Animo Tinggi Masyarakat Sambut Operasi Pasar Disdagrin

Bagikan :

JOMBANG, TelusuR.ID   –   Sukses. Mungkin itu kata yang pas untuk menggambarkan tingginya animo masyarakat terhadap Operasi Pasar (OP) yang digalakkan Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagrin) Pemkab Jombang.

Kebijakan menyalurkan “bantuan” dalam bentuk penjualan paket sembako harga murah tersebut terbilang cukup tepat. Selain sebagai bentuk pengendalian inflasi daerah, Operasi Pasar juga mencakup makna mendekatkan pelayanan kepada masyarakat secara langsung.

“Poin penting dari Operasi Pasar adalah untuk mengurangi beban masyarakat kenaikan harga BBM. Sekaligus, sebagai upaya Pemkab untuk menjaga stabilitas harga kebutuhan bahan pokok, “tutur Hari Utomo, Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Pemkab Jombang, Senin (24/10/2022).

Dijelaskan Hari Utomo, bahwa kegiatan Operasi Pasar akan dilaksanakan menyeluruh di 21 kecamatan. Kegiatan dijadwalkan berlangsung selama 16 hari. Yakni dimulai tanggal 11 Oktober 2022, dan berakhir pada 30 November 2022.

“Alhamdulillah kegiatan berjalan lancar, dan antusias masyarakat cukup menggembirakan, “ujar mantan Kepala Dinas PUPR Jombang ini.

Antusias masyarakat, tutur Hari Utomo, bisa dilihat dari tingginya peminat kupon yang disebar ke tengah masyarakat. Dari 1600 kupon yang disebar pada setiap kecamatan, tercatat kupon selalu habis dalam waktu yang relatif singkat.

“Masyarakat selalu antusias. Terbukti kupon yang kita salurkan biarpun sedikit, tetapi selalu habis, “tutur pejabat senior di Pemkab Jombang ini.

Operasi Pasar menyediakan 4 komoditas untuk dinikmati masyarakat. Antaralain beras dengan kualitas medium, gula pasir, telur, dan minyak goreng. Ke empat komoditas bahan pokok tersebut ditarif lebih murah dari harga pasar.

Tercatat, minyak goreng hanya ditarif Rp 11 ribu per liter atau terpaut Rp 2 ribu lebih murah dari harga pasar. Sementara gula pasir ditarif Rp 11.500 per kilogram, atau terjadi selisih Rp 1500 per kilogram lebih murah dari harga pasar.

Beras ditarif Rp 9.800 per kilogram, sedang harga pasar mencapai Rp 10.500 per kilogram.

“Tehnisnya, H-2 kupon sudah disebar diwilayah yang dituju. Sedang pada hari H, distributor sudah dipastikan ada dilokasi untuk mendistribusikan bahan pokok tersebut, “tegas Hari Utomo.

Hingga saat ini OP masih dijadwalkan berjalan. Namun sebagian kecamatan minta ada tambahan kuota OP diwilyah masing-masing. “Sepanjang anggaran masih tersedia, kita akan fasilitasi itu, “tuturnya.

Terhadap usulan penambahan kuota OP, Hari Utomo menegaskan akan menjadikan sebagai bahan evaluasi untuk melangsungkan kegiatan serupa menjelang tutup tahun.

“Jadi untuk sisa waktu menjelang tutup tahun, masih bisa dilaksanakan 3 atau 4 kegiatan Operasi Pasar lagi, “pungkas Hari Utomo. (red/adv/din)

Tinggalkan Balasan