diminta memiliki standar layanan yang seragam untuk memastikan keamanan dan ketenangan seluruh jemaah Indonesia.