Pergantian Pimpinan BGN Dinilai Langkah Korektif Presiden Prabowo untuk Perkuat Program Makan Bergizi Gratis
JAKARTA,TelusuR.ID — Pergantian jajaran pimpinan Badan Gizi Nasional (BGN) dinilai sebagai langkah korektif yang dilakukan Presiden Prabowo Subianto untuk memastikan program Makan Bergizi Gratis (MBG) berjalan lebih efektif, akuntabel, dan sesuai dengan tujuan awal pembentukannya.
Aktivis sosial sekaligus Eksponen Angkatan Reformasi 1998, Andrianto Andri, menilai perubahan kepemimpinan di tubuh BGN merupakan respons atas berbagai dinamika yang berkembang selama satu tahun terakhir dalam pelaksanaan program strategis nasional tersebut.
“Pergantian pimpinan BGN merupakan hal yang wajar dalam tata kelola pemerintahan. Publik tentu berharap evaluasi ini menjadi momentum perbaikan agar program Makan Bergizi Gratis dapat berjalan semakin baik dan memberikan manfaat yang maksimal bagi masyarakat,” kata Andrianto di Jakarta, Rabu (3/6/2026).
Menurut dia, program MBG merupakan salah satu kebijakan prioritas Presiden Prabowo yang memiliki dampak langsung terhadap kualitas sumber daya manusia Indonesia di masa depan. Karena itu, pelaksanaannya harus ditopang oleh manajemen yang profesional, transparan, dan mampu menjaga kepercayaan publik.
Selama pelaksanaan program, kata Andrianto, sejumlah polemik sempat mencuat dan menjadi sorotan masyarakat. Mulai dari persoalan komunikasi publik, isu pengadaan barang dan jasa, hingga berbagai perdebatan terkait pelaksanaan program di lapangan.
“Terlepas dari berbagai kontroversi yang muncul, yang terpenting saat ini adalah memastikan program tetap berjalan dan terus disempurnakan. Jangan sampai tujuan besar Presiden untuk meningkatkan kualitas gizi generasi muda justru terganggu oleh persoalan-persoalan administratif maupun manajerial,” ujarnya.
Andrianto menegaskan bahwa MBG bukan sekadar program bantuan sosial, melainkan investasi jangka panjang negara untuk membangun generasi yang sehat, produktif, dan memiliki daya saing tinggi.
Ia mengaitkan program tersebut dengan amanat Pasal 34 Undang-Undang Dasar 1945 yang menegaskan tanggung jawab negara dalam memelihara fakir miskin dan anak-anak terlantar, termasuk memastikan terpenuhinya kebutuhan dasar masyarakat.
“Presiden Prabowo sedang menjalankan mandat konstitusi melalui program yang menyentuh langsung kebutuhan rakyat. Tujuannya jelas, yaitu menyiapkan generasi Indonesia yang sehat, bebas stunting, serta memiliki kemampuan yang lebih baik untuk menghadapi tantangan masa depan,” katanya.
Karena itu, lanjut Andrianto, evaluasi terhadap pelaksana program merupakan bagian dari upaya memastikan cita-cita besar tersebut tidak melenceng dari jalurnya.
Menurut dia, keputusan Presiden melakukan penyegaran kepemimpinan menunjukkan adanya komitmen kuat untuk terus memperbaiki tata kelola program nasional yang menyangkut kepentingan puluhan juta anak Indonesia.
“Presiden menunjukkan bahwa pemerintah tidak menutup mata terhadap kritik dan masukan masyarakat. Ketika ada kebutuhan untuk melakukan pembenahan, langkah itu diambil demi kepentingan yang lebih besar, yakni keberhasilan program dan masa depan generasi bangsa,” ujarnya.
Andrianto mengaku optimistis kepemimpinan baru BGN akan mampu memperkuat pelaksanaan program MBG. Ia menilai Kepala BGN yang baru, Nanik S. Deyang, memiliki pengalaman panjang di bidang komunikasi publik dan pemahaman yang baik terhadap visi pembangunan Presiden Prabowo.
Selain itu, Nanik akan didampingi oleh Agustina Arumsari yang memiliki latar belakang kuat di bidang keuangan dan pengawasan, serta Mayjen TNI Trenggono yang dinilai memiliki pengalaman kepemimpinan dan manajerial yang mumpuni.
“Kombinasi ini memberikan harapan baru. Pengalaman komunikasi publik, penguatan tata kelola keuangan, dan kemampuan manajemen organisasi menjadi modal penting untuk membawa BGN bekerja lebih efektif,” katanya.
Andrianto menegaskan bahwa masyarakat pada dasarnya mendukung penuh keberlanjutan program MBG. Yang dibutuhkan saat ini adalah pengelolaan yang semakin profesional sehingga manfaat program dapat dirasakan secara optimal oleh seluruh penerima manfaat.
“Program Makan Bergizi Gratis harus terus dilanjutkan karena ini merupakan investasi besar bangsa. Kita sedang berbicara tentang masa depan jutaan anak Indonesia yang kelak akan menjadi penopang Indonesia Emas 2045,” ujarnya.
Sebelumnya, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengumumkan pergantian pimpinan Badan Gizi Nasional. Presiden Prabowo menunjuk Nanik S. Deyang sebagai Kepala BGN menggantikan Dadan Hindayana.
Dalam struktur baru tersebut, Presiden juga menunjuk Agustina Arumsari dan Mayjen TNI Trenggono sebagai Wakil Kepala BGN.
Pergantian tersebut dipandang sebagai bagian dari langkah konsolidasi pemerintah untuk memperkuat pelaksanaan program MBG yang menjadi salah satu program unggulan pemerintahan Presiden Prabowo dalam meningkatkan kualitas kesehatan dan gizi anak-anak Indonesia secara berkelanjutan.



