TelusuR.ID

Beranda blog Halaman 134

Pesantren Mahasantri An Najah Purwokerto Kunjungi MAN 4 PP Mamba’ul Ma’arif Dalami Kurikulum Berbasis Cinta

0

JOMBANG, TELUSUR.ID -MAN 4 PP. Mamba’ul Ma’arif, Denanyar, menerima kunjungan dari Pesantren Mahasantri An-Najah Purwokerto. Kunjungan ini bertujuan untuk memperluas pengetahuan dan pengalaman dalam bidang pendidikan dan pengembangan kelembagaan.

Kegiatan yang digelar di Gedung KH. Bisri Syansuri lantai 3 ini menitikberatkan pada penguatan motivasi hidup mahasantri serta pengenalan pendekatan pembelajaran dan kurikulum berbasis cinta.

Pengasuh Pesantren Mahasiswa An Najah Purwokerto, Mohammad Rokib, menyampaikan bahwa kunjungan ini tidak sekadar silaturahmi, akan tetapi menjadi ikhtiar mempertemukan mahasantri dengan lingkungan pendidikan yang dinilai berhasil membangun karakter dan arah hidup murid.

“Kunjungan ke MAN 4 Jombang ini dilandasi niat silaturahmi dan berbagi ilmu. Kami ingin para mahasantri mendapatkan motivasi langsung dari lingkungan pendidikan yang telah berpengalaman membina karakter dan prestasi,” ujar Mohammad Rokib, Selasa (27/1/2026).

Menurutnya, mahasantri perlu memiliki orientasi hidup yang jelas supaya mampu menata masa depan secara matang tanpa kehilangan pijakan nilai.

“Mahasantri harus punya arah hidup. Kesuksesan bukan hanya soal capaian, tetapi bagaimana nilai-nilai keislaman tetap menjadi pegangan dalam setiap prosesnya,” tuturnya.

Kepala MAN 4 Jombang, Moh. Ilyas menekankan bahwa pendidikan harus mampu menyiapkan murid menghadapi realitas kehidupan melalui proses panjang dan berkesinambungan.

Menurutnya, kesuksesan tidak datang secara instan. Yakni, Ia dibentuk oleh niat yang lurus, proses yang konsisten, disiplin, dan kemauan untuk terus belajar serta memperbaiki diri.

“MAN 4 Jombang terus mendorong ekosistem pendidikan yang tidak hanya mengejar capaian akademik, tetapi juga menanamkan karakter, etos kerja, dan keberanian bermimpi pada murid,” tuturnya.

Pembahasan kemudian diperkuat melalui materi pembelajaran dan kurikulum berbasis cinta yang disampaikan oleh Waka Kurikulum, Didik Pratikno. Pendekatan ini menempatkan hubungan manusiawi antara pendidik dan murid sebagai fondasi utama proses belajar.

“Kurikulum berbasis cinta menempatkan murid sebagai manusia utuh, bukan sekadar objek belajar. Pendidikan harus menghadirkan rasa aman, empati, dan keteladanan,” terang Didik.

Dia menegaskan, pembelajaran yang berangkat dari cinta akan melahirkan pemahaman yang lebih dalam dan berdampak jangka panjang.

“Ketika cinta menjadi dasar pembelajaran, maka ilmu tidak hanya dipahami, tetapi juga dihayati dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari,” pungkasnya.

MAN 4 PP Mambaul Maarif Denanyar Jombang menilai kegiatan ini sebagai bagian dari upaya memperkuat peran lembaga pendidikan dalam menyiapkan generasi muda yang tangguh, berkarakter, dan siap menghadapi tantangan zaman melalui kolaborasi dan pertukaran gagasan.

Polres Jombang Ungkap Kasus Curanmor, 34 Kendaraan Di Amankan

0

JOMBANG, TELUSUR.ID – Satreskrim Polres Jombang berhasil mengungkap kasus pencurian kendaraan bermotor (curanmor) yang terjadi di sejumlah wilayah di Kabupaten Jombang.

Dalam ungkap kasus Curanmor itu, Kapolres Jombang AKBP Ardi Kurniawan menyampaikan, polisi telah mengamankan sebanyak 34 unit sepeda motor hasil kejahatan.

Dari jumlah tersebut, tujuh unit kendaraan telah diketahui pemiliknya, sementara 27 unit lainnya masih dalam proses pengembangan.

“Sebanyak 17 tersangka berhasil kami amankan. Dari jumlah tersebut, 10 orang merupakan residivis kasus pencurian sepeda motor yang sebelumnya telah menjalani hukuman dan kembali mengulangi perbuatannya,” ujar AKBP Ardi Kurniawan, Selasa (27/1/2026).

Kapolres mengungkapkan, para pelaku menggunakan berbagai modus dalam menjalankan aksinya. Di antaranya menggunakan kunci T, mendorong kendaraan, hingga memanfaatkan kelalaian korban yang meninggalkan kunci motor tergantung di dashboard.

“Dari total kendaraan yang diamankan, delapan unit diketahui dicuri karena kunci masih menempel pada sepeda motor,” terangnya.

Kasatreskrim Polres Jombang AKP Dimas Robin Alexander menambahkan, berdasarkan hasil penyelidikan, 12 unit sepeda motor dicuri dengan menggunakan kunci T.

Delapan unit lainnya diambil karena kunci masih tergantung, satu unit merupakan hasil pencurian dengan kekerasan (curas), dan 10 unit sisanya dicuri dengan cara didorong atau distut.

“Rata-rata waktu kejadian berlangsung pada dini hari, antara pukul 00.00 hingga 05.00 WIB,” jelasnya.

Dimas melanjutkan, lokasi kejadian perkara ini berbagai macam, ada yang berada di halaman atau teras rumah tanpa pagar, serta di kawasan pusat keramaian.

“Para pelaku memanfaatkan situasi sepi dan kelengahan pemilik kendaraan untuk melancarkan aksinya,” bebernya.

Hasil curian tersebut kemudian dijual oleh para pelaku, baik secara langsung maupun melalui media sosial dengan sistem transaksi daring maupun cash on delivery (COD).

Kapolres Jombang menegaskan, keberhasilan pengungkapan kasus ini merupakan bentuk komitmen kepolisian dalam menjaga keamanan. Namun, ia menekankan bahwa pencegahan kejahatan jauh lebih penting.

Kepolisian juga mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, memastikan kendaraan terkunci dengan aman, serta tidak meninggalkan kunci menempel guna meminimalkan potensi terjadinya pencurian.

“Bagi kami, mengungkap kasus ini adalah kebanggaan. Tetapi yang lebih utama adalah bagaimana kita bersama-sama mencegah terjadinya kejahatan curanmor dan tindak kriminal lainnya di Kabupaten Jombang,” pungkasnya.

Babinsa Budayakan Kerja Bakti, Bersama Warga Bangun Talud Jalan Agar Aliran Air Lancar

0

Sragen, TelusuR.ID – Serma Sumartana Babinsa Desa Guworejo Koramil 02/Karangmalang Kodim 0725/Sragen terus membudayakan semangat gotong royong di tengah masyarakat dengan mengajak warga melaksanakan kerja bakti pembangunan talud jalan di Dukuh Jimbar Rt. 02 Desa Guworejo,Selasa (27/01/2026).

Kegiatan kerja bakti tersebut dilakukan secara bersama-sama oleh Babinsa dan warga setempat sebagai upaya memperlancar aliran air serta mencegah terjadinya genangan dan erosi yang dapat merusak badan jalan.

Sumartana menyampaikan bahwa pembangunan talud jalan ini sangat penting untuk menjaga infrastruktur desa agar tetap kuat dan aman, terutama saat musim hujan. Dengan adanya talud, aliran air dapat terkontrol dengan baik sehingga tidak merusak permukaan jalan maupun lingkungan sekitar.

Selain untuk kepentingan infrastruktur, kegiatan ini juga bertujuan menumbuhkan kembali budaya kerja bakti dan gotong royong yang menjadi ciri khas masyarakat desa.

Sumartana mengapresiasi antusiasme warga yang ikut terlibat langsung dalam kegiatan tersebut, serta berharap kebersamaan ini terus terjaga demi terciptanya lingkungan desa yang bersih, aman, dan nyaman, Ucapnya.

(Agus Kemplu)

Komitmen Kejari Jombang Eksekusi Buronan 16 Tahun Terjerat Kasus Korupsi Dana Hibah

0

JOMBANG, TELUSUR.ID – Pelarian panjang Hariyono, tersangka kasus korupsi dana hibah PSSI Jombang yang masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO), akhirnya berakhir. Setelah 16 tahun buron, sejak perkara bergulir.

Hariyono diamankan oleh Tim Satgas Intelijen Reformasi dan Inovasi (SIRI) Kejaksaan Agung pada Jumat 23 Januari 2026. Ia ditemukan di persembunyiannya di Perumahan Sofie Residence, Purwasari, Karawang, Jawa Barat. Dan, kini ia dijebloskan ke Lapas II B Jombang.

Kepala Seksi Intel Kejaksaan Negeri Jombang, I Made Deady Permana Putra, meyampaikan kronologis penangkapan Hariyono. Ia menyebut proses serah terima terpidana dari Kejaksaan Agung dilakukan di Jakarta Selatan pada, Sabtu (24/1/2026). Sebelum akhirnya dibawa ke Jombang.

“Proses serah terima di lakukan di Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan. Lalu, terpidana kami bawa ke Jombang untuk menjalan proses hukum lebih lanjut,” ujar Deady, Selasa (27/1/2026).

Kasus yang menjerat Hariyono bermula dari penyelewengan dana hibah APBD Jombang tahun 2008-2010 yang dikelola PSSI Jombang. Berdasarkan Putusan MA Nomor 1971K/Pid.Sus/2012, Hariyono terbukti bersalah dalam tindak pidana korupsi yang merugikan negara Rp. 277.115.000.

Deady menuturkan, eksekusi ini merupakan amanah dari putusan hakim yang telah berkekuatan hukum tetap (inkrah).

“Berdasar putusan Mahkamah Agung RI, terpidana dijatuhi hukuman penjara selama 4 tahun serta denda Rp 200 juta. Jika denda tidak dibayar, maka diganti kurungan 4 bulan,” terangnya.

Selain itu, Hariyono juga diwajibkan membayar uang pengganti sebesar Rp.112.000.000. Jika tidak dipenuhi, ia harus menjalani tambahan pidana penjara selama 6 tahun.

Setelah sempat dititipkan di Rutan Kejaksaan Tinggi Jawa Timur Cabang Rutan Kelas I Surabaya pada hari Minggu, jaksa akhirnya membawa Hariyono ke Lapas Kelas II B Jombang.

“Kami resmi melaksanakan eksekusi terhadap Hariyono di Lapas II B Jombang. Ini merupakan komitmen dalam menuntaskan perkara-perkara yang terhambat karena terpidana melarikan diri,” pungkasnya.

Kapolres Pimpin Upacara Penganugerahan Tanda Kehormatan Satyalancana Pengabdian bagi Personel Polri di Jombang

0

JOMBANG, TELUSUR.ID – Kepolisian Resor (Polres) Jombang menggelar upacara penganugerahan Tanda Kehormatan Satyalancana Pengabdian kepada personel Polri yang telah menunjukkan dedikasi, loyalitas, serta pengabdian dalam pelaksanaan tugas kepolisian, Senin (26/1/2026).

Upacara berlangsung khidmat di lapangan Mapolres Jombang dan dipimpin langsung oleh Kapolres Jombang AKBP Ardi Kurniawan, S.H., S.I.K., CPHR. Kegiatan tersebut dihadiri oleh pejabat utama Polres Jombang, para Kapolsek jajaran, serta personel Polri dan ASN di lingkungan Polres Jombang.

Dalam amanatnya, Kapolres Jombang menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada seluruh personel penerima Tanda Kehormatan Satyalancana Pengabdian. Ia menegaskan bahwa penghargaan tersebut merupakan bentuk pengakuan negara atas darma bakti, kesetiaan, serta pengabdian luar biasa kepada bangsa dan negara selama masa kedinasan.

“Satyalancana Pengabdian ini adalah wujud penghargaan negara atas pengabdian yang tulus, penuh loyalitas, dan tanpa cacat selama bertugas sebagai anggota Polri,” ujar AKBP Ardi Kurniawan.

Menurut Kapolres, penghargaan tersebut tidak hanya sebatas pemenuhan hak administratif, melainkan memiliki makna yang lebih mendalam sebagai simbol kehormatan dan tanggung jawab moral bagi setiap penerimanya.

“Penghargaan ini tidak boleh dimaknai sekadar seremonial, tetapi harus menjadi pengingat bahwa ke depan tanggung jawab saudara semakin besar, baik kepada institusi, masyarakat, maupun negara,” tegasnya.

Lebih lanjut, AKBP Ardi Kurniawan berharap Tanda Kehormatan Satyalancana Pengabdian dapat menjadi motivasi bagi seluruh anggota Polri, khususnya di lingkungan Polres Jombang.

“Jadikan penghargaan ini sebagai teladan dan motivasi bagi anggota yang lain untuk terus bekerja dengan penuh dedikasi dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat,” tambahnya.

Kapolres Jombang juga mengajak seluruh jajaran untuk senantiasa menjaga marwah institusi Polri, diri sendiri, dan keluarga dengan menghindari segala bentuk pelanggaran serta mengisi waktu dengan kegiatan yang positif dan bermanfaat.

Sebagai informasi, pada tahun ini terdapat 61 personel Polres Jombang dan Polsek jajaran yang menerima Satyalancana Pengabdian, dengan rincian masa kerja 8 tahun sebanyak 35 personel, 16 tahun sebanyak 4 personel, 24 tahun sebanyak 18 personel, dan 32 tahun sebanyak 4 personel. Para penerima berasal dari unsur Perwira Pertama hingga Bintara Polri yang selama ini menjalankan tugas perlindungan, pengayoman, pelayanan, serta penegakan hukum bagi masyarakat Kabupaten Jombang.

Usai upacara penganugerahan, kegiatan dilanjutkan dengan pemberian penghargaan kepada 11 personel Polri atas prestasi dan dedikasi dalam pelaksanaan tugas. Sebanyak 10 personel dari Satgas Khusus Curanmor Unit 1 menerima penghargaan atas keberhasilan mengungkap kasus pencurian kendaraan bermotor di wilayah hukum Polres Jombang dalam kurun waktu dua bulan, dengan barang bukti kendaraan roda dua sebanyak 30 unit.

Sementara itu, satu personel Polri dari Pamapta 3 SPKT Polres Jombang juga menerima penghargaan atas dedikasi dan kesigapan dalam merespons laporan masyarakat melalui layanan Call Center 110 Polri terkait dugaan tindak penganiayaan terhadap seorang warga negara asing asal Kamboja di wilayah hukum Polres Jombang.

Pasca Hujan, Babinsa Sigap Bantu Uruk Jalan Sawah yang Rusak

0

Sragen,TelusuR.ID – Pasca hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Dukuh Baran Rt. 14, sejumlah jalan sawah mengalami kerusakan sehingga menyulitkan aktivitas para petani. Menyikapi kondisi tersebut, Babinsa Koramil 16/Miri Kodim 0725/Sragen Serka Slamet Sriyanto turun langsung ke lapangan membantu warga melaksanakan pengurukan jalan sawah yang rusak, guna memperlancar akses menuju lahan pertanian, (26/01/2026)

Kegiatan gotong royong tersebut dilakukan bersama para petani dengan menggunakan material urukan padas. Serka Slamet bahu membahu bersama warga meratakan jalan yang berlubang dan becek akibat tergerus air hujan, sehingga dapat kembali dilalui kendaraan roda dua maupun alat pertanian.

Slamet menyampaikan bahwa perbaikan jalan sawah ini sangat penting karena menjadi jalur utama petani dalam mengangkut hasil pertanian serta sarana penunjang kegiatan bercocok tanam. Dengan akses jalan yang baik, diharapkan aktivitas pertanian warga dapat berjalan lancar tanpa hambatan.

Selain membantu perbaikan jalan, Slamet juga mengimbau warga agar terus menjaga semangat gotong royong dan bersama-sama merawat fasilitas jalan pertanian, terutama di musim penghujan yang rawan menyebabkan kerusakan.

(Agus Kemplu)

Resmikan Gedung Aimmah, Bupati Warsubi Tekankan Peran Strategis Pesantren dalam Membangun Peradaban

0

JOMBANG, TELUSUR.ID – Bupati Jombang, Warsubi, S.H., M.Si., telah meresmikan Gedung Aimmah di Pondok Modern El-Haq Putra, yang ada di Kecamatan Bareng, pada Minggu (25/1/2026) pagi. Peresmian ini dirangkaikan dengan acara Open House dan Tabligh Akbar yang mengusung tema “Peran Strategis Pesantren dalam Membangun Peradaban Umat dan Bangsa”.

Acara yang berlangsung khidmat tersebut dihadiri KH. M. Badrun Syahir, M.A. dari Universitas Darussalam Gontor selaku penceramah, Pimpinan Pondok Modern El-Haq KH. Ainur Rofiq, Lc., serta Ketua PD Muhammadiyah Jombang Dr. Ir. Abdul Malik, MP, IPU. Tampak hadir juga Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Jombang Ibu Yuliati Nugrahani, bersama Ning Ema Erfina.

Dalam sambutannya, Bupati Jombang Warsubi menyampaikan apresiasi atas dedikasi Pondok Modern El-Haq dalam kontribusinya terhadap dunia pendidikan di Jombang. Beliau menekankan bahwa pesantren adalah institusi vital yang menjadi jangkar moral bagi generasi muda.

“Tema hari ini menegaskan bahwa pesantren adalah institusi yang membentuk cara pandang, sikap, dan tanggung jawab generasi muda. Di dalam pesantren, nilai keilmuan tumbuh berdampingan dengan pembinaan akhlak dan kedisiplinan,” tutur Bupati Warsubi .

Lebih lanjut, Bupati menyatakan bahwa kekuatan utama pesantren terletak pada kemampuannya menyelaraskan aspek spiritual dengan tantangan zaman. Menurutnya, lulusan pesantren harus siap menghadapi dinamika kehidupan modern tanpa kehilangan jati diri.

“Inilah kekuatan pesantren dalam menyiapkan generasi yang memiliki landasan spiritual yang kokoh, dengan disertai kesiapan untuk menghadapi dinamika kehidupan modern. Peran pesantren tidak berhenti pada pendidikan formal semata, tetapi juga pada pembentukan kesadaran sosial,” tambahnya.

Terkait peresmian Gedung Aimmah, Bupati berharap fasilitas baru tersebut dapat memacu semangat para santri dan pengelola pondok untuk terus meningkatkan prestasi. Beliau berpesan agar aspek kualitas pendidikan tetap menjadi prioritas utama.

“Saya berharap, hadirnya gedung baru ini dapat menjadi sarana pendukung yang representatif dalam menunjang proses pembelajaran, pengembangan potensi santri, serta menciptakan lingkungan pendidikan yang semakin kondusif, nyaman, dan berkualitas,” tegasnya.

Peresmian ditandai dengan ucapan Bismillahirrahmanirrahim dan penandatanganan prasasti oleh Bupati, yang kemudian dilanjutkan dengan sesi ceramah agama. Sebelum prosesi inti, undangan yang hadir juga disuguhi berbagai penampilan bakat santri, mulai dari tahfidz Al-Qur’an, pidato tiga bahasa, hingga demonstrasi seni bela diri Tapak Suci.

Acara ini turut dihadiri oleh Sekdakab Jombang Agus Purnomo, Asisten, Kepala OPD terkait lingkup Pemkab Jombang, perwakilan Forkopimcam Bareng, Presdir Afco Group H. Agung Wicaksono, ST, serta wali santri dan tokoh masyarakat setempat.

Bincang Santai, Cara Ampuh Babinsa Kemlayan Selalu Dekat dan Berinteraksi Langsung Dengan Warganya. 

0

Surakarta,TelusuR.ID — Kegiatan sambang Warga  rutin dilakukan Babinsa Kemlayan Koramil 03/Serengan  Kodim 0735/Surakarta Serka Priyanto guna mengetahui perkembangan dan permasalahan yang terjadi di wilayah binaanya. Seperti halnya yang dilakukan, saat Sambang melaksanakan Komsos bersama warga binaan dengan bapak Tukiran sebagai Ketua Rt 05 RW 04 Kelurahan Kemlayan Serengan Kota Surakarta, dalam kesempatan tersebut Babinsa memberikan himbauan agar warga dapat menjaga kenyamanan wilayah guna mewujudkan kondusifitas wilayah yang kuat (25/01/2025)

Dalam kesempatan tersebut Babinsa Menyampaikan pentingnya peran masyarakat dalam menciptakan kondusifitas wilayah itu sendiri di tingkat RT,/RW di Kelurahan Kemlayan. Kegiatan Sambang dan Komunikasi sosial yang dilaksanakan juga bertujuan untuk menjalin silahturahmi sehingga terjalin hubungan yang harmonis sekalian mencari Informasi sehingga nantinya akan tercipta situasi yang aman dan kondusif di wilayah binaan.

Sebagai ketua RT bapak Tukiran mengatakan dengan keberadaan Babinsa yang melaksanakan Sambang dan berinteraksi langsung di wilayah Binaan kami merasa senang dan begitu dekat dengan Babinsa dan selalu ada di tengah-tengah masyarakat, ungkapnya.

 

(Agus Kemplu)

Koramil 06 Cepogo Bersama Warga Gelar Ronda Malam, Tingkatkan Kewaspadaan Lingkungan

0

Boyolali,TelusuR.ID – Dalam rangka menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan, anggota Koramil 06 Cepogo bersama komponen pendukung (Komduk) dan warga binaan melaksanakan kegiatan ronda malam di wilayah Desa Candi Gatak, Kecamatan Cepogo, Kabupaten Boyolali, pada Sabtu Malam pukul 22.00 WIB.

Kegiatan ronda malam6 tersebut dipimpin langsung oleh Babinsa Desa Candi Gatak, Serka Aris Mahmud, bersama dua orang anggota Koramil 06 Cepogo dan masyarakat setempat. Ronda malam dilakukan sebagai upaya preventif untuk mencegah potensi gangguan keamanan serta menciptakan rasa aman dan nyaman bagi warga, (25/02/2026)

Selain patroli keliling lingkungan, Babinsa juga memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya kewaspadaan dalam kehidupan sehari-hari. Warga dihimbau untuk selalu memperhatikan situasi di sekitar tempat tinggal dan segera melaporkan apabila menemukan hal-hal yang mencurigakan, sehingga potensi gangguan keamanan dapat dicegah sejak dini.

Serka Aris Mahmud menegaskan bahwa sinergi antara TNI dan masyarakat sangat penting dalam menjaga stabilitas keamanan wilayah. “Keamanan lingkungan bukan hanya tugas aparat, tetapi juga tanggung jawab bersama. Dengan ronda malam, kita bisa saling menjaga dan mempererat kebersamaan,” ujarnya.

Kegiatan berjalan dengan tertib, aman, dan mendapat sambutan positif dari warga, yang merasa lebih tenang dengan kehadiran aparat dan sistem keamanan lingkungan yang aktif.

(Agus Kemplu)

Wamen Viva Yoga Bersepakat dengan Ajik, Produk UMKM Kawasan Transmigrasi Dipasarkan di Toko Oleh-Oleh Krisna Bali

0

Lampung,TelusuR.ID – Menyusuri jalan menuju Kawasan Transmigrasi Mesuji yang berada di Kabupaten Mesuji, Provinsi Lampung, seolah-olah kita berada di Bali karena di kanan-kiri jalan banyak terlihat di depan rumah ada bangunan sanggah, ada juga pura keluarga, seperti yang biasa kita lihat di rumah-rumah di Bali. Di tempat tertentu bahkan terlihat pura besar yang merupakan pura desa.

Menurut Wakil Menteri Transmigrasi Viva Yoga Mauladi, Mesuji merupakan salah satu produk kabupaten dari program transmigrasi. Transmigran yang datang di kabupaten yang berbatasan dengan Sumatera Selatan itu berasal dari Jawa dan Bali. “Transmigrasi yang dilakukan oleh pemerintah sejak jaman Presiden Soekarno hingga saat ini telah melahirkan desa definitif sebanyak 1.567 desa, 466 kecamatan, 116 kabupaten, dan 3 provinsi, yakni Provinsi Kalimantan Utara, Papua Selatan, dan Sulawesi Barat”, ujarnya, Mesuji, 23/1/2026.

Program transmigrasi tidak hanya melahirkan wilayah administrasi namun juga menciptakan daerah pertumbuhan ekonomi sosial baru. Sebagai kabupaten hasil pemekaran dari Kabupaten Tulang Bawang tahun 2008, Mesuji berhasil tumbuh sebagai wilayah baru yang memiliki banyak potensi. Sebagai buktinya, Viva Yoga berkunjung ke Desa Tanjung Menang Raya, Kecamatan Mesuji Timur, untuk melakukan panen melon.

Panen melon yang digelar sore itu sangat meriah. Hadir dalam acara itu Kapolda Lampung Irjen Pol Helfi Assegaf, Bupati Mesuji Hj. Elfianah, Wakil Bupati Yugi Wicaksono, Plt Bupati Lampung Tengah I Komang Koheri, pemilik Toko Oleh-Oleh Krina Bali Gusti Ngurah Anom atau yang lebih dikenal Ajik Krisna, dan ribuan warga transmigran dan masyarakat lainnya.

Viva Yoga mengapresiasi semangat transmigran dan warga di sana dalam membudidayakan melon. “Selain melon di sini juga melimpah padi, pisang, singkong, dan tanaman industri lainya”, tuturnya. Mantan Anggota Komisi IV DPR dua periode itu mengatakan Kementerian Transmigrasi mempunyai tugas dan kewajiban membantu dan  mengoptimalkan  potensi yang ada agar memberi manfaat bagi transmigran, baik di satuan permukiman maupun masyarakat asal, “Kementerian Transmigrasi mengembangkan potensi yang ada sesuai dengan karakter dan keunggulan produk wilayah”, ujarnya. “Kalau di Polewali Mandar Sulawesi Barat kita kembangkan kakao, di Bungo Jambi kita kembangkan sawit, di Banyuasin Sumatera Selatan padi, dan di Kampar Riau nanas”, tambahnya.

Semua potensi unggulan akan dikelola dengan sistem dan usaha yang modern. Kementerian Transmigrasi mendorong adanya hilirisasi melalui industri yang melibatkan masyarakat sehingga akan tercipta ekosistem ekonomi yang terintegrasi di kawasan transmigrasi.

Dalam membangun dan mengembangkan produk unggulan, kementerian ini tidak sendirian namun melakukan kerja sama atau sinergi dengan berbagai kementerian, pemerintah daerah, BUMN, dan pihak swasta.

Ia ingin produk UMKM dari Mesuji bisa dipasarkan di Bali. Dirinya mendorong ada kerja sama antara pelaku usaha UMKM dengan Toko Oleh-Oleh Krisna Bali. “Agar produk pertanian transmigran dan warga bisa dijual di berbagai Toko Oleh-Oleh Krisna Bali yang tersebar tidak hanya di Bali namun juga kota lainnya”, harapnya. Toko Krisna Bali tercatat ada 34 outlet yang tersebar di berbagai tempat di Bali, dan ada juga di luar Bali, dibantaranya di Yogyakarta. Satu Outlet dalam sehari bisa diserbu hingga 5.000 wisatawan.

Kementerian yang beralamat di Kalibata, Jakarta, itu ingin pengembangan UMKM tidak sekedar berskala kecil namun juga mampu berskala nasional bahkan berorientasi ekspor. Pengembangan ekonomi di kawasan transmigrasi penting adanya kerjasama dengan investor untuk menanamkan investasinya sehingga memberikan ‘trickle down effect’ buat pengembangan ekonomi masyarakat yang selanjutnya berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.

Dirinya senang Ajik Krisna bisa datang ke Mesuji. Kehadirannya diharap menjadi motivasi agar produk UMKM dari kawasan ini tidak kalah dengan produk UMKM tempat lainnya. “Mesuji harus ada produk unggulan sehingga memiliki daya tawar yang tinggi”, tegasnya.

Dorongan melakukan sinergi sebagai bentuk komitmen Kementerian Transmigrasi agar kerja keras para transmigran dan warga yang membudidyakan potensi unggulan, kemudian mengolah, dan selanjutnya mengemas memiliki pasar yang besar. “Bila rantai produksi ini berjalan akan meningkakan pendapatan masyarakat”, ucap pria asal Lamongan, Jawa Timur.▪️