Lebih dari Sekadar Berbagi, Program Nasi Berkah MAC Jadi Ruang Kemandirian Anak Autisme

0
35 views
Bagikan :

MALANG, TELUSUR.ID – Bulan suci Ramadan 2026 menjadi momentum spesial bagi Malang Autism Center (MAC) melalui program “Nasi Berkah”. Bukan sekadar aksi sosial membagikan makanan berbuka, kegiatan rutin tahunan ini bertransformasi menjadi sarana pelatihan keterampilan hidup (life skills) yang nyata bagi anak-anak autisme di pusat terapi tersebut.

Memasuki 15 hari pertama pelaksanaan, terhitung sejak 19 Februari hingga 5 Maret 2026, tim MAC telah berhasil menyalurkan sebanyak 15.700 paket nasi berkah. Angka ini menunjukkan konsistensi lembaga dalam menjalankan misi sosial sekaligus edukasi bagi para siswanya di tengah suasana bulan penuh rahmat.

Paket makanan tersebut didistribusikan secara rutin ke sekitar 30 masjid di berbagai penjuru wilayah Malang setiap harinya. Kehadiran nasi berkah ini sangat membantu penyediaan menu takjil bagi para jemaah, sekaligus menyebarkan semangat kepedulian dari tangan anak-anak istimewa tersebut.

Program sosial ini mencatatkan pertumbuhan yang sangat pesat sejak pertama kali diinisiasi pada 2023. Jika awalnya hanya mampu membagikan 1.100 kotak, jumlahnya melonjak drastis menjadi 11.000 kotak pada 2025, hingga mencapai belasan ribu paket di pertengahan Ramadan tahun ini.

Founder MAC, Mohammad Cahyadi, menegaskan bahwa esensi utama kegiatan ini terletak pada proses pembelajarannya. Menurutnya, anak-anak tidak hanya diajarkan untuk memberi, tetapi juga dibekali kemampuan teknis yang berguna bagi masa depan mereka untuk hidup lebih mandiri.

“Program Nasi Berkah bukan hanya tentang berbagi makanan. Di sini anak-anak belajar memasak, mengemas, hingga mendistribusikan makanan. Proses tersebut melatih kerja sama, tanggung jawab, dan kemandirian mereka secara bertahap,” ungkap Cahyadi dikutip Telusur.id, Minggu (8/3/2026).

Dalam pelaksanaannya, seluruh rantai produksi melibatkan anak-anak autisme dengan pendampingan intensif dari para terapis. Mereka terlibat aktif mulai dari tahap penyiapan bahan baku di dapur, proses memasak, pengemasan yang rapi, hingga memastikan makanan sampai ke lokasi distribusi.

Menariknya, pada Ramadan tahun ini MAC turut memperkenalkan inovasi produk baru berupa MAC Water. Produk air minum dalam kemasan ini menjadi instrumen baru dalam pelatihan, di mana proses pengisian air ke dalam kemasan dilakukan langsung sebagai bagian dari pengembangan motorik siswa.

Setiap harinya, sekitar 10 siswa diterjunkan langsung dalam kegiatan produksi dengan pembagian tugas yang terstruktur. Pola kerja ini sengaja dirancang agar mereka terbiasa bekerja secara sistematis dan fokus pada tanggung jawab yang telah diberikan oleh para pendamping.

Cahyadi menambahkan bahwa inisiatif ini merupakan langkah awal dalam membangun learning center yang representatif bagi anak autisme. Ia percaya bahwa dengan kesempatan dan pendampingan yang tepat, setiap anak memiliki potensi besar untuk berkarya dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.

Melalui pesan “Satu Nasi, Seribu Doa”, MAC berharap program ini mampu mengikis stigma negatif terhadap anak autisme. Dengan dukungan donatur dan relawan, kegiatan ini diharapkan menjadi bukti nyata bahwa anak-anak autisme mampu menjadi bagian aktif dan produktif di tengah lingkungan sosial mereka.

Tinggalkan Balasan