TelusuR.ID

Beranda blog Halaman 155

KEPALA BNN DITERPA ISU LIAR, KOMRAD PANCASILA PASANG BADAN : UPAYA PEMBUNUHAN KARAKTER DI TENGAH PERANG MELAWAN KARTEL NARKOBA.

0

JAKARTA, TelusuR.ID — Komjen Pol Suyudi Ario Seto kembali menjadi sasaran “isu liar” yang beredar di media sosial. Isu tersebut mencuat tak lama setelah rangkaian operasi pemberantasan narkoba, termasuk penggerebekan di kawasan Kampung Ambon yang melibatkan ratusan personel gabungan. 

Koordinator Komrad Pancasila, Antony Komrad, menilai arus rumor yang menyerang personal Kepala BNN bukan sekadar gosip murahan, melainkan pola klasik pengalihan isu yang kerap muncul ketika aparat menekan ruang gerak jaringan narkotika. “Ketika negara sedang perang melawan kartel narkoba, yang diserang justru sosok yang memimpin penindakan. Ini bukan kritik, ini pembunuhan karakter,” kata Antony dalam keterangannya, Kamis (18/12). 

Komrad Pancasila menegaskan siap “pasang badan” mengawal integritas Komjen Suyudi Ario Seto, sekaligus mendorong langkah hukum untuk menelusuri aktor penyebar fitnah. “Kami mendorong pelaporan resmi dan digital tracing—siapa pun biang penyebar isu murahan ini harus dibuka ke publik. Jika ada yang sengaja memproduksi kebohongan untuk menjatuhkan Kepala BNN, itu serangan terhadap agenda negara memberantas narkoba,” ujar Antony.

Sebagai konteks, BNN dan Polri sebelumnya melakukan operasi gabungan di Kampung Ambon, Jakarta Barat, dengan pengerahan sekitar 500 personel, mengamankan delapan tersangka, serta menyita barang bukti sabu 558,05 gram dan ganja siap edar.  Di saat yang sama, Suyudi juga disebut memimpin penguatan pembongkaran jaringan internasional, termasuk pengungkapan kasus besar dua ton sabu dan penangkapan buronan Dewi Astutik alias PA di Kamboja. 

Komrad Pancasila meminta publik tidak ikut memperpanjang sebaran isu yang belum jelas sumbernya, dan menyerukan agar diskursus publik kembali pada substansi: memutus rantai pasokan narkotika, memperketat jalur penyelundupan, serta menguatkan kolaborasi lintas lembaga.

Keluarga Besar Polres Jombang Salurkan Bansos ke Mahasiswa Asal Aceh, Sumut, dan Sumbar

0

JOMBANG, TELUSUR.ID – Keluarga Besar Polres Jombang melaksanakan kegiatan pemberian bantuan sosial (bansos) kepada mahasiswa asal Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat yang sedang menempuh pendidikan di Kabupaten Jombang. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Jumat, (19/12/2025), siang, bertempat di Posko Ojol, Jl. KH. Hasyim Asy’ari No. 1, Desa Kaliwungu, Kecamatan Jombang.

Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Kapolres Jombang AKBP Ardi Kurniawan, S.H., S.I.K., CPHR, didampingi Ketua Bhayangkari Cabang Jombang Ny. Olivia Ardi, Wakapolres Jombang Kompol Christian Bagus Yulianto, S.H., S.I.K., M.Si, serta para Pejabat Utama Polres Jombang. Turut hadir pula Ketua dan Wakil Ketua Ojol Kabupaten Jombang, Kapolsek jajaran Polres Jombang, staf Bhayangkari Cabang Jombang, serta kurang lebih 30 orang mahasiswa penerima bantuan.

Dalam sambutannya, Kapolres Jombang AKBP Ardi Kurniawan menyampaikan rasa duka cita yang mendalam atas musibah bencana alam yang terjadi di wilayah Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Ia menegaskan bahwa Keluarga Besar Polres Jombang turut berempati dan mendoakan agar seluruh masyarakat yang terdampak diberikan kesabaran dan ketabahan.

Kapolres Jombang juga menyampaikan pesan kepada para mahasiswa asal Aceh, Sumut, dan Sumbar yang sedang menuntut ilmu di Kabupaten Jombang agar tidak segan meminta bantuan apabila mengalami kendala selama berada di Jombang. Menurutnya, masyarakat Jombang dan Polres Jombang selalu terbuka untuk membantu, serta menegaskan bahwa Polres Jombang merupakan rumah kedua bagi para mahasiswa perantau.

Sementara itu, perwakilan mahasiswa, Sdr. Ardan, menyampaikan ucapan terima kasih atas perhatian dan bantuan yang diberikan oleh Polres Jombang. Ia menjelaskan bahwa kondisi di daerah terdampak bencana, khususnya di Aceh, sangat memprihatinkan, di mana akses listrik, makanan, dan BBM masih mengalami banyak kendala akibat sulitnya akses jalan.

Ia mengungkapkan bahwa bantuan sosial yang diberikan sangat berarti dan membantu meringankan beban para mahasiswa yang keluarganya terdampak bencana. Selain itu, ia mengajak seluruh mahasiswa asal Aceh, Sumut, dan Sumbar untuk semakin bersungguh-sungguh dalam menempuh pendidikan sebagai bentuk tanggung jawab atas dukungan dan perhatian yang telah diberikan, serta segera melaporkan apabila menemui kendala selama proses perkuliahan.

Kegiatan dilanjutkan dengan penyerahan bantuan sosial secara simbolis kepada 30 mahasiswa asal Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat yang berada di Kabupaten Jombang. Kegiatan berlangsung dengan tertib, aman, dan penuh kehangatan sebagai wujud kepedulian serta solidaritas Keluarga Besar Polres Jombang kepada para mahasiswa perantau yang terdampak musibah bencana alam.

Ganja Greenhouse di Jombang, Pemodal Turut di Amankan Polisi Ngaku Penulis dan Peneliti

0

JOMBANG, TELUSUR.ID – Polres Jombang melalui Satresnarkoba berhasil membongkar praktik budidaya greenhouse narkotika golongan 1 jenis ganja di Desa Mojongapit.

Adapun hasil pengungkapan itu, Polres Jombang berhasil mengamankan 156 tanaman ganja dan 4 tersangka. Diketahui, para tersangka ini berbagi peran dalam menjalankan penanaman ganja tersebut.

Tersangka Y warga Jombang ditangkap polisi terlebih dulu diajak R untuk menjadi pekerja menanam ganja. Dikontrakan padat penduduk itu, R warga Nganjuk bertugas sebagai pekerja merawat tanaman ganja.

Sedangkan, tersangka P warga Bantul dan I warga Sidoarjo, yang merupakan pasangan suami istri ini sebagai pemodal dari ganja green house. Namun, I sang istri hanya membantu menyediakan peralatan dan kebutuhan tanaman tersebut.

P merupakan peneliti sekaligus penulis buku tentang tanaman ganja. Ia sudah 4 kali masuk penjara karena kasus serupa. Yaitu 3 kali di Yogyakarta dan 1 kali di Bali. Pasutri ini mengontrak rumah di Desa Candimulyo, Jombang.

“Tersangka P ini penulis buku dan peneliti tanaman ganja. Dia sudah menghasilkan beberapa buku terkait ganja. Dia kenal dengan R, pecinta tanaman dan peneliti tanaman ganja yang belajar autodidak,” terang Kasat Resnarkoba Polres Jombang Iptu Bowo Tri Kuncoro, Jumat (19/12).

Dia mengungkapkan, P dan I merupakan otak dari pertanian ganja di rumah kontrakan Jalan Pakubuwono, Dusun Mojongapit, RT 4 RW 2. Pasutri ini menggaji tersangka R dan Y, mengontrakkan rumah, hingga menyediakan biji-biji ganja, serta semua peralatan untuk budi daya.

“Istrinya berperan membayar setiap ada pembelian segala macam keperluan atau alat-alat penanaman ganja dan segala macam kebutuhan lainnya,” bebernya.

Sementara, tersangka R berperan menanam, menjaga dan merawat tanaman ganja di rumah kontrakan Jalan Pakubuwono sejak Maret 2025. Ia menerima gaji Rp 3-5,5 juta per bulan dari tersangka P melalui I.

Selain itu, R menanam dan merawat tanaman ganjanya sendiri secara out door di dekat kamar mandi rumah kontrakan. Tersangka juga melakukan eksperimen membuat minuman dari daun ganja yang direndam dengan alkohol medis 96%.

“Tersangka Y diajak R merawat tanaman ganja di rumah kontrakan. Y diupah Rp 2,5 juta per bulan. Dia juga disuruh R menerima pesanan biji ganja, dijanjikan upah Rp 500 ribu,” ungkapnya.

Sementara, Kapolres Jombang AKBP Ardi Kurniawan menghimbau masyarakat agar tidak ragu untuk melapor apabila menemukan indikasi peredaran narkotika di wilayah Kabupaten Jombang.

Kata dia, keberhasilan ini tidak terlepas dari peran masyarakat. Dan pihaknya juga akan terus berkomitmen untuk memberantas peredaran narkotika di wilayah Jombang.

“Kami himbau agar masyarakat segera melapor apabila mencurigai adanya indikasi peredaran narkotika di wilayah Jombang,” ujar Ardi.

Kini, keempat tersangka ditahan di Rutan Polres Jombang. Y dijerat dengan Pasal 114 Ayat (1) junto Pasal 111 Ayat (1) junto Pasal 132 Ayat (1) UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. R dikenakan Pasal 114 Ayat (2) junto Pasal 132 Ayat (1) junto Pasal 111 Ayat (2) junto Pasal 132 Ayat (1).

Sedangkan P dan I dijerat dengan Pasal 114 Ayat (2) junto Pasal 132 Ayat (1) dan atau Pasal 111 Ayat (2) junto Pasal 132 Ayat (1) UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

DPD IWOI Jombang Gelar Forum Diskusi Terbatas dengan Bappeda, Serapan Belanja Modal 2025 Belum Optimal

0

JOMBANG,TelusuR.ID — Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Ikatan Wartawan Online Indonesia (IWOI) Kabupaten Jombang menggelar forum diskusi literasi terbatas bersama Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Jombang, Kamis (18/12/2025). Kegiatan berlangsung di ruang rapat Kantor Bappeda, Jalan KH Wahid Hasyim, Jombang Kota.

Audiensi tersebut dihadiri Kepala Bappeda Kabupaten Jombang, Hartono, didampingi para pejabat struktural, yakni kepala bidang dan kepala seksi. Sementara dari DPD IWOI Jombang hadir Ketua Agus Pamuji, Sekretaris Ratno Hadi Siswanto, Bendahara Titin, SE, Ust. H. Muhtazuddin, SH, Roni Brawn, Krisma, SH, Widodo, serta Ust. Abu Bakar, SAg. Suasana diskusi berlangsung terbuka dan konstruktif, membahas isu strategis pengelolaan anggaran Tahun Anggaran 2025.

Pertanyaan kritis disampaikan oleh Roni Brawn, wartawan Popularitas News, dengan menyoroti data akuntabilitas dan capaian kinerja yang menjadi tugas pokok dan fungsi Bappeda. Seluruh pertanyaan tersebut dijawab secara lugas dan komprehensif oleh Kepala Bappeda Hartono.

Menanggapi sorotan terkait realisasi Belanja Modal tahun 2025 yang baru mencapai 51,65 persen dari target sebesar Rp390,96 miliar, Hartono menjelaskan bahwa capaian tersebut tidak semata-mata dinilai dari besaran serapan anggaran. Menurutnya, Bappeda lebih menekankan evaluasi berbasis hasil (outcome) dan manfaat jangka panjang bagi masyarakat.

“Memang terdapat penurunan dibandingkan tahun 2024 yang mencapai 82,81 persen. Namun kami tidak hanya mengejar angka serapan, melainkan memastikan efektivitas program dan kualitas output,” ujar Hartono.

Ia menambahkan, rendahnya serapan belanja modal dipengaruhi dinamika teknis yang muncul setelah perencanaan ditetapkan, seperti kendala pembebasan lahan dan kesiapan proses lelang. Hartono menegaskan bahwa kondisi tersebut bukan kegagalan pemetaan perencanaan, melainkan bentuk kehati-hatian dalam menjaga kualitas pelaksanaan.

“Beberapa proyek kami nilai belum sepenuhnya Ready to Implement (RTI) di tengah perjalanan. Daripada dipaksakan dan berisiko menimbulkan persoalan kualitas maupun hukum, kami memilih melakukan evaluasi atau penundaan,” jelasnya.

Hartono juga menegaskan bahwa langkah tersebut sejalan dengan Permendagri Nomor 86 Tahun 2017 yang memberikan ruang evaluasi terhadap program yang dinilai tidak efektif atau menghadapi kendala eksternal.

“Kami tidak ingin mengejar serapan 100 persen jika output fisik tidak memberikan manfaat optimal bagi masyarakat,” tegasnya.

Sebagai tindak lanjut, Bappeda Jombang saat ini melakukan audit internal terhadap proses perencanaan RKPD. Fokus evaluasi diarahkan pada penguatan kesiapan teknis sejak awal, termasuk penyelesaian Detail Engineering Design (DED), pembebasan lahan, serta perizinan sebelum penetapan anggaran.

“Kami akan memperketat indikator SMART dalam perencanaan dan memperkuat sinkronisasi antara Bappeda sebagai perencana dengan perangkat daerah sebagai pelaksana, agar hambatan teknis dapat dimitigasi sejak dini,” pungkas Hartono.

Sementara itu, Sekretaris DPD IWOI Jombang, Ratno Hadi Siswanto, menyampaikan apresiasi atas respons cepat dan keterbukaan Bappeda Jombang dalam menerima audiensi. Ia menilai diskusi yang berlangsung selama lebih dari dua jam tersebut memberikan manfaat strategis bagi kedua belah pihak.

“Pertemuan ini sangat baik, saling bertukar informasi yang akurat terkait pelaksanaan dan serapan anggaran APBD 2025. Ini bagian dari upaya bersama membangun Kabupaten Jombang yang lebih maju, adil, dan sejahtera,” ujar Ratno Hadi Siswanto, yang juga Kepala Biro SPJ News.com. (gus)

Sambut Investasi China, Wamen Viva Yoga Dukung Industrialisasi Bambu di Kawasan Transmigrasi

0

Jakarta ,TelusuR.ID – Wakil Menteri Transmigrasi Viva Yoga Mauladi menyambut positif rencana investasi dari China dalam pengembangan bambu varietas reed (reed bamboo) di kawasan transmigrasi. Dukungan tersebut disampaikan saat menerima kunjungan delegasi Promosi Perdagangan Indonesia–Guangdong (PPIG) di Kantor Kementerian Transmigrasi, Kalibata, Jakarta, Kamis (18/12/2025).

Delegasi PPIG yang dipimpin Indonesia Executive Chairman Mr Sim dan Director of The Economic Diplomacy Office Mr Jay Yu datang untuk menjajaki peluang investasi sektor bambu di Indonesia. Dalam pertemuan tersebut, PPIG memaparkan potensi reed bamboo yang dinilai memiliki nilai ekonomi tinggi dan prospek industri yang luas.

Reed bamboo dapat diolah menjadi serat bambu (fiber bamboo) yang digunakan sebagai bahan baku berbagai produk tekstil, seperti kaos, jaket, kaos kaki, penutup kepala, dan produk fesyen lainnya. Selain itu, daun bambu dapat dimanfaatkan sebagai pakan ternak, khususnya sapi. Menurut Jay Yu, reed bamboo juga berperan dalam mereduksi karbon dioksida sehingga berpotensi menjadi komoditas pasar karbon bernilai tinggi.

Dari sisi budidaya, reed bamboo relatif mudah dikembangkan. Tanaman ini dapat bertahan hingga 15 tahun tanpa pupuk dan rekayasa budidaya khusus. Dengan lahan sekitar 0,27 hektare, petani sudah dapat menanam reed bamboo. Dalam satu hektare lahan, tanaman ini diklaim mampu menghasilkan keuntungan hingga 12.750 dolar AS per tahun, dengan harga bibit sekitar 0,6 dolar AS per batang.

PPIG menyatakan keinginannya untuk menjadikan Indonesia sebagai produsen serat bambu terbesar di Asia Tenggara. Untuk itu, investasi yang direncanakan mencakup seluruh rantai produksi, mulai dari penanaman hingga pengolahan. Investor dari China juga berencana membangun pabrik pengolahan, dengan satu pabrik direncanakan berdiri di setiap lahan seluas 70 hektare.

Menanggapi rencana tersebut, Viva Yoga menyatakan masyarakat Indonesia sudah akrab dengan bambu, baik yang dibudidayakan maupun yang tumbuh alami. Ia menegaskan bahwa pengembangan bambu di kawasan transmigrasi sejalan dengan program Kementerian Transmigrasi.

Viva Yoga juga mengungkapkan pengalamannya mengunjungi Yayasan Bambu Indonesia di Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, yang memiliki 161 varietas bambu. Dari beragam varietas tersebut, pemerintah akan memilih jenis yang paling sesuai untuk dikembangkan di kawasan transmigrasi.

Sebelumnya, kerja sama penanaman bambu juga pernah dilakukan di Kawasan Transmigrasi Ponu, Kabupaten Timor Tengah Utara, Nusa Tenggara Timur, untuk pengembangan biomassa sebagai sumber energi listrik. Proyek tersebut dilaksanakan bersama salah satu anak perusahaan BUMN dan hingga kini masih dalam proses.

Mantan anggota Komisi IV DPR RI dua periode itu menegaskan pentingnya industrialisasi di kawasan transmigrasi sebagai bagian dari transformasi transmigrasi di era Presiden Prabowo Subianto. Menurutnya, transmigrasi tidak lagi sekadar memindahkan penduduk, tetapi harus berorientasi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Dalam setiap investasi di kawasan transmigrasi, Viva Yoga menekankan agar transmigran dan masyarakat setempat dilibatkan secara aktif. Selain memperoleh manfaat ekonomi, keterlibatan tersebut diharapkan dapat menumbuhkan rasa memiliki dan tanggung jawab dalam menjaga keberlanjutan investasi.

Hijaukan Lereng Merapi, TNI dan Forkopimda Boyolali Tanam Pohon Cegah Bencana

0

Boyolali, TelusuR.ID – Komitmen menjaga kelestarian alam terus ditunjukkan oleh jajaran TNI bersama pemerintah daerah. Danramil 06/Cepogo Kapten Inf Daryowantoro, bersama Forkopimda Boyolali melaksanakan kegiatan penanaman pohon di perbatasan Hutan Merapi, Dukuh Londo Sari, Desa Jombong, Kecamatan Cepogo, Kabupaten Boyolali, Rabu (17/12/2025).

Kegiatan penanaman pohon ini menjadi bagian dari upaya pelestarian lingkungan sekaligus langkah preventif dalam mencegah potensi bencana alam seperti longsor dan banjir, khususnya di kawasan lereng Gunung Merapi yang rawan bencana hidrometeorologi.

Danramil 06/Cepogo Kapten Inf Daryowantoro menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan wujud kepedulian bersama terhadap kondisi hutan yang sebagian tanamannya sudah berusia tua dan rawan kerusakan. Dengan penanaman kembali, diharapkan fungsi hutan sebagai penyangga alam dapat terus terjaga.

“Kegiatan tanam pohon ini merupakan simbol kepedulian kita bersama terhadap lingkungan. Selain menjaga kelestarian hutan, ini juga menjadi ikhtiar bersama untuk mencegah bencana hidrometeorologi yang kian mengancam,” ungkap Kapten Daryowantoro.

Ia menambahkan, penanaman pohon dilakukan sebagai langkah antisipasi terhadap erosi tanah, longsor, dan banjir, mengingat banyak pohon di kawasan tersebut yang sudah tua, berlubang, dan keropos.

“Dengan menanam kembali, kita berharap dapat memperkuat struktur tanah dan menjaga keseimbangan alam agar tetap lestari untuk generasi mendatang,” tambahnya.

Kegiatan ini turut dihadiri Wakil Bupati Boyolali, Ibu Fajar Nirwana, Kapolres Boyolali AKBP Rosyid Hartanto, S.H., S.I.K., M.H., serta jajaran Forkopimda. Kehadiran para pimpinan daerah tersebut menegaskan sinergi dan dukungan penuh lintas sektor dalam menjaga kelestarian lingkungan di wilayah Boyolali.

Di akhir kegiatan, Kapten Inf Daryowantoro menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berpartisipasi, khususnya Wakil Bupati Boyolali dan Forkopimda yang menyempatkan hadir di tengah kesibukan masing-masing.

(Agus Kemplu)

Terus Jaga Hubungan Baik, Babinsa Laksanakan Komsos Dengan Warga Binaan

0

Surakarta, TelusuR.ID – Menjaga hubungan yang lebih baik Babinsa Joyotakan Koramil 03/Serengan Kodim 0735/Surakarta Serka Sudiyono Melaksanakan Komsos dengan bapak Roni Selaku Warga Rt 02 Rw 03 JL. Wahit Hasim No 14 Kel Joyotakan Kec Serengan Kota Surakarta, Kamis (18/12/2025 ) Pkl 09.00 Wib

Serka Sudiyono mengungkapkan, jika kegiatan Komsos tersebut bertujuan untuk meningkatkan silaturahmi dengan warga binaannya. Sekaligus untuk mengetahui kondisi dan perkembangan di masyarakat.

Menurutnya, melalui kegiatan Komsos akan terjalin silaturahmi yang baik dengan warga binaan akan tercipta suasana yang nyaman dan sejuk, sehingga memperlancar tugas keseharian sebagai Babinsa di wilayahnya, “ungkapnya.

Diakui, dengan Rutin Komsos seorang Babinsa dapat mengetahui perkembangan situasi di wilayah desa binaan dan dapat melakukan upaya deteksi dini dan cegah dini, sehingga apabila ada hal-hal negatif yang berkembang bisa cepat diselesaikan.
“Apapun yang terjadi di wilayah binaan tentunya seorang Babinsa dapat mengetahuinya dan mengerti duduk persoalannya dengan baik, pungkasnya

(Agus Kemplu)

Babinsa Cek Penimbangan Balita, Berharap Tercipta Balita yang Sehat

0

Sragen,TelusuR.ID –  Serma Supriyanto Babinsa Desa Jurangjero Koramil 02/Karangmalang Kodim 0725/Sragen melaksanakan pengecekan kegiatan penimbangan balita yang dilaksanakan di Posyandu Dukuh Katukan Desa Puro Kecamatan Karangmalang,Kamis (18/12/2025). Kegiatan ini bertujuan untuk memantau pertumbuhan dan perkembangan balita sekaligus mendukung program kesehatan pemerintah dalam mencegah stunting sejak dini.

Dalam kesempatan tersebut, Supriyanto turut memantau proses penimbangan berat badan, pengukuran tinggi badan, serta pemberian makanan tambahan bagi balita. Supriyanto berharap melalui kegiatan rutin ini, kondisi kesehatan balita dapat terpantau secara berkala sehingga apabila ditemukan gangguan pertumbuhan dapat segera ditangani.

Supriyanto juga mengimbau para orang tua agar selalu rutin membawa anaknya ke Posyandu setiap bulan. Menurutnya, peran aktif orang tua sangat penting dalam menjaga kesehatan anak, mulai dari pemenuhan gizi seimbang, menjaga kebersihan lingkungan, hingga memberikan pola asuh yang baik.
“ Dengan sinergi antara Babinsa, tenaga kesehatan, dan masyarakat, diharapkan balita di wilayah binaan dapat tumbuh sehat, cerdas, dan terbebas dari stunting “ Ujarnya.

(Agus Kemplu)

Hadiri Haul Gus Dur ke 16 di Ponpes Tebuireng, Gubernur Khofifah Ajak Teladani Ajaran Kemanusiaan dan Keikhlasan Gus Dur

0

JOMBANG, TELUSUR.ID – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, menghadiri puncak peringatan Haul KH. Abdurrahman Wahid atau Gus Dur ke-16 di Pondok Pesantren Tebuireng, Kab. Jombang pada Rabu (17/12).

Hadir bersama Wakil Gubernur Emil Elestianto Dardak, Gubernur Khofifah menyebut bahwa momentum tahun ini terasa sangat istimewa karena dirangkaikan dengan Tasyakuran Penganugerahan Gelar Pahlawan Nasional kepada Gus Dur yang juga Presiden ke-4 RI.

Di momen Haul Ke-16 Gus Dur ini Gubernur Khofifah mengajak seluruh masyarakat untuk kembali melihat begitu banyak keteladanan dan pelajaran dari seorang Gus Dur.

Khofifah menceritakan bagaimana kedekatannya dengam Almarhum Gus Dur semasa hidupnya. Gus Dur disebutnya pernah berpesan bahwa ketika beliau wafat di batu nisannya beliau ditulis The Humanist Died Here. Dimana sekarang menjadi The Humanist Rest Here.

“Gus Dur bukan hanya seorang Bapak Pluralisme tapi juga Bapak Kemanusiaan. Maka Gus Dur hadir dan melekat di hati manusia apapun agamanya, daerahnya, organisasinya. Gus Dur hidup di hati manusia dimana-mana,” ucap Khofifah.

Keberadaan Gus Dur di hati bangsa dan seluruh umat Indonesia merupakan bukti nyata pertemuan hati dengan kekuatan keikhlasan yang dicontohkannya.

“Hati kita melekat pada sosok perjuangan, pikiran dan keteladanan bagi sangat banyak sisi kehidupan kemanusiaan Gus Dur,” lanjut Gubernur Khofifah.

Sepeninggal Gus Dur, disebutnya telah memberikan social capital luar biasa bukan hanya bagi Jatim dan Indonesia, tapi juga kepada dunia.

Kaitan anugerah Pahlawan Nasional yang diberikan kepada Gus Dur, secara khusus Khofifah menyebut Gus Dur telah menjadi sosok Pahlawan Kemanusiaan jauh sebelum diberikan gelar Pahlawan Nasional pada November lalu.

“Semoga kita bisa mengikuti jejak keteladanan dan sisi kekuatan keikhlasan beliau dan referensi kemanusiaan beliau. Meneladani Gus Dur dalam Merawat Keislaman, Kebangsaan, dan Kemanusiaan,” pungkasnya.

Senada dengan Gubernur Khofifah, Putri Gus Dur Yenny Wahid juga mengutarakan kekagumannya kepada sosok ayah sekaligus putra bangsa kebanggaan Indonesia.

“Kami meyakini bahwa keteladanan keikhlasan yang dimiliki Gus Dur merupakan alasan utama bagaimana Gus Dur masih sangat dicintai oleh masyarakat dari berbagai kalangan hingga saat ini,” ujarnya.

Keikhlasan ini juga yang kami yakin dijalankan di dalam tubuh Nahdlatul Ulama. NU disebutnya memiliki Intangible Asset yang luar biasa yaitu keikhlasan.

“Itu yang dipraktekkan oleh Gus Dur. Yang mana membawa NU sebagai organisasi Islam terbesar di dunia,” tuturnya.

Turut hadir dalam Haul Ke-16 Gus Dur, Wakil Menteri Agama RI Dr. KH. Romo R. Muhammad Syafi’i, Putri bungsu Gus Dur Inayah Wahid, Pengasuh Pesantren Tebuireng KH. Abdul Hakim Machfudz, jajaran Forkopimda Jatim serta ribuan masyarakat dari berbagai daerah.

TACB dan Pegiat Sejarah Datangi Kementrian Kebudayaan Serahkan Data Bung Karno Lahir Di Jombang

0

JAKARTA, TELUSUR.ID – Sejumlah data terkait sejarah kelahiran Presiden pertama RI, Ir. Soekarno atau Bung Karno, diserahkan kepada Kementerian Kebudayaan RI, Rabu (17/12) oleh Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) Jombang dan pegiat sejarah.

Data yang diserahkan berupa, kajian rekomendasi TACB Jombang tahun 2024 tentang Situs Kelahiran Bung Karno di Ploso Jombang, sejumlah kliping berita, maupun buku-buku.

Terdapat empat buah buku yang diserahkan. Yakni, buku berjudul Candradimuka karya Dian Sukarno, buku berjudul Ida Ayu Nyoman Rai Ibu Bangsa karya Prof. Nurinwa dkk, buku berjudul Tiik Nol Soekarno – Ploso 1902 karya Binhad Nurrohmat, dan buku berjudul Menemukan Bung Karno Di Jombang karya Moch. Faisol.

Anggota TACB Kabupaten Jombang, Arif Yulianto mengatakan, penyerahan data-data terkait kelahiran Bung Karno di Ploso Jombang 6 Juni 1902 ini merupakan momentum penting, agar pemerintah pusat dalam hal ini Kementerian Kebudayaan RI mengetahui secara detail tentang adanya sejarah tersebut.

“Dengan begitu, kami berharap, pemerintah pusat juga ikut ambil bagian dalam pelurusan sejarah kelahiran Bung Karno,” kata Arif Yulianto, Kamis (18/12).

Pria yang akrab disapa Cak Arif itu menambahkan, pihaknya juga berharap agar Kementerian Kebudayaan RI dapat memfasilitasi agar pihak Jombang dan Surabaya bertemu dalam satu forum untuk membedah data yang dimiliki oleh Jombang maupun Surabaya terkait kelahiran Bung Karno.

Sementara itu, Pembina Situs Persada Soekarno Kediri, RM. Kuswartono mengatakan, pihaknya mendukung penuh upaya-upaya TACB Jombang maupun para pegiat sejarah Bung Karno di Jombang yang terus memperjuangkan legitimasi pemerintah terkait sejarah kelahiran Bung Karno di Ploso Jombang 6 Juni 1902.

“Semua hal yang dilakukan untuk memperjuangkan pelurusan sejarah ini kami dukung penuh,” kata Kuswartono.

Kuswartono yang juga kerabat Bung Karno itu optimis, pada akhirnya pemerintah pasti akan menetapkan sejarah kelahiran Bung Karno yang sebenarnya, yakni di Ploso Jombang pada 6 Juni 1902.

“Kami di keluarga Situs Persada Soekarno Kediri sangat yakin bahwa memang Bung Karno lahir di Ploso Jombang pada 6 Juni 1902,” pungkas Kuswartono.