Tujuh Tahun Bergerak, G25 Indonesia Perkuat Filantropi Melalui Spirit Ramadan 2026

0
35 views
Bagikan :

BANGKALAN – Yayasan Gerakan Dualima Indonesia (G25 Indonesia) kembali meneguhkan komitmen kemanusiaannya melalui peluncuran program “Spirit Ramadan 2026”. Agenda yang dirangkaikan dengan buka puasa bersama di Hotel Ningrat, Bangkalan, Sabtu (7/3/2026) ini, menjadi momentum refleksi atas dedikasi organisasi dalam menjembatani kepedulian sosial di masyarakat.

Dewan Pembina G25 Indonesia, Prof. Dr. Safi’, S.H., M.H., memberikan apresiasi tinggi terhadap konsistensi yayasan yang telah aktif bergerak selama tujuh tahun terakhir. Menurutnya, tidak mudah bagi sebuah organisasi sosial untuk tetap eksis dan relevan, mengingat masa kritis lembaga nirlaba biasanya terjadi pada tiga tahun pertama sejak didirikan.

“Alhamdulillah, G25 tidak hanya mampu melewati masa kritis itu, tetapi terus berkembang pesat. Peningkatan ini terlihat nyata dari jumlah relawan yang bergabung, basis donatur yang meluas, hingga semakin banyaknya penerima manfaat yang terjangkau,” ujar Prof. Safi’ dalam sambutannya.

Gerakan yang diusung G25 dinilai sebagai representasi kekuatan masyarakat sipil dalam mendukung pemberdayaan ekonomi. Kehadiran lembaga seperti ini menjadi mitra strategis pemerintah, terutama dalam menjangkau celah-celah kebutuhan sosial yang mungkin belum tersentuh sepenuhnya oleh kebijakan negara.

Filosofi di balik nama G25 sendiri merujuk pada angka 25, yang melambangkan nilai minimal donasi sebesar Rp25 ribu. Angka sederhana ini sengaja dipilih untuk menumbuhkan kesadaran bahwa berbagi tidak harus menunggu kaya, melainkan tentang keberlanjutan dan keikhlasan dalam membantu sesama.

“Yang terpenting bukan besar kecilnya jumlah, tetapi konsistensi dan keikhlasan. Kebaikan yang kita tabur kepada orang lain pada hakikatnya adalah investasi yang akan kembali kepada diri kita sendiri,” tambah pria yang juga dikenal sebagai pakar hukum tersebut.

Di sisi lain, Ketua Umum G25 Indonesia, Dasuki Rahmad, menegaskan bahwa transparansi adalah napas utama organisasi. Seluruh laporan kegiatan dan penggunaan dana publik dikelola secara terbuka dan dapat diakses kapan saja oleh masyarakat melalui kanal media sosial maupun situs resmi yayasan.

Saat ini, G25 Indonesia menjalankan tiga program prioritas yang menyasar sektor pendidikan, pemberdayaan ekonomi super mikro, serta aksi kemanusiaan (social charity). Ketiga pilar ini dirancang untuk memberikan dampak jangka panjang bagi kesejahteraan masyarakat yang membutuhkan.

Pada sektor pendidikan, G25 menerapkan sistem bantuan langsung ke lembaga terkait untuk memastikan ketepatan sasaran. Jika ditemukan siswa yang menunggak biaya sekolah atau SPP, tim relawan akan datang langsung ke sekolah untuk melunasinya, bukan memberikan uang tunai kepada wali murid.

Khusus untuk pemberdayaan ekonomi, yayasan fokus memberikan stimulan bagi masyarakat yang memiliki potensi usaha kecil. Bantuan modal dan pendampingan diberikan agar para pelaku usaha super mikro ini dapat bertumbuh dan mandiri secara finansial di kemudian hari.

Menariknya, Dasuki memastikan bahwa seluruh donasi dari masyarakat disalurkan 100 persen kepada penerima manfaat tanpa potongan biaya admin. Seluruh biaya operasional lapangan ditanggung secara mandiri oleh para relawan, sehingga integritas bantuan tetap terjaga sejalan dengan visi mulia organisasi.

Tinggalkan Balasan