Beranda blog Halaman 370

Kader IPNU Jombang Meninggal Saat Hadiri 1 abad NU, Bupati Jombang Hj Mundjidah Wahab Turut Berduka

0
nampak hadir di rumah duka Bupati Jombang

JOMBANG, TelusuR.ID – Resepsi Puncak 1 Abad Nahdlatul Ulama (NU) digelar, Selasa 7 Februari 2023 di Sidoarjo oleh Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU). Masyarakat umum yang ingin menyaksikan bisa datang langsung ke Stadion Gelora Delta Sidoarjo atau dapat melihat melalui penyiaran live streaming. Acara yang digelar sejak dini hari diawali dengan Lailatul Qiraah dan  ditutup dengan penampilan sejumlah penyanyi ternama, seperti Maher Zain, Rhoma Irama, hingga Slank.

Antusias Masyarakat yang luar biasa dalam menghadiri resepsi puncak 1 abad NU ini tak terkecuali menggerakan niat dari kader IPNU Jombang. Namun nasib berkata lain, Salah satu peserta di acara resepsi Hari Ulang Tahun (Harlah) 1 Abad Nahdlatul Ulama (NU) asal Jombang Jawa Timur, meninggal dunia dalam momen tersebut. Penyebab meninggalnya korban bernama Imam Suhrowardi (21) remaja asal Desa Gedangan, Kecamatan Mojowarno ini, diduga karena sesak nafas.

foto almarhum yang beredar di sosmed/image di ambil dari bebagi sosmed

Berdasarkan informasi yang didapat, Imam Suhrowardi merupakan pengurus anak cabang IPNU (Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama) Kecamatan Mojowarno Jombang. Imam merupakan anak pasangan Mustain dan Nanik Rahmawatiningsih.

Ketua Majelis Wakil Cabang (MWC) NU Mojowarno, Habib Ghofir mengatakan pada Senin (6/2/2023), Suhrowardi berangkat ke Sidoarjo bersama temanya menggunakan sepeda motor yang kebetulan memiliki saudara di Tanggulangin Sidoarjo “dan dia sampai di sana kemudian menginap di rumah saudaranya,” ujar Ghofir kepada wartawan pada Selasa (7/3/2023).

Ketua Majelis Wakil Cabang (MWC) NU Mojowarno, Habib Ghofir mengatakan pada Senin (6/2/2023), Suhrowardi berangkat ke Sidoarjo bersama temannya menggunakan sepeda motor yang kebetulan memiliki saudara di Tanggulangin Sidoarjo. Baru kemudian pada jam 4 pagi, Suhrowardi datang ke resepsi Harlah 1 Abad Nahdlatul Ulama (NU) di GOR Delta Sidoarjo. Tapi pada saat jam 5 lebih, dikatakan Ghofir, Suhrowardi merasa tidak enak badan dan dia minta di antar pulang.

“Akhirnya dia sama temannya ini pulang lah ke rumah saudaranya yang ada di tanggulangin Sidoarjo,” ujarnya.

Dalam perjalanan pulang itu, sekitar jam 11.30 Wib yang sudah masuk waktu zuhur, dua orang itu yakni Suhrowardi dan temannya berhenti di musala untuk melaksanakan salat zuhur.

“Jadi ananda (Suhrowardi) ini menjadi Imam salat dan teman yang mengantarkan menjadi makmumnya,” ujarnya.

Saat rakaat terakhir, menurut Ghofir berdasarkan cerita dari temannya itu, Suhrowardi mempercepat rakaat salat karena dia berasa sudah tidak enak badan.

nampak hadir di rumah duka Bupati Jombang

“Akhirnya setelah salat, Ananda (almarhum) lemas dan kemudian jatuh. Setelah itu dibawa ke klinik bunda, untuk dicek,” ujarnya menjelaskan.

Kemudian, Ghofir melanjutkan, karena tidak ada ambulans, maka Suhrowardi dibawa lagi ke rumah saudaranya di Tanggulangin dan diketahui pada saat itu yang bersangkutan sudah meninggal dunia.

“Saudara Suhrowardi ini sangat aktif dan kader IPNU mojowarno. Sangat loyal kepada teman temannya dan juga kader NU masa depan. Secara organisasi dan pribadi, MPC Mojowarno kehilangan almarhum,” ujarnya.

Sementara, Mustain orang tua Suhrowardi membenarkan anaknya berangkat ke Sidoarjo untuk menghadiri puncak resepsi Harlah 1 Abad NU di GOR Delta Sidoarjo. Ia mengatakan anak kedua dari empat saudara ini memiliki riwayat penyakit jantung lemah namun, pada saat berangkat, kondisinya sehat dan berpamitan kepada orangtuanya.

“Sejak lahir jantung lemah, sering, kejang pernah dua kali, ini ketiga kalinya, ini tidak tertolong. Waktu berangkat sehat, pamit,” ujarnya.

Jenazah Suhrowardi tiba di rumah duka pada pukul 17.20 WIB dan langsung dilanjutkan proses pemakaman di desa setempat. Pada kesempatan ini tampak hadir dikediaman rumah duka Bupati Jombang Hj Mundjidah Wahab yang turut mengucapkan duka cita yang mendalam kepada keluarga. Bupati juga mendoakan semoga almarhum di terima segala amal baiknya dan diberikan pengampunan segala dosa dosanya serta diberikan kenikmatan di alam kubur Aamin YRA. Dan kepada Keluarga yang ditinggalkannya semoga di berikan kekuatan.(Huda)

 

 

 

 

 

DKPP Akan Periksa Anggota KPU RI Terkait Verifikasi Partai Politik dan Dugaan Ancaman Kepada Penyelenggara

0

JAKARTA, TelusuR.ID – Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) akan menggelar sidang pemeriksaan dugaan pelanggaran Kode Etik Penyelenggara Pemilu (KEPP) perkara Nomor 10-PKE-DKPP/I/2023 di Ruang Sidang DKPP RI di Jakarta pada Rabu (8/2/2023) pukul 10.00 WIB.

Perkara ini diadukan Jeck Stephen Seba yang memberikan kuasa kepada Alghiffari Aqsa, Fadli Ramadhanil, Ibnu Syamsu Hidayat, Imanuel Gulo, Airlangga Julio, Yokie Rahmad Isjchwansyah, Hilma Gita, dan Ikhsan L. Wibisono.

Jeck Stephen Seba mengadukan sepuluh penyelenggara pemilu, antara lain Meidy Yafeth Tinangon, Salman Saelangi, dan Lanny Anggriany Ointu (Ketua dan Anggota KPU Provinsi Sulawesi Utara) sebagai Teradu I sampai III. Serta Lucky Firnando Majanto (Sekretaris KPU Provinsi Sulawesi Utara) dan Carles Y. Worotitjan (Kabag Teknis Penyelenggaraan Pemilu, Partisipasi, Hubungan Masyarakat, Hukum, dan SDM KPU Provinsi Sulawesi Utara) sebagai Teradu IV dan V.

Selain itu, diadukan juga Elysee Philby Sinadia, Tomy Mamuaya, dan Iklam Patonaung (Ketua dan Anggota KPU Kabupaten Sangihe) sebagai Teradu VI sampai VIII. Serta Jelly Kantu (Kasubbag Teknis dan Hubungan Partisipasi Masyarakat KPU Kabupaten Sangihe) dan Idham Holik (Anggota KPU RI) sebagai Teradu IX dan X.

Teradu I sampai IX diduga mengubah status Tidak Memenuhi Syarat (TMS) menjadi Memenuhi Syarat (MS) dari Partai Gelora, Partai Garuda, PKN, dan Partai Buruh dalam proses verifikasi administrasi, verifikasi administrasi perbaikan, verifikasi faktual, dan verifikasi faktual perbaikan dengan cara mengubah data berita acara dalam SIPOL dalam kurun waktu 7 November s.d 10 Desember 2022.

Sedangkan Teradu X diduga menyampaikan ancaman di hadapan seluruh peserta Konsolidasi Nasional KPU se-Indonesia yang digelar di Convention Hall Beach City Entertaiment Center (BCEC), Ancol, Jakarta Utara. Ancaman tersebut adalah perintah harus tegak lurus, tidak boleh dilanggar, dan bagi yang melanggar akan dimasukan ke rumah sakit.

Sesuai ketentuan Pasal 31 ayat (1) dan (2) Peraturan DKPP Nomor 1 Tahun 2021 tentang Perubahan Kedua Atas Peraturan DKPP Nomor 3 Tahun 2017 tentang Pedoman Beracara Kode Etik Penyelenggara Pemilihan Umum, sidang akan dipimpin oleh Ketua dan Anggota DKPP.

Sekretaris DKPP, Yudia Ramli mengatakan agenda sidang ini adalah mendengarkan keterangan Pengadu dan Teradu serta Saksi-saksi atau Pihak Terkait yang dihadirkan. “DKPP telah memanggil semua pihak secara patut, yakni lima hari sebelum sidang pemeriksaan digelar,” jelas Yudia.

Ia menambahkan, sidang kode etik ini bersifat terbuka untuk umum. Yudia juga mengungkapkan bahwa DKPP akan menyiarkan sidang ini melalui akun Facebook DKPP, @medsosdkpp dan akun Youtube DKPP.

“Sehingga masyarakat dan media massa dapat menyaksikan langsung jalannya sidang pemeriksaan ini,” tutupnya.

Sidak ke Samsat, Ombudsman Temukan 3 Kekurangan Pelayanan

0
caption : Ombudsman RI saat sidak ke kantor Samsat Kedung Cowek, Surabaya Utara, Jumat (3/2/2023). foto : istimewa.

SURABAYA, TelusuR.ID – Ombudsman RI mengadakan sidak ke kantor Samsat Kedung Cowek, Surabaya Utara pada 3 Februari 2023. Ada tiga temuan dalam sidak tersebut. Pertama, belum maksimalnya pemenuhan standar pelayanan sesuai UU No 25 Tahun 2009 tentang Pelayanan Publik. Kedua, keterbatasan kapasitas pengelola pengaduan internal.

”Dan ketiga, pemenuhan layanan kelompok rentan yang baru sekadar memenuhi aspek formal,” kata Kepala Perwakilan Ombudsman RI Jawa Timur Agus Muttaqin, dalam keterangan tertulisnya, Ahad (5/2/2023).

Salah satu pimpinan Ombudsman RI Johanes Widijantoro memimpin sidak. Tim beranggotakan Agus Muttaqin, Triyoga Habibi Muchtar (kepala keasistenan pemeriksaan Ombudsman RI Jawa Timur), Fatih Sabilul Islam (asisten), dan Regar Febrianto Ardiansyah (calon asisten). Saat sidak, tim bertemu dengan Kepala UPT Samsat Surabaya Utara, Lilis Handayani, yang juga atlet peraih medali perak Olimpiade Seoul 1988.

Tim mengawali sidak di loket pengambilan formulir bagi wajib pajak kendaraan tahunan. ”Lokasi ini memang mendapat perhatian khusus,” kata Agus.

Sebab, lanjut dia, tahun lalu ada warga yang melaporkan adanya pungli atas akses formulir bagi wajib pajak. Mereka kerap dimintai uang Rp 20-30 ribu setiap formulir. Padahal, pungutan tersebut seharusnya tidak masuk setoran PNBP.

Ombudsman saat itu minta agar pengelola Samsat membenahi pemenuhan standar pelayanan, khususnya informasi tentang standar biaya. Artinya, kalau bukan PNBP dan gratis, harus ada papan informasi gratis. Selain itu, harus ada informasi tentang mekanisme/tata cara, sarpras (kanal aduan), dan admin pengelola aduan.

Dari hasil pemantauan Ombudsman di loket, sudah ada informasi tentang standar biaya. Ada tulisan gratis. Hanya, belum dilengkapi informasi tentang mekanisme/tata cara, sarpras, dan admin pengelola aduan. Kepada Kepala UPT, Ombudsman minta agar pengelola Samsat memperbanyak papan informasi/benner tentang kanal pengaduan.

Selanjutnya, sidak berlanjut ke ruang pelayanan. Fokus pada meja pengelola aduan dan layanan disabilitas.

Di meja pengelolaan aduan, tim Ombudsman menemukan fakta bahwa admin atau petugas aduan belum pernah dilatih atau mengikuti diklat penerimaan aduan. Informasi tentang kanal aduan juga hanya ada satu nomor WA. Selain itu, ketika diminta dokumen seputar aduan wajib pajak, petugas tidak bisa menunjukkan.

Menurut Agus, Ombudsman minta Samsat membenahi pengelolaan pengaduan sesuai ketentuan Keppres No 76 Tahun 2013. Harapannya, aduan wajib pajak bisa dilokalisir dan bisa diselesaikan di internal, tidak perlu mengadu ke Ombudsman, apalagi sampai memviralkan substansi aduan di media sosial.

Di bagian akhir, tim Ombudsman mendatangi loket layanan disabilitas. Tim menemukan personel yang menangani disabilitas, ternyata tidak memiliki kompetensi melayani disabilitas. Itu karena belum ada ada bekal penguatan kapasitas pelayanan disabilitas dari pimpinan unit kerja.

Selain itu, tim menemukan sarana-prasarana (sarpras) yang belum sesuai kebutuhan disabilitas. Misalnya, meja layanan dengan ketinggian di atas 80 cm atau relatif tidak bisa dijangkau disabilitas dengan kursi roda, rambatan yang terlalu curam, tidak ada pintu geser pada toilet disabilitas, dan temuan lainnya

”Ombudsman minta Samsat membenahi, agar sarpras-sarpras tersebut lebih ramah dan sesuai kebutuhan disabilitas,” ujar mantan jurnalis Jawa Pos tersebut .

Pada bagian akhir, lanjut Agus, Ombudsman siap melakukan pendampingan kepada Samsat untuk mematuhi pemenuhan standar pelayanan sesuai UU No 25 Tahun 2009. Sedang soal keterbatasan personel yang membuat pengeloaan aduan dan layanan disabilitas kurang maksimal, Ombudsman menyarankan agar dilakukan analisis beban kerja (ABK) ke Bapenda Pemprov Jatim. (*)

Forum Lintas Agama Bagikan Bendera NU di Jombang
  

0

JOMBANG, TelusuR.ID – Sekelompok masyarakat yang tergabung dalam forum lintas agama dan organisasi kemasyarakatan membagikan bendera Nahdlatul Ulama (NU), kepada para pengguna jalan di bundaran ringin contong Jombang, Sabtu (4/2/2023) pagi.

Koordinator forum lintas agama dan organisasi kemasyarakatan Jombang, Zulfikar D. Ikhwanto menjelaskan kegiatan ini merupakan bentuk kecintaan dari anggota forum lintas agama dan organisasi kemasyarakatan terhadap NU.

Untuk itu, sambung Zulfikar, pihaknya ingin membagikan kecintaannya terhadap NU pada para pengguna jalan, dengan cara membagikan bendera NU. Mengingat saat ini NU sudah berusia 1 abad.

“Tahun ini, NU telah berusia 1 abad. Maka kami ingin sama-sama menyuarakan kecintaan, kebanggaan kami dengan adanya NU yang selama ini senantiasa memberikan spirit toleransi kepada segala macam elemen masyarakat, yang berbeda agama, suku, ras dan golongan,” ungkapnya.

Ia berharap pada usia 1 Abad NU, bisa menjadi segala jawaban dari setiap permasalahan di Indonesia.

“Harapannya NU jaya, NU betul-betul menjadi solusi, menjadi pemecah masalah dari berbagai macam persoalan yang dihadapi masyarakat, bangsa dan negara Indonesia. Bahkan cita-cita besar, dunia pun nanti persoalan itu bisa kita tawarkan solusinya oleh NU,” pungkas mantan ketua GP Ansor Jombang itu.

Panitia 1 Abad NU Tegaskan Semua Boleh Hadir ke Sidoarjo

0

SURABAYA, TelusuR.ID – Acara puncak resepsi 1 Abad Nahdlatul Ulama (NU) yang akan diselenggarakan 7 Februari 2023 di Stadion Gelora Delta Sidoarjo, Jawa Timur didesain terbuka untuk semua warga NU dan masyarakat umum. Panitia tidak mensyaratkan ketentuan apapun bagi semua unsur masyarakat untuk datang bersama-sama ke lokasi.

Penegasan ini disampaikan juru bicara panitia puncak resepsi 1 Abad NU, Rahmat Hidayat Pulungan (RHP). Ini sekaligus membantah adanya kabar yang beredar tentang syarat atribut tertentu seperti gelang, untuk bisa masuk ke lokasi acara di Sidoarjo.

“Kami senang dan bahagia mendengar antusiasme warga NU dan masyarakat yang berencana datang ke stadion. Ini acara tasyakuran bersama. Seperti pesan Ketua Umum PBNU, KH Yahya Cholil Staquf, niatkan hadir untuk ngalap berkah,” kata Rahmat Hidayat Pulungan, dalam keterangannya, Jumat (3/2/2023)

Wakil Ketua Panitia Nasional Puncak Resepsi 1 Abad NU itu mengungkapkan demikian terbukanya Puncak Resepsi Harlah Puncak 1 Abad NU ini, hingga panitia sengaja mendesain sesuai dengan semangat kehadiran NU.

“Karena NU memang hadir untuk semua golongan, kalangan, dan lapisan masyarakat,” tambah Rahmat.

Untuk menunjukkan bahwa siapa saja bisa bersama-sama menikmati acara puncak tasyakuran ini, maka panitia tidak mempersyaratkan ketentuan-ketentuan lain selain yang selama ini biasa berlaku.

“Tidak ada, misalnya, warga harus menggunakan gelang tertentu atau atribut lain,” tegas Rahmat.

“Jadi, silakan datang. Ramaikan. Tidak syarat mesti pakai gelang. Memang ada ketentuan khusus bagi undangan tertentu ketika melibatkan kehadiran Presiden atau Wakil Presiden,” imbuh dia.

Rahmat menjelaskan hal itu berlaku umum untuk semua kegiatan. Sebab, jelasnya, setiap kegiatan yang melibatkan kehadiran presiden dan wakil presiden harus menyesuaikan dengan ketentuan yang telah diatur.

“Misalnya, selama ada presiden dan wakil presiden, maka semua harus mengacu pada aturan yang ada. Kita mesti mengikuti aturan protokoler yang biasa berlaku selama ini,” jelasnya.

Namun begitu rangkaian acara yang dihadiri presiden dan wakil presiden usai, maka semua ketentuan umum itu kembali ke prosedur normal.

“Kepala Negara dan para undangan dari kalangan pejabat tinggi negara, hanya di pagi hari hingga menjelang siang. Setelah itu, semua kegiatan di stadion dapat dinikmati siapa pun,” ujarnya.

Panitia, lanjut Rahmat telah menyiapkan banyak acara yang menarik dan berkualitas untuk bisa dinikmati selama 24 jam nonstop.

“Adanya isu pembatasan, itu sama sekali tidak benar. Semua boleh hadir. Hanya pada sesi pagi dimana peringatan puncak saja pembatasan dan itu hanya di stadion. Tetapi panitia telah siapkan 80 LED besar di sekitar stadion yang dapat dinikmati semua peserta yang hadir.

Rahmat kembali menegaskan masyarakat tidak perlu khawatir atau ragu untuk datang ke Sidoarjo. Sebab, panitia, pemkab dan pemprov telah menyediakan banyak fasilitas mulai dari toilet, konsumsi, medis, bazar kuliner, UMKM.

“Panitia meminta semua jamaah yang hadir untuk menggunakan atribut baju putih dan membawa bendera NU dan Merah Putih,” pungkas kader muda NU ini. (*)

MUI Jombang Hentikan Praktek Pengobatan nyeleneh Gus ( NM )

0

JOMBANG, TelusuR.ID – Praktek pengobatan nyeleneh ala Gus (NM) di Dusun Caruk Wetan, Desa  Jabon, Kecamatan/ Kabupaten Jombang, yang beberapa minggu lalu ramai diberitakan oleh media online , akhirnya Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jombang mengambil sikap menghimbau agar praktek pengobatannya di hentikan .

Menurut Ilham Rahim yang merupakan Ketua II di kepengurusan MUI Jombang , menyampaikan bahwa setelah melakukan investigasi dan tabayun MUI Jombang , telah menerbitkan surat untuk diberikan kepada Gus (NM)

Isi dari surat tersebut, adalah pihak MUI Jombang telah meminta agar Gus (NM) menghentikan praktik pengobatan nyeleneh yang dia lakukan selama ini .

“Surat itu bernada himbauan, agar pengobatan yang dilakukan oleh Gus (NM) di Dusun Caruk Wetan, Desa Jabon itu, berhenti hingga batas waktu yang tidak ditentukan,” jelas Ilham Rahim saat dikonfirmasi via phone , pada kamis (2/2/2023).

Waktu penyampaian surat itu memang tidak disampaikan ke media massa karena ada pertimbangan menjaga kondusivitas Kabupaten Jombang .

“Kami menjaga kondusitivitas Kabupaten Jombang saja. Yang pasti, MUI Jombang telah mendatangi tempat pengobatan itu, dan telah menerbitkan surat himbauan penghentian pengobatannya,” Tegas Ilham .

Ilham Rahim menyebut, jika penerbitan surat MUI Jombang itu berdasarkan investigasi .
Ini sesuai komitmen MUI Jombang sebelumnya, yakni untuk mengetahui dan mengumpulkan informasi seakurat mungkin agar tidak salah dalam mengambil keputusan .

Sedangkan Seorang warga yang rumahnya berdekatan dengan rumah Gus (NM) , mengatakan setelah ramainya pemberitaan aktivitas pengajiannya terlihat sepi .
“Pengajian di rumah Gus (NM) setelah ramai di beritakan dan menjadi pembicaraan banyak orang , saat ini aktivitas pengajian nya tampak sepi”, jelasnya .

Hal yang sama di sampai kan oleh seorang pria yang mengaku masih bertetanggaan dengan Gus (NM) .
” Dulu biasanya kalau hari minggu ramai sekali orang-orang dari luar Desa berdatangan untuk ikut pengajian di rumah Gus (NM) dan sound systemnya terdengar sampai rumah saya , tapi sekarang sudah sepi “, jelas lelaki yang tubuh nya tampak kekar itu .

Sedangkan Yanto (bukan nama sebenarnya) yang dulu merupakan jamaah dari Gus (NM) mengaku bahwa dia telah di keluarkan sebagai jamaah , akan tetapi dia mendapatkan informasi dari Jamaah yang masih aktif , bahwa semua aktivitas di rumah Gus (NM) untuk sementara dihentikan .
” menurut informasi yang saya terima dari teman-teman, untuk sementara semua aktivitas atau kegiatan di rumah Gus (NM) dihentikan, kalau jamaah ingin sowan bisa langsung nemui Gusnya”, pungkas nya.

( Mu’in )

New Simpang Tiga (31): POTRET PEPESAN KOSONG KASUS SIMPANG TIGA

0

JOMBANG, TelusuR.ID     –     Aksi unjuk rasa yang digelar Aliansi LSM Jombang, Kamis (02/02/2023), disebut berujung mengecewakan. Bukan soal hasilnya, tegas Aan Ketua LSM POSPERA, tapi soal sikap pejabat Pemkab yang tidak pro aktif dan terkesan menghindar dari pendemo.

Demo menuntut penutupan ruko simpang tiga itu bahkan berujung menggelikan, tutur Aan, karena Pemkab hanya memasang Kadisdagrin sebagai negoisator. “Saya menduga ini bentuk kesengajaan. Sudah tahu Kadisdagrin tidak punya kapasitas menutup ruko tapi dipaksakan juga menemui pendemo, “ujarnya.

Fenomena nihilnya elit penguasa dari gedung Pemkab dengan dalih melangsungkan agenda dinas luar itu, tutur Aan, cenderung sebagai bentuk lain dari upaya menghindari pendemo. Ukurannya, kata Aan, selain surat pemberitahuan sudah dikirim 3 hari sebelumnya, pendekatan lewat sambungan telepon juga dilakukan.

Aan Teguh Prihanto, Ketua LSM POSPERA (Posko Perjuangan Rakyat).

“Dan mereka menjanjikan bakal menemui pendemo. Tapi yang terjadi malah diluar dugaan. Jika alasannya adalah agenda dinas luar, memang sepenting apa dibanding penyelesaian kasus ruko simpang tiga yang sudah 7 tahun menggantung. Jangan-jangan agenda dinas luar hanya dalih menutupi ketidakmampuan, “ujarnya.

Hal kontradiktif terjadi pada saat Pemkab didemo LSM GeNaH (Generasi Nasional Hebad) beberapa bulan lalu. Saat itu, Sekdakab dengan percaya diri menemui pendemo dan berjanji bakal melakukan tindakan tegas berupa penutupan ruko.

“Tapi hari ini apa yang terjadi? Jika pernyataan tersebut bukan bentuk pencitraan, setidaknya hari ini Sekda bersedia menemui pendemo sebagai bentuk komitmen dan integritas dia sebagai pejabat publik. Jika Pemkab tidak berani menutup ruko, biarlah kami yang melakukan. Tapi jangan menghindar dong, “tuturnya.

Sebagai atmosfir, dalam penanganan kasus ruko simpang tiga, sejauh ini Pemkab cenderung tidak melakukan apa-apa kecuali menyerahkan kasus ke pihak Kejaksaan. Ironisnya, untuk masa sewa tahun 2022 dan 2023, Pemkab bahkan belum melakukan apprasial untuk penetapan tarif sewa baru.

Kadisdagrin Jombang Suwignyo saat dialog dengan Aliansi LSM Jombang dan berujung blunder.

Seorang Sumber menyebut, terhadap belum diterbitkannya tarif baru sewa ruko, tarif lama memang masih bisa dipakai. Artinya untuk sewa ruko tahun 2022 dan 2023, SK Bupati tahun 2022 tentang tarif sewa ruko masih bisa digunakan. “Tapi itu artinya kan Pemkab tidak bekerja, “ujarnya.

Hal paling buruk sebagai dampak tidak bekerjanya Pemkab, tegas Sumber, sewa ruko tahun 2022 dan 2023 dipastikan tidak tertagih. “Bagaimana tertagih, wong piutang yang lama belum lunas. Ini buka lagi soal duit, tapi lebih kepada soal ketaatan. Nampaknya pihak penghuni tidak lagi takut dengan Pemkab, “tambahnya.

Dengan tidak tertagihnya masa sewa ruko tahun 2022 dan 2023 yang berarti menyeret penghuni kepada status liar, tegas Sumber, maka hal paling berbahaya adalah soal potensi berulangnya praktik pembiaran oleh Pemkab. “Ingat, kasus ini dimulai dari pembiaran. Dan hari ini praktik itu berpotensi terulang lagi, “tuturnya.

Terhadap ketidakjelasan dan kegamangan sikap yang ditunjukkan Pemkab tersebut, Ketua LSM GeNaH Hendro Suprasetya menduga, bahwa hal itu ada kaitan dengan kepentingan politik 2024. “Kalau bukan karena kepentingan politik, lalu kenapa Pemkab tidak berani bertindak tegas, “ujar Hendro.

“Empat indikasi antaralain tidak ada apprasial, tidak ada keberanian menutup ruko, mengulang praktik pembiaran, serta tidak berani menemui pendemo, adalah bukti bahwa retorika Pemkab soal penyelesaian kasus ruko simpang tiga hanyalah pepesan kosong, “tutur Sumber. (red/laput/udin)

 

New Simpang Tiga (30): ALIANSI LSM JOMBANG OBRAK-ABRIK RETORIKA PENGUASA

0

JOMBANG, TelusuR.ID     –     Hari ini, Kamis, adalah hari kedua bulan Pebruari tahun ke 7 polemik ruko simpang tiga berlangsung. Pagi ini, guliran waktu menunjukkan pukul 10.00 wib. Di langit, matahari sudah terjinjing meski panasnya tidak menyengat.

Puluhan orang dengan atribut aktivis dan tentengan poster bernada kecaman dan satirisme, nampak berdiri dan menyesaki pintu gerbang kantor Pemkab Jombang. Mereka dalam skema melingkar membentuk barisan.

Menyusul, moncong pengeras suara dan pasukan Kuda Lumping mengambil posisi bak pasukan siap tempur. Mereka menatap tajam dan berhadap-hadapan dengan pagar manusia berlabel Polisi dan Satpol PP.

Dwi Andika, Ketua LSM ALMATAR (Aliansi Masyarakat Proletar).

Selanjutnya, “Assalamualaikum. Selamat siang Jombang….., “lantang Dwi Andika dari atas tumpukan piranti sound system. Pentolan LSM Almatar ini membuka orasi dengan menahan gejolak. Suaranya memekik telinga. Menggema dan terlempar jauh ke ruang-ruang tempat para birokrat gedung Pemkab bekerja.

Pagi itu, Dwi Andika yang didaulat sebagai koordinator lapangan demo Aliansi LSM Jombang, melepas kemarahannya lewat pengeras suara. Sebagai rakyat Jombang, kejengkelannya memuncak melihat kekerdilan mental pejabat Pemkab yang tak kunjung menuntaskan kasus ruko simpang tiga.

“Sudah tujuh tahun ruko simpang tiga dibiarkan dalam penguasaan pihak ketiga. Sudah tujuh tahun tahun Pemkab tidak berani memungut sewa dan akhirnya jadi temuan BPK. Kenapa ini terjadi? Kenapa Pemkab tidak bernyali menghadapi segelintir penghuni? Ada apa ini woooooyyy…….., “protes keras Dwi kepada pejabat Pemkab.

Aan Teguh Prihanto, Ketua LSM POSPERA (Posko Perjuangan Rakyat).

Menyambung orasi Dwi Andika, Pentolan LSM POSPERA Aan Teguh Prihanto, mendobrak solusi. “Hari ini ruko simpang tiga harus dikosongkan dari penjarah aset rakyat. Karena hari ini dan tahun kemarin, para penghuni tidak lagi memiliki legalitas untuk tinggal. Mereka liar. Karenanya ruko harus dikosongkan. Harus dikosongkan. Harus! “pekiknya.

Aan lantas memblejeti mental pejabat Pemkab yang terkesan mengistimewakan penghuni yang terbukti tidak pernah ditindak. Dalam orasinya, Aan berpandangan bahwa ruko simpang tiga adalah milik rakyat yang dibangun dari uang pajak. “Saya rakyat Jombang. Saya juga pemilik ruko. Saya juga berhak menempati, termasuk para PKL, “tandasnya.

Hendro Suprasetyo, Pentolan LSM GeNaH (Generasi Nasional Habat), yang 2 bulan lalu melakukan demo menuntut penuntasan aset ruko simpang tiga.

Mendapat giliran selanjutnya, Ketua LSM GeNaH (Generasi Nasional Hebat) Hendro Suprasetyo, dalam orasinya langsung menukik ke sisi politis kekuasaan. “Apa karena alasan politik ruko simpang tiga dibiarkan? Apa karena takut kehilangan dukungan ruko simpang tiga dikorbankan? “nadanya bertanya.

“Jika bukan karena alasan politis, lalu kenapa Pemkab tidak bernyali mengambil tindakan tegas. Ini bukan soal perkara sudah ditangani pihak Kejaksaan. Itu soal lain. Ini adalah soal penyelematan aset rakyat. Dan itu artinya harus dilakukan pengosongan ruko tanpa tawar-menawar, “lantang Hendro.

Upik, panggilan Lutfi Utomo, Ketua LSM KOMPAK yang sekaligus koordinator Aliansi LSM Jombang, langsung membombardir mental penguasa dengan tudingan tunduk pada kaum kapitalis. “Apakah ini yang dimaksud penguasa adalah pengusaha…… Apakah ini yang dimaksud penguasa adalah pengusaha…., “pekiknya sambil mengacungkan jari ke atas.

Upik, Ketua LSM KOMPAK Jombang dan Koordinator Aliansi LSM Jombang.

Aksi menuntut penutupan ruko simpang tiga yang berlangsung sekitar 2 jam itu nampak tidak mendapat tanggapan dari pejabat Pemkab. Bupati dan Sekda disebut tengah dinas luar ke suatu tempat. Pendemo akhirnya ditemui Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Jombang.

Hasilnya pun bisa ditebak. Sebagai Kadisdagrin yang tugasnya hanya memungut retribusi ruko, Suwignyo dipastikan tidak berani mengambil kebijakan strategis semisal penutupan ruko. “Tuntutan ini akan saya sampaikan kepada Bupati dan Sekda, “ujarnya mengakhiri pertemuan.

Demo kemudian dilanjut ke gedung dewan dan komplek ruko simpang tiga. “Hari ini, retorika bahwa Pemkab bakal menindak penghuni yang tidak bayar sewa, hanyalah pepesan kosong. Jangankan menindak, menemui pendemo saja tidak berani. Hari ini, retorika kosong yang dibangun Pemkab itu telah diobrak-obrik oleh Aliansi LSM Jombang, “tutur Sumber. (red/laput/udin)

Nahdlatut Tujjar Fest Resmi Dibuka, Kebangkitan Ekonomi NU Abad ke 2

0

SIDOARJO, TelusuR.ID – Peringatan 1 Abad Nahdlatul Ulama di Sidoarjo yang diprediksi dihadiri oleh 1 juta nahdliyin diisi oleh berbagai kegiatan, salah satunya Nahdlatut Tujjar Fest. Kegiatan ini tidak sekedar pameran inovasi dan bazar UMKM tapi juga membawa semangat kebangkitan ekonomi NU abad ke 2.

Koordinator Nahdlatut Tujjar Fest, Adien Jauharudin mengungkapkan memasuki abad ke-2 NU terhitung sejak tanggal 8 Februari 2023, NU sudah harus mulai dengan cara-cara baru dan strategi baru. Karena NU tidak saja organisasi yang besar dari segi massa tapi kini tumbuh menjadi raksasa ekonomi.

“Ini soal sejarah, soal 100 tahun dan soal masa depan NU secara keseluruhan. Nahdlatut Tujjar yang berdiri pada 1918 ini adalah sejarah cikal bakal berdirinya NU. Ini menjadi gerakan ekonomi secara keseluruhan warga NU,” kata Adien, dalam keterangannya, Rabu (1/2/2023) malam.

Bendahara Umum Pimpinan Pusat GP Ansor ini mengatakan, memasuki abad ke 2 NU tidak lagi menjadi kekuatan sosial, keagamaan dan politik, tetapi tumbuh menjadi raksasa ekonomi. Karena itu, harapannya NU tidak lagi menjadi kekuatan ekonomi berbasis individu atau parsial. Tapi melangkah lebih maju menjadi ekosistem ekonomi berbasis korporasi.

Adien juga mengingatkan pentingnya transformasi teknologi dan inovasi sehingga produk-produk NU menjadi unggulan dan diterima pasar. Tentu hal itu didukung dengan sumber daya manusia NU yang unggul dalam menghadapi generasi emas 2045.

“Abad ke-2 ini NU lahir menjadi raksasa ekonomi dengan kekuatan ekosistem ekonomi berbasis korporasi. Dengan begitu NU akan menjadi organisasi yang mandiri secara ekonomi,” ujar mantan Ketua Umum PB PMII ini.

Adien menjelaskan, dalam Nahdlatut Tujjar Festival ini diikuti oleh 400 tennat umkm yang menawarkan berbagai produk, mulai makanan, minuman, merchandise hingga produk tekonologi. Kegiatan ini tersebar di 7 lokasi yang berpusat di alun-alun Sidoarjo.

Ia optimis perputaran uang dalam perhelatan 1 Abad NU ini mencapai Rp500 miliar sesuai prediksi Gus Yahya, Ketua Umum PBNU. Sebab warga yang datang tentu akan membelanjakan uangnya.

“Itu rumusnya sederhana, kalau acara Nahdlatut Tujjar Fest ini dimulai seminggu sebelum puncak resepsi, kemudian ditambah 1 juta orang yang hadir di hari H. Kalau satu orang saja yang hadir belanja Rp100.000 dikalikan jumlah yang hadir, maka target perputaran uang Rp500 miliar akan terpenuhi,” pungkas aktivis muda NU itu. (*)

Kesepekatan Akhir
Scrap PT CJI dikelola
3 ( tiga ) Desa

0

JOMBANG, TelusuR.ID – Setelah melewati beberapa pertemuan yang alot akhirnya pada pertemuan hari selasa (31-01-2022) terjadi kesepakatan antara tiga (3) desa yakni Desa Jati gedong , Pager tanjung , dan Ploso untuk menandatangani kesepakatan kerja sama dalam pengelolaan scrap (rosokan) dari PT Cheil Jedang Indonesia (CJI)

Pertemuan ini di adakan di balai Kecamatan Ploso Kabupaten Jombang dan merupakan pertemuan yang kedua dengan di fasilitasi Forkompimcam Ploso .
Pertemuan kali ini di hadiri oleh perwakilan tiga (3) Desa , perwakilan PT CJI . Forkompimcam Ploso , dan yang menarik di undang juga tiga (3) mantan Kepala Desa yang paham sejarah awal dari pengelolaan scrap .

Selesai rapat koordinasi itu .
Kapten Nasrulloh Danramil Ploso membacakan nota kesepakatan bersama yang di tandatangani pihak Cheil Jedang dan perwakilan tiga (3) desa .

Beni Efendi selakuselaku Kepala Devisi Administrasi PT CJI
Menyampaikan
“Walaupun awal pertemuan tadi berjalan alot tapi dengan penjelasan dari mantan kepala desa yang memang tahu persis sejarah awal dari pengelolaan scrap tersebut , yang intinya tadi mengerucut pada kesimpulan yang sama , dan penjelasan tersebut akhirnya bisa di terima oleh seluruh perwakilan yang ikut rapat hari ini”. Jelas Beni.

Kepala Devisi Administrasi PT CJI ini juga berharap dengan terjadinya kesepakatan hari ini yang nota bene pembagian pengelolaan scrap kedepannya bisa merata ke tiga Desa .
” Dengan kedepannya nanti bisa dikelola bersama, harapan kami bisa juga membawa manfaat dan kesejahteraan bagi warga tiga (3) desa tersebut , dan lingkungan bisa kondusif dengan begitu kami mungkin bisa memberikan lagi CSR dalam bentuk yang lain “, ujar Beni .

Sedangkan Hendro ketua BPD Desa Jati gedong ketika di temui awak media menjelaskan .
“Pada intinya untuk pengelolaan scrap kami dari Desa Jati gedong sangat terbuka untuk bisa bekerja sama dengan Desa Ploso maupun Desa Pager tanjung , apalagi kami tadi mendengarkan secara langsung penjelasan bagaimana awalnya sampai pengelolaan scrap ini di serahkan ke kami , intinya semoga semua ini bisa menjadi kebaikan semuanya Gagas Ketua BPD Jati gedong.

Nining yang merupakan Kades Ploso , dengan raut wajah yang gembira merasa sangat puas dengan hasil pertemuan kali ini .
“Alhamdulillah walau sudah hampir 10tahun lebih akhirnya desa kami punya kesempatan juga untuk ikut mengelola Scrap dari PT CJI , kami juga sudah mempersiapkan segala sesuatu nya termasuk persiapan dari pihak BUMDes kami karena hasil perundingan tadi kami kebagian sebagai pengelola , tiga (3) bulan pertama selanjutnya
Desa Pager tanjung tiga (3) bulan juga, baru Desa Jati gedong selama enam (6) bulan , saya atas nama warga Desa Ploso mengucapkan terimakasih kepada semua pihak yang memfasilitasi pertemuan ini dan semoga ini bisa membawa kebaikan bagian kita semua”, Ucap Nining

Hal yang sama dengan Kades Ploso juga di sampaikan oleh perwakilan Desa Pager tanjung .
“Hasil pertemuan hari
ini sangat memuaskan bagi kami memang hal tersebut yang menjadi harapan warga Desa Pager tanjung”.ungkapnya

Kompol Darmaji Kapolsek Ploso memberikan statemen nya sebagai Forkompimcam Ploso yang menginisiasi pertemuan itu.

“Alhamdulillah akhirnya setelah beberapa kali pertemuan hari ini ada kesepakatan dari tiga (3) Desa yaitu Desa Ploso , Pager tanjung , dan Jati gedong untuk bekerja sama mengelola Scrap dari PT CJI bersama-sama dengan pembagian 50% untuk Desa Jati gedong sedangkan untuk Desa Ploso dan Pager tanjung masing-masing 25%an”, urai Kompol Darmaji

Kapolsek Ploso ini juga menjelaskan terkait teknis pembagian nya .
” Rencananya 3bulan pertama di kelola Desa Ploso lalu lanjut 3bulan berikutnya Desa Pager pager tanjung terus Desa Jati gedong kebagian 6bulan sisanya begitu seterusnya . Dan kesepakatan ini melekat untuk patuhi bersama , dan saya kira ini sudah sangat adil bagi semuanya , semoga segala usaha kita ini mendapatkan ridho dari Alloh untuk kemaslahatan masyarakat “. Pungkas Kompol Darmaji .

( Mu’in )