TelusuR.ID

Beranda blog Halaman 27

Jelang Munas-Konbes, Sembilan Nama Kiai Sepuh Calon AHWA Muktamar ke-35 NU Beredar di Medsos

0

JAKARTA, TelusuR.id – Dinamika menjelang pelaksanaan Musyawarah Nasional (Munas) dan Konferensi Besar (Konbes) Nahdlatul Ulama yang akan digelar di Pondok Pesantren Al-Falah Ploso pada 21–22 Juni 2026 mulai menghangat. Di jagat media sosial, kini tengah beredar luas usulan sembilan nama kiai sepuh NU sebagai calon anggota Ahlul Halli Wal Aqdi (AHWA).

Sembilan kiai sepuh yang namanya santer disebut-sebut itu nantinya diproyeksikan masuk dalam jajaran AHWA untuk Muktamar ke-35 NU yang dijadwalkan berlangsung pada Agustus mendatang. Kemunculan nama-nama tokoh sentral ini langsung menjadi pusat perhatian dan perbincangan hangat di kalangan nahdliyin.

Nama-nama tersebut diklaim mencuat berdasarkan usulan dari berbagai daerah yang mengatasnamakan Pengurus Wilayah NU (PWNU), Pengurus Cabang (PCNU), serta Pengurus Cabang Istimewa NU (PCINU). Kendati demikian, keabsahan dan keterwakilan usulan ini masih menjadi tanda tanya besar di internal organisasi.

Hingga saat ini, belum diketahui secara pasti apakah daftar nama tersebut merupakan representasi dari seluruh PWNU dan PCNU yang telah bersepakat satu suara. Ada kemungkinan usulan yang beredar di ruang publik digital itu hanya mencerminkan aspirasi dari sebagian pengurus wilayah dan cabang saja.

Adapun sembilan kiai sepuh yang namanya tercantum dalam daftar tersebut adalah KH Mustofa Bisri, KH Miftachul Akhyar, KH Anwar Manshur, KH Nurul Huda Jazuli, dan KH Ma’ruf Amin. Selain itu, muncul pula nama TGH Turmudzi Badaruddin, KH Said Aqil Siraj, KH Asep Syaifuddin Chalim, serta KH Nasaruddin Umar.

Saat dikonfirmasi secara terpisah mengenai kebenaran daftar usulan AHWA yang beredar luas ini, Sekretaris Jenderal PBNU sekaligus Ketua Panitia Muktamar NU, H. Saifullah Yusuf (Gus Ipul), masih memilih untuk bungkam. Pihaknya belum berkenan memberikan tanggapan resmi terkait dinamika tersebut.

Di sisi lain, konfirmasi justru datang dari salah seorang Ketua PWNU di Pulau Jawa yang meminta identitasnya dirahasiakan. Ia membenarkan bahwa beberapa nama kiai sepuh yang beredar di media sosial tersebut memang masuk dalam bursa usulan tim AHWA untuk muktamar mendatang.

Terlepas dari perdebatan nama, momentum Muktamar ke-35 NU pada Agustus 2026 dinilai harus menjadi panggung untuk memilih sistem keorganisasian yang membuat NU lebih bermartabat. Ukuran keberhasilan muktamar bukan lagi soal siapa yang menang, melainkan apakah organisasi mampu memperkuat kembali wibawa para ulama.

Muktamar ini juga ditargetkan dapat melahirkan sistem demokrasi yang lebih sehat di tubuh NU, serta memunculkan jajaran Tanfidziyah visioner yang tunduk pada haluan Syuriyah. Pemilihan yang bersih dipercaya akan melahirkan pemimpin yang bekerja ikhlas tanpa beban utang transaksi politik kepada pihak luar.

Sebaliknya, proses pemilihan yang kotor dan merusak hanya akan melahirkan kepemimpinan yang sibuk membayar ongkos politik pasca-muktamar. Oleh karena itu, sistem pemilihan yang baik harus ditegakkan sebagai rem pembatas atas munculnya nafsu kekuasaan yang berlebihan di dalam jam’iyyah.

Pada dasarnya, NU tidak pernah kekurangan tokoh, jaringan, ataupun massa di tingkat akar rumput. Hal yang seringkali kurang adalah perangkat organisasional yang memaksa para tokoh untuk tunduk pada konstitusi, nilai-nilai dasar, serta prinsip perjuangan NU sebagai organisasi ulama.

Atas dasar itu, Muktamar ke-35 nanti perlu meletakkan tata tertib dan kontrak jam’iyyah sebagai keputusan moral serta kesepakatan bersama seluruh muktamirin. Setiap tahapan pemilihan harus dapat diuji secara terbuka, setiap suara harus terlindungi, dan setiap calon harus dapat diperiksa rekam jejaknya.

Di samping itu, ruang keberatan juga harus dibuka lebar agar forum tertinggi ini tidak menyerahkan masa depan organisasi kepada lobi-lobi hotel, daftar transfer, maupun janji pembagian kursi. NU dinilai terlalu besar dan terlalu penting untuk dikelola dengan pola dagang suara atau sekadar diserahkan kepada transaksi forum.

Ikhtiar pemilihan AHWA dan Ketua Umum PBNU harus menjadi jalan suci untuk menjaga amanah ulama, martabat jemaah, dan masa depan jam’iyyah di abad kedua NU. Guna mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, sumber pembiayaan para kandidat wajib hukumnya dilaporkan secara terbuka sebelum proses pemilihan dimulai.

Muktamar mendatang dipandang akan menjadi tonggak sejarah yang sangat krusial bagi masa depan Nahdlatul Ulama. Jika forum tertinggi ini mampu menutup rapat celah politik uang dan menegakkan supremasi ulama melalui demokrasi musyawarah, maka NU akan memiliki posisi tawar yang jauh lebih kuat.

Penataan representasi pengurus dari wilayah Jawa dan luar Jawa secara adil, serta penyatuan mandat Rais Aam dan Ketua Umum dalam satu bangunan kelembagaan, menjadi kunci utama. Jika semua itu terwujud, NU dipastikan akan memasuki abad keduanya dengan tubuh yang lebih tegak, semakin kuat, dan jaya.

Turun Langsung ke Lapangan, Babinsa Desa Candi Perkuat Kedekatan dengan Warga Lewat Kerja Bakti

0

Babinsa dan Warga Desa Candi Gotong Royong Jaga Lingkungan, Perkuat Kebersamaan di Boyolali

BOYOLALI,TelusuR.ID – Semangat gotong royong masih terjaga kuat di tengah masyarakat Desa Candi, Kecamatan Ampel, Kabupaten Boyolali. Hal itu terlihat saat Babinsa Desa Candi dari Koramil 05/Ampel Kodim 0724/Boyolali bersama warga menggelar kerja bakti membersihkan lingkungan di Dukuh Tukangan, Sabtu (13/6/2026).

Dalam kegiatan tersebut, Serda Hari S bersama lima personel Koramil turun langsung membaur dengan warga. Mereka bahu-membahu melakukan berbagai pekerjaan untuk menciptakan lingkungan yang lebih bersih, rapi, dan nyaman.

Suasana kebersamaan tampak mewarnai seluruh rangkaian kegiatan. TNI dan warga bekerja berdampingan tanpa sekat, mencerminkan kuatnya budaya gotong royong yang masih menjadi bagian penting dalam kehidupan masyarakat pedesaan.

Serda Hari S mengatakan, kerja bakti bukan sekadar upaya menjaga kebersihan lingkungan, tetapi juga menjadi sarana mempererat hubungan antara aparat teritorial dan masyarakat.

“Melalui kegiatan seperti ini, komunikasi dan silaturahmi dengan warga dapat terjalin semakin baik. Kebersamaan yang terbangun menjadi modal penting dalam menjaga kekompakan dan menyelesaikan berbagai persoalan di lingkungan masyarakat,” ujarnya.

Warga Dukuh Tukangan pun menyambut positif kehadiran Babinsa dan anggota Koramil yang terlibat langsung dalam kegiatan tersebut. Kehadiran aparat kewilayahan dinilai memberikan motivasi tersendiri bagi masyarakat untuk terus menjaga semangat kebersamaan serta meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan sekitar.

Kerja bakti berlangsung aman dan lancar hingga selesai. Kegiatan tersebut sekaligus menjadi wujud sinergi antara TNI dan masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan serta memperkuat budaya gotong royong yang telah lama menjadi identitas bangsa.

Melalui kegiatan sederhana namun berdampak nyata ini, semangat kebersamaan diharapkan terus tumbuh dan menjadi fondasi dalam mewujudkan lingkungan yang bersih, sehat, dan harmonis.

Satu Ton Lele untuk Warga Jombang: Sinergi Forkopimda dan Ribuan Masyarakat di Hari Bhayangkara ke-80

0

JOMBANG, TelusuR.id – Suasana penuh tawa, keseruan, dan keakraban mewarnai Kolam Pemancingan Tirta Wisata Keplaksari, Kecamatan Peterongan, Jombang pada Sabtu (13/6/2026) pagi. Ribuan warga tumpah ruah memadati lokasi sejak dini hari untuk mengikuti acara mancing gratis massal.

Agenda besar ini digelar secara khusus oleh kepolisian setempat dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara ke-80 tahun 2026. Antusiasme warga yang luar biasa membuat kawasan wisata legendaris di Jombang ini mendadak berubah menjadi lautan manusia yang siap adu ketangkasan melempar joran.

Tak tanggung-tanggung, guna memuaskan hasrat para pencinta joran, panitia bersama jajaran Forkopimda menebar sebanyak 1 ton ikan lele ke dalam kolam untuk diperebutkan. Jumlah yang fantastis ini sengaja disiapkan agar seluruh lapisan masyarakat yang hadir bisa merasakan sensasi strike.

Menariknya, acara ini tidak mengenal sekat birokrasi. Bupati Jombang, Warsubi, S.H., M.Si, bersama Kapolres Jombang AKBP Ardi Kurniawan, S.H., S.I.K., CPHR, dan jajaran Forkopimda ikut turun langsung memegang joran dan membaur di tengah-tengah masyarakat di pinggir kolam.

Suasana di lokasi semakin pecah dan riuh saat kail milik Bupati Warsubi mendadak ditarik dengan kuat oleh ikan tersembunyi. Dengan penuh semangat dan tawa, orang nomor satu di Jombang ini berhasil melakukan strike dan menaikkan ikan lele berukuran besar ke darat.

Aksi spontan Abah Warsubi tersebut langsung disambut tepuk tangan dan sorak-sorai meriah dari warga yang mengelilinginya. Tak mau kalah, Kapolres Jombang AKBP Ardi Kurniawan juga menunjukkan ketangkasannya dengan berhasil mendaratkan ikan lele hasil pancingannya sendiri tak lama kemudian.

Hadir pula dalam kegiatan penuh kehangatan tersebut Wakil Bupati Jombang Gus Salmanudin, S.Ag., M.Pd., serta Sekdakab Jombang Agus Purnomo, S.H., M.Si. Kehadiran para petinggi daerah ini menegaskan komitmen pemerintah untuk selalu dekat dengan masyarakatnya.

Tidak hanya dari unsur pemerintahan dan aparat penegak hukum, acara ini juga dihadiri oleh para tokoh agama karismatik. Tampak hadir KH Nur Hadi (Mbah Bolong Jombang) selaku Pengasuh Pondok Pesantren Falahul Muhibbin, serta Gus Nafik yang datang langsung dari Kediri.

Kehadiran para pimpinan daerah, tokoh agama, bersama ribuan masyarakat ini menjadi potret nyata hangatnya sinergitas di Kota Santri. Kebersamaan antara TNI, Polri, dan Pemkab Jombang dalam membersamai masyarakat terpancar kuat sepanjang acara berlangsung.

Dalam sambutan pembukanya, Bupati Jombang Warsubi menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Jombang memberikan apresiasi yang sangat tinggi atas inisiatif kreatif dari Polres Jombang dalam merangkul warga melalui hobi.

“Kegiatan mancing adalah sarana rekreasi yang efektif untuk memupuk kebersamaan, mempererat silaturahmi, dan menumbuhkan semangat sportivitas di tengah masyarakat,” ujar Bupati Warsubi di hadapan para pemancing yang bersiap dengan umbuls masing-masing.

Pemkab Jombang juga menaruh harapan besar agar ruang publik Tirta Wisata ini bisa terus hidup pasca-acara. “Mudah-mudahan, Kolam Pemancingan Tirta Wisata ini semakin ramai, semakin maju, serta dapat ikut menggerakkan perekonomian lokal bagi pedagang sekitar,” tambahnya.

Di balik keseruan memperebutkan 1 ton lele, momentum Hari Bhayangkara ke-80 ini sejatinya menjadi simbol kuatnya kolaborasi lintas sektor di Jombang. Kerja sama ini penting utamanya dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas).

“Melalui kesempatan ini, saya juga mengajak seluruh pihak untuk terus memperkuat kolaborasi antara pemerintah daerah, Polri, TNI, dan seluruh elemen masyarakat dalam menciptakan suasana yang aman, damai, dan kondusif,” tegas Bupati Jombang yang akrab disapa Abah Warsubi.

Abah Warsubi menyebut bahwa rasa aman dan kenyamanan wilayah merupakan fondasi utama dari jalannya roda pembangunan daerah. Oleh karena itu, hal tersebut merupakan tanggung jawab bersama yang perlu dijaga dan dipelihara secara berkelanjutan oleh semua pihak.

Sebagai informasi, panitia menerapkan aturan unik guna menambah keseruan: peserta yang berhasil mendapatkan ikan lele indukan (master) akan mendapatkan hadiah uang tunai, lalu lele tersebut dilepas kembali. Sementara warga yang mendapat lele ukuran kecil diperbolehkan membawanya pulang untuk lauk keluarga.

Piala Presiden U-10 dan U-12 Bergulir, Jombang Perkuat Fondasi Pembinaan Sepak Bola Usia Dini

0

MCM Digelar, Piala Presiden U-10 dan U-12 Jadi Etalase Pembinaan Sepak Bola Jombang

JOMBANG,TelusuR.ID — Persiapan Festival Sepak Bola Piala Presiden Kelompok Usia (KU) 10 dan 12 tahun memasuki tahap akhir. Panitia pelaksana menggelar Match Coordination Meeting (MCM) di Hotel Green Red Jombang, Sabtu, 13 Juni 2026, sebagai bagian dari pemantapan teknis menjelang turnamen yang akan berlangsung pada 20-21 Juni mendatang di Stadion Merdeka Jombang.

Sebanyak 25 tim dipastikan ambil bagian dalam ajang tersebut, terdiri dari 10 tim kategori U-10 dan 15 tim kategori U-12. Mereka berasal dari berbagai Sekolah Sepak Bola (SSB) dan klub pembinaan usia dini di Jombang maupun daerah sekitar.

Dalam pertemuan itu, panitia dan perwakilan peserta menyepakati sejumlah aspek penting pelaksanaan kompetisi. Mulai dari regulasi pertandingan, jadwal laga, mekanisme verifikasi pemain, hingga penegakan disiplin dan sportivitas selama turnamen berlangsung.

Bagi Jombang, turnamen usia dini semacam ini bukan sekadar agenda kompetisi tahunan. Kehadirannya menjadi indikator tumbuhnya ekosistem pembinaan sepak bola yang semakin tertata. Dalam beberapa tahun terakhir, gairah sepak bola usia muda di daerah ini terus meningkat, ditandai dengan bertambahnya jumlah SSB aktif serta tingginya partisipasi anak-anak dalam kegiatan pembinaan.

Exco PSSI Jombang, Edy Musyadad, mengatakan turnamen ini menjadi ruang penting untuk mengukur hasil pembinaan sekaligus menemukan talenta-talenta muda yang berpotensi berkembang ke jenjang lebih tinggi.

“Melalui kegiatan ini kami berharap lahir pemain-pemain muda berbakat dari Jombang dan daerah sekitarnya. Namun yang tidak kalah penting adalah menanamkan nilai sportivitas, disiplin, dan semangat kompetisi yang sehat sejak usia dini,” kata pria yang akrab disapa Mas Edi.

Menurut dia, sepak bola usia dini merupakan fondasi utama dalam membangun prestasi jangka panjang. Karena itu, kompetisi yang teratur dan berjenjang menjadi kebutuhan penting agar proses pembinaan tidak berhenti hanya di level latihan.

Pelaksanaan turnamen di Stadion Merdeka Jombang diperkirakan akan mendapat dukungan luas dari orang tua, pelatih, serta komunitas sepak bola lokal. Selain memperebutkan gelar juara, ajang ini juga menjadi panggung bagi para pemain muda untuk menunjukkan kemampuan mereka di hadapan pembina dan pengamat sepak bola daerah.

Digelarnya Match Coordination Meeting menandai kesiapan seluruh elemen penyelenggara maupun peserta. Panitia berharap kompetisi berjalan tertib, kompetitif, dan menjunjung tinggi fair play, sehingga Festival Sepak Bola Piala Presiden U-10 dan U-12 tidak hanya menghasilkan juara, tetapi juga memperkuat kultur pembinaan sepak bola yang sehat di Jombang.

Di tengah tantangan pembinaan olahraga nasional, geliat sepak bola usia dini di Jombang menjadi sinyal positif bahwa regenerasi pemain terus berjalan. Dari lapangan-lapangan kecil hingga Stadion Merdeka, harapan untuk melahirkan pesepak bola masa depan mulai dibangun sejak sekarang.

SK Kepengurusan Baru Turun, DPC PPP Jombang Gelar Ta’aruf untuk Dongkrak Kursi Parlemen

0

JOMBANG, TelusuR.id – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kabupaten Jombang langsung bergerak cepat pasca-terbitnya Surat Keputusan (SK) kepengurusan yang baru. Langkah awal ini ditandai dengan menggelar acara silaturahmi sekaligus Ta’aruf bersama seluruh jajaran pengurus harian di tingkat cabang.

Agenda perdana yang penuh dengan semangat konsolidasi tersebut dilaksanakan secara resmi pada Sabtu (13/6/2026). Sesuai dengan legalitas formal yang diterima, acara ini menandai dimulainya masa bakti kepengurusan DPC PPP Kabupaten Jombang untuk periode lima tahun ke depan, yakni 2026–2031.

Ketua DPC PPP Kabupaten Jombang, Farid Al Farisi, mengungkapkan bahwa agenda Ta’aruf Pengurus Harian ini bukan sekadar seremonial belaka. Momen ini menjadi pijakan awal bagi partai berlambang Kakbah tersebut untuk menguatkan kembali komitmen dan keikhlasan dalam berkhidmat di ranah politik.

Pria yang akrab disapa Gus Farid tersebut menjelaskan bahwa esensi utama dari perjuangan politik partai adalah murni untuk rakyat. Melalui wadah PPP Jombang, seluruh pengurus baru diharapkan mampu membawa kemaslahatan yang nyata bagi umat di Kabupaten Jombang.

“Dan ini merupakan proses konsolidasi internal kepartaian pasca diterimanya SK. Yakni, bersilaturahim saling mengenalkan diri antar-pengurus,” tutur Gus Farid saat memberikan keterangan pers di Kantor DPC PPP Jombang yang berlokasi di Jalan Brigjen Katamso, Pulo Lor, Jombang.

Gus Farid menambahkan, ajang tatap muka perdana ini juga dimanfaatkan untuk menyatukan visi, membangun komitmen kolektif, serta membagi tugas kerja. Pembagian porsi kerja ini disesuaikan dengan tanggung jawab masing-masing bidang dalam rangka meningkatkan elektoral partai ke depan.

Politisi muda ini menyampaikan bahwa kegiatan ta’aruf tersebut sangat krusial untuk membangun konsolidasi dan harmonisasi kepengurusan. Terlebih, struktur yang baru ini harus berjalan selaras dengan mandat SK yang telah diturunkan oleh DPP melalui DPW PPP Jawa Timur.

“Salah satunya yang kami bicarakan dalam ta’aruf kali ini, bagaimana menjalankan roda organisasi kepartaian menjadi organisasi yang tetap konsisten,” imbuhnya menekankan pentingnya stabilitas internal agar mesin partai bisa terus bergerak secara dinamis.

Konsistensi itu, menurut Gus Farid, diwujudkan melalui komitmen partai untuk mampu menyuarakan aspirasi masyarakat secara langsung. PPP Jombang berkomitmen hadir sebagai jembatan yang menghubungkan keluhan dan kebutuhan warga dengan kebijakan publik di tingkat daerah.

Melihat komposisi personalia pengurus baru saat ini, Gus Farid mengaku sangat optimis. Ia menilai beberapa komponen pengurus harian yang direkrut kali ini sudah sangat ideal dan ditempatkan sesuai dengan kapasitas serta kompetensi masing-masing di bidangnya.

Sebagai politisi muda yang memiliki rekam jejak panjang dan berbagai pengalaman dalam organisasi kepemudaan, Gus Farid melihat potensi besar dalam kepengurusan ini. Karakter pengurus yang variatif dan kompeten diyakini mampu membawa warna baru bagi pergerakan partai.

Dengan komposisi yang segar tersebut, ia sangat yakin PPP Jombang akan mampu meningkatkan performa politiknya. Target utama yang kini dibidik adalah menaikkan perolehan suara secara signifikan dan menambah jumlah keterwakilan kursi di DPRD Kabupaten Jombang.

“Kami yakin membangun partai yang solid dan bekerja sama yang baik memungkinkan perolehan kursi di parlemen akan bertambah,” tukasnya dengan nada optimis di hadapan jajaran pengurus harian yang hadir.

Guna mewujudkan target politik tersebut, DPC PPP Jombang telah menyusun lini masa pergerakan yang taktis. Dalam waktu enam bulan ke depan pasca-terbitnya SK kepengurusan ini, mereka akan langsung tancap gas melakukan penetrasi ke tingkat akar rumput.

Pihaknya menjadwalkan akan segera menjalin komunikasi intensif serta menggelar safari silaturahmi dengan Pengurus Anak Cabang (PAC) di seluruh kecamatan. Gerakan jemput bola ke 21 kecamatan di Kabupaten Jombang ini dilakukan untuk menyolidkan kader di tingkat bawah.

Melalui kerja keras dan manajemen organisasi yang tertata, Gus Farid menaruh harapan besar bagi masa depan partai di Jombang. “Kami akan berjuang menjadi garda terdepan untuk terus Istiqomah jadi salah satu partai politik yang dipercayai dan dicintai oleh setiap lapisan masyarakat,” pungkasnya.

Babinsa Ini Tak Menunggu Laporan, Langsung Turun Temui Warga dan Dengarkan Keluhan Mereka

0

Babinsa Kratonan Bangun Kedekatan dengan Warga, Serap Aspirasi Langsung dari Lapangan

Surakarta,TelusuR.ID – Kehadiran aparat teritorial di tengah masyarakat tak hanya sebatas menjalankan tugas pengamanan wilayah. Bagi Bintara Pembina Desa (Babinsa), membangun kedekatan dan komunikasi dengan warga menjadi bagian penting dalam menjaga stabilitas sosial sekaligus memahami kebutuhan masyarakat secara langsung.

Hal itu dilakukan Babinsa Kelurahan Kratonan Koramil 03/Serengan Kodim 0735/Surakarta, Serka Rochani, saat melaksanakan kegiatan komunikasi sosial (Komsos) di wilayah binaannya, Kelurahan Kratonan, Kecamatan Serengan, Kota Surakarta, Sabtu (13/6/2026).

Dalam kegiatan tersebut, Serka Rochani tampak berbincang santai dengan Hadi, seorang warga yang berprofesi sebagai tukang las listrik. Obrolan yang berlangsung dalam suasana akrab dan penuh kekeluargaan itu dimanfaatkan untuk menyerap berbagai informasi terkait kondisi lingkungan sekaligus mendengar aspirasi masyarakat secara langsung.

Menurut Rochani, komunikasi yang intensif dengan warga menjadi salah satu cara efektif untuk mengetahui perkembangan situasi di wilayah binaan sejak dini. Dengan begitu, berbagai persoalan yang muncul di tengah masyarakat dapat segera diidentifikasi dan dicarikan solusi bersama.

“Sebagai Babinsa, kami ingin selalu hadir dan dekat dengan masyarakat. Dengan sering turun ke lapangan serta berkomunikasi langsung dengan warga, kami dapat mengetahui kondisi riil di lingkungan sekaligus membantu mencari jalan keluar apabila terdapat permasalahan,” ujarnya.

Ia menambahkan, hubungan yang harmonis antara Babinsa dan masyarakat memiliki peran penting dalam menciptakan suasana yang aman, nyaman, dan kondusif. Selain itu, kedekatan tersebut juga dapat memperkuat semangat gotong royong serta meningkatkan kepedulian warga terhadap lingkungan sekitar.

Bagi TNI AD, kegiatan komunikasi sosial merupakan bagian dari pembinaan teritorial yang bertujuan memperkuat kemanunggalan TNI dan rakyat. Melalui interaksi yang rutin dan terbuka, berbagai informasi di tingkat masyarakat dapat terserap secara cepat sekaligus menjadi sarana mempererat hubungan emosional antara aparat dan warga.

“Melalui kegiatan Komsos yang rutin dilakukan, kami berharap hubungan antara TNI dan masyarakat semakin erat sehingga tercipta lingkungan yang aman, damai, serta penuh kebersamaan,” kata Rochani.

Kegiatan sederhana tersebut menjadi gambaran bagaimana pendekatan humanis yang dilakukan Babinsa mampu membangun kepercayaan masyarakat sekaligus memperkuat sinergi dalam menjaga ketertiban dan keamanan lingkungan.

(Agus Kemplu)

Satgas Yonif 521/DY Sentuh Hati Warga Papua, Dorong Lahirnya Generasi Cerdas dan Sehat

0

Papua Cerdas dan Sehat, Satgas Yonif 521/DY Salurkan Bantuan Sarana Olahraga dan Buku Tulis untuk Generasi Muda Muaranawa

JAYAPURA, TelusuR.ID — Komitmen TNI dalam mendukung pembangunan sumber daya manusia di Papua kembali ditunjukkan melalui aksi nyata di tengah masyarakat. Satgas Pamtas Yonif 521/Dharma Yudha (DY) menyalurkan bantuan sarana olahraga dan buku tulis kepada pemuda serta anak-anak di Kampung Muaranawa, Distrik Airu, Kabupaten Jayapura, Papua, Jumat (13/6).

Kegiatan yang merupakan bagian dari program Pembinaan Teritorial (Binter) tersebut menjadi salah satu upaya TNI untuk mendorong peningkatan kualitas pendidikan sekaligus menumbuhkan budaya hidup sehat di kalangan generasi muda Papua.

Bantuan yang diberikan meliputi berbagai perlengkapan olahraga serta kebutuhan belajar bagi anak-anak sekolah. Kehadiran prajurit TNI di wilayah pedalaman itu pun disambut antusias oleh warga yang menilai bantuan tersebut sangat bermanfaat bagi aktivitas belajar dan pengembangan potensi anak-anak kampung.

Komandan Satgas Yonif 521/DY, Letkol Inf Rahadyan Surya Murdata, S.E., M.I.P., mengatakan pembangunan Papua tidak hanya berbicara soal infrastruktur, tetapi juga tentang investasi pada kualitas generasi muda sebagai aset masa depan bangsa.

Menurutnya, pendidikan dan kesehatan merupakan dua fondasi utama yang harus terus diperkuat agar anak-anak Papua memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang dan meraih cita-cita.

“Melalui bantuan ini, kami berharap anak-anak semakin termotivasi untuk belajar, sementara para pemuda dapat memanfaatkan sarana olahraga sebagai media menjaga kesehatan, memperkuat kebersamaan, dan membangun semangat positif di lingkungan kampung,” kata Rahadyan.

Tak sekadar menyerahkan bantuan, personel Satgas Yonif 521/DY juga berinteraksi langsung dengan masyarakat. Mereka memberikan motivasi kepada anak-anak agar terus bersekolah dan tidak berhenti bermimpi untuk meraih masa depan yang lebih baik.

Kehadiran TNI di wilayah penugasan selama ini tidak hanya menjalankan tugas pengamanan, tetapi juga aktif mendukung berbagai program sosial, pendidikan, dan kesehatan yang menyentuh kebutuhan masyarakat secara langsung. Pendekatan humanis tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat hubungan antara TNI dan warga di Papua.

Warga Kampung Muaranawa menyampaikan apresiasi atas perhatian yang diberikan Satgas Yonif 521/DY. Mereka berharap program-program serupa dapat terus berlanjut karena dinilai mampu memberikan dampak positif bagi perkembangan anak-anak dan pemuda di daerah mereka.

Melalui kegiatan tersebut, Satgas Yonif 521/DY menegaskan komitmennya untuk terus hadir bersama masyarakat Papua. Selain menjaga stabilitas wilayah, para prajurit juga berperan dalam mendukung lahirnya generasi Papua yang cerdas, sehat, berkarakter, dan siap bersaing di masa depan.

Prajurit Macan Kumbang Berhasil (Yonif 521/DY).

Muktamar Kebudayaan 2026 Dibuka, PBNU Serukan Perlawanan terhadap Judi Online dan Krisis Karakter

0

Alarm Bahaya untuk Indonesia! Lesbumi PBNU Soroti Ribuan Anak Terjerat Judi Online di Muktamar Kebudayaan 2026

JOMBANG, TelusuR.id — Lembaga Seni Budaya Muslimin Indonesia (Lesbumi) PBNU resmi membuka Muktamar Kebudayaan Indonesia 2026 di Kampus Universitas KH Wahab Hasbullah (Unwaha), Tambakberas, Jombang, Jumat (12/6/2026) malam. Forum kebudayaan berskala nasional yang mengusung tema “Kembali kepada Akar” itu akan berlangsung hingga 14 Juni 2026 dan diikuti perwakilan Lesbumi dari berbagai daerah di Indonesia.

Pembukaan muktamar ditandai dengan pembacaan Pembukaan UUD 1945 oleh Wakil Rektor Unwaha, KH Dr. M. Wafiyul Ahdi atau Gus Wafi, yang diikuti seluruh peserta dan tamu undangan.

Dalam sambutannya, Nyai Hj. Hizbiyah Rochim Wahab mengaku bersyukur Jombang, khususnya Kampus Unwaha, dipercaya menjadi tuan rumah penyelenggaraan muktamar. Menurutnya, lokasi tersebut memiliki nilai historis yang kuat karena berkaitan erat dengan perjuangan KH Abdul Wahab Hasbullah, salah satu pendiri Nahdlatul Ulama sekaligus tokoh penting dalam lahirnya Lesbumi.

Ia mengingatkan kembali perjalanan panjang para pendiri NU yang tidak hanya dibangun melalui ikhtiar organisasi, tetapi juga melalui proses spiritual yang mendalam. Kisah perjuangan itu, kata dia, menjadi teladan bagi generasi muda untuk terus berkhidmat dan berkontribusi bagi bangsa.

“Siapa pun yang ingin berjuang tidak ditentukan oleh usia. Yang terpenting adalah semangat dan keteguhan hati untuk terus bergerak,” ujar Hizbiyah.

Tak hanya berbicara soal sejarah dan kaderisasi, Hizbiyah juga menyoroti persoalan sosial yang dinilainya mendesak, yakni maraknya praktik judi online yang menyasar generasi muda. Ia meminta Lesbumi mengambil peran lebih aktif melalui pendekatan seni dan budaya untuk memperkuat karakter serta nilai-nilai keislaman di tengah masyarakat.

Menurutnya, seni dan budaya dapat menjadi medium efektif untuk membangun kesadaran generasi muda sekaligus memperkuat nilai Ahlussunnah wal Jamaah sebagai benteng moral di tengah derasnya arus digital.

Dukungan terhadap peran strategis Lesbumi juga datang dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Asisten Administrasi Umum Sekdaprov Jawa Timur Akhmad Jazuli yang hadir mewakili Gubernur Jawa Timur menyebut Lesbumi memiliki posisi penting dalam menjaga identitas budaya bangsa sekaligus menghadapi tantangan perubahan sosial yang semakin kompleks.

 

Ia menilai berbagai kesenian tradisional bernuansa Islam yang tumbuh di lingkungan Nahdlatul Ulama perlu terus dirawat agar tidak tergerus perkembangan zaman.

“Dengan ilmu hidup menjadi mudah, dengan agama hidup menjadi terarah, dan dengan seni hidup menjadi indah,” kata Jazuli.

Sementara itu, Ketua Lesbumi PBNU KH M. Jadul Maula menegaskan Muktamar Kebudayaan Indonesia 2026 bukan sekadar forum organisasi, melainkan ruang refleksi untuk menjawab berbagai tantangan kebangsaan yang dihadapi saat ini.

Menurutnya, Indonesia tengah menghadapi persoalan serius berupa krisis moral, ketimpangan sosial, hingga menurunnya kepercayaan diri sebagai bangsa. Karena itu, tema “Kembali kepada Akar” dipilih sebagai upaya meneguhkan kembali identitas dan karakter bangsa yang berakar pada nilai agama, ilmu pengetahuan, dan kebudayaan.

Dalam pidatonya, Jadul mengutip pemikiran KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) dan budayawan Asrul Sani yang memandang kebudayaan bukan sekadar warisan tradisi atau pertunjukan seni, melainkan proses aktif masyarakat dalam merespons perubahan zaman.

Ia menjelaskan kebudayaan dibangun melalui lima pilar utama yang saling terhubung, yakni agama, ilmu pengetahuan, seni, politik-hukum, dan ekonomi. Kelima unsur tersebut harus berjalan seimbang agar kehidupan sosial tetap sehat dan produktif.

“Ketika salah satu unsur terputus, masyarakat berpotensi mengalami tekanan sosial yang berujung pada berbagai persoalan kemanusiaan,” ujarnya.

Jadul menegaskan, semangat “Kembali kepada Akar” bukan berarti kembali ke masa lalu, melainkan menghidupkan kembali kesadaran manusia sebagai subjek yang berpikir, mandiri, dan berdaulat dalam menghadapi persoalan bangsa, mulai dari kemiskinan, ketimpangan ekonomi, korupsi, hingga krisis moral.

Melalui muktamar ini, Lesbumi PBNU berharap dapat merumuskan arah gerakan kebudayaan yang lebih relevan dengan tantangan zaman sekaligus memperkuat komitmen kebangsaan melalui seni, tradisi, dan kebudayaan Nusantara.

Selain agenda sidang dan diskusi kebudayaan, rangkaian kegiatan juga diisi dengan festival publik, pameran pusaka, bazar UMKM, kuliner Nusantara, serta berbagai pertunjukan seni yang terbuka untuk masyarakat.

Patroli Hingga Larut Malam, TNI-Polri Perkuat Pengawasan di Tirtomoyo

0

Koramil dan Polsek Tirtomoyo Sisir Titik Keramaian Malam, Pastikan Situasi Aman

WONOGIRI,TelusuR.ID – Aparat TNI dan Polri di Kecamatan Tirtomoyo meningkatkan patroli malam sebagai langkah preventif menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas). Kegiatan tersebut dilakukan personel Koramil 07/Tirtomoyo Kodim 0728/Wonogiri bersama anggota Polsek Tirtomoyo pada Kamis malam (11/6).

Patroli gabungan yang dipimpin Sertu Awang itu menyasar sejumlah titik yang masih menjadi pusat aktivitas warga pada malam hari. Selain memantau situasi wilayah, petugas juga melakukan dialog langsung dengan masyarakat dan kelompok ronda untuk memastikan kondisi keamanan tetap terkendali.

Kehadiran aparat di lapangan menjadi bagian dari upaya pencegahan terhadap potensi gangguan keamanan sekaligus memberikan rasa aman bagi warga yang masih beraktivitas pada malam hari.

Sertu Awang mengatakan patroli rutin merupakan wujud nyata sinergitas TNI dan Polri dalam menjaga stabilitas keamanan wilayah.

“Melalui patroli rutin ini kami ingin memastikan situasi Kecamatan Tirtomoyo tetap aman dan kondusif. Kami juga mengajak masyarakat untuk lebih peduli terhadap keamanan lingkungan serta segera melaporkan jika menemukan aktivitas yang mencurigakan,” ujarnya.

Dalam patroli tersebut, petugas juga memberikan imbauan kepada masyarakat agar terus mengaktifkan sistem keamanan lingkungan dan memperkuat koordinasi dengan aparat setempat apabila terjadi potensi gangguan kamtibmas.

Kegiatan berlangsung aman dan lancar. Warga menyambut positif kehadiran aparat yang secara aktif turun ke lapangan untuk memantau kondisi wilayah dan menjalin komunikasi dengan masyarakat.

Menurut sejumlah warga, patroli gabungan TNI-Polri memberikan rasa aman sekaligus meningkatkan semangat gotong royong dalam menjaga ketertiban lingkungan.

Hingga patroli berakhir, situasi di wilayah Kecamatan Tirtomoyo terpantau aman, tertib, dan kondusif. Koramil 07/Tirtomoyo bersama Polsek Tirtomoyo memastikan kegiatan patroli wilayah akan terus dilakukan secara berkala sebagai bagian dari upaya menjaga stabilitas keamanan dan kenyamanan masyarakat.

(Agus Kemplu)

TNI AD Kawal Koperasi Merah Putih, Puluhan Titik Siap Gerakkan Ekonomi Desa di Boyolali

0

Tinjau KDKMP Sobokerto, TNI AD Perkuat Dukungan bagi Penggerak Ekonomi Desa di Boyolali

BOYOLALI,TelusuTinjau KDKMP Sobokerto, TNI AD Perkuat Dukungan bagi Penggerak Ekonomi Desa di BoyolaliR.ID – TNI Angkatan Darat terus menunjukkan dukungannya terhadap program penguatan ekonomi desa yang menjadi salah satu agenda strategis pemerintah. Dukungan itu terlihat saat jajaran TNI AD meninjau operasional Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Desa Sobokerto, Kecamatan Ngemplak, Kabupaten Boyolali, Jumat (12/6).

Kunjungan tersebut dipimpin Paban VII Sterad Kolonel Inf Hipni Maulana bersama Danrem 074/Warastratama Kolonel Inf M. Arry Yudistira dan didampingi Dandim 0724/Boyolali Letkol Inf Dhanu Anggoro Asmoro.

Peninjauan dilakukan untuk memastikan kesiapan dan perkembangan program KDKMP yang diproyeksikan menjadi salah satu motor penggerak ekonomi masyarakat di tingkat desa.

Dalam paparannya, Letkol Inf Dhanu Anggoro Asmoro mengungkapkan bahwa hingga saat ini terdapat 25 titik KDKMP yang telah beroperasi di Kabupaten Boyolali. Selain itu, sebanyak 53 titik lainnya telah siap diaktifkan dan masih menunggu proses verifikasi serta penilaian dari Agrinas sebelum beroperasi penuh.

“Keberadaan KDKMP diharapkan mampu memperluas akses ekonomi masyarakat desa sekaligus menjadi wadah pengembangan usaha berbasis potensi lokal,” ujar Dhanu.

Ia menjelaskan, berbagai sarana pendukung operasional seperti truk, kendaraan pikap, hingga kendaraan roda tiga disediakan oleh Agrinas. Sementara Kodim 0724/Boyolali berperan sebagai fasilitator yang membantu proses distribusi dan pendampingan kepada koperasi di masing-masing desa.

Sementara itu, Paban VII Sterad Kolonel Inf Hipni Maulana menegaskan komitmen TNI AD dalam mendukung program Presiden Republik Indonesia untuk memperkuat fondasi ekonomi nasional dari tingkat paling bawah, yakni desa.

Menurut Hipni, keberadaan KDKMP tidak hanya berfungsi sebagai lembaga ekonomi masyarakat, tetapi juga menjadi instrumen untuk mendorong kemandirian dan meningkatkan kesejahteraan warga secara berkelanjutan.

“Kami mendukung penuh program pemerintah yang bertujuan menggerakkan perekonomian desa. Jika koperasi berkembang dan berjalan baik, dampaknya akan langsung dirasakan masyarakat,” katanya.

Hipni juga mengapresiasi langkah Pemerintah Desa Sobokerto yang telah menyediakan lahan strategis untuk pembangunan KDKMP. Dukungan tersebut dinilai menjadi faktor penting dalam mempercepat pengembangan koperasi sebagai pusat aktivitas ekonomi masyarakat.

Dengan sinergi antara pemerintah, TNI, dan masyarakat, KDKMP Sobokerto diharapkan mampu berkembang menjadi model penguatan ekonomi desa yang efektif sekaligus berkontribusi terhadap peningkatan kesejahteraan warga Boyolali.

(Agus Kemplu)