JOMBANG, TelusuR.id — Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Saifullah Yusuf, mengimbau seluruh warga Nahdlatul Ulama (NU), khususnya pengurus wilayah dan cabang, untuk tidak mudah terpengaruh oleh informasi bohong atau hoaks yang marak beredar menjelang pelaksanaan Muktamar Ke-35 NU.
Pria yang akrab disapa Gus Ipul tersebut meminta masyarakat serta jajaran pengurus untuk senantiasa menyaring informasi. Ia mengimbau agar publik hanya mengacu pada kabar resmi yang dirilis melalui kanal komunikasi PBNU maupun media massa terpercaya yang dapat dipertanggungjawabkan.
“Yang penting juga adalah percaya pada berita-berita yang benar. Jangan sampai percaya pada hoaks, berita-berita palsu, atau berita yang menyesatkan,” ujar Gus Ipul saat memberikan keterangan pers di Tower 7 Gedung MAN 3 Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, Senin (3/8/2026).
Menurut Gus Ipul, berbagai isu yang bergulir di luar saluran resmi PBNU belum tentu memiliki akurasi atau keabsahan yang jelas. Oleh karena itu, ia mengingatkan seluruh warga Nahdliyin untuk tetap tenang dan kritis dalam merespons tiap dinamika informasi.
Ia juga menekankan pentingnya bagi seluruh jajaran pengurus NU di setiap tingkatan untuk aktif memantau perkembangan resmi dari tingkat pusat. Hal ini dilakukan guna mencegah disinformasi yang berpotensi memicu kegaduhan di internal organisasi.
“Ikuti semua kabar yang official. Karena kabar di luar sana macam-macam. Ada yang menyebarkan dokumen atau surat keputusan yang tidak ditandatangani. Itu tidak benar,” tegas Gus Ipul membeberkan contoh disinformasi yang beredar.
Kepesertaan Dipastikan Transparan dan Sesuai Aturan
Selain menyoroti maraknya hoaks, Gus Ipul turut menegaskan komitmen PBNU dalam menjaga integritas pelaksanaan perhelatan akbar tertinggi di tubuh NU tersebut. PBNU berjanji akan memastikan seluruh proses kepesertaan Muktamar Ke-35 berjalan secara transparan dan sesuai ketentuan organisasi.
Ia menjelaskan bahwa setiap Pengurus Cabang (PCNU) maupun Pengurus Wilayah (PWNU) yang telah memenuhi kriteria tata tertib secara otomatis memiliki hak sah untuk menjadi peserta muktamar.
Tak hanya itu, PBNU juga membuka ruang pendampingan aktif bagi pengurus wilayah maupun cabang yang masih mengalami kendala teknis atau kekurangan berkas administrasi agar hak kepesertaan mereka tetap terakomodasi.
“Peserta itu adalah hak cabang dan wilayah yang memenuhi syarat. PBNU membantu jika ada kekurangan, tetapi prosesnya harus benar dan dokumennya tidak boleh palsu. Alhamdulillah semuanya berjalan lancar, tidak ada yang dipersulit,” terangnya.
Bantah Isu Konflik Internal dan Rebutan Tambang
Pada kesempatan yang sama, Gus Ipul secara tegas menepis berbagai rumor yang belakangan berseliweran di media sosial terkait tuduhan adanya konflik internal di jajaran pimpinan PBNU.
Secara khusus, ia membantah kabar burung yang menyebutkan adanya spekulasi perselisihan atau perebutan kepentingan antar pimpinan PBNU terkait pengelolaan tambang.
Gus Ipul memastikan bahwa narasi-narasi miring tersebut murni spekulasi yang tidak didasari oleh fakta di lapangan. Ia menegaskan hubungan antar pengurus pusat tetap solid dan harmonis.
“Tidak ada konflik tambang atau rebutan apa pun antara Ketua Umum dan Sekjen. Berita-berita seperti itu tidak benar. Yang berkembang di media sosial seolah-olah ada rebutan ini dan itu, padahal faktanya tidak demikian,” cetusnya.
Ia menambahkan, ketimbang terdistraksi oleh rumor yang tidak berdasar, seluruh jajaran PBNU saat ini memilih untuk fokus penuh menyukseskan persiapan Muktamar Ke-35 dengan semangat kebersamaan.
“Kalau melihat kondisi sekarang, semuanya guyub. Kami menyambut Muktamar dengan semangat kebersamaan,” ucap Gus Ipul optimistis.
Adapun helatan Muktamar Ke-35 Nahdlatul Ulama dijadwalkan bakal berlangsung di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, pada 27 hingga 31 Agustus 2026 mendatang. PBNU berharap seluruh rangkaian agenda strategis ini dapat berjalan dengan lancar dan aman lewat dukungan penuh dari seluruh warga Nahdliyin.