Beranda blog Halaman 377

Kendalikan Inflasi, Disdagrin Gelar OP di Desa Losari

0

JOMBANG, TelusuR.ID   –   Kali ini Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagrin) Pemkab Jombang menggelar Operasi Pasar (OP) di Desa Losari, Kecamatan Ploso, Selasa (11/10/2022). OP dilakukan untuk mengendalikan dampak kenaikan harga BBM.

Kegiatan OP dimulai sejak pukul 80.00 wib, bersamaan dengan Bulaga. Dilokasi, nampak sejumlah warga tertib menukarkan kupon OP.

Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Jombang, Hari Utomo, mengaskan OP dilakukan untuk mengendalikan inflasi akibat kenaikan harga BBM.

“Operasi Pasar Murah dilakukan untuk mengendalikan inflasi, sehingga kami harapkan harga di pasar khususnya bahan pokok, tidak terjadi lonjakan, “tutur Hari Utomo kepada Jawa Pos Radar Jombang.

Ada 4 komoditas yang dijual pada Operasi Pasar yang berlangsung di Desa Losari. Yakni beras, gula pasir, telur, dan minyak goreng.

“Gula pasir dijual dengan harga Rp 11.500 per kilogram, telur dijual Rp 22.500 per kilogram, minyak goreng di harga Rp 11.000 per liter, serta beras berkualitas medium dijual dengan harga Rp 9.800 per kilogram, “terangnya.

Untuk kelangsungan kegiatan OP di Desa Losari, Disdagrin Jombang menggandeng pihak distributor untuk masing-masing komoditas. Sehingga ada selisih dengan harga di pasaran. “Kita pastikan harganya tidak lebih mahal dari harga di pasaran, “tutur Hari Utomo.

 

Diharapkan, OP kali ini mampu mengendalikan inflasi dan bisa memenuhi kebutuhan masyarakat. “Harapan kita OP bisa menelan inflasi. Karena kenaikan harga BBM pasti diikuti kenaikan harga barang yang lain, terutama sembako. Sehingga Operasi Pasar diharapkan bisa memenuhi kebutuhan masyarakat, “tambahnya.

Sementara itu, Disdagrin Jombang memastikan bakal menghelat Operasi Pasar di seluruh kecamatan di Kabupaten Jombang. Dimulai dari Desa Losari Kecamatan Ploso, dan akan berakhir di Kecamatan Kesamben pada 30 November nanti.

Dalam OP itu Disdagrin menerapkan kupon yang didistribusikan ke Kecamatan dan diteruskan ke Desa. “Masing-masing komoditas tersedia 400 kupon. Baik beras, telur, gula, dan minyak goreng, “terangnya.

Kupon untuk 4 komoditas itu memiliki warna berbeda. Warna hitam untuk komoditas gula pasir. Warna hijau untuk minyak goreng. Sedang kupon warna merah dan kuning untuk komoditas beras dan telur.

“Tehnisnya, setelah warga mendapatkan kupon, bisa ditukarkan sesuai jenis komoditas. Jadi kupon didistribusikan ke Kecamatan sesuai permintaan masing-masing desa, “beber Hari Utomo.

Rencananya, setiap kecamatan akan mendapatkan giliran OP satu kali. “Maksimal satu kecamatan bisa sampai 10 kali. Tapi itu bergantung pada kesanggupan pihak distributor. Artinya mereka bisa menyediakan atau tidak, “tambahnya.

Menurut Hari Utomo, dengan adanya OP, upaya Pemkab menekan kenaikan harga bahan pokok bisa berjalan lancar. “Mudah-mudahan sampai November bisa berjalan lancar, “pungkas pejabat senior ini. (red/adv/din)

Animo Tinggi Masyarakat Sambut Operasi Pasar Disdagrin

0

JOMBANG, TelusuR.ID   –   Sukses. Itulah kata yang tepat untuk menggambarkan tingginya animo masyarakat menyambut Operasi Pasar (OP) yang digalakkan Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagrin) Pemkab Jombang.

Pelaksanaan Operasi Pasar yang sejatinya adalah kebijakan memberi bantuan kepada masyarakat dalam bentuk penjualan bahan pokok dengan harga murah ini sudah terbilang tepat.

Selain sebagai upaya mengendalikan mengendalikan inflasi daerah akibat kanikan harga BBM, pelaksanaan Operasi Pasar juga mencakup makna mendekatkan pelayanan kepada masyarakat secara langsung.

“Poin penting dari Operasi Pasar adalah untuk membantu beban masyarakat akibat kenaikan harga BBM. Sekaligus, juga sebagai upaya menjaga stabilitas harga kebutuhan bahan pokok, “tegas Hari Utomo, Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Pemkab Jombang, Senin (24/11/2022).

Ditegaskan, kegiatan OP akan berlangsung menyeluruh di 21 kecamatan di Jombang. Kegiatan dijadwalkan berlangsung selama 16 hari. Yakni dimulai tanggal 11 Oktober 2022 dan berakhir pada 30 November 2022.

“Alhamdulillah kegiatan berjalan lancar, dan masyarakat cukup antusias menyambutnya, “ujar Hari Utomo yang merupakan pejabat senior di Pemkab Jombang ini.

Dituturkan, tingginya antusias masyarakat bisa dilihat dari tingkat pembelian kupon yang disalurkan. Dari 1600 lembar yang disediakan untuk setiap kecamatan, kupon selalu ludes dalam waktu yang relatif singkat.

“Masyarakat selalu antusias. Terbukti kupon yang disalurkan biarpun hanya sedikit, tetapi selalu habis, “ujar Hari Utomo.

Dalam Operasi Pasar ini ada 4 komoditas yang disalurkan kepada masyarakat. Antaralain beras dengan kualitas medium, gula pasir, telur, dan minyak goreng. Ke empat komoditas, tutur Hari Utomo, dijual dengan harga lebih murah.

Minyak goreng, misalnya. Komoditas ini hanya ditarif Rp 11 ribu per liter, atau terpaut Rp 2 ribu lebih murah dari harga pasar. Sementara gula pasir ditarif Rp 11.500 per kilogram, atau Rp 1500 lebih murah dari harga di pasaran.

Sementara itu beras berkualitas medium hanya ditarif Rp 9.800 per kilogram. Sedang di pasaran masih tembus di angka Rp 10.500 per kilogram.

“Untuk tehnis penyaluran, pada H-2 kupon sudah disalurkan ke tengah masyarakat. Sedang pada hari H, pihak distributor dipastikan ada dilokasi untuk mendistribusikan bahan pokok tersebut, “tegas mantan Kepala Dinas PUPR Jombang ini.

Hingga saat ini kegiatan OP tercatat masih berlangsung. Namun sebagian kecamatan ada yang minta kuota OP dilakukan penambahan. “Selama anggaran masih tersedia, kita akan fasilitasi itu, “tegas Hari Utomo.

Menyikapi usulan tersebut, Hari Utomo menegaskan pihak dinas akan menjadikannya sebagai bahan evaluasi untuk menggelar kegiatan serupa menjelang tutup tahun.

“Jadi untuk sisa waktu menjelang tutup tahun, masih bisa dilaksanakan 3 hingga 4 kegiatan Operasi Pasar lagi, “pungkasnya. (red/adv/din)

 

Animo Tinggi Masyarakat Sambut Operasi Pasar Disdagrin

0

JOMBANG, TelusuR.ID   –   Sukses. Mungkin itu kata yang pas untuk menggambarkan tingginya animo masyarakat terhadap Operasi Pasar (OP) yang digalakkan Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagrin) Pemkab Jombang.

Kebijakan menyalurkan “bantuan” dalam bentuk penjualan paket sembako harga murah tersebut terbilang cukup tepat. Selain sebagai bentuk pengendalian inflasi daerah, Operasi Pasar juga mencakup makna mendekatkan pelayanan kepada masyarakat secara langsung.

“Poin penting dari Operasi Pasar adalah untuk mengurangi beban masyarakat kenaikan harga BBM. Sekaligus, sebagai upaya Pemkab untuk menjaga stabilitas harga kebutuhan bahan pokok, “tutur Hari Utomo, Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Pemkab Jombang, Senin (24/10/2022).

Dijelaskan Hari Utomo, bahwa kegiatan Operasi Pasar akan dilaksanakan menyeluruh di 21 kecamatan. Kegiatan dijadwalkan berlangsung selama 16 hari. Yakni dimulai tanggal 11 Oktober 2022, dan berakhir pada 30 November 2022.

“Alhamdulillah kegiatan berjalan lancar, dan antusias masyarakat cukup menggembirakan, “ujar mantan Kepala Dinas PUPR Jombang ini.

Antusias masyarakat, tutur Hari Utomo, bisa dilihat dari tingginya peminat kupon yang disebar ke tengah masyarakat. Dari 1600 kupon yang disebar pada setiap kecamatan, tercatat kupon selalu habis dalam waktu yang relatif singkat.

“Masyarakat selalu antusias. Terbukti kupon yang kita salurkan biarpun sedikit, tetapi selalu habis, “tutur pejabat senior di Pemkab Jombang ini.

Operasi Pasar menyediakan 4 komoditas untuk dinikmati masyarakat. Antaralain beras dengan kualitas medium, gula pasir, telur, dan minyak goreng. Ke empat komoditas bahan pokok tersebut ditarif lebih murah dari harga pasar.

Tercatat, minyak goreng hanya ditarif Rp 11 ribu per liter atau terpaut Rp 2 ribu lebih murah dari harga pasar. Sementara gula pasir ditarif Rp 11.500 per kilogram, atau terjadi selisih Rp 1500 per kilogram lebih murah dari harga pasar.

Beras ditarif Rp 9.800 per kilogram, sedang harga pasar mencapai Rp 10.500 per kilogram.

“Tehnisnya, H-2 kupon sudah disebar diwilayah yang dituju. Sedang pada hari H, distributor sudah dipastikan ada dilokasi untuk mendistribusikan bahan pokok tersebut, “tegas Hari Utomo.

Hingga saat ini OP masih dijadwalkan berjalan. Namun sebagian kecamatan minta ada tambahan kuota OP diwilyah masing-masing. “Sepanjang anggaran masih tersedia, kita akan fasilitasi itu, “tuturnya.

Terhadap usulan penambahan kuota OP, Hari Utomo menegaskan akan menjadikan sebagai bahan evaluasi untuk melangsungkan kegiatan serupa menjelang tutup tahun.

“Jadi untuk sisa waktu menjelang tutup tahun, masih bisa dilaksanakan 3 atau 4 kegiatan Operasi Pasar lagi, “pungkas Hari Utomo. (red/adv/din)

Usung Warna Baru, Pegiat Pilar ke 4 Demokrasi Hadir di Jombang

0
Sang THINK TANK. Hari Puspito, Bendahara SWI Kabupaten Jombang, turut larut dalam perhelatan pengurus baru periode 2022-2027.

JOMBANG, TelusuR.ID   –   Pers sebagai pilar ke 4 demokrasi setelah Ekskutif, Legislatif dan Yudikatif, nampaknya perlu mendapat sentuhan baru. Pandangan itu, sedikitnya telah diperteguh oleh sekelompok jurnalis Kota Santri yang memiliki kesamaan visi untuk memajukan kehidupan bangsa melalui dimensi kontrol sosial.

Para pegiat pilar ke 4 demokrasi ini telah meleburkan diri dalam wadah organisasi bernama Sekretariat Bersama Wartawan Indonesia (Sekber Wartawan Indonesia) yang kemudian disingkat SWI.

Dan hari ini, Sabtu (26/11/2022), pengukuhan pengurus DPD Jombang telah ditunaikan. Dihadiri pengurus DPP dan DPW Jatim, acara pelantikan dan pengukuhan pengurus DPD SWI Kabupaten Jombang periode 2022-2027 telah dilangsungkan di Aula Bung Tomo, gedung Pemkab Jombang.

Selain dihadiri pengurus DPP dan DPW, perhelatan sakral bagi kaum jurnalis itu juga dihadiri dua tokoh penting. Antaralain M.Soleh, mantan Kepala Dinas Sosial Jombang yang saat ini didaulat sebagai stah ahli Bupati, yang kehadirannya mewakili orang nomer satu di Jombang.

Dihadapan para pengurus SWI Kabupaten Jombang dan undangan yang hadir, M.Soleh mengingatkan pentingnya peran jurnalis sebagai lokomotif pembaharuan yang mencerahkan. Karenanya, tegas M.Soleh, sinergi harmoni antara pemerintah dan pekerja pers perlu dijaga demi kelangsungan hidup berbangsa dan bernegara.

Tokoh kedua adalah Wibisono. Tokoh nyentrik asal kota santri yang tidak gampang melabelinya dengan hanya satu predikat ini, nampak hadir di aula Bung Tomo. Dia bukan siapa-siapa, tapi dia bisa menjadi siapa saja.

Wibisono bukan akademisi. Juga bukan organ aktif sebuah partai politik. Dia bukan pegiat LSM, juga bukan jurnalis. Mungkin dia hanya sesosok pegiat sosial. Tapi mungkin juga, tidak. Tapi apapun orang bilang tentang dirinya, denyut politik praktis dan nadi birokrasi kota santri adalah nafasnya.

Ia multitalenta. Tapi ia tidak jumawa. Ia rendah hati, tapi ritmisnya paham betul akan jangkaun kaki. Ia pernah lebur dan menjadi bagian penting dari pergolakan era reformasi di kota santri, namun tampilannya tetap menunjukkan sosok proletar yang bersahaja.

Hadirnya ia pada forum pengukuhan dan pelantikan pengurus DPD SWI Kabupaten Jombang adalah wujud dari kesahajaan dan kesahayaan itu.

Dibalik panggung, nampak seorang think tank turut larut dalam acara pelantikan tersebut. Dia seorang chief dan sekaligus peracik strategi bagaimana menjadikan SWI berdiri pada tempatnya. Yakni sebagai pilar ke 4 kekuatan demokrasi Indonesia melalui ketajaman sosial kontrol.

“Saya hanya membantu bagaimana seharusnya organisasi wartawan dibangun. Tidak bermaksud menafikkan (organisasi wartawan) yang sudah ada, tapi SWI memang dimkasudkan untuk sebuah warna, “ujar sang think tank Hari Puspito yang didaulat sebagai bendahara SWI Jombang ini. (din)

Satpol PP Jombang dan Bea Cukai Kediri Tampilkan Percil Cs. Tuk Sosialisasi Gempur Rokok Ilegal Di JCC

0
foto/image by serikatnasional.id

JOMBANG, TelusuR.ID – Bupati Jombang bersama Wakil Bupati Jombang nampak harmonis dalam kesempatan acara membuka dan memberangkatkan Peserta Jombang Culture Carnival (JCC) dilanjutkan dengan Campur Sari Guyon Maton yang menampilkan Percil CS, pada Minggu (30/10/2022) pagi.

Sebanyak 25 peserta JCC, telah hadir dan mempersiapkan diri disepanjang Jalan KH. Wahid Hasyim Jombang, mulai dari depan Kodim 0814 hingga perempatan Tugu Jombang.

Bupati Jombang Hj. Mundjidah Wahab, Wakil Bupati Jombang Sumrambah yang hadir bersama Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Jombang Wiwin Sumrambah, Sekretaris Daerah Kabupaten Jombang Agus Purnomo, S.H, M.Si, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Jombang Senen S.Sos, M.Si juga berada dilokasi garis start pemberangkatan depan Kantor PLN Jombang.

Jombang Culture Carnival adalah salah satu rangkaian kegiatan dalam rangka peringatan Hari Jadi Pemerintah Kabupaten Jombang Ke-112. Kegiatan ini tidak saja meriah, namun juga khas dan menarik, yang menampilkan kreativitas masyarakat Jombang dan inovasi para pecinta seni dan budaya Jombang.

“Saya menyambut baik pelaksanaan kegiatan ini sebagai upaya untuk melestarikan seni dan budaya lokal yang selama ini berkembang di Kabupaten Jombang,” tutur Bupati Mundjidah Wahab mengawali sambutannya.

JCC merupakan ajang untuk menampung kreativitas, potensi, dan imajinasi generasi muda dalam bidang seni dan budaya. Serta memberikan ruang bagi masyarakat untuk berinovasi.

Menurut Bupati Hj Mundjidah Wahab event ini menjadi peran strategis sebagai upaya untuk melestarikan dan mempersatukan seni budaya di Kabupaten Jombang.

“Kita memiliki bermacam-macam suku, budaya, dan etnis. Demikian juga kesenian, adat istiadat juga budayanya beraneka ragam. Keberagaman ini tidak menjadi penghalang, bagi masyarakat Kabupaten Jombang untuk tetap guyub rukun dan semangat menjaga kebersamaan untuk membangun Kabupaten Jombang yang Berkarakter dan Berdaya Saing,” tandas Bupati.

Disepanjang jalan KH Wahid Hasyim hingga digaris Finish disekitar Alon Alon Jombang telah dipasang barikade/ pagar pembatas. Ribuan penonton sangat antusias dan tertib menyaksikan jalannya Jombang Culture Carnival yang diikuti oleh 25 peserta dengan berjalan kaki sejauh 1,5 Km tersebut.

Tema yang diusung oleh peserta JCC diantaranya ada Grebeg Suro, Unduh Unduh, Imlek, Purwa Bakti Kum Kum Sinden, Majapahit, Legenda Kebo Kicak Damarwulan, Wayang Topeng Jatiduwur, Airlangga (Kahuripan), Besutan, Wayang Jawa Timuran (Surakarta, Poo The Hie), Mpu Sindok (Medhang Kamulan), Gambus Misri, Sandur Manduro, Ruwatan Sukerto, dan Ogoh Ogoh.

Pada Kesempatan itu Sosialisasi gempur rokok ilegal oleh Satpol PP Jombang dan bea cukai Kediri tampilkan Percil Cs. selanjutnya masyarakat Jombang dihibur oleh Campur Sari Guyon Maton yang menghadirkan bintang tamu Cak Percil CS. kegiatan ini sekaligus juga menjadi momentum pelaksanaan sosialisasi bea cukai Kediri dan Pemkab Jombang tentang Gempur Rokok Ilegal.

Dalam kesempatan ini Kasatpol PP Jombang menyampaikan, “Tujuan dilaksanakan sosialisasi gempur rokok ilegal ini adalah kita memberiksn penjelasan atau edukasi kepada masyarakat tentang sanksi hukum atas peredaran rokok ilegal atau rokok bodong,” pungkasnya.

Bupati Jombang Simbolis Salurkan BLT DBHCT Bagi Buruh Tani Tembakau Dan Buruh Pabrik Rokok

0

JOMBANG, TelusuR.ID – Bupati Jombang Hj Mundjidah didampingi Wakil Bupati Jombang Sumrambah, Kapolres Jombang AKBP Moh Nurhidayat SIK M.M secara simbolis menyalurkan Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) bagi buruh tani tembakau dan buruh pabrik rokok yang ada di wilayah Utara Brantas, bertempat di Pendopo Kecamatan Ploso, pada Rabu (16/11/2022).

Hadir Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setdakab Jombang Drs Purwanto MKP, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Jombang, serta Kepala OPD lingkup Pemkab Jombang;  para Camat di wilayah Utara Brantas dan jajaran Forkopimcam setempat; petugas penyalur bantuan langsung tunai dari Bank Jombang; para Kepala Desa, serta warga penerima BLT DBHCHT Kabupaten Jombang tahun Anggaran 2022.

Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setdakab Jombang Drs. Purwanto MKP, dalam sambutan laporannya menyampaikan bahwa BLT DBHCT diberikan dalam rangka upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat khususnya buruh tani tembakau dan buruh pabrik rokok di Kabupaten Jombang.

Pemerintah Kabupaten Jombang memberikan BLT yang bersumber dari dana bagi hasil cukai hasil tembakau ini berdasarkan, Peraturan Menteri Keuangan Nomor 215/PMK.07/2021 tentang penggunaan, pemantauan dan evaluasi dana bagi hasil cukai hasil tembakau mengatur salah satu kegiatan  yang didanai dana bagi hasil cukai hasil tembakau yakni kepada buruh tani tembakau dan/atau buruh pabrik rokok, serta Peraturan Bupati Jombang Nomor 62 Tahun 2022 tentang pelaksanaan bantuan langsung tunai dana bagi hasil cukai hasil tembakau (BLT DBHCHT) Kabupaten Jombang tahun 2022.

“Dari data yang kami terima dan telah dilakukan verifikasi dan validasi oleh tim dari Dinas Sosial, Kabupaten Jombang menetapkan 9.165 (sembilan ribu seratus enam puluh lima) penerima BLT DBHCHT tahun anggaran 2022, yang terbagi kepada 5.727 (lima ribu tujuh ratus dua puluh tujuh) buruh tani tembakau yang tersebar di 5 (lima) Kecamatan wilayah Utara Brantas, yaitu kecamatan Ploso, Kabuh, Ngusikan, Kudu, dan Plandaan; serta 3.438 (tiga ribu empat ratus tiga puluh delapan) buruh pabrik rokok”, paparnya.

BLT DBHCHT ini disalurkan secara non tunai melalui Bank Jombang, dibayarkan langsung 4 (empat) kali dengan besaran nominal bantuan sejumlah Rp. 300.000 per  bulan untuk setiap penerima manfaat, sehingga jumlah keseluruhan yang diterima yaitu Rp. 1.200.000 setiap penerima manfaat, pungkas Drs. Purwanto MKP Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setdakab Jombang.

Bupati Jombang Hj Mundjidah Wahab dalam sambutannya berharap dengan pemberian BLT ini akan dapat meringankan beban hidup buruh tani tembakau dan pabrik rokok yang terdampak pandemi. Selain itu juga dapat meningkatkan kesejahteraan buruh pabrik rokok dan buruh tani tembakau, yang akan bermuara pada meningkatnya daya beli masyarakat sehingga roda perekonomian terus berputar dan membaik dalam rangka pemulihan perekonomian daerah.

“Ini merupakan salah satu program pembinaan lingkungan sosial dalam rangka pemulihan perekonomian di daerah yang bertujuan untuk mendukung bidang kesejahteraan masyarakat, utamanya memberikan rasa keadilan dan meningkatkan kesejahteraan bagi penerimanya”, tuturnya.

“Saya berharap Bapak/Ibu penerima manfaat BLT DBHCT tembakau dapat memanfaatkan dana yang diterima sesuai dengan kebutuhannya”, pesan Bupati Mundjidah Wahab.

Bupati Jombang Hj Mundjidah Wahab juga mengajak warga penerima manfaat untuk senantiasa bersyukur atas rezeki juga kenikmatan keberkahan yang telah diberikan oleh Alloh SWT, berupa nikmat sehat walafiat, dan menerima  bantuan langsung tunai DBHCT tembakau.

“Alhamdulillah, mari kita syukuri nikmat Allah Subhanahu wa ta’ala, sesungguhnya apabila kita selalu bersyukur, Alloh pasti akan menambah dan menambah dengan nikmat yang lain”, pungkas Bupati Mundjidah Wahab.

Pada kesempatan tersebut, Bupati Mundjidah Wahab juga memantau langsung proses penyaluran dana BLT DBHCHT dari petugas Bank Jombang kepada penerima manfaat

Bersama Bea Cukai Kediri Satpol PP Jombang Gelar Sosisalisasi Gempur Rokok Ilegal Lewat Kesenian Wayang Di Alun- Alun Jombang-

0
foto/image by momentum.com

JOMBANG, TelusuR.ID – Melalui Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Pemkab Jombang bersama Bea Cukai Kediri, menggelar Kegiatan Wayang dan Sosialisasi Gempur Rokok Ilegal di Alun-alun Kabupaten Jombang, Kamis (13/10/2022) malam. Turut hadir dalam kegiatan itu, Bupati Jombang, Hj Mundjidah Wahab, Kepala Kantor Bea Cukai Kediri, Sunaryo, Ketua Penggerak PKK Kabupaten Jombang, Wiwin Sumrambah dan Forkopimda Kabupaten Jombang serta Kepala OPD.

Bupati Hj Mundjidah dalam sambutan menyampaikan terima kasih atas kerja sama Kantor Bea Cukai Kediri, yang sudah kali tiga mengadakan kegiatan seni budaya untuk Sosialisasi Gempur Rokok Ilegal di Kabupaten Jombang. “Saya berharap dan mengimbau kepada seluruh masyarakat Kabupaten Jombang, untuk memberikan satu kontribusi untuk bangsa dan negara dari cukai. Yakni karena, sebagian kontribusi cukai untuk membangun insfrastruktur, rumah sakit maupun yang lainnya,” ujarnya.

Diharapkan, seperti para pedagang dan masyarakat, tidak menjual dan membeli rokok tanpa cukai. “Hal ini, demi kepentingan bersama. Carilah yang halal dan sesuai perundang-undangan. Jangan menyalahkan jika ada petugas dari pengawasan Bea Cukai, melakukan operasi dan menemukan rokok ilegal akan bertindak tegas,” ujarnya.

Pada Kesempatan yang sama, Kepala Kantor Bea Cukai Kediri, Sunaryo, menyampaikan jika pada Agustus ini, pihaknya mendapat tambahan target penerimaan APBN dari sektor cukai sebesar Rp 2,5 triliun dari kantor pusat. “Awalnya Kantor Bea Cukai Kediri mendapatkan Rp 34 triliun sekarang menjadi Rp 36,5 triliun. Jika diproporsikan setara dengan 20 persen dari APBN sektor penerimaan cukai, ” tuturnya

Lebih lanjut Sunaryo menjelaskan, pihaknya sering berkoordinasi dengan Satpol PP dalam rangka menjaga target supaya tidak meleset. Sebab, jika sampai meleset, maka penerimaan cukai tidak optimal yang menyebabkan APBN juga tidak optimal. Diantaranya, penerimaan cukai dari rokok, minuman serta etil alkohol menopang hampir 10 persen perpajakan.

“Perlu kesadaran dari semua pihak, baik dari level pejabat sampai rakyat, dari distributor hingga pengecer. Makanya kami bersama Polri, TNI dan Satpol PP Kabupaten Jombang, sering mengundang para ritel serta distributor agar ada informasi tentang rokok ilegal dan akan kita tindak,” ujarnya.

Sementara itu Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Jombang, Thomson Pranghono, menyampaikan dalam upaya meningkatkan pemahaman tentang barang kena cukai ilegal, dilakukan sosialisasi peraturan perundang-undangan di bidang cukai oleh Pemerintah Kabupaten Jombang, melalui Satuan Polisi Pamong Praja bersama Kantor Bea dan Cukai Kediri.

“Dasar hukum pelaksanaan Sosialisasi Gempur Rokok Ilegal yaitu Peraturan Menteri Keuangan RI nomer 215/PMK.07/2021 tanggal 31 Desember 2021 tentang penggunaan, monitoring dan evaluasi Dana Bagi Hasil Cukai Tembakau serta Surat Edaran Kementerian Dalam Negeri nomer 906/2114/SJ tanggal 19 April 2022 tentang hasil inventarisasi dan pemetaan, kodefikasi dan nomenklatur perencanaan pembangunan dan keuangan daerah terkait DAK tahun anggaran 2022,” ungkapnya

Ansor Karang Pilang Canangkan 50 Program Kerja dalam Setahun

0

SURABAYA, TelusuR.ID – Pimpinan Anak Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kecamatan Karang Pilang mencanangkan 50 program kerja dalam setahun. Pencanangan itu ditetapkan dalam rapat kerja di Kota Batu, 19 – 20 November 2022.

Ketua PAC GP Ansor Karang Pilang, Dafis Ubaidillah Assiddiq menjelaskan, ini adalah raker pertama sejak dirinya terpilih sebagai ketua PAC pada akhir Juli 2022. Sebelumnya, pihaknya fokus menyusun struktur dan penataan organisasi.

“Tahun depan kami telah menetapkan 50 program kerja yang disusun oleh masing-masing bidang,” kata Dafis dalam keterangannya, Selasa (22/11/2022).

Ketua PAC GP Ansor Karang Pilang periode 2022 – 2024 ini mengatakan, 50 program kerja yang telah ditetapkan tersebut bersifat internal dan eksternal. Penataan organisasi dan pengkaderan menjadi fokus program kerja internal.

Dafis menambahkan, untuk eksternal pihaknya akan menjalin sinergitas multi stakeholder mengembangkan potensi kader dan memperluas dakwah dan menjadi Khodimul ‘Ulama untuk mengokohkan Gerakan Ahlussunnah wal jamaah Annahdliyah.

“Kader Ansor di Karang Pilang harus bermanfaat bagi masyarakat, baik dalam menjaga tradisi dan amaliah NU, mau pun kegiatan sosial,” tutur Dosen Universitas Raden Rahmat (UNIRA) Malang ini.

Dafis mengingatkan kerjasama dan alih transfer ilmu juga harus dilakukan untuk menambah wawasan. Karena itu, pasca raker pihaknya bersilaturahmi dengan pengurus GP Ansor Kota Batu.

Menurutnya, dalam silaturahmi ini banyak ilmu dan pengalaman yang didapat. Beberapa bisa diterapkan di Karang Pilang, lainnya peelu disesuaikan dengan Karang Pilang yang merupakan wilayah urban.

“Alhamdulillah, dalam silaturahmi itu kami diterima langsung oleh Ketua PC Ansor Kota Batu, sahabat Zainal dan Sekretaris PC, sahabat Hasan. Banyak ilmu dan pengalaman yang kami peroleh,” pungkas Dafis. (*)

Konfercab GP Ansor Jombang Berbasis Digital dan Riang Gembira, Ini Bisa Jadi Percontohan

0

JOMBANG, TelusuR.ID – Tepat pada tanggal 27-28 November 2022, Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Jombang (PC. GP Ansor Jombang) bakal menggelar Konferensi Cabang ke IX (Konfercab IX).

Namun, ada yang beda dari pagelaran musyawarah tertinggi GP Ansor di tingkat Kabupaten/kota kali ini. Pasalnya, pada momen yang spesial ini Ansor Jombang akan menggunakan sistem digital.

Hal ini sengaja dilakukan oleh panitia Konfercab IX sebagai bukti bahwa Ansor Jombang telah siap memasuki era digitalisasi. Sistem digital yang dikerjakan oleh Tim Ansor Cyber Troops Army Kabupaten (ACTA Jombang) meliputi kartu peserta berbasis QR Barkode yang tersambung langsung dengan database.

“Di era serba digital Ansor juga harus mengikuti. Maka dari itu pada Konfercab kali ini semua sistem akan kami buat digital,” ungkap Ketua ACTA Jombang, Ali Mahfudz, Rabu (23/11/2022).

Selain lebih praktis, keputusan memakai sistem digital ini juga untuk mengantisipasi terjadinya rombongan liar yang masuk ke arena Konfercab.

“Setiap peserta hanya mempunyai satu Id. Jadi validitas peserta menggunakan QR Barkode Id peserta untuk masuk ke ruang Konfercab,” terangnya.

Menurutnya, hal ini dinilai akan lebih efektif dan efisien untuk meminimalkan potensi yang tidak diinginkan yang disebabkan oleh oknum diluar peserta. Jika disetujui oleh PW dan PP GP. Ansor pemilihan Ketua Ansor Jombang juga akan dilakukan menggunakan E-Voting.

“Iya, jika disetujui kami akan pakai E-Voting untuk pemilihan Ketua PC GP Ansor Masa Khidmat 2022-2026,” paparnya.

Konfercab dengan Riang Gembira

Konferensi Cabang IX diharapkan semua pihak menjadi barometer bagi PC-PC se Jawa Timur. Berlangsung damai dan penuh kebahagiaan.

Harapan ini disampaikan, Ahmad Badawi selaku Ketua Panitia Konfercab berharap hajad Ansor Jombang ini bisa terlaksana dengan baik. Peserta dan seluruh Ansor Jombang bisa merasakan Konfercab dengan riang gembira.

“Ini hajad kami (Ansor Jombang) bersama. Maka mari sukseskan acara ini dengan riang gembira,” harapnya.

Menurutnya, siapapun nanti yang akan menjadi nahkoda Ansor Jombang dirinya berharap organisasi pemuda ini jauh lebih baik dan jauh lebih maju. “Semoga ketua yang baru nanti bisa membawa Ansor lebih baik. Mampu menjawab tantangan jaman dan mampu menjadi benteng tangguh untuk masyarakat,” ujarnya.

Demi Memastikan Tak Ada Cashback, Disdik Nganjuk Diminta Buka Nota Belanja

0

NGANJUK, TelusuR.ID   –   Pakar Pengadaan barang dan jasa Pemerintah, Samsul Ramli, dalam Chanel YouTubenya menegaskan, bahwa belanja bahan material (seperti semen, pasir, batu, bata, kayu, besi dan yang lain) pada swakelola tetap mengacu pada ketentuan Perpres 12/2021 tentang perubahan atas Perpres 16/2018 tentang pengadaan barang dan jasa pemerintah.

Ketentuan itu, tutur Samsul Ramli, dikenal dengan sebutan “Penyedia dalam Swakelola”. Dimana pemahaman ini merujuk pada pengertian bahwa bahan material tidak bisa diproduksi sendiri oleh OPD, melainkan harus dibeli dari pihak ketiga. Dan cara seperti itu masuk kategori penyedia. Karenanya metode ini disebut penyedia dalam swakelola. 

Penegasan Samsul Ramli selaras dengan ketentuan poin 6 angka 6.1.6 lampiran Perlemb (Peraturan LKPP) Nomer 3/2021 tentang pedoman swakelola. Dimana ditegaskan bahwa dalam hal swakelola diperlukan pengadaan barang melalui penyedia, maka pelaksanaannya dilakukan dengan berpedoman pada prinsip dan etika pengadaan barang. 

Maksud dari berpedoman pada prinsip dan etika pengadaan barang adalah belanja dilakukan dalam 4 bentuk kontrak. Antaralain belanja bahan material dengan nominal paling banyak Rp 10 juta diperlukan bukti kontrak berupa Nota. Kemudian, belanja di atas Rp 10 juta hingga Rp 50 juta diperlukan bukti kontrak berupa Kwitansi. 

Selanjutnya, belanja dengan nominal di atas Rp 50 juta hingga Rp 200 juta diperlukan bukti kontrak berupa SPK (Surat Perintah Kerja), atau dikenal dengan Pengadaan Langsung melalui rekanan. Serta belanja dengan nominal di atas Rp 200 juta diperlukan bukti kontrak berupa Surat Perintah (atau tender). 

“Pertanyaannya, bagaimana pelaksanaan belanja bahan material pada swakelola tipe 1 Disdik Nganjuk? Sudahkah dilakukan kontraktual? atau dibelanjakan sendiri oleh Disdik selaku pelaksana? “ujar Sumber bertanya. Ia pun menyebut jika belanja dilakukan sendiri oleh Disdik, maka pelaksanaan swakelola DAK 2022 senilai Rp 50,6 milyar terancam cacat hukum. 

Dituturkan Sumber, tujuan diberlakukannya mekanisme kontraktual (khususnya belanja di atas Rp 50 juta) pada belanja bahan material swakelola adalah dalam rangka memberi jaring pengaman dari kemungkinan tindak penggelapan uang negara. Dugaan penggelapan itu terutama merujuk pada hukum pasar yang dikenal dengan sebutan Cashback. 

Yakni hukum tidak tertulis terkait mekanisme pasar yang jamak terjadi antara pembeli dan penjual. Secara singkat dapat dijelaskan, tutur Sumber, bahwa Cashback adalah sebentuk bonus atau potongan harga yang diberikan kepada pembeli karena nominal belanja yang besar. “Bukan rahasia umum, setiap pembelian dalam jumlah besar pasti ada cashback, “tegas Sumber. 

“Berapa pun itu, nominal cashback harus dikembalikan ke kas negara. Jika uang cashback masuk kantong pribadi, maka tindakan tersebut dipastikan bentuk penggelapan uang negara, “tambahnya, seraya meminta Kadisdik Nganjuk untuk membuka nota belanja bahan material swakelola demi memastikan ada tidaknya cashback. 

Dari total Rp 50,6 milyar nilai DAK pendidikan tahun 2022 untuk Disdik Nganjuk, tegas Sumber, jika saja terjadi cashback sebesar 3 persen, maka nominal yang terkumpul adalah Rp 1,5 milyar. Dan itu berpotensi digelapkan. Karenanya, tutur Sumber, untuk memastikan itu tidak terjadi, Kadisdik Nganjuk diminta transparan dengan cara membuka nota belanja. Bagaimana tanggapan Kadisdik Nganjuk? (red/din/bersambung)