Di Tengah Puing Bencana, Semangat Anak-Anak SDN 10 Linge Menolak Menyerah

0
3 views
Bagikan :

Semangat Tak Ikut Hanyut: Anak-Anak SDN 10 Linge Bertahan Belajar di Tenda Darurat Pascabanjir Bandang

ACEH TENGAH,TelusuR.ID — Banjir bandang yang menerjang kawasan Linge, Aceh Tengah, memang merusak bangunan SD Negeri 10 Linge. Namun, bencana itu tak mampu meruntuhkan semangat para siswanya untuk tetap belajar.

Setiap pagi, anak-anak tetap datang mengenakan seragam sekolah. Mereka membawa buku pelajaran, duduk di atas terpal sederhana, lalu mengikuti proses belajar di tenda darurat yang kini menjadi ruang kelas sementara.

Di tengah keterbatasan fasilitas dan situasi pascabencana, aktivitas belajar tetap berjalan. Bagi mereka, sekolah bukan sekadar bangunan, melainkan harapan untuk masa depan.

Suasana itulah yang terlihat saat sejumlah pejabat dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah bersama BPMP Aceh meninjau langsung kondisi sekolah terdampak banjir.

Kepala BPMP Aceh, Safran, mengatakan bangunan lama SDN 10 Linge mengalami kerusakan berat akibat banjir bandang. Setelah dilakukan kajian, lokasi sekolah lama ditetapkan sebagai zona merah karena dinilai memiliki risiko tinggi terhadap keselamatan.

“Sekolah tidak memungkinkan dibangun kembali di lokasi yang sama karena masuk kawasan rawan bencana,” kata Safran saat meninjau lokasi bersama jajaran BPMP Aceh, Direktorat SD Kemendikdasmen, BGTK Aceh, Seknas SPAB, serta tim pendamping lainnya.

Penetapan relokasi sekolah menjadi pilihan yang dinilai paling aman untuk keberlangsungan pendidikan anak-anak di wilayah tersebut.

Meski demikian, proses relokasi bukan tanpa tantangan. Pemerintah daerah kini harus menyiapkan lahan baru yang aman dari ancaman bencana sekaligus memiliki status hukum yang jelas dan bebas sengketa.

 

Sementara proses itu berjalan, kegiatan belajar mengajar tetap dilakukan di tenda darurat agar pendidikan para siswa tidak terhenti.

Bukan hanya kehilangan ruang kelas, sebagian siswa juga harus menghadapi medan perjalanan yang lebih berat. Sejumlah akses jalan menuju lokasi belajar mengalami kerusakan akibat diterjang banjir.

Namun kondisi tersebut tidak menyurutkan semangat mereka untuk tetap datang ke sekolah.

Para guru, orang tua, hingga masyarakat sekitar turut bergotong royong memastikan anak-anak tetap memiliki ruang belajar meski dalam kondisi serba terbatas.

Situasi di SDN 10 Linge menjadi gambaran bagaimana pendidikan di daerah bencana tidak hanya bergantung pada gedung sekolah, tetapi juga pada ketahanan sosial dan kepedulian bersama.

Di tengah kondisi itu, harapan baru mulai muncul. Pemerintah pusat melalui Kemendikdasmen disebut telah menyiapkan dukungan anggaran untuk pembangunan sekolah baru bagi SDN 10 Linge.

Muhammad Kasman dari Direktorat SD Kemendikdasmen menegaskan dana revitalisasi telah tersedia dan siap dikucurkan begitu syarat administrasi dipenuhi.

“Dana revitalisasi sudah siap dikucurkan. Syaratnya Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah harus menyediakan lahan baru yang aman dari potensi bencana dan status tanahnya clear and clean,” ujarnya.

Proposal relokasi sekolah kini juga tengah dipersiapkan untuk diajukan kepada Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah.

Bagi anak-anak SDN 10 Linge, harapan mereka sebenarnya sederhana: kembali belajar di ruang kelas yang aman dan nyaman.

Safran optimistis harapan itu dapat segera terwujud.

“Anak-anak ini punya semangat luar biasa. Mereka pantas mendapatkan sekolah yang lebih aman dan lebih baik,” katanya.

Tinggalkan Balasan