TelusuR.ID

Beranda blog Halaman 106

Suasana Penuh Kehangatan, Satgas TMMD 127 Buka Puasa Bersama Warga Desa Kembang

0

Wonogiri, TelusuR.ID – Suasana hangat dan penuh kebersamaan mewarnai kegiatan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-127 Kodim 0728/Wonogiri di Desa Kembang, Kecamatan Jatipurno, Kabupaten Wonogiri, Minggu (8/3/2026) sore.

Komandan SST TMMD ke-127 Letda Arm Vicky, bersama sejumlah anggota Satgas TMMD berbuka puasa bersama masyarakat di lokasi hasil pengerjaan TMMD.

Tanpa sekat, prajurit TNI dan warga duduk bersama menanti datangnya adzan Maghrib. Momen sederhana itu menjadi potret kedekatan antara prajurit Satgas TMMD dan masyarakat yang selama ini terlibat langsung dalam berbagai kegiatan pembangunan desa.

Letda Arm Vicky mengatakan, kebersamaan dengan masyarakat merupakan bagian penting dalam pelaksanaan TMMD yang mengedepankan semangat kemanunggalan TNI dan rakyat.

“TMMD bukan hanya tentang pembangunan infrastruktur desa. Yang lebih penting adalah membangun kedekatan, kepercayaan, dan kebersamaan antara prajurit TNI dan masyarakat,” kata Letda Vicky.

Menurut dia, interaksi sosial seperti berbuka puasa bersama menjadi sarana mempererat hubungan emosional antara prajurit dan warga di lokasi TMMD.

Sementara itu, Kepala Desa Kembang Suwarno menyampaikan rasa bangga atas kedekatan yang ditunjukkan prajurit Satgas TMMD kepada masyarakat.

“Bagi kami, kehadiran TNI bukan sekedar membangun desa. Mereka juga hadir sebagai saudara yang mau hidup dan berbaur dengan masyarakat,” ujar Kades. Kebersamaan tersebut mencerminkan semangat gotong royong yang menjadi ruh utama dalam pelaksanaan program TMMD di daerah.

 

(Agus Kemplu)

Jalan Sepanjang 638 Meter Hasil TMMD Di Desa Kembang Wonogiri, Rampung 100 Persen

0

Wonogiri,TelusuR.ID – Dua hari menjelang penutupan, program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-127 TA 2026 Kodim 0728/Wonogiri, jalan penghubung antar dusun sepanjang 638 meter resmi dinyatakan selesai 100 persen.

Dandim 0728/Wonogiri Letkol Inf Rodricho Ivan Pattihanuan selaku Dansatgas TMMD 127 berharap jalan hasil TMMD ke 127 mampu mengembangkan ekonomi desa sekitar. Dandim mengharapkan jalan yang telah selesai dikerjakan itu bermanfaat untuk masyarakat. Senin (9/3/2026).

“Kegiatan tersebut juga merupakan bukti sinergitas antara TNI, Polri, pemerintah daerah dan masyarakat,” katanya.

“Kami bersinergi, bekerja sama, dan akhirnya bisa menghasilkan solusi-solusi bagi percepatan ekonomi kerakyatan dan percepatan pembangunan di daerah Kecamatan Jatipurno,” katanya.

Suwarno selaku Kades mewakili warga Desa Kembang dengan nada haru mengucapkan rasa syukur dan terima kasih kepada TNI khususnya Kodim 0728/Wonogiri, dimana telah berbaur gotong royong bersama warga membuat jalan dan vasilitas umum yang lain yang selama ini menjadi impian warga.

“Dengan dibangunnya jalan ini sangat membantu warga dalam beraktivitas,” katanya.

 

(Agus Kemplu)

“Mahabbah Ramadhan Menggetarkan Jombang! PCNU dan BCA Santuni 150 Yatim-Dhuafa, Menebar Cinta Qur’ani di Bulan Penuh Berkah”

0

Jombang, TelusuR.ID – Bulan suci Ramadhan selalu menghadirkan suasana yang istimewa. Bagi umat Islam, Ramadhan bukan hanya tentang memperbanyak ibadah secara personal, tetapi juga menjadi momentum terbaik untuk menumbuhkan kepedulian sosial, mempererat solidaritas, dan berbagi kebahagiaan kepada sesama.

Nilai-nilai itulah yang tercermin dalam kegiatan Mahabbah Ramadhan 1447 Hijriyah yang digelar oleh Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Jombang bersama PT Bank Central Asia Tbk (BCA). Melalui kolaborasi ini, Ramadhan tidak hanya dihidupkan dengan dakwah dan peringatan keagamaan, tetapi juga dengan aksi nyata kepedulian kemanusiaan.

Kegiatan yang mengusung tema “Mahabbah Ramadhan: Menebar Cinta Qur’ani, Menguatkan Kepedulian, Merawat Peradaban” ini dirangkai dengan peringatan Nuzulul Qur’an sekaligus menjadi bagian dari refleksi perjalanan satu abad Nahdlatul Ulama dalam mengabdi kepada umat dan bangsa.

Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan tersebut, PCNU Jombang bersama BCA menggelar santunan untuk anak yatim dan dhuafa yang dilaksanakan di aula kantor lembaga PCNU Jombang, Ahad (8/3/2026).

Sejak pagi, suasana kebersamaan sudah terasa di lokasi acara. Anak-anak yatim dan para dhuafa yang datang dari berbagai wilayah tampak duduk rapi, didampingi oleh para pengurus Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) dari masing-masing kecamatan. Wajah-wajah penuh harap sekaligus bahagia terlihat saat mereka mengikuti rangkaian kegiatan.

Wakil Ketua PCNU Jombang, KH Nurul Fuad, dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan wujud nyata kepedulian bersama yang lahir dari sinergi antara organisasi keagamaan dan dunia usaha.

Ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh jajaran PCNU Jombang serta PT Bank Central Asia Tbk (BCA) yang telah ikut berbagi kebahagiaan di bulan penuh berkah ini melalui program tanggung jawab sosial perusahaan.

“Terima kasih kepada seluruh unsur di PCNU Jombang serta PT Bank Central Asia Tbk (BCA) yang telah berkenan berbagi kebahagiaan dengan saudara-saudara kita di bulan yang penuh berkah ini melalui program CSR perusahaan untuk menyukseskan kegiatan Mahabbah Ramadhan ini,” ujarnya.

Dalam kegiatan tersebut, sebanyak 150 penerima santunan hadir menerima bantuan, yang terdiri dari 100 anak yatim dan 50 dhuafa. Mereka mendapatkan uang saku serta bingkisan Ramadhan, sebagai bentuk perhatian dan kepedulian terhadap masyarakat yang membutuhkan.

Ketua PCNU Jombang, KH Fahmi Amrullah Hadzik, menegaskan bahwa Ramadhan seharusnya menjadi momentum kebangkitan kepedulian sosial umat.

Menurutnya, kegiatan Mahabbah Ramadhan bukan sekadar agenda seremonial, melainkan sebuah ajakan moral kepada masyarakat agar semakin peka terhadap kondisi sosial di sekitarnya.

“Ramadhan mengajarkan kita untuk memperkuat cinta kepada Al-Qur’an sekaligus menumbuhkan kepedulian sosial. Karena itu, melalui kegiatan Mahabbah Ramadhan ini kami mengajak seluruh elemen masyarakat, lembaga, dan dunia usaha untuk bersama-sama memperluas gerakan berbagi dan kepedulian kepada sesama,” tuturnya.

Ia juga menambahkan bahwa kolaborasi antara organisasi keagamaan dan dunia usaha seperti ini perlu terus diperkuat agar manfaatnya dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat.

Sementara itu, Ketua LAZISNU PCNU Jombang, Hj Eka Susanti, mengajak masyarakat untuk turut berpartisipasi dalam berbagai program sosial selama Ramadhan melalui gerakan Solidaritas Ramadhan.

Ia menjelaskan bahwa sejumlah program telah disiapkan, di antaranya Kado Yatim dan Dhuafa, Kado Guru Ngaji, penerimaan dan penyaluran zakat mal, zakat fitrah, pembayaran fidyah, serta berbagai kegiatan sosial lainnya.

“Demi suksesnya program-program di bulan Ramadhan ini, LAZISNU PCNU Jombang membuka peluang bagi para donatur yang ingin menyalurkan sebagian hartanya untuk dikelola dan disalurkan kepada yang berhak menerima,” jelasnya.

Acara semakin terasa khidmat ketika penyerahan santunan dilakukan secara simbolis oleh jajaran pimpinan PCNU Jombang bersama perwakilan BCA kepada perwakilan penerima manfaat. Diiringi lantunan shalawat, suasana haru dan kebahagiaan tampak mewarnai momen tersebut.

Melalui kegiatan Mahabbah Ramadhan 1447 H, PCNU Jombang berharap semakin banyak pihak yang tergerak untuk ikut menebar manfaat di bulan suci ini. Ramadhan pun diharapkan tidak hanya menjadi waktu untuk memperbanyak ibadah pribadi, tetapi juga menjadi gerakan bersama untuk memperkuat solidaritas, kepedulian, dan semangat berbagi kepada sesama.

“Ramadhan Penuh Berkah! Yayasan Midanutta’lim dan AFCO Group Jombang Tebar Kebahagiaan untuk Yatim, Dhuafa, dan Guru Ngaji”

0

Jombang,TelusuR.ID – Bulan suci Ramadhan selalu menghadirkan suasana yang berbeda. Bukan hanya tentang menahan lapar dan dahaga, tetapi juga tentang bagaimana hati menjadi lebih peka terhadap sesama. Di bulan penuh rahmat ini, semangat berbagi dan kepedulian sosial terasa semakin hidup di tengah masyarakat.

Semangat itulah yang terlihat dalam kegiatan Program Berbagi Bahagia di Bulan Ramadhan 1447 Hijriyah yang digelar oleh Yayasan Midanutta’lim. Mengusung tema “Ramadhan Berbagi, Menebar Manfaat dan Kebahagiaan untuk Umat,” kegiatan ini menjadi wujud nyata kepedulian sosial melalui santunan anak yatim, bantuan untuk dhuafa, apresiasi kepada guru ngaji, hingga buka puasa bersama yang penuh kehangatan.

Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Minggu, 8 Maret 2026, bertepatan dengan 18 Ramadhan 1447 H, bertempat di Masjid Al Mansyur Pondok Pesantren Midanutta’lim Mayangan. Program ini terselenggara berkat sinergi kebaikan antara Yayasan Midanutta’lim dan CV. Wahana Sejahtera Foods (AFCO) Group Jombang, yang menunjukkan bagaimana kolaborasi antara lembaga pendidikan dan dunia usaha mampu menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat.

Sejak awal acara, suasana kebersamaan sudah terasa begitu hangat. Anak-anak yatim, para dhuafa, dan guru ngaji hadir dengan wajah penuh harap. Satu per satu rangkaian kegiatan pun berlangsung, mulai dari penyaluran santunan, pemberian bantuan, hingga kebersamaan dalam buka puasa yang penuh kekeluargaan.

Dalam sambutannya, Dr. KH. Nur Hanan, Lc, selaku Sekretaris Yayasan Midanutta’lim, menyampaikan rasa syukur sekaligus apresiasi kepada AFCO Group Jombang yang telah ikut berkontribusi dalam kegiatan penuh makna ini.

Menurutnya, program tersebut bukan sekadar kegiatan berbagi, melainkan upaya menghadirkan kebahagiaan bagi mereka yang membutuhkan, khususnya anak-anak yatim, kaum dhuafa, dan para guru ngaji yang selama ini dengan penuh keikhlasan mengabdikan diri dalam pendidikan keagamaan.

“Program ini bukan sekadar kegiatan berbagi, tetapi juga upaya menghadirkan kebahagiaan bagi anak-anak yatim, dhuafa, serta para guru ngaji yang selama ini istiqamah mengabdikan diri dalam pendidikan keagamaan. Kami menyampaikan terima kasih kepada AFCO Group Jombang atas sinergi kebaikan ini. Semoga menjadi amal jariyah dan membawa keberkahan bagi semuanya,” ungkapnya.

Sementara itu, Drs. H. Syamsul Ma’arif, M.Pd, selaku Pengawas Yayasan Midanutta’lim, berharap kegiatan sosial seperti ini dapat terus dilakukan secara istiqomah dan menjadi tradisi kebaikan yang terus hidup.

Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga budaya silaturrahmi, terutama menjelang Hari Raya Idul Fitri, sebagaimana tradisi baik yang telah diwariskan oleh para pendahulu.

Harapan serupa juga disampaikan oleh M. Miftahus Saidin, M.Pd. Ia menuturkan bahwa gerakan Midan Peduli diharapkan dapat menjadi ruang bersama untuk menumbuhkan semangat filantropi di lingkungan keluarga besar Yayasan Midanutta’lim Mayangan.

“Melalui gerakan Midan Peduli, kami berharap dapat menjadi wadah bersama untuk menggerakkan semangat filantropi dan kepedulian sosial dari seluruh civitas Yayasan Midanutta’lim. Dengan kebersamaan, insyaAllah semakin banyak manfaat yang bisa kita hadirkan untuk umat,” ujarnya.

Menjelang waktu berbuka, suasana semakin terasa haru sekaligus membahagiakan. Para penerima manfaat tampak tersenyum saat menerima santunan dan paket bantuan. Bagi sebagian dari mereka, perhatian dan kebersamaan seperti ini menjadi hadiah yang sangat berarti di bulan suci.

Momentum ini seakan mengingatkan kembali bahwa Ramadhan adalah waktu terbaik untuk menumbuhkan kepedulian, mempererat persaudaraan, dan menebar kebaikan seluas-luasnya.

Melalui kegiatan ini, Yayasan Midanutta’lim berharap semangat berbagi dapat terus tumbuh di tengah masyarakat. Lebih dari itu, diharapkan semakin banyak pihak yang tergerak untuk bersinergi menghadirkan program-program kemanfaatan yang membawa kebahagiaan bagi umat.

Kejar Target Akhir TMMD, Satgas Kodim Boyolali Pacu Pembangunan Talud dan Rabat Beton di Desa Mliwis

0

Boyolali, TelusuR.ID – Memasuki minggu terakhir pelaksanaan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Sengkuyung Tahap I Tahun 2026, Satgas TMMD Kodim 0724/Boyolali bersama masyarakat terus memacu penyelesaian sasaran fisik. Fokus utama saat ini adalah merampungkan pembangunan talud dan rabat beton yang menjadi infrastruktur penting untuk memperkuat ketahanan jalan desa di Desa Mliwis, Minggu (8/3/2026).

Pembangunan talud tersebut memiliki peran vital dalam mencegah terjadinya erosi tanah dan longsor, terutama pada sejumlah titik jalan yang rawan terdampak saat musim penghujan. Dengan adanya talud yang kokoh, diharapkan kondisi jalan desa menjadi lebih aman serta mampu menunjang aktivitas dan mobilitas warga sehari-hari.

Bati Staf Ter Kodim 0724/Boyolali, Peltu Sutarto, menjelaskan bahwa koordinasi antara personel Satgas dan warga terus diperkuat agar proses pengerjaan tetap berjalan cepat tanpa mengabaikan kualitas bangunan. “Kami sedang melakukan percepatan di titik-titik akhir pengerjaan talud. Cuaca cukup mendukung, dan semangat kebersamaan antara anggota TNI dan warga sangat luar biasa. Kami optimis seluruh progres fisik akan tuntas 100 persen sebelum penutupan,” ujarnya.

 

Sementara itu, Dansatgas TMMD Sengkuyung Tahap I Kodim 0724/Boyolali, Letkol Inf Dhanu Anggoro Asmoro, S.E., memberikan apresiasi kepada seluruh personel dan masyarakat yang tetap bekerja maksimal di pekan terakhir pelaksanaan TMMD. Ia menegaskan bahwa setiap pembangunan harus memiliki kualitas yang baik agar manfaatnya dapat dirasakan masyarakat dalam jangka panjang.

“Minggu terakhir ini menjadi masa krusial bagi kami. Seluruh sasaran, termasuk pembangunan talud, harus selesai tepat waktu dengan tetap mengedepankan kualitas sesuai spesifikasi teknis. Ini merupakan bentuk tanggung jawab kami kepada masyarakat,” tegasnya.

(Agus Kemplu)

Kisah Inspiratif Anggota Persit Kartika Chandra Kirana Cabang L Kodim Surakarta Dalam Mengembangkan Ketrampilan Merajut

0

Surakarta, TelusuR.ID – Ny.Weny Arnita Sandy, seorang anggota Persit Kartika Chandra Kirana Cabang L Kodim 0735/Surakarta, telah membuktikan bahwa dengan kesabaran, dedikasi, dan niat yang kuat, seseorang dapat mengembangkan ketrampilan dan mencapai kesuksesan.

Ny.Weny Arnita Sandy adalah istri dari Sertu Mujono Anggota Koramil 02/Banjarsari Kodim 0735/Surakarta bergabung dengan Persit di tahun 2006 dan sejak itu, ia telah mengembangkan ketrampilan merajut yang luar biasa.

Ditegaskan Ny. Weny awalnya dirinya menggeluti merajut sebagai cara untuk adaptasi dengan perubahan hidupnya. Setelah resign dari pekerjaannya di sebuah perusahaan retail untuk mengikuti suami yang dinas di kota lain, ia mencari cara untuk mengisi waktu dan menemukan ketrampilan merajut yang telah ia kenal sejak SMP.

“Awal tinggal di asrama saya mencoba berbagai macam ketrampilan mulai dari menyulam, kristik, menjahit bahkan memasak. Yang tujuan awalnya untuk mengisi waktu, Sampai akhirnya mulai mengingat lagi ketrampilan merajut yang sudah saya kenal sejak dr masa sekolah di SMP.”tuturnya.

“Pada awalnya, saya merajut benda-benda yang digunakan sebagai aksesoris anak-anak, mulai dari bross, pita, bando, maupun jepit rambut,Lambat laun kemampuan merajut bertambah seiring perkembangan tehnologi, yang diawal hanya belajar dari buku kemudian bergeser ke media online seperti Youtube, Pinterest, Instagram, dll.”ujarnya.

“Karya saya juga semakin berkembang dan bervariasi, terbukti dengan beberapa prestasi yang berhasil saya dapatkan, Antara lain juara Lomba Cipta Payung Rajut dalam Festival Payung tahun 2017 dan 2018, dan Saya juga pernah menjuarai kompetisi yang digelar oleh Dharma Pertiwi di tahun 2021 dalam acara Lomba Karya Wastra.”jelasnya.

Lebih lanjut ditambahkannya dirinya menjual produk-produknya melalui pameran-pameran, bazaar dan juga lewat online dengan jangkauan lokal dan nasional. Bahkan dirinya pernah mengirim produk ke Belanda, New Zealand dan Jepang berupa karya home decor untuk suasana Natal.

“Karya terakhir saya adalah payung rajut yang khusus di desain untuk ibu KASAD, yang beliau gunakan pada saat Upacara HUT Kemerdekaan RI ke-80 bersaam karya-karya UMKM ibu-ibu Persit lainnya.”ucapnya bangga.

“Tidak berhenti sampai disini saya akan terus mengembangkan kreasi-kreasi terbaru sesuai selera pasar yang juga terus berkembang, Karena hanya dari benang, hakpen dan niat, akan tercipta karya-karya tak terbatas.”imbuhnya.

“Harapan saya ketrampilan merajut bisa terus menyebar karena merajut bamyak sekali manfaatnya. Selain untuk melatih kesabaran dan konsentrasi dan daya ingat, merajut juga sangat membantu perekonomian.

(Agus Kemplu)

Tujuh Tahun Bergerak, G25 Indonesia Perkuat Filantropi Melalui Spirit Ramadan 2026

0

BANGKALAN – Yayasan Gerakan Dualima Indonesia (G25 Indonesia) kembali meneguhkan komitmen kemanusiaannya melalui peluncuran program “Spirit Ramadan 2026”. Agenda yang dirangkaikan dengan buka puasa bersama di Hotel Ningrat, Bangkalan, Sabtu (7/3/2026) ini, menjadi momentum refleksi atas dedikasi organisasi dalam menjembatani kepedulian sosial di masyarakat.

Dewan Pembina G25 Indonesia, Prof. Dr. Safi’, S.H., M.H., memberikan apresiasi tinggi terhadap konsistensi yayasan yang telah aktif bergerak selama tujuh tahun terakhir. Menurutnya, tidak mudah bagi sebuah organisasi sosial untuk tetap eksis dan relevan, mengingat masa kritis lembaga nirlaba biasanya terjadi pada tiga tahun pertama sejak didirikan.

“Alhamdulillah, G25 tidak hanya mampu melewati masa kritis itu, tetapi terus berkembang pesat. Peningkatan ini terlihat nyata dari jumlah relawan yang bergabung, basis donatur yang meluas, hingga semakin banyaknya penerima manfaat yang terjangkau,” ujar Prof. Safi’ dalam sambutannya.

Gerakan yang diusung G25 dinilai sebagai representasi kekuatan masyarakat sipil dalam mendukung pemberdayaan ekonomi. Kehadiran lembaga seperti ini menjadi mitra strategis pemerintah, terutama dalam menjangkau celah-celah kebutuhan sosial yang mungkin belum tersentuh sepenuhnya oleh kebijakan negara.

Filosofi di balik nama G25 sendiri merujuk pada angka 25, yang melambangkan nilai minimal donasi sebesar Rp25 ribu. Angka sederhana ini sengaja dipilih untuk menumbuhkan kesadaran bahwa berbagi tidak harus menunggu kaya, melainkan tentang keberlanjutan dan keikhlasan dalam membantu sesama.

“Yang terpenting bukan besar kecilnya jumlah, tetapi konsistensi dan keikhlasan. Kebaikan yang kita tabur kepada orang lain pada hakikatnya adalah investasi yang akan kembali kepada diri kita sendiri,” tambah pria yang juga dikenal sebagai pakar hukum tersebut.

Di sisi lain, Ketua Umum G25 Indonesia, Dasuki Rahmad, menegaskan bahwa transparansi adalah napas utama organisasi. Seluruh laporan kegiatan dan penggunaan dana publik dikelola secara terbuka dan dapat diakses kapan saja oleh masyarakat melalui kanal media sosial maupun situs resmi yayasan.

Saat ini, G25 Indonesia menjalankan tiga program prioritas yang menyasar sektor pendidikan, pemberdayaan ekonomi super mikro, serta aksi kemanusiaan (social charity). Ketiga pilar ini dirancang untuk memberikan dampak jangka panjang bagi kesejahteraan masyarakat yang membutuhkan.

Pada sektor pendidikan, G25 menerapkan sistem bantuan langsung ke lembaga terkait untuk memastikan ketepatan sasaran. Jika ditemukan siswa yang menunggak biaya sekolah atau SPP, tim relawan akan datang langsung ke sekolah untuk melunasinya, bukan memberikan uang tunai kepada wali murid.

Khusus untuk pemberdayaan ekonomi, yayasan fokus memberikan stimulan bagi masyarakat yang memiliki potensi usaha kecil. Bantuan modal dan pendampingan diberikan agar para pelaku usaha super mikro ini dapat bertumbuh dan mandiri secara finansial di kemudian hari.

Menariknya, Dasuki memastikan bahwa seluruh donasi dari masyarakat disalurkan 100 persen kepada penerima manfaat tanpa potongan biaya admin. Seluruh biaya operasional lapangan ditanggung secara mandiri oleh para relawan, sehingga integritas bantuan tetap terjaga sejalan dengan visi mulia organisasi.

Dorong Kemandirian Ekonomi Single Parent, Komunitas Perempuan Hebat Sumenep dan G25 Indonesia Jalin Kolaborasi

0

BANGKALAN, TELUSUR.ID – Upaya memperkuat kedaulatan ekonomi keluarga di Madura memasuki babak baru. Komunitas Perempuan Hebat asal Kabupaten Sumenep resmi menjajaki kerja sama strategis dengan Yayasan Gerakan Dualima Indonesia (G25 Indonesia) untuk mengakselerasi program pemberdayaan ekonomi masyarakat bawah.

Penjajakan kolaborasi ini menjadi agenda utama di sela peluncuran program “Spirit Ramadan 2026” di Hotel Ningrat, Bangkalan, Sabtu (7/3). Pertemuan ini mempertemukan dua kekuatan sosial yang memiliki visi serupa dalam memutus rantai kemiskinan melalui jalur kemandirian finansial.

Ketua Komunitas Perempuan Hebat, Megawati, menegaskan bahwa fokus utama organisasinya adalah mengangkat derajat ekonomi para perempuan yang menjadi tulang punggung keluarga. Sebagian besar anggota komunitas ini merupakan ibu tunggal atau single parent yang dituntut mandiri secara finansial demi masa depan anak-anak mereka.

“Pengurus dan anggota kami mayoritas adalah para single parent. Oleh karena itu, energi kami banyak dicurahkan pada kegiatan pemberdayaan ekonomi agar mereka tidak hanya bergantung pada bantuan, tetapi mampu berdikari,” ujar Megawati dalam keterangannya dikutip Telusur.id, Senin (9/3/2026).

Baginya, kolaborasi dengan G25 Indonesia adalah langkah cerdas untuk memperluas akses modal dan pengetahuan bagi anggotanya. Ia berharap pertemuan di Bangkalan ini menjadi titik awal lahirnya berbagai program kewirausahaan yang mampu mengubah wajah ekonomi perempuan di Sumenep.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Umum G25 Indonesia, Dasuki Rahmad, menyatakan dukungan penuh terhadap semangat kemandirian yang diusung Megawati. Dasuki menilai, pemberdayaan ekonomi memang menjadi salah satu pilar utama dari tiga program prioritas yang dijalankan oleh G25 Indonesia.

“Fokus kami salah satunya adalah pemberdayaan ekonomi super mikro. Kami memberikan stimulan bagi masyarakat yang memiliki potensi usaha kecil agar mereka memiliki ekosistem bisnis yang berkelanjutan dan mandiri secara ekonomi,” jelas Dasuki secara lugas.

Dasuki menekankan bahwa pola pemberdayaan yang diterapkan G25 bersifat aplikatif dan terukur. Hal ini dirasa sangat cocok untuk didiskusikan lebih lanjut dengan Komunitas Perempuan Hebat guna menciptakan program yang spesifik bagi kebutuhan para single parent di lapangan.

Sinergi ini diharapkan tidak hanya berhenti pada aksi sosial sesaat, melainkan bertransformasi menjadi pendampingan usaha jangka panjang. Dengan modal kemandirian, kaum perempuan di Sumenep diharapkan mampu menjadi motor penggerak ekonomi di lingkungan terkecil mereka.

Sebagai langkah konkret pertama, G25 Indonesia melalui Komunitas Perempuan Hebat langsung menyalurkan 24 paket sembako kepada masyarakat kurang mampu di Sumenep. Langkah awal ini menjadi simbol dukungan moral sebelum masuk ke tahap pemberdayaan ekonomi yang lebih teknis dan mendalam.

Kolaborasi lintas kabupaten ini diharapkan menjadi model baru dalam filantropi di Madura. Dengan menyatukan sumber daya, kedua pihak optimistis dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara sistematis dan masif, khususnya bagi kaum perempuan pejuang ekonomi.

Konflik Timur Tengah Memanas, Pemprov Jatim Didesak Siapkan Skenario Pemulangan Pekerja Migran

0

SURABAYA, TELUSUR.ID – Eskalasi konflik bersenjata antara Israel-Amerika Serikat melawan Iran yang kian meruncing memicu kekhawatiran besar terhadap keselamatan warga negara Indonesia di Timur Tengah.

Menanggapi situasi yang kian mencekam, Pimpinan Daerah Serikat Pekerja Informal Migran dan Pekerja Profesional Indonesia (SP IMPPI) Jawa Timur mendesak pemerintah daerah segera mengambil langkah mitigasi darurat.

Sekretaris SP IMPPI Jatim, Lilies Pratiwining Setyarini, meminta Pemerintah Provinsi Jawa Timur untuk segera memperkuat koordinasi dengan Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI). Langkah ini dianggap krusial guna menyiapkan skenario pemulangan ribuan pekerja migran asal Jawa Timur yang berada di zona terdampak.

“Dinas Ketenegakerjaan harus bergerak cepat berkoordinasi dengan BP3MI sebagai kepanjangan tangan kementerian pusat. Kita harus mulai mempersiapkan proses pemulangan secara matang sebelum situasi semakin tidak terkendali,” tegas Lilies dalam keterangan resminya, Minggu (8/3/2026) dikutip Telusur.id.

Dampak perang rudal ini dilaporkan mulai mengganggu mobilitas internasional, termasuk di wilayah Arab Saudi. Lilies mengungkapkan, saat ini terdapat tujuh pekerja migran asal Lumajang yang tertahan dan gagal kembali ke tanah air meskipun masa kontrak mereka telah habis, akibat banyaknya maskapai penerbangan yang berhenti beroperasi.

Data resmi menunjukkan terdapat sekitar 7.000 pekerja migran asal Jawa Timur yang saat ini mengadu nasib di Timur Tengah, dengan konsentrasi terbesar di Arab Saudi. Namun, angka ini diperkirakan bisa melonjak berkali-kali lipat jika menjumlahkan para pekerja yang berangkat melalui jalur tidak resmi atau non-prosedural.

Kondisi wilayah udara yang mulai tertutup di sejumlah negara kawasan Arab menambah kerumitan proses evakuasi. Jika konfrontasi militer ini meluas, keselamatan jiwa para pekerja migran menjadi taruhan utama karena potensi terjebak di tengah pusaran konflik bersenjata yang sporadis.

SP IMPPI Jatim menekankan bahwa skenario pemulangan harus mencakup seluruh warga negara tanpa memandang status resmi maupun tidak resmi. Pelindungan terhadap nyawa rakyat merupakan amanat konstitusi yang wajib dipenuhi oleh pemerintah dalam situasi darurat internasional seperti saat ini.

Persiapan teknis yang diminta meliputi seluruh rantai evakuasi, mulai dari operasi penjemputan di wilayah konflik, penentuan titik transit yang aman, hingga kepastian transportasi menuju kampung halaman masing-masing. Koordinasi lintas sektoral diperlukan agar tidak terjadi tumpang tindih kebijakan di lapangan.

Selain aspek keamanan fisik, Lilies juga menyoroti pentingnya dukungan kesehatan pasca-evakuasi. Tenaga medis dan psikiater harus disiapkan untuk memberikan layanan trauma healing bagi para pekerja yang mungkin mengalami tekanan psikologis akibat situasi perang di tempat mereka bekerja.

Tak hanya soal keselamatan nyawa, pemerintah juga diminta menjamin terpenuhinya hak-hak ekonomi para pekerja migran. Kepastian mengenai pembayaran gaji yang menjadi hak mereka selama bekerja di luar negeri harus tetap diperjuangkan agar tidak hilang begitu saja akibat pecahnya konflik.

Langkah responsif dari Pemprov Jatim diharapkan mampu memberikan rasa tenang bagi keluarga pekerja migran di kampung halaman. Dengan kesiapan yang matang, diharapkan tidak ada warga Jawa Timur yang terlantar atau menjadi korban di tengah panasnya suhu geopolitik di Timur Tengah.

Patroli Malam Koramil Andong Sasar Nongkrong Remaja di Pasar Lama Kacangan, Cegah Gangguan Kamtibmas

0

Boyolali,TelusuR.ID – Guna menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) tetap kondusif, anggota Koramil 15/Andong Kodim 0724/Boyolali yang dipimpin Batituud Koramil 15/Andong Pelda Widada melaksanakan patroli malam di wilayah sekitar Pasar Lama Kacangan, Kecamatan Andong, Kabupaten Boyolali, Minggu (08/03/26).

Patroli tersebut dilakukan dengan menyusuri sejumlah titik yang kerap dijadikan tempat berkumpul para remaja hingga larut malam. Kegiatan ini merupakan langkah antisipatif untuk mencegah potensi gangguan keamanan sekaligus memberikan pembinaan kepada generasi muda agar tidak terlibat dalam aktivitas yang dapat merugikan diri sendiri maupun orang lain.

Dalam patroli tersebut, petugas mendapati beberapa kelompok muda-mudi yang masih nongkrong di kawasan Pasar Lama Kacangan meski waktu sudah larut. Petugas kemudian menghampiri dan memberikan imbauan secara humanis agar mereka segera pulang ke rumah demi menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, seperti menjadi korban kejahatan jalanan.

Pelda Widada menegaskan bahwa patroli malam ini merupakan bentuk kepedulian TNI dalam menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman bagi masyarakat. Ia juga mengajak para orang tua untuk lebih meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas anak-anaknya di luar rumah, sehingga dapat mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan.

 

(Agus Kemplu)