Tindaklanjuti Keluhan Warga soal Debu, DPRD Jombang Sidak PG Djombang Baru

0
122 views
Bagikan :

Jombang, TelusuR.ID – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Jombang menindaklanjuti keluhan warga sekitar Pabrik Gula (PG) Djombang Baru terkait pencemaran debu dan limbah.

Komisi C DPRD Jombang melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke lokasi pabrik pada Kamis (18/9/2025) pukul 09.00 WIB.

Sidak dipimpin langsung oleh anggota Komisi C, di antaranya Saifullah, Mas’ud Zuremi, Maya Novita Sari, Samsul Huda, Taufiqi Fakkarudin Assilahi, Subur, Achmad Fachruddin Novadonna Bilytha Puspythasari.

Kemudian juga, Dian Ayunita Prasstumi, dan Heri Santoso. Mereka didampingi Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Jombang, Miftahul Ulum.

Dari hasil peninjauan, DPRD menemukan adanya kebocoran cerobong asap yang menyebabkan debu sisa pembakaran mencemari pemukiman warga.

“Keluhan masyarakat benar adanya. Debu hitam dari cerobong menempel di rumah warga, bahkan mengenai pakaian yang sedang dijemur. Hal ini sudah lama menjadi keresahan,” ujar Mas’ud Zuremi usai sidak.

Anggota Komisi C lainnya, Saifullah, menyampaikan bahwa pihak pabrik telah mengakui permasalahan tersebut dan menyampaikan permintaan maaf.

“Pihak PG mengakui ada kebocoran. Mereka berkomitmen memasang filter baru, melakukan penyiraman debu, serta membuka komunikasi dengan warga sekitar. CSR untuk masyarakat juga dijanjikan,” katanya.

Selain itu, sidak DPRD juga menemukan bahwa dari tiga unit boiler yang dimiliki PG Djombang Baru, hanya satu yang berfungsi normal. Kondisi ini memperburuk penanganan limbah udara.

DPRD mendesak perbaikan menyeluruh, termasuk sistem pengolahan limbah cair yang dialirkan ke sungai.

General Manager PG Djombang Baru, Adisolech Wicaksono, menyatakan pihaknya telah memulai perbaikan sejak 2024. “Dibandingkan tahun lalu, kadar partikel yang terlepas sudah menurun. Tahun 2026 nanti, kami targetkan sistem penanganan limbah bisa lebih sempurna,” ungkapnya.

Ia menambahkan, dua dari tiga boiler akan segera dipasangi alat pengendali polusi tambahan. “Kami siap menindaklanjuti permintaan DPRD dan DLH agar lingkungan sekitar pabrik tidak lagi terdampak,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan