Dinilai Tendensius, Kader NasDem Protes Keras Sampul dan Pemberitaan Majalah Tempo

0
1 views
Bagikan :

SURABAYA, TELUSUR.ID – Gelombang protes menyasar majalah berita mingguan Tempo menyusul laporan utama mereka yang bertajuk “PT NasDem Indonesia Raya Tbk”. Pemberitaan tersebut memicu reaksi keras dari internal Partai NasDem karena dianggap melakukan framing negatif.

Deni Prasetya, salah satu kader muda Partai NasDem, secara terbuka menyatakan kekecewaannya terhadap isi laporan dan visualisasi sampul majalah tersebut. Menurutnya, pemberitaan itu telah melukai kehormatan partai dan merendahkan martabat organisasi secara institusional.

Deni mengungkapkan, sebagai kader dirinya merasa tersakiti dengan analogi yang digunakan media tersebut. Penggambaran partai politik sebagai sebuah perusahaan dinilai sebagai upaya degradasi terhadap peran partai dalam sistem demokrasi di Indonesia.

“Pemberitaan majalah itu sangat tendensius dan sampulnya menggambarkan sosok Pak Surya Paloh yang tidak elok,” tegas Deni dalam keterangan resminya kepada media, Kamis (16/4/2026) dikutip Telusur.id

Bagi para kader, sosok Surya Paloh bukan sekadar pendiri dan Ketua Umum semata. Deni menegaskan bahwa tokoh tersebut adalah simbol partai yang wajib dijaga kehormatannya oleh seluruh elemen di bawah naungan NasDem.

Sekretaris Fraksi Partai NasDem DPRD Jawa Timur ini menambahkan, pihaknya selama ini sangat menghormati posisi pers sebagai pilar keempat demokrasi. Keberadaan pers dianggap sejajar dengan eksekutif, legislatif, dan yudikatif dalam mengawal jalannya negara.

Oleh karena itu, Deni berharap adanya hubungan saling menghargai antara partai politik dan media massa. Kerja-kerja jurnalistik seharusnya tetap berada pada koridor profesional demi kepentingan publik yang lebih luas.

Pria yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Gerakan Pemuda Ansor Jawa Timur ini mengklaim bahwa dirinya selalu kooperatif terhadap jurnalis. Hal itu dibuktikan dengan sikapnya yang selalu terbuka dalam memberikan akses informasi sebagai narasumber.

Namun, dalam kasus laporan “PT NasDem” ini, ia menilai ada batas yang dilanggar oleh media yang bersangkutan. Ia menyesalkan narasi yang dianggap terlalu jauh mencampuri urusan internal rumah tangga partai politik.

“Mereka terlalu jauh beropini dan menulis berdasarkan isu atau rumor yang berkembang. Tentu menurut kami ini bukan bentuk kerja-kerja pers yang profesional,” ujar Deni dengan nada kecewa.

Ia menyayangkan jika sebuah media nasional sekelas Tempo membangun opini berdasarkan basis data yang dianggapnya tidak valid. Hal ini dikhawatirkan dapat menggiring persepsi buruk masyarakat terhadap fungsi partai politik.

Sementara itu, menanggapi protes keras yang bermunculan, pihak redaksi majalah Tempo akhirnya angkat bicara. Pemimpin Redaksi (Pemred) Tempo, Setri Yasra, telah menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada pihak Partai NasDem.

Meskipun menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang muncul, Setri Yasra memberikan penegasan terkait proses produksi berita di internalnya. Ia menyatakan bahwa seluruh rangkaian jurnalistik yang dilakukan telah melalui prosedur dan kode etik.

Setri Yasra menjelaskan bahwa redaksi tetap membuka ruang seluas-luasnya bagi Partai NasDem untuk memberikan klarifikasi atau hak jawab. Hal ini merupakan bentuk kepatuhan media terhadap prosedur jurnalistik yang berimbang.

Lebih lanjut, pihak Tempo juga mendorong agar penyelesaian sengketa pemberitaan ini dilakukan melalui mekanisme yang berlaku di Dewan Pers. Langkah ini diambil guna menjaga transparansi dan profesionalisme kedua belah pihak.

Kasus ini kini menjadi perhatian publik, terutama terkait batasan antara kritik media dan penghormatan terhadap institusi politik. Ketegangan ini diharapkan dapat tuntas melalui dialog konstruktif sesuai Undang-Undang Pers yang berlaku.

Tinggalkan Balasan