TelusuR.ID

Beranda blog Halaman 108

‎Masjid Al Huda Desa Kembang Kini Berdiri Megah, Hadiah Indah TMMD Jelang Idul Fitri

0

‎Wonogiri, TelusuR.ID – Masjid Al Huda di Desa Kembang kini berdiri kokoh dan siap digunakan sebagai tempat ibadah bagi warga. Setelah melalui proses rehabilitasi, bangunan masjid tampak lebih indah dan nyaman dengan kubah baru yang megah menghiasi bagian atasnya.

Suasana sekitar masjid pun terlihat lebih rapi dan bersih, memberikan semangat baru bagi masyarakat untuk beribadah, terlebih di bulan suci Ramadan yang penuh berkah.

‎Program rehabilitasi ini merupakan bagian dari kegiatan TMMD Reguler ke-127 Kodim 0728/Wonogiri yang dilaksanakan di Desa Kembang, Kecamatan Jatipurno, Kabupaten Wonogiri.

Berbagai pembaruan dilakukan untuk meningkatkan kenyamanan dan keamanan masjid, mulai dari pemasangan kubah baru, pembangunan plafon, pemasangan keramik, hingga pengecatan ulang yang membuat tampilan masjid semakin segar dan menarik.

‎Tak hanya memperindah bangunan, pembangunan talud di sekeliling masjid juga menjadi bagian penting dari program ini. Talud tersebut berfungsi sebagai penahan tanah agar area sekitar masjid lebih aman dari ancaman longsor.

Dengan demikian, masjid tidak hanya lebih indah dipandang, tetapi juga lebih kuat dan aman bagi jamaah yang datang untuk beribadah.

‎Kebahagiaan pun dirasakan oleh warga Desa Kembang. Mereka mengaku sangat bersyukur dan berterima kasih kepada jajaran TNI yang telah membantu mewujudkan masjid yang lebih layak dan nyaman.

Apalagi, selesainya rehabilitasi ini bertepatan dengan bulan Ramadan dan menjelang Hari Raya Idul Fitri, sehingga warga dapat melaksanakan ibadah dengan lebih khusyuk di masjid kebanggaan desa mereka.

(Agus Kemplu)

Krisis Pengawasan di Jombang: LBHAM Ingatkan Risiko Absolutisme dan Matinya Demokrasi

0

JOMBANG, TELUSUR.ID – Kualitas demokrasi di Kabupaten Jombang tengah mendapat sorotan tajam seiring munculnya tudingan lumpuhnya fungsi pengawasan DPRD terhadap eksekutif.

Lembaga Bantuan Hak Asasi Manusia (LBHAM) menilai kondisi ini sebagai indikator kuat terjadinya krisis demokrasi yang mengarah pada penurunan kualitas dari substansial menjadi sekadar prosedural semata.

Ketua LBHAM, Faizuddin FM, mengungkapkan bahwa fungsi pengawasan merupakan pilar utama checks and balances dalam pemerintahan daerah.

“Tanpa pengawasan yang ketat terhadap Bupati, sistem pemerintahan kehilangan keseimbangan yang berpotensi memicu terjadinya penyalahgunaan kekuasaan atau abuse of power secara masif,” ujar Gus Faiz, sapaan karibnya dalam keterangan tertulisnya, dikutip Telusur.id, Minggu (8/3/2026).

Menurut Faizuddin, ketika DPRD Jombang tidak menjalankan fungsi kontrolnya terhadap Perda, APBD, maupun kebijakan kepala daerah, lembaga legislatif tersebut hanya menjadi stempel formalitas belaka. Kondisi ini membuat kepala daerah cenderung bertindak absolut karena tidak adanya kontrol yang kuat dari wakil rakyat.

Lumpuhnya prinsip saling mengawasi ini secara teoretis berpotensi membuka ruang lebar bagi terjadinya praktik korupsi dan penyimpangan uang negara. Pengawasan DPRD seharusnya memastikan setiap rupiah dalam APBD digunakan sepenuhnya untuk kepentingan masyarakat, bukan untuk pemborosan anggaran yang tidak tepat sasaran.

“Tanpa fungsi pengawasan yang aktif, risiko terjadinya korupsi, penyelewengan, dan pemborosan anggaran daerah dipastikan akan meningkat pesat,” tegas Gus Faiz.

Absennya pengawasan ini berdampak langsung pada terabaikannya aspirasi masyarakat di kota kelahiran Gus Dur tersebut. Sebagai representasi rakyat, sikap “diam” atau ketundukan DPRD terhadap bupati mengakibatkan pelayanan publik tidak berjalan optimal karena kepentingan konstituen tidak lagi menjadi prioritas utama.

LBHAM juga menyoroti adanya indikasi relasi patron-klien atau kolusi antara legislatif dan eksekutif di Jombang. Fenomena di mana anggota dewan lebih patuh pada kepentingan bupati daripada rakyat yang memilihnya merupakan pertanda kuat menguatnya oligarki lokal yang mematikan kedaulatan rakyat.

Lebih lanjut, Faizuddin mengingatkan bahwa mandat rakyat bukan sekadar angka kemenangan dalam pemilu, melainkan titipan kepercayaan untuk tata kelola pemerintahan yang bersih. Penghianatan terhadap mandat ini tidak hanya merusak anggaran negara, tetapi juga mengikis legitimasi moral demokrasi di mata publik.

Pelanggaran hukum di level kepala daerah dipandang bukan sebagai peristiwa tunggal, melainkan hasil dari erosi kepercayaan antara rakyat dan pemimpinnya. Tanpa kesadaran dari semua pihak, demokrasi di daerah berisiko menjadi proses legal formal yang kehilangan jiwa dan esensinya.

LBHAM mengingatkan bahwa godaan kekuasaan sering kali hadir melalui pembenaran-pembenaran kecil, mulai dari fasilitas hingga lingkaran pujian yang mengaburkan batas kepentingan publik dan pribadi. Kompromi-kompromi yang dianggap wajar ini sering kali menjadi pintu masuk utama praktik korupsi yang sistematis.

Sebagai penutup, seluruh elemen masyarakat diajak untuk mengedepankan “akal waras” dalam mengawal jalannya pemerintahan. Penguatan kembali fungsi kontrol sosial dan legislatif menjadi harga mati agar demokrasi di Jombang tidak terjebak dalam kepentingan segelintir elite yang mengabaikan kesejahteraan rakyat.

Respons Eskalasi Timur Tengah, Panglima TNI Instruksikan Seluruh Pasukan Siaga 1

0
Kapuspen TNI Brigjen Aulia Dwi Nasrullah menjelaskan, instruksi Panglima TNI agar siaga satu tersebut sesuai yang diamanatkan dalam UU TNI.

JAKARTA, TELUSUR.ID – Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto secara resmi menginstruksikan seluruh jajaran pasukan di tanah air untuk menetapkan status Siaga 1. Perintah tegas ini dikeluarkan sebagai respons cepat atas meningkatnya eskalasi konflik di wilayah Timur Tengah serta pertimbangan strategis terhadap situasi keamanan di dalam negeri.

Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI, Brigjen Aulia Dwi Nasrullah, menegaskan bahwa instruksi ini merupakan wujud nyata dari amanat Undang-Undang TNI. Sebagai garda terdepan, TNI memiliki tanggung jawab mutlak untuk melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia dari potensi ancaman maupun gangguan keamanan.

“TNI harus senantiasa memelihara kemampuan dan kekuatan agar selalu siap operasional, terutama dalam mengantisipasi perkembangan lingkungan strategis, baik di tingkat internasional, regional, maupun nasional,” ujar Brigjen Aulia dalam keterangannya, dikutip Telusur.id Minggu(8/3/2026).

Instruksi ini tertuang dalam Telegram Nomor TR/283/2026 yang ditandatangani oleh Asisten Operasi (Asops) Panglima TNI, Letjen Bobby Rinal Makmun. Dalam dokumen tersebut, terdapat tujuh poin perintah krusial yang harus dilaksanakan secara profesional oleh seluruh pimpinan Komando Utama Operasi (Pangkotamaops) TNI.

Poin pertama memerintahkan penyiagaan personel dan alutsista di seluruh jajaran untuk melakukan patroli intensif di objek vital strategis serta sentra perekonomian. Area sensitif seperti bandara, pelabuhan, stasiun, terminal, hingga kantor PLN menjadi fokus pengamanan guna menjamin aktivitas publik tetap berjalan kondusif.

Di sektor udara, Komando Pertahanan Udara Nasional (Kohanudnas) diinstruksikan untuk melaksanakan deteksi dini dan pengamatan wilayah udara secara nonstop selama 24 jam. Langkah ini diambil untuk memastikan tidak ada pelanggaran kedaulatan udara yang dapat mengancam stabilitas keamanan nasional.

Kapuspen TNI Brigjen Aulia Dwi Nasrullah menjelaskan, instruksi Panglima TNI agar siaga satu tersebut sesuai yang diamanatkan dalam UU TNI.

Terkait situasi luar negeri, Badan Intelijen Strategis (Bais) TNI telah memerintahkan para Atase Pertahanan (Athan) RI di negara-negara terdampak konflik Timur Tengah untuk memetakan kondisi WNI. Langkah mitigasi dan rencana evakuasi mulai disusun melalui koordinasi intensif bersama Kementerian Luar Negeri dan otoritas terkait.

Khusus untuk wilayah ibu kota, Kodam Jaya/Jayakarta mendapatkan perintah untuk memperketat patroli di berbagai kedutaan besar dan objek vital strategis lainnya. Pengamanan ekstra di Jakarta dianggap krusial untuk menjaga kondusivitas pusat pemerintahan dan diplomasi internasional di tengah situasi global yang memanas.

Satuan intelijen TNI juga dikerahkan untuk melakukan deteksi dan cegah dini terhadap pergerakan kelompok-kelompok yang berpotensi mengganggu keamanan. Seluruh Badan Pelaksana Pusat (Balakpus) pun diminta tetap siaga di satuan masing-masing untuk mengantisipasi perkembangan situasi (Bangsit) yang terjadi.

Panglima TNI menekankan bahwa setiap perkembangan di lapangan harus dilaporkan secara berkala pada kesempatan pertama. Kedisiplinan dalam pelaporan ini menjadi kunci agar markas besar dapat mengambil keputusan cepat jika terjadi eskalasi situasi yang tidak terduga di berbagai titik.

Telegram instruksi ini berlaku bagi seluruh matra, mulai dari KSAD, KSAL, hingga KSAU beserta jajaran di bawahnya. Dengan kesiapsiagaan operasional yang tinggi, TNI berkomitmen penuh menjaga kedaulatan negara agar tetap tegak di tengah ketidakpastian geopolitik dunia saat ini.

Lebih dari Sekadar Berbagi, Program Nasi Berkah MAC Jadi Ruang Kemandirian Anak Autisme

0

MALANG, TELUSUR.ID – Bulan suci Ramadan 2026 menjadi momentum spesial bagi Malang Autism Center (MAC) melalui program “Nasi Berkah”. Bukan sekadar aksi sosial membagikan makanan berbuka, kegiatan rutin tahunan ini bertransformasi menjadi sarana pelatihan keterampilan hidup (life skills) yang nyata bagi anak-anak autisme di pusat terapi tersebut.

Memasuki 15 hari pertama pelaksanaan, terhitung sejak 19 Februari hingga 5 Maret 2026, tim MAC telah berhasil menyalurkan sebanyak 15.700 paket nasi berkah. Angka ini menunjukkan konsistensi lembaga dalam menjalankan misi sosial sekaligus edukasi bagi para siswanya di tengah suasana bulan penuh rahmat.

Paket makanan tersebut didistribusikan secara rutin ke sekitar 30 masjid di berbagai penjuru wilayah Malang setiap harinya. Kehadiran nasi berkah ini sangat membantu penyediaan menu takjil bagi para jemaah, sekaligus menyebarkan semangat kepedulian dari tangan anak-anak istimewa tersebut.

Program sosial ini mencatatkan pertumbuhan yang sangat pesat sejak pertama kali diinisiasi pada 2023. Jika awalnya hanya mampu membagikan 1.100 kotak, jumlahnya melonjak drastis menjadi 11.000 kotak pada 2025, hingga mencapai belasan ribu paket di pertengahan Ramadan tahun ini.

Founder MAC, Mohammad Cahyadi, menegaskan bahwa esensi utama kegiatan ini terletak pada proses pembelajarannya. Menurutnya, anak-anak tidak hanya diajarkan untuk memberi, tetapi juga dibekali kemampuan teknis yang berguna bagi masa depan mereka untuk hidup lebih mandiri.

“Program Nasi Berkah bukan hanya tentang berbagi makanan. Di sini anak-anak belajar memasak, mengemas, hingga mendistribusikan makanan. Proses tersebut melatih kerja sama, tanggung jawab, dan kemandirian mereka secara bertahap,” ungkap Cahyadi dikutip Telusur.id, Minggu (8/3/2026).

Dalam pelaksanaannya, seluruh rantai produksi melibatkan anak-anak autisme dengan pendampingan intensif dari para terapis. Mereka terlibat aktif mulai dari tahap penyiapan bahan baku di dapur, proses memasak, pengemasan yang rapi, hingga memastikan makanan sampai ke lokasi distribusi.

Menariknya, pada Ramadan tahun ini MAC turut memperkenalkan inovasi produk baru berupa MAC Water. Produk air minum dalam kemasan ini menjadi instrumen baru dalam pelatihan, di mana proses pengisian air ke dalam kemasan dilakukan langsung sebagai bagian dari pengembangan motorik siswa.

Setiap harinya, sekitar 10 siswa diterjunkan langsung dalam kegiatan produksi dengan pembagian tugas yang terstruktur. Pola kerja ini sengaja dirancang agar mereka terbiasa bekerja secara sistematis dan fokus pada tanggung jawab yang telah diberikan oleh para pendamping.

Cahyadi menambahkan bahwa inisiatif ini merupakan langkah awal dalam membangun learning center yang representatif bagi anak autisme. Ia percaya bahwa dengan kesempatan dan pendampingan yang tepat, setiap anak memiliki potensi besar untuk berkarya dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.

Melalui pesan “Satu Nasi, Seribu Doa”, MAC berharap program ini mampu mengikis stigma negatif terhadap anak autisme. Dengan dukungan donatur dan relawan, kegiatan ini diharapkan menjadi bukti nyata bahwa anak-anak autisme mampu menjadi bagian aktif dan produktif di tengah lingkungan sosial mereka.

Perkuat Ketahanan Pangan, Polres Jombang Gelar Penanaman Jagung Serentak di Desa Ngumpul

0

JOMBANG, TELUSUR.ID – Kepolisian Resor Jombang menunjukkan komitmen nyata dalam mendukung program swasembada pangan nasional. Kapolres Jombang, AKBP Ardi Kurniawan, memimpin langsung aksi penanaman jagung serentak Kuartal I Tahun 2026 yang dipusatkan di lahan pertanian Desa Ngumpul, Kecamatan Jogoroto, Kabupaten Jombang, Sabtu (7/3/2026).

Kegiatan ini merupakan bagian dari agenda nasional yang dilaksanakan secara serentak di berbagai wilayah di Indonesia. Usai melakukan penanaman fisik, jajaran Polres Jombang bergabung dalam zoom meeting bersama Kapolri untuk melaporkan progres dan koordinasi penguatan sektor pangan di tingkat daerah.

Pantauan di lokasi, acara ini dihadiri oleh jajaran petinggi daerah, mulai dari perwakilan Pemerintah Kabupaten Jombang, Dansatradar 222 Ploso, hingga Kodim 0814 Jombang. Hadir pula Kepala Bulog Mojokerto, perwakilan Dinas Pertanian, serta para penyuluh dan gabungan kelompok tani (Gapoktan) setempat.

Dalam sambutannya, AKBP Ardi Kurniawan menyebut momen penanaman yang bertepatan dengan bulan suci Ramadan ini sebagai sebuah pertanda baik. Ia berharap aktivitas pertanian yang dilakukan di bulan penuh kemuliaan ini membawa keberkahan dan rahmat bagi seluruh masyarakat Jombang.

“Penanaman jagung serentak pada bulan Ramadan ini merupakan bentuk ikhtiar kita bersama. Semoga kegiatan ini membawa manfaat besar, tidak hanya bagi para petani, tetapi juga bagi ketahanan ekonomi masyarakat luas,” ujar AKBP Ardi Kurniawan, Minggu (8/3/2026) dikutip Telusur.id.

Kapolres menegaskan bahwa gerakan ini bukan sekadar seremoni, melainkan wujud sinergitas solid antara TNI, Polri, dan pemerintah daerah. Langkah integratif ini menjadi fondasi utama dalam mensukseskan visi pemerintah pusat menjadikan Indonesia mandiri di sektor pangan.

Menurutnya, sektor pertanian saat ini tengah menunjukkan tren peningkatan yang signifikan. Dengan potensi yang ada, Jombang diharapkan mampu berkontribusi besar dalam ambisi Indonesia menjadi lumbung pangan dunia melalui produksi jagung yang berkualitas dan melimpah.

Optimisme tersebut juga didorong oleh kehadiran Bulog yang memberikan jaminan harga lebih baik bagi para petani. Jaminan pasar ini diharapkan mampu memicu semangat petani untuk meningkatkan produktivitas tanpa perlu khawatir dengan fluktuasi harga yang merugikan saat masa panen tiba.

AKBP Ardi juga menekankan bahwa tantangan dan hambatan yang dihadapi para petani di lapangan adalah tanggung jawab kolektif. Polres Jombang berkomitmen memberikan pengawalan penuh terhadap distribusi benih hingga pemantauan lahan agar program swasembada ini berjalan tanpa kendala.

Di sela kegiatan, Kapolres secara simbolis menyerahkan bantuan benih jagung unggul kepada perwakilan Gapoktan Desa Ngumpul. Selain fokus pada aspek pertanian, acara juga diwarnai dengan aksi sosial berupa pemberian santunan kepada anak yatim sebagai bentuk kepedulian terhadap sesama.

Aksi ini ditutup dengan penanaman bibit secara simbolis oleh jajaran Forkopimda Jombang di lahan yang telah disiapkan. Langkah nyata di Desa Ngumpul ini diharapkan menjadi pemicu bagi kecamatan lain di Jombang untuk mengakselerasi swasembada jagung guna memperkuat kedaulatan pangan nasional.

Bantu Program Prabowo, Sultan Madura Sulap Laba Makan Bergizi Gratis Jadi Rumah Layak Huni

0

BANGKALAN, TELUSUR.ID – Sosok pengusaha sukses asal Kabupaten Pamekasan, Haji Khairul Umam, kembali menunjukkan aksi kemanusiaan yang nyata bagi masyarakat Madura.

Pria yang akrab disapa Haji Her ini memperluas jangkauan bantuan bedah rumah bagi warga miskin, yang kali ini menyasar warga di Desa Pangeleyan, Kecamatan Tanah Merah, Kabupaten Bangkalan.

Langkah kedermawanan ini terasa istimewa karena dana pembangunan rumah tersebut bukan berasal dari dana pribadi biasa, melainkan murni dari keuntungan pengelolaan dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) miliknya. Tokoh yang dijuluki Sultan Madura ini memilih untuk tidak mengambil sepeser pun laba dari penyediaan makanan bergizi bagi anak-anak sekolah tersebut.

Prosesi peletakan batu pertama pembangunan rumah tersebut dilakukan langsung oleh Haji Her pada Selasa (3/3/2026). Acara yang berlangsung khidmat ini disaksikan oleh warga setempat, tokoh masyarakat, serta anak-anak penerima manfaat program MBG yang selama ini menjadi bagian dari ekosistem sosial sang pengusaha.

Dalam keterangannya, Haji Her menjelaskan bahwa dapur MBG yang dikelolanya sudah beroperasi selama satu bulan penuh. Secara kalkulasi bisnis, operasional tersebut tentu sudah menghasilkan laba, namun ia menegaskan komitmennya untuk mengembalikan seluruh keuntungan tersebut kepada rakyat yang membutuhkan melalui program hunian.

“Saya tidak ingin ada keuntungan yang masuk ke kantong saya pribadi. Makanya, keuntungan dari pengelolaan dapur MBG ini langsung saya alokasikan untuk membangun rumah layak bagi warga miskin di sekitar lokasi dapur,” ujar Tokoh Muda Nahdliyin Inspiratif 2025 versi Forkom Jurnalis Nahdliyin (FJN) tersebut dikutip Telusur.id, Sabtu (7/3/2026).

Kehadiran Haji Her di lokasi pembangunan juga didampingi oleh sejumlah anak yatim penerima MBG dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang dikelolanya.

Kebersamaan ini menegaskan filosofi bisnisnya yang kental dengan nilai-nilai pesantren, mengingat ia merupakan alumni Pondok Pesantren Al Falah Sumber Gayam Kadur.

Haji Her memberikan apresiasi tinggi terhadap program Makan Bergizi Gratis yang digagas Presiden Prabowo Subianto. Baginya, inisiatif pemerintah tersebut adalah langkah strategis untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia sekaligus menekan angka kemiskinan di tingkat akar rumput.

Namun, ia juga memberikan catatan penting agar program mulia tersebut tidak disalahgunakan oleh pihak-pihak yang hanya mengejar keuntungan materi semata. Haji Her mengingatkan agar kualitas gizi anak-anak tetap menjadi prioritas utama di atas kepentingan bisnis para pengelola dapur.

“Program MBG ini adalah bagian dari upaya besar menurunkan angka kemiskinan. Maka, program mulia dari Presiden Prabowo ini jangan sampai dikorbankan demi mencari untung belaka dengan mengabaikan standar gizi yang seharusnya diterima anak-anak,” tegasnya.

Rumah yang dibangun di Desa Pangeleyan ini merupakan proyek pertama yang didanai dari laba dapur MBG di wilayah tersebut. Haji Her optimis, seiring berjalannya waktu dan keberlanjutan program makanan bergizi, akan lebih banyak rumah warga miskin yang bisa diperbaiki secara mandiri tanpa membebani APBD.

Untuk tahap awal ini, satu unit rumah dibangun dengan estimasi anggaran sebesar Rp45 juta dan ukuran bangunan sekitar 5 \times 8 meter. Ke depan, program bedah rumah ini dipastikan akan terus berlanjut tanpa target angka khusus, menyesuaikan dengan kebutuhan mendesak warga di Kabupaten Bangkalan.

PC IPNU Surabaya Sesalkan Penolakan Doa Jemaat GKJW di Wiyung, Ingatkan Hak Konstitusi

0

SURABAYA, TELUSUR.ID – Isu intoleransi kembali mencuat di Kota Pahlawan. Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Kota Surabaya secara resmi menyampaikan pernyataan sikap tegas terkait adanya insiden penolakan terhadap jemaat Gereja Kristen Jawi Wetan (GKJW) Wiyung baru-baru ini.

Penolakan tersebut menyasar warga yang hendak melaksanakan kegiatan doa bersama secara Kristen di Perumahan Graha Sunan Ampel, Kecamatan Wiyung, Kota Surabaya. Kejadian ini pun langsung memantik respon dari berbagai elemen organisasi pemuda keagamaan di Surabaya.

Sekretaris PC IPNU Kota Surabaya, M. Ayatullahil Ulya, menyatakan bahwa pihaknya sangat menyesalkan terjadinya peristiwa tersebut. Baginya, penolakan itu bukan sekadar urusan antarwarga, melainkan masalah serius yang menyangkut kerukunan sosial di tengah masyarakat.

Ulya menilai tindakan tersebut berpotensi besar mencederai nilai-nilai toleransi dan kebhinekaan. Padahal, semangat hidup berdampingan selama ini telah menjadi kekuatan sosial utama yang membanggakan bagi seluruh warga di Kota Surabaya.

“Kami sangat menyesalkan adanya penolakan tersebut. Hal ini berpotensi merusak fondasi kehidupan sosial masyarakat Surabaya yang sudah lama terjaga dengan baik,” ujar Ulya dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (7/3/2026).

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa kebebasan beragama dan menjalankan ibadah merupakan hak konstitusional yang tidak bisa ditawar. Setiap warga negara telah dijamin haknya secara sah oleh Undang-Undang Dasar 1945 untuk berkeyakinan.

Ulya menekankan bahwa tidak ada satu pun kelompok atau individu yang berhak menghalangi aktivitas keagamaan warga negara. Selama kegiatan dilakukan secara damai dan tertib, negara wajib hadir untuk memastikan kenyamanan jemaah dalam beribadah.

Ia juga menyinggung status wilayah tersebut yang menyandang predikat “Kampung Madani” atau “Kampung Pancasila”. Menurutnya, julukan itu seharusnya menjadi cerminan ruang peradaban yang menjunjung tinggi nilai kemanusiaan dan saling menghormati.

“Seharusnya wilayah tersebut menjadi ruang terbuka bagi keberagaman, bukan justru menjadi ruang eksklusif yang menutup diri terhadap kehadiran pemeluk agama lain,” tambah Ulya memberikan kritik tajam.

Guna meredam situasi, PC IPNU Surabaya mendorong Pemerintah Kota Surabaya beserta aparat kewilayahan mulai dari RT, RW, hingga Kecamatan untuk segera melakukan mediasi. Langkah pembinaan dinilai mendesak agar peristiwa serupa tidak terus berulang.

Sebagai penutup, Ulya mengajak generasi muda untuk terus merawat Islam rahmatan lil ‘alamin dan mengedepankan dialog. Ia menegaskan komitmen IPNU untuk selalu menjaga harmoni sosial serta memperkuat persaudaraan kemanusiaan di tengah keberagaman.

Menguak Tabir Kelahiran Bung Karno di Ploso, Jejak Sejarah yang Terlupakan

0

JOMBANG, TELUSUR.ID – Teka-teki mengenai tempat kelahiran Proklamator RI, Ir. Soekarno, terus menuai titik terang melalui penelusuran mendalam para pemerhati sejarah. Arif Yulianto, seorang anggota Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) Jombang, membagikan kisah panjangnya selama hampir satu dekade dalam melacak jejak Sang Putra Fajar di Ploso, Jombang.

Penelusuran ini didasarkan pada data bahwa Bung Karno lahir di Ploso, Karesidenan Surabaya, pada 6 Juni 1902, yang secara administratif kini masuk wilayah Kabupaten Jombang. Langkah Arif bermula pada 2015 setelah bertemu dengan almarhum Semar Suwito, seorang peneliti sejarah Panji, dalam sebuah forum di Banjarnegara.

“Setelah kenal dengan Pak Semar, kami intens berkomunikasi. Hingga pada 2016, beliau mengajak saya ke Ndalem Pojok Wates, Kediri, yang menjadi titik awal pengenalan saya dengan situs bersejarah tersebut,” ujar sosok yang akrab disapa Cak Arif ini, Sabtu (07/03).

Kedekatan Arif dengan keluarga Ndalem Pojok Wates membuatnya mendapat kesempatan langka untuk mendalami karakter masa muda Bung Karno. Ia bahkan mengaku beberapa kali diizinkan menginap di kamar yang pernah ditempati Bung Karno remaja di Situs Persada Soekarno Kediri tersebut.

Memasuki tahun 2019, Arif yang juga berprofesi sebagai jurnalis mulai memublikasikan temuan awal mengenai keterkaitan Bung Karno dengan Ploso. Namun, ia mengakui saat itu sumber informasi masih sangat terbatas, dengan mengandalkan kesaksian dari keluarga Ndalem Pojok dan penulis buku Candradimuka, Dian Sukarno.

Semangat pelurusan sejarah ini kemudian meluas menjadi bahan diskusi serius di kalangan tokoh masyarakat dan pesantren. Pada tahun yang sama, Arif membawa narasi ini ke surau Pondok Pesantren Jatiwates Tembelang guna membedah kepingan sejarah yang tersisa di wilayah utara Brantas.

Kolaborasi strategis kemudian terjalin dengan sastrawan Binhad Nurrohmat dan keluarga Situs Persada Soekarno. Tim ini berhasil menemukan bukti fisik penting berupa makam Mbok Suwi, pengasuh masa kecil Bung Karno, serta makam Mbah Joyodipo yang merupakan sahabat kecil sang proklamator di Ploso.

Titik terang semakin benderang saat Arif menemukan foto saksi kunci kelahiran Bung Karno, yakni Kek Suro atau Mas Kiai Surosentono, di daerah Kabuh, Jombang. Temuan foto ini dianggap sebagai jawaban atas misteri lisan yang selama ini beredar di lingkungan keluarga besar Bung Karno di Kediri.

Langkah formal mulai ditempuh Arif setelah dirinya resmi bergabung dalam TACB Kabupaten Jombang. Ia mendorong agar narasi sejarah ini didaftarkan secara resmi ke Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jombang agar dapat dikaji secara ilmiah oleh tim ahli demi mendapatkan status cagar budaya.

Kajian intensif yang dilakukan TACB Jombang pada 2024 akhirnya membuahkan hasil signifikan. Setelah melakukan validasi ke pihak keluarga di Blitar, Kediri, Bali, hingga Jakarta, tim mengeluarkan rekomendasi penetapan Situs Kelahiran Bung Karno di Ploso sebagai cagar budaya peringkat kabupaten pada September 2024.

Upaya pelurusan sejarah ini kini telah sampai ke meja pemerintah pusat. Dokumen kajian tersebut telah diserahkan langsung kepada Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, pada Desember 2025 di Surabaya, dengan harapan ada legitimasi nasional terkait tempat dan waktu kelahiran Sang Proklamator secara sistematis dan masif.

Semarak Nuzulul Quran, Kampung Ramadhan ke-10 di Jogoroto Jombang Resmi Dibuka

0

JOMBANG, TELUSUR.ID – Kemeriahan bulan suci menyelimuti Lapangan Desa Jogoroto, Kabupaten Jombang, saat gelaran Kampung Ramadhan edisi ke-10 resmi dibuka pada Jumat (6/3/2026) malam. Pembukaan agenda tahunan ini terasa istimewa karena bertepatan dengan peringatan Nuzulul Quran 1447 Hijriah yang menghadirkan suasana religius nan khidmat.

Ribuan warga dari berbagai penjuru Jombang tampak memadati lokasi sejak sore hari. Suasana semakin semarak saat grup shalawat El Samba bersama Habib Hilmy naik ke atas panggung, melantunkan syair-syair religi yang dipadukan dengan tausiyah menyejukkan di tengah antusiasme pengunjung yang luar biasa.

Hadir mewakili Bupati Jombang Warsubi, Asisten I Sekretariat Daerah Kabupaten Jombang, Purwanto, membuka secara resmi kegiatan ini. Dalam sambutannya, ia mengapresiasi kolaborasi lintas sektor yang berhasil menghidupkan syiar Islam sekaligus menggerakkan roda ekonomi lokal melalui sektor UMKM.

“Pemerintah Kabupaten Jombang sangat mendukung inisiatif ini. Semoga kerja sama yang baik antara pemerintah daerah, media, dan berbagai pihak sponsor dapat menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat luas,” ujar Purwanto di hadapan jajaran Forkopimda dan kepala OPD yang hadir dikutjp Telusur.id, Sabtu (7/3/2026).

Sementara itu, Direktur Pemberitaan JTV, Abdul Rokhim, menyebutkan bahwa pemilihan Jombang sebagai lokasi Kampung Ramadhan tahun ini merupakan momen yang spesial. Setelah sebelumnya rutin menyapa warga Surabaya dan Sidoarjo, kini giliran Kota Santri yang menjadi pusat kemeriahan festival religi tersebut.

“Tujuan utama program ini adalah menyambut kemuliaan bulan Ramadhan dengan memberikan ruang representatif bagi warga untuk menikmati kebersamaan. Kami ingin menghadirkan atmosfer positif melalui rangkaian kegiatan yang menghibur sekaligus mengedukasi,” ungkap Abdul Rokhim.

Kampung Ramadhan dijadwalkan akan memanjakan pengunjung selama 10 hari penuh, mulai tanggal 6 hingga 15 Maret 2026. Area festival ini dibuka setiap hari mulai pukul 15.00 hingga 22.00 WIB, memberikan akses gratis bagi siapa saja yang ingin berburu takjil maupun menikmati hiburan malam.

Mengusung konsep bazar festival, deretan stan kuliner menjadi daya tarik utama bagi para pemburu menu berbuka puasa. Pengunjung disuguhi beragam varian makanan dan minuman, mulai dari jajanan tradisional hingga kuliner kekinian yang dikemas apik di sepanjang area Lapangan Jogoroto.

Tak hanya soal kuliner, panggung utama Kampung Ramadhan akan diisi dengan kompetisi bernuansa Islami setiap harinya. Rangkaian agenda seperti Festival Al Banjari, fashion show anak Islami, hingga gebyar shalawat dipastikan akan terus memompa semangat pengunjung selama penyelenggaraan.

Beberapa agenda besar yang paling dinantikan adalah pengajian akbar 1.000 rebana bersama KH Nur Hadi atau Mbah Bolong. Selain itu, terdapat pula lomba musik qasidah rebana, lomba hafalan surah pendek, hingga lomba mewarnai kolaboratif antara ibu dan anak yang bersifat edukatif.

Kemeriahan acara ini turut didukung oleh sejumlah brand nasional yang menyediakan berbagai hadiah menarik dan kuis bagi para pengunjung. Dengan keberagaman konten yang ditawarkan, Kampung Ramadhan di Jogoroto diprediksi akan menyedot ribuan wisatawan lokal setiap harinya hingga penutupan nanti.

‎Kini Ubaik Dan Temannya Tidak Kwatir Terlambat Sekolah Berkat TMMD 127 Kodim Wonogiri

0

Wonogiri,TelusuR.ID – Senyum ceria terpancar dari wajah Ciko, Ubaik, dan Laila saat melangkah mantap menyusuri jalan baru yang kini membentang mulus di kawasan pegunungan Desa Kembang.

Ketiganya, siswa kelas 4 SD yang penuh semangat, merasakan langsung manfaat rampungnya pembangunan jalan melalui program TMMD Reguler ke-127 Kodim 0728/Wonogiri. Sabtu (7/3/2026).

Jalan yang dulu terjal dan sulit dilalui, kini berubah menjadi akses yang nyaman dan aman bagi warga, terutama anak-anak sekolah.

‎Bagi Ciko, Ubaik, dan Laila yang bersekolah di SDN 1 Kembang, perubahan ini begitu berarti. Jika sebelumnya mereka harus berangkat lebih pagi demi menghindari keterlambatan akibat medan yang berat, kini perjalanan terasa lebih cepat dan ringan.

Tak ada lagi kekhawatiran terpeleset saat musim hujan atau kelelahan karena menapaki jalan berbatu. Dengan penuh rasa syukur, mereka mengaku lebih bersemangat belajar karena perjalanan ke sekolah tak lagi menjadi hambatan.

‎Program TMMD Reguler 127 Kodim 0728/Wonogiri bukan sekadar pembangunan infrastruktur, tetapi juga menghadirkan harapan baru bagi generasi muda di pelosok desa.

Jalan yang selesai dibangun ini menjadi simbol kemajuan dan perhatian terhadap masa depan anak-anak. Kini, langkah kecil Ciko, Ubaik, dan Laila menuju sekolah terasa lebih pasti—membuka jalan menuju cita-cita yang lebih tinggi

(Agus Kemplu)