Tepis Narasi Liar, Alumni GP Ansor Tegaskan Reshuffle Pimpinan Pusat Sudah Sesuai Prosedur Organisasi

0
1 views
Bagikan :

JAKARTA, TelusuR.id – Gelombang reorganisasi di tubuh Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda (GP) Ansor belakangan ini memantik perhatian publik. Kebijakan reshuffle atau perombakan kepengurusan yang diambil oleh jajaran pimpinan pusat tersebut kini mendapatkan dukungan kuat dari salah satu alumninya, Ramadhan Isa.

Menurut figur yang akrab disapa Dhani ini, langkah penataan struktur tersebut sudah sangat sesuai dengan prosedur kedewanan yang berlaku di dalam organisasi. Kebijakan besar itu diambil secara sah melalui mekanisme Rapat Pleno Pengurus Harian yang sah dan terjadwal secara resmi.

Rapat krusial tersebut dilaporkan dihadiri langsung oleh Ketua Umum PP GP Ansor Addin Jauharudin, Sekretaris Jenderal, serta jajaran Pengurus Harian lainnya. Kehadiran para pemegang kunci kebijakan ini menegaskan bahwa keputusan yang dilahirkan memiliki legalitas formal yang sangat kuat.

Mantan Wakil Ketua Pimpinan Cabang GP Ansor Jakarta Utara itu mengungkapkan bahwa reshuffle adalah hal yang lumrah terjadi di dalam dunia organisasi. Langkah ini menjadi instrumen penting dalam rangka penyegaran sekaligus untuk memenuhi kebutuhan taktis organisasi yang terus berkembang.

Dhani menggarisbawahi bahwa seluruh keputusan perombakan ini diambil secara kolektif kolegial melalui forum resmi, bukan atas dasar keputusan individu. Mekanisme tersebut sekaligus mematahkan berbagai spekulasi miring yang telanjur berkembang liar di ruang publik digital.

“Jadi salah besar kalau reshuffle itu keinginan atau keputusan Ketum Addin Jauharudin seorang,” tegas Dhani dalam keterangan tertulisnya yang diterima oleh awak media di Jakarta, Selasa (16/6/2026).

Pria yang pernah ditunjuk sebagai Karteker Sekretaris PC GP Ansor Jakarta Utara ini melanjutkan, proses perombakan dilakukan secara menyeluruh dan objektif. Kebijakan evaluasi ini tidak hanya menyasar pada satu jabatan atau personal tertentu saja seperti yang diisukan oleh sebagian pihak.

Oleh karena itu, Dhani menilai tidak benar jika ada informasi sepihak yang menyebut bahwa agenda penataan struktur ini hanya menarget figur tertentu. Ia juga menepis anggapan adanya sentimen terhadap kelompok atau faksi tertentu di dalam tubuh organisasi pemuda Nahdliyin tersebut.

Berdasarkan kacamatanya, pertimbangan utama dari pelaksanaan reshuffle ini murni berlandaskan pada kebutuhan organisasi untuk bisa bergerak lebih cepat dan dinamis. Evaluasi kinerja internal menjadi dasar utama dalam menentukan komposisi pengurus yang baru.

“Jadi ini reshuffle berdasarkan kebutuhan organisasi. Tentunya juga melalui evaluasi internal yang membutuhkan SDM aktif untuk menggerakkan roda organisasi ke depan,” terang alumni Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Ciputat Jakarta tersebut.

Lebih lanjut, Dhani membantah keras tudingan yang menyebut adanya motif personal di balik pergantian beberapa nama pengurus. Sebagai organisasi kepemudaan berskala besar, GP Ansor menurutnya memiliki ritme kerja serta mobilitas yang sangat tinggi di lapangan.

Karakter organisasi yang masif tersebut menuntut adanya ketersediaan personel yang tidak hanya aktif, melainkan juga harus solid dan militan. Keaktifan pengurus dalam menjalankan roda organisasi menjadi variabel penting yang tidak bisa ditawar lagi demi marwah jam’iyyah.

Apalagi, dalam waktu dekat Pimpinan Pusat GP Ansor sudah dijadwalkan akan mengawal sejumlah agenda besar berskala nasional. Serangkaian acara penting tersebut membutuhkan konsentrasi penuh dan kesiapan fisik serta mental dari seluruh jajaran pengurus.

Di antara agenda besar yang sudah di depan mata tersebut adalah pelaksanaan Pelatihan Kader Nasional (PKN) yang akan dipusatkan di Sidoarjo, Jawa Timur. Selain itu, ada tugas pengamanan Konferensi Besar (Konbes) serta Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) pada Agustus mendatang.

Menyikapi adanya riak-riak ketidakpuasan dari dinamika internal ini, Dhani memberikan saran bijak kepada seluruh kader dan pengurus. Ia mengimbau kepada siapa pun yang terkena dampak kebijakan reshuffle untuk mengedepankan sikap ksatria dan menahan diri.

Ia menyarankan agar pihak terkait melakukan introspeksi diri secara mendalam serta menempuh jalur komunikasi resmi organisasi melalui mekanisme tabayun. Datang langsung ke Pimpinan Pusat dinilai jauh lebih elegan dan bermartabat dibandingkan melempar opini di dunia maya.

Langkah tabayun tersebut dipandang sebagai jalan keluar terbaik daripada membangun narasi liar di media sosial yang berpotensi merugikan nama baik organisasi. “Itu lebih tepat daripada membangun narasi liar di media sosial, karena Ansor adalah rumah kita bersama,” pungkas Dhani secara diplomatis.

Tinggalkan Balasan