Soroti SE Mendagri, Edy Musyadad: Saatnya Pemkab Jombang Hadir untuk Pecinta Sepak Bola

0
8 views
Bagikan :

SE Mendagri Buka Jalan Nobar Piala Dunia 2026, Pegiat Sepak Bola Jombang Desak Pemkab Segera Bergerak

JOMBANG,TelusuR.ID – Euforia Piala Dunia 2026 tak hanya menyedot perhatian pecinta sepak bola di seluruh dunia, tetapi juga membuka peluang besar bagi daerah untuk menghadirkan hiburan publik sekaligus menggerakkan roda perekonomian lokal.

Momentum itu semakin kuat setelah Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian resmi menerbitkan Surat Edaran (SE) Nomor 400.2.7/4657/SJ yang menginstruksikan pemerintah daerah untuk memfasilitasi dan menginisiasi kegiatan nonton bareng (nobar) Piala Dunia 2026 sesuai kondisi dan kemampuan masing-masing daerah.

Melalui surat edaran tersebut, para gubernur, bupati, dan wali kota diminta menyiapkan ruang-ruang publik strategis sebagai lokasi nobar, sekaligus menggerakkan perangkat daerah untuk memberikan dukungan berupa sarana dan prasarana, pengaturan lalu lintas, kebersihan, keamanan, hingga dukungan teknis lainnya.

Mendagri Tito Karnavian menegaskan bahwa Piala Dunia 2026 bukan sekadar ajang olahraga, melainkan momentum bagi pemerintah pusat dan daerah untuk menghadirkan hiburan sehat yang dapat dinikmati seluruh lapisan masyarakat.

“Ini momentum yang bisa mendorong pertumbuhan ekonomi. Ketika ada nobar, masyarakat berkumpul, UMKM bergerak, aktivitas ekonomi tumbuh,” ujar Tito dalam rapat koordinasi di Gedung Sasana Bhakti Praja Kemendagri, Jakarta Senin (15/6/26).

Optimisme serupa juga disampaikan Direktur Utama TVRI, Tubagus Fiki Chikara Satari. Berdasarkan simulasi yang dilakukan TVRI, kegiatan nobar Piala Dunia berpotensi menghasilkan perputaran ekonomi hingga Rp2,34 triliun secara nasional selama penyelenggaraan turnamen.

Di Kabupaten Jombang, kabar terbitnya surat edaran tersebut disambut antusias oleh pegiat dan pemerhati sepak bola daerah, Edy Musyadad.

Menurut Edy, langkah Mendagri merupakan terobosan positif yang menunjukkan keberpihakan pemerintah terhadap kebutuhan hiburan masyarakat sekaligus membuka ruang tumbuhnya aktivitas ekonomi kerakyatan.

“Kami menyambut gembira terbitnya Surat Edaran Mendagri terkait fasilitasi nonton bareng Piala Dunia 2026. Ini kabar baik bagi jutaan pecinta sepak bola di Indonesia, termasuk masyarakat Kabupaten Jombang,” kata Edy, Selasa (16/6/2026).

Edy berharap Pemerintah Kabupaten Jombang tidak menunggu terlalu lama untuk menindaklanjuti kebijakan tersebut dengan menerbitkan aturan teknis dan menyiapkan titik-titik nobar di ruang publik yang mudah diakses masyarakat.

Menurutnya, Piala Dunia merupakan pesta olahraga empat tahunan yang memiliki daya tarik luar biasa dan mampu menyatukan berbagai lapisan masyarakat tanpa memandang latar belakang sosial maupun politik.

“Pemkab Jombang perlu segera menyambut dan menindaklanjuti surat edaran tersebut. Jangan sampai masyarakat hanya menjadi penonton dari daerah lain yang sudah lebih siap menggelar nobar. Warga Jombang juga berhak menikmati atmosfer Piala Dunia secara bersama-sama dalam suasana yang aman, nyaman, dan meriah,” ujarnya.

Lebih jauh, Edy menilai kegiatan nobar tidak hanya memberikan hiburan bagi masyarakat, tetapi juga berpotensi menjadi pengungkit ekonomi lokal. Kehadiran ribuan penonton di lokasi nobar diyakini akan memberikan dampak langsung bagi pelaku UMKM, pedagang kaki lima, hingga sektor jasa lainnya.

“Kalau dikelola dengan baik, nobar bisa menjadi ruang kebersamaan masyarakat sekaligus mendatangkan manfaat ekonomi. Pedagang makanan, minuman, hingga pelaku usaha kecil bisa ikut merasakan dampaknya. Ini kesempatan yang sayang jika dilewatkan,” tegasnya.

Dengan rentang pelaksanaan Piala Dunia yang berlangsung sejak 11 Juni hingga 19 Juli 2026, publik kini menantikan langkah konkret Pemerintah Kabupaten Jombang untuk menerjemahkan kebijakan pusat tersebut menjadi agenda yang dapat dinikmati masyarakat secara luas.

Bagi para pencinta sepak bola di Kota Santri, harapan mereka sederhana: menyaksikan pesta sepak bola terbesar dunia bersama-sama, di ruang publik yang disiapkan pemerintah, sambil merasakan semangat persatuan dan kebanggaan sebagai bagian dari masyarakat yang ikut merayakan Piala Dunia 2026.

Tinggalkan Balasan