Dorong Kemandirian Ekonomi Single Parent, Komunitas Perempuan Hebat Sumenep dan G25 Indonesia Jalin Kolaborasi

0
50 views
Bagikan :

BANGKALAN, TELUSUR.ID – Upaya memperkuat kedaulatan ekonomi keluarga di Madura memasuki babak baru. Komunitas Perempuan Hebat asal Kabupaten Sumenep resmi menjajaki kerja sama strategis dengan Yayasan Gerakan Dualima Indonesia (G25 Indonesia) untuk mengakselerasi program pemberdayaan ekonomi masyarakat bawah.

Penjajakan kolaborasi ini menjadi agenda utama di sela peluncuran program “Spirit Ramadan 2026” di Hotel Ningrat, Bangkalan, Sabtu (7/3). Pertemuan ini mempertemukan dua kekuatan sosial yang memiliki visi serupa dalam memutus rantai kemiskinan melalui jalur kemandirian finansial.

Ketua Komunitas Perempuan Hebat, Megawati, menegaskan bahwa fokus utama organisasinya adalah mengangkat derajat ekonomi para perempuan yang menjadi tulang punggung keluarga. Sebagian besar anggota komunitas ini merupakan ibu tunggal atau single parent yang dituntut mandiri secara finansial demi masa depan anak-anak mereka.

“Pengurus dan anggota kami mayoritas adalah para single parent. Oleh karena itu, energi kami banyak dicurahkan pada kegiatan pemberdayaan ekonomi agar mereka tidak hanya bergantung pada bantuan, tetapi mampu berdikari,” ujar Megawati dalam keterangannya dikutip Telusur.id, Senin (9/3/2026).

Baginya, kolaborasi dengan G25 Indonesia adalah langkah cerdas untuk memperluas akses modal dan pengetahuan bagi anggotanya. Ia berharap pertemuan di Bangkalan ini menjadi titik awal lahirnya berbagai program kewirausahaan yang mampu mengubah wajah ekonomi perempuan di Sumenep.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Umum G25 Indonesia, Dasuki Rahmad, menyatakan dukungan penuh terhadap semangat kemandirian yang diusung Megawati. Dasuki menilai, pemberdayaan ekonomi memang menjadi salah satu pilar utama dari tiga program prioritas yang dijalankan oleh G25 Indonesia.

“Fokus kami salah satunya adalah pemberdayaan ekonomi super mikro. Kami memberikan stimulan bagi masyarakat yang memiliki potensi usaha kecil agar mereka memiliki ekosistem bisnis yang berkelanjutan dan mandiri secara ekonomi,” jelas Dasuki secara lugas.

Dasuki menekankan bahwa pola pemberdayaan yang diterapkan G25 bersifat aplikatif dan terukur. Hal ini dirasa sangat cocok untuk didiskusikan lebih lanjut dengan Komunitas Perempuan Hebat guna menciptakan program yang spesifik bagi kebutuhan para single parent di lapangan.

Sinergi ini diharapkan tidak hanya berhenti pada aksi sosial sesaat, melainkan bertransformasi menjadi pendampingan usaha jangka panjang. Dengan modal kemandirian, kaum perempuan di Sumenep diharapkan mampu menjadi motor penggerak ekonomi di lingkungan terkecil mereka.

Sebagai langkah konkret pertama, G25 Indonesia melalui Komunitas Perempuan Hebat langsung menyalurkan 24 paket sembako kepada masyarakat kurang mampu di Sumenep. Langkah awal ini menjadi simbol dukungan moral sebelum masuk ke tahap pemberdayaan ekonomi yang lebih teknis dan mendalam.

Kolaborasi lintas kabupaten ini diharapkan menjadi model baru dalam filantropi di Madura. Dengan menyatukan sumber daya, kedua pihak optimistis dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara sistematis dan masif, khususnya bagi kaum perempuan pejuang ekonomi.

Tinggalkan Balasan