Beranda blog Halaman 369

Menyongsong Akreditasi Tahun 2024, 65 Sekolah Dasar Terima Sosialisasi Dari Disdikbud Jombang

0

JOMBANG, TelusuR.ID     –     Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Jombang mengelar sosialiasi akreditasi Sekolah Dasar. Sebanyak 65 Kepala Sekolah Dasar Negeri dan Swasta dihadirkan di Aula 1 Disdikbud Jombang pada Kamis pagi (26/01/2023).

Kepala Bidang Pembinaan SD Disdikbud Jombang, Rhendra Kusuma, menyampaikan bahwa data akreditasi diambilkan dari Data Pokok Pendidikan (Dapodik). Tidak tahu kapan data akan diambil. Satuan Pendidikan diminta fokus saja pada isian data-data yang ada pada Dapodik.

“Pada saat mengisi data di Dapodik, isian harus lengkap dan harus benar, “tegas Rhendra.

Rhendra menegaskan, Kepala Sekolah bertanggungjawab terhadap data-data yang diisikan pada Dapodik. Meskipun Operator Sekolah yang bertugas mengisi data, tetapi sebelum mensinkronkan data pada Dapodik pasti ada notifikasi ke Kepala Sekolah.

Selain itu Rhendra juga mengingatkan kembali bahwa guru dalam mengajar harap memperhatikan kondisi masing-masing siswa.

“Memberikan materi pembelajaran sesuai dengan keadaan anak-anak, sesuai dengan apa yang ada pada kurikulum merdeka, “ujar Rhendra.

Nursamsu, Narasumber sosialisasi akreditasi SD yang langsung Anggota Badan Akreditasi Nasional Sekolah/Madrasah mengatakan bahwa akreditasi Sekolah Dasar menggunakan aplikasi Sispena (Sistem Penilaian Akreditasi).

“Visitasi akan dilakukan menurut data kinerja sekolah yang turun, “tandasnya.

Petani Jombang KESULITAN Beli SOLAR Bersubsidi

0
Petani Bingung Dengan Sisten Pembelian Solar Yang Ribet
Petani Bingung Dengan Sisten Pembelian Solar Yang Ribet

Jombang, Telusur.ID – Petani Jombang resah karena di musim tanam tahun ini, mereka harus menghadapi sulitnya untuk membeli solar bersubsidi, belum lagi prosedur  rumit yang harus dilalui oleh petani untuk mendapatkan pupuk bersubsidi, terasa lengkap sudah penderitaan yang dialami oleh para petani Jombang .

 

Salah satu petani yang mengaku warga Desa Ploso geneng Kecamatan Jombang Kabupaten Jombang , ketika di temui pada kamis (17-02-2022) menceritakan kesulitannya untuk membeli solar bersubsidi diseluruh SPBU yang berada di Kabupaten Jombang .

“Dulu cukup membawa surat dari Desa kita sudah dilayani walau di batasi cuma 20liter , akan tetapi sekarang kalau cuma membawa surat keterangan dari Desa tidak dilayani dan hal itu saya alami di seluruh pom bensin di kecamatan Jombang”. Ungkap petani yang berperawakan tinggi besar

 

Hal yang sama juga disampaikan oleh Mukiyo  (bukan nama sebenarnya) seorang buruh tani yang mengaku tidak mempunyai lahan sawah akan tetapi memiliki traktor untuk membajak sawah .

” Bertahun-tahun Mas saya bekerja sebagai buruh tani untuk menghidupi anak istri saya dengan mengandalkan mesin traktor satu-satunya milik saya itu , tapi dalam musim tanam kali ini saya terpaksa banyak menolak order dari pemilik sawah , hal ini karena saya kesulitan untuk membeli Solar bersubsidi di pom bensin “, ungkapnya

 

Kali ini giliran petani dari Desa Denanyar yang juga menceritakan kesulitannya dengan bahasa jawa logat Jombangan. Sebut saja pak Setu

” Mbiyen cukup surat tekan lurah wes didoli karo arek pom bensin, tapi saiki dijaluki maneh surat tekan PPL , lah wingi aku ketemu PPL tak jaluki surat iku jawabane ‘tak pelajarane riyen pak’, wis ruwet pokoke Cak.” Ungkap setu dengan nada kesal

 

Sedangkan salah satu karyawan SPBU yang berada di kecamatan Jombang Kota dan sempat di datangi oleh tim media , menjelaskan dirinya hanya di perintahkan oleh pihak management untuk tidak melayani pembelian solar yang dilakukan petani yang cuma membawa surat dari Desa .

 

Sedangkan pada hari Jum’at (18-02-2022) beberapa petani dengan di dampingi Yusuf As Sobi yang merupakan Ketua DPD lembaga Badan Komunikasi Nasional Desa se Indonesia (BKNDI) , mendatangi Kantor Dinas Pertanian Jombang .

“Kami dari BKNDI Kabupaten Jombang banyak mendapatkan aduan dari petani terkait sulitnya membeli solar bersubsidi” Terang Sobi .

 

Sobi juga menceritakan bahwa dirinya baru saja mendampingi beberapa petani mendatangi Kantor Dinas Pertanian Kabupaten Jombang .

“Tadi saya dengan beberapa petani mendatangi Kantor Dinas Pertanian Jombang dengan harapan mendapatkan penjelasan prosedur terkait pembelian solar bersubsidi untuk petani, harapan kami tadi bisa bertemu dengan kepala Dinas Pertanian tapi ternyata  beliaunya lagi Dinas luar, akhirnya kami tadi di temui oleh Pak Yusuf yang merupakan Sekdin Pertanian Jombang”, ungkap Sobi

 

Lebih lanjut Sobi menceritakan bahwa jawaban atau penjelasan  yang didapatkan dari Sekdin Pertanian Jombang sangat tidak memuaskan .

” Sekdin mengatakan  bahwa aturannya adalah petani harus membawa surat keterangan dari Desa , membawa foto Alsintan yang dimiliki , mencantumkan luasan garapan petani dengan dilampirkan surat SPPT pajak  lahan tersebut , aturan ini sudah dikeluarkan oleh BPHMigas sejak tahun 2019 , tapi anehnya Sekdin Pertanian tadi mengatakan ke kami belum sekalipun hal itu di sosialisasikan ke petani tentu , dengan alasan petani tidak ada yang pernah menanyakan hal itu, bagaimana petani mau bertanya kalau hal tersebut tidak pernah di sosialisasikan, hal semacam ini tentunya sangat ironis”, Pungkas Sobi.

(Mu’in)

Puluhan Ribu Simpatisan Prabowo Tumpah Ruah di Jember

0
caption : Gus Fawait, Bambang Hariyadi (bertopi dan kaca mata) bersama pengurus Partai Gerindra Jember menyatu dengan puluhan ribu simpatisan Prabowo Subianto. foto : istimewa.

SURABAYA, TelusuR.ID – Tak kurang dari 23.000 orang simpatisan Prabowo Subianto tumpah ruah di Kabupaten Jember. Mereka merayakan rangkaian HUT Partai Gerindra ke -15 dengan melakukan jalan sehat bersama Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto.

Bendahara DPD Partai Gerindra Jawa Timur, Muhammad Fawait mengatakan, meski Prabowo Subianto tidak bisa hadir secara fisik. Namun, beliau menitipkan salam kepada masyarakat Jember. Prabowo mengungkapkan Jember selalu ada di hati beliau.

“Alhamdulillah, meski Pak Prabowo tidak hadir secara fisik tapi masyarakat Jember yang merupakan simpatisan beliau tetap antusias. Ada sekitar 23.000 massa yang hadir. Angka itu berdasar data google form yang masuk ke panitia,” kata Muhammad Fawait, dalam keterangannya, Ahad (19/2/2023).

Politikus muda Partai Gerindra yang akrab disapa Gus Fawait itu menjelaskan, dalam kegiatan tersebut hadir pengurus DPP Partai Gerindra, Bambang Hariyadi. Bambang adalah Wakil Ketua komisi VII DPR RI yang juga putera daerah asli Jember.

Menurut Fawait, kegiatan jalan sehat ini juga bagian dari kampanye hidup sehat kepada masyarakat Kabupaten Jember. Ketua Fraksi Partai Gerindra DPRD Jatim ini mengkampanyekan jalan sehat, karena ini adalah olahraga yang murah meriah tapi menyehatkan.

Gus Fawait, Bambang Hariyadi (bertopi dan kaca mata) bersama pengurus Partai Gerindra Jember menyatu dengan puluhan ribu simpatisan Prabowo Subianto. foto : istimewa.

“Jalan sehat ini adalah olahraga yang murah meriah tapi sangat baik untuk tubuh kita. Ini adalah olahraga masyarakat yang harus terus dikampanyekan,” ujar Gus Fawait.

Ketua Tunas Indonesia Raya (Tidar) Jawa Timur ini mengaku terharu dengan antusiasnya masyarakat yang mengikuti jalan sehat. Ini menandakan Prabowo Subianto dan Partai Gerindra diterima oleh warga Jember.

Fakta ini tentu, membuat pihaknya optimistis Partai Gerindra menjadi pilihan masyarakat, khususnya Jember dan Jawa Timur secara umum. Gus Fawait melanjutkan, ini tak lepas dari pesan Prabowo Subianto agar kader dan anggota parlemen dari Gerindra harus menyatu dengan rakyat untuk mengetahui denyut kehidupan serta aspirasi rakyat.

“Ini acara yang diadakan oleh DPC Partai Gerindra Jember tapi antusias masyarakat sangat luar biasa. Ini selevel acara tingkat provinsi. Fakta ini memberi semangat optimistis Partai Gerindra menang pemilu 2024 dan mengantarkan Pak Prabowo menjadi Presiden RI ke-8,” pungkas kader Ansor Jatim tersebut. (*)

Polres Jombang Tangkap Oknum Perguruan Silat pelaku pengeroyokan

0

JOMBANG, TelusuR.ID – Polisi menangkap seorang oknum pesilat di bawah umur diduga pelaku penganiayaan anggota perguruan lain di Jl Hasyim Asy’ari Kaliwungu, Jombang Jawa Timur.

Kasatreskrim Polres Jombang AKP Aldo Febrianto mengatakan pelaku yang ditangkap berinisial MRE (16) warga Kecamatan Tembelang Jombang.

“Pelaku kita tangkap tadi malam. Dan masih ada dua orang lagi masih dalam pencarian, kita sudah kantongi identitasnya. Semoga segera tertangkap semuanya” kata Aldo, Selasa (14/2 2023) sore.

Aldo mengatakan modus operandi pelaku yakni diduga melakukan pengeroyokan terhadap korban AIAD bersama anggota perguruan IKSPI kera sakti.

“Karena pelaku masih menyimpan dendam dengan perguruan dari pagar nusa, yang saat itu korban menggunakan atribut pagar nusa,” kata Aldo.

Ia menjelaskan, saat itu Minggu (12/3/2023) MRE bersama rombongan mengendarai motor baru saja bubaran pengesahan di Mojokerto dan perjalanan pulang ke Jombang.

“Ini mereka bubaran dari Mojokerto, kemudian rombongan dapat Whatsapp (WA) dari rekan-rekanya, terkait masalah pagar nusa, ” katanya.

Kebetulan waktu perjalanan pulang, di dekat Pasar Pon Jombang berpapasan dengan korban AIAD (21) warga Desa Gongseng Kecamatan Megaluh Jombang yang mengunakan atribut perguruan pagar nusa. AIAD saat itu dibonceng temannya yang tidak memakai atribut perguruan.

“Diteriaki dan dikejar sampai melewati rel kereta api. terjadi kejar-kejaran. Yang dikejar korban menggunakan atribut, sedangkan saksi (temannya) tidak dikejar karena tidak menggunakan atribut,” kata Aldo.

Menurut AKP Aldo, korban di kejar para pelaku kurang lebih 10 orang yang menggunakan sepeda motor dan berpakaian serba hitam. Sampai di depan minimarket indomaret Jalan Hasyim Asy’ari, terjadi aksi pengeroyokan.

“Korban dipukul pada kepala bagian belakang, punggung dan bahu kanan yang menyebabkan korban mengalami luka robek sabetan benda tajam, serta jaket atribut korban dirampas,” kata Aldo.

Menurut Kasat Reskrim, pelaku yang ditangkap melakukan aksi pemukulan pada bagian kepala korban. Sedangkan pelaku yang menyabetkan senjata tajam berinisial NYA (20) masih diburu.

Dalam ungkap kasus tersebut, polisi menyita sejumlah barang bukti, antara lain handphone, visum, kaos perguruan, dobel stik, dan sepeda motor.

“Pelaku dijerat pasal 170 ayat (1) dan (2) ke-1 KUHP tentang pengeroyokan dengan ancaman hukuman 7 tahun penjara,” pungkasnya

(Mu’in)

New Simpang Tiga (32): PASTIKAN ADA PERBUATAN MELAWAN HUKUM, KAJARI SEBUT KASUS JALAN TERUS

0

JOMBANG, TelusuR.ID     –     Berlangsung diruang pertemuan Kejari Jombang, hari ini Selasa (14/02/2023), sejumlah LSM yang tergabung dalam Aliansi LSM Jombang melakukan audensi dengan Kepala Kejaksaan Negeri Jombang.

Audensi dilakukan untuk memastikan progres penanganan kasus ruko simpang tiga yang terbilang berlarut-larut. “Progres yang bisa kami sampaikan, kasus ruko simpang tiga dipastikan ada perbuatan melawan hukum, “tegas Tengku Firdaus, Kajari Jombang, dihadapan pentolan LSM Jombang.

Kajari menegaskan saat ini kasus sudah masuk lid pidsus. Dan kasus dipastikan jalan terus sekalipun ada pembayaran. “Pembayaran (cicilan sewa ruko) tidak menghapus perbuatan pidana. Kita pastikan kasus jalan terus. Tunggu saja nanti, “tegas Tengku Firdaus.

Kajari memastikan pihaknya tetap berkomitmen untuk segera menuntas kasus simpang tiga.

Kajari Jombang Tengku Firdaus, Bersama Aliansi LSM Jombang, Satukan Langkah Tuntaskan Kasus Ruko Simpang Tiga.

“Kami berterimakasih atas dukungan teman-teman LSM pada kasus ruko simpang tiga. Yang jelas, penyelamatan aset sudah menjadi atensi Kejaksaan dan merupakan perintah langsung dari Kejaksaan Agung, “ucap Tengku Firdaus kepada audien yang hadir.

Menanggapi sikap Kajari, Aan Teguh Prihanto, Ketua LSM POSPERA (Posko Perjuangan Rakyat), menegaskan bahwa selama ini pihaknya belum melihat ada itikad baik dari penghuni untuk menyelesaikan kewajibannya. Terbukti hingga hari ini masih terbayar Rp 700 juta dari Rp 5 milyar yang harus dibayar.

“Saya pribadi mengucapkan terimakasih dan salut atas keseriusan bapak Kajari untuk segera menuntaskan kasus ruko simpang tiga, “tegas Aan ditujukan kepada Kajari Jombang.

Ditambahkan, sejak 2021 hingga 2023, para penghuni secara tidak sah dan melanggar hukum telah menempati ruko tanpa dukungan selembar legalitas sekalipun.

“Jelas ini melanggar hukum. Ruko simpang tiga sebagai aset Pemkab dan juga aset rakyat, biar bagaimanapun tetap harus diselamatkan, “ujarnya.

Dwi Andika, Ketua LSM Almatar (Aliansi Masyarakat Proletar), menegaskan agar Kejari tegak lurus dalam menyelesaikan kasus ruko simpang tiga.

Audensi bersama Kepala Kejaksaan Negeri Jombang berlangsung gayeng dan santai.

“Kami melihat para penghuni secara sewenang-wenang menempati ruko tanpa legalitas yang dibenarkan. Karenanya mereka harus diusir dari ruko simpang tiga, “tegas Dwi.

Sebagaimana diketahui, sejak 7 tahun lalu, polemik ruko simpang tiga masih terus berlangsung dan belum ada tanda bakal selesai. Sejumlah pihak menilai tindakan yang diambil pihak berwenang masih jauh dari rasa keadilan masyarakat.

Meskipun Pansus Dewan merekomendasi agar Pemkab menagih piutang para penghuni yang sebesar Rp 5 milyar berdasarkan temuan BPK, namun hingga hari ini yang mampu tertagih hanya sebesar Rp 700 jutaan.

Pansus DPRD juga merekomendasikan agar Pemkab segara melakukan penutupan ruko jika para penghuni tidak bersedia melakukan pembayaran. Bahkan sejumlah LSM yang tergabung dalam Aliansi LSM Jombang menggelar demo menuntut penutupan ruko namun Pemkab tidak juga bergeming.

Pada kesempatan audensi itu, Kajari Jombang Tengku Firdaus didampingi Kasi Intel Deni Saputra. Sementara dari pentolan LSM, masing-masing turut hadir Ketua LSM KOMPAK Jombang Lutfi Utomo, Ketua Pospera Aan Teguh Prihanto, Ketua Almatar Dwi Andika, Ketua LKPI BAI Suhartono, serta ketua GeNaH Hendro Suprasetyo. (red/laput/udin)

 

 

Pengadaan 2 Lahan PKL Alun-alun Beraroma Kerugian Negara Rp 7,5 M

0

JOMBANG, TelusuR.ID       –       Empat hari sebelum tutup tahun 2022, atau Selasa (27/12/2022), gugatan Gono Sapto Rahardjo dikabulkan Majelis Hakim PN Jombang. Gono melayangkan gugatan karena harga lahan miliknya dibuat terjun bebas diangka Rp 5,2 milyar oleh apprasial Pemkab.

Siang itu, diruang sidang Kusuma Atmaja, Ketua Majelis Hakim Bambang Setiyawan membatalkan apprasial Pemkab dan sekaligus menetapkan harga lahan milik Gono diangka Rp 10,7 milyar atau Rp 1,7 juta per meter persegi.

Angka tersebut terbilang lebih rendah 30 persen dari hasil apprasial tahun 2021. Dimana saat itu, tanah seluas 6.327 meter persegi yang terletak di Jalan KH Ahmad Dahlan tersebut dibandrol Rp 16,2 milyar atau Rp 2.560.000 per meter persegi.

Selain membeli lahan milik Gono, Pemkab juga membebaskan 2 obyek tanah lain yang posisinya berbatasan langsung dengan lahan Gono. Hanya bedanya, yang satu posisinya segaris dan sebidang (belah bidang). Sedang yang satu lagi bersinggungan disisi batas lahan.

Untuk obyek tanah yang posisinya segaris dan sebidang serta berhimpitan langsung (belah bidang) dengan lahan milik Gono, pada 2021, juga dilakukan apprasial oleh Pemkab. Tanah seluas 6.480 meter persegi itu dibandrol Rp 17,4 milyar atau Rp 2.785 per meter persegi.

Meski hasil apprasial 2 lahan belah bidang itu terbit bersamaan, namun Pemkab lebih memilih melakukan bayar terhadap tanah senilai Rp 17,4 milyar. Sedang lahan milik Gono dilakukan tunda bayar karena plot APBD tidak mencukupi. Waktu itu, eksekusi lahan milik Gono akan dilakukan pada tahun anggaran berikutnya.

Sayangnya, saat anggaran sudah siap pada 2022, ekskusi lahan milik Gono tetap gagal dilakukan karena terkendala masalah regulasi. Yakni nilai apprasial dianggap kadaluwarsa karena sudah melewati batas 6 bulan. Aturannya, harus dilakukan apprasial ulang.

Nah, pada saat dilakukan apprasial ulang, lahan milik Gono malah terjun bebas diangka Rp 5,2 milyar. Meski angka tersebut akhirnya dibatalkan PN Jombang dan sekaligus dilakukan penetapan harga diangka Rp 10,7 milyar, namun Gono kehilangan hak bayar sebagaimana yang diterima tetangga sebelah.

Turunnya tarif lahan milik Gono itu pada akhirnya memicu tanya. Yakni kenapa lahan sebelah tidak terjadi hal serupa. Padahal dari sisi hukum pasar, keduanya tidak ada perbedaan. “Jika lahan milik Gono bisa turun tarif, harusnya lahan sebelah juga bisa dong, “tegas Upik, Koordinator LSM Aliansi Jombang.

Upik, Koordinator Aliansi LSM Jombang, pada satu kesempatan unjuk rasa.

“Jika putusan Pengadilan menjadi tolak ukur, maka Aliansi LSM Jombang akan menempuh jalur gugatan untuk menguji validitas harga apprasial pada 2 lahan yang lain, terutama yang bersebelahan dengan lahan Gono. Ini soal akuntabilitas penggunaan uang negara, “tambah Upik.

Bertolak dari kasus Gono, tutur Upik, negara berpotensi dirugikan Rp 7,5 milyar pada pengadaan 2 lahan PKL alun-alun. Angka tersebut merupakan bilangan 30 persen dari total nilai 2 lahan yang mencapai Rp 25,1 milyar (Rp 7,7 M dan Rp 17,4 M), sebagaimana terjadi pada lahan milik Gono.

Tentu saja, lanjut Upik, penurunan tarif tanah hingga 30 persen tidak bisa dijadikan ukuran. Karena ranah itu merupakan hak subyek hakim dalam memutuskan perkara. “30 persen itu hanya analogi yang didasarkan pada kesamaan obyek dan hukum pasar. Artinya, jika lahan milik Gono bisa turun, lahan lain harusnya juga bisa karena dalam satu kawasan, “tegasnya.

Upik menandaskan, terkait pengadaan lahan sentra PKL alun-alun, sebenarnya tidak ada pihak yang patut dipersalahkan. Ini karena semua prosedur dan mekanisme sudah dipenuhi. Hanya setelah mencuat kasus Gono, tutur Upik, validasi harga apprasial untuk 2 lahan yang lain menjadi perlu diuji.

“Kita (Aliansi LSM Jombang) tidak dalam posisi menyalahkan orang per orang atau pihak mana pun. Tapi yang kita lakukan lebih kepada bentuk kontrol terhadap sistem yang kita anggap kurang kredibel. Lebih dari itu, yang kita lakukan sebenarnya adalah sebentuk upaya untuk menyelamatkan uang negara, “ujarnya. (red/din)

 

 

 

 

 

 

PBNU: Terima Kasih Indonesia

0

SURABAYA, TelusuR.ID – Juru Bicara Harlah 1 Abad Nahdlatul Ulama, Rahmat Hidayat Pulungan menyampaikan rasa syukur yang tidak terhingga atas terlaksananya Resepsi 1 Abad Nahdlatul yang digelar di Stadion Delta Sidoarjo, Selasa (7/2/2023).

Pihaknya menyampaikan terima kasih kepada seluruh warga Nahdliyin, kader-kader muda NU, pengurus NU mulai ranting, MWC, wilayah sampai pengurus besar.

“Terima kasih atas doa-doa seluruh rakyat Indonesia yang selama ini telah membantu sehingga NU bisa bertahan, dan memasuki abad kedua ini dengan lebih siap,” kata Rahmat, dalam keterangannya, Sabtu (11/2/2023)

Menurut Rahmat, selama acara berlangsung banyak hal yang terjadi diluar batas kemampuan atau nalar manusia. Kendati demikian, acara bisa terlaksana dengan sangat baik.

“Itu sudah pertolongan Allah SWT. Itu doanya para ulama-ulama NU dan tentu keramatnya NU di situ,” ujar Rahmat.

Bagi generasi muda NU, kata Rahmat, hal ini merupakan momentum yang pas, yang tepat dalam memasuki abad kedua NU. Dimana generasi ini sudah mulai melakukan kerja-kerja yang konkret, membangun basis ekonomi umat atau basis ekonomi kader, memperbaiki kualitas pendidikan NU mulai taman kanak-kanak-kanak sampai kuliah.

“Memperkuat dakwah Islam rahmatan lil ‘alamin di kalangan-kalangan kelompok muda. Itu jadi prioritas,” tandas Rahmat.

Hal lainnya, yakni sudah melakukan transformasi digital secara besar-besaran. “Sangat banyak,” kata dia menegaskan hal-hal yang sudah dilaksanakan generasi muda NU.

Ke depan, lanjut Rahmat, agenda kerja generasi muda NU sangat banyak. “Kita harus bergerak lebih cepat dan lebih berenergi,” tegas Rahmat.

Lebih lanjut, Rahmat mengatakan pihaknya tak akan lagi menggelar acara semegah dan sebesar Resepsi 1 Abad NU yang digelar di Gelora Delta Sidoarjo, Selasa (7/2/2023).

“Saya sebagai pengurus PBNU memastikan tidak ada lagi (acara semegah resepsi 1 Abad NU),” kata Rahmat yang juga sebagai Wakil Sekjen PBNU.

Acara sebesar dan semegah itu tak akan kembali digelar sesuai arahan dari Ketua Umum PBNU, KH Yahya Cholil Staquf. Menurut Rahmat, Gus Yahya, panggilan akrab KH Yahya Cholil Staquf, sejak tiga minggu lalu menyampaikan tidak ada lagi acara-acara besar di lingkungan NU setelah resepsi 1 Abad NU.

Lebih lanjut, Rahmat menjelaskan alasan PBNU tidak lagi menggelar acara besar. Kata dia, dari acara Resepsi 1 Abad bisa terlihat bahwa NU merupakan organisasi yang sangat besar.

Oleh karenanya, tidak lagi perlu membuang dana dan tenaga untuk menunjukkan kebesaran NU. “Karena NU-nya sudah kelihatan sangat besar di lapangan. Jadi tidak perlu lagi bikin acara besar. Buang-buang duit, buang-buang tenaga,” jelas Rahmat.

Menurut dia, akan lebih baik jika dana dan tenaga yang dimiliki NU digunakan untuk hal-hal yang lebih produktif daripada menggelar acara-acara besar. Hal produktif itu, di antaranya meningkatkan kapasitas kader NU, memperbaiki lembaga pendidikan di bawah naungan NU dari pendidikan dasar hingga pendidikan tinggi.

“Memperkuat kapasitas kader, memperbaiki sekolah-sekolah di lingkungan Nahdlatul Ulama, sampai perguruan tinggi,” pungkas Rahmat. (*)

Dianggarkan 10,3 Milyar, Pembangunan Sentra PKL Alun-alun Dibayangi Masalah Hukum

0

JOMBANG, TelusuR.ID     –     Tahun ini Pemkab Jombang mengalokasikan anggaran sebesar Rp 10,3 milyar (tepatnya Rp 10.279.751.850) untuk pembangunan konstruksi fisik sentra PKL Alun-alun Jalan KH Ahmad Dahlan.

Anggaran tersebut tertuang dalam sirup Dinas Perdagangan dan Perindustrian Pemkab Jombang tahun 2023 dengan kode RUP 40493581.

Kepala Bappeda Pemkab Jombang Danang Praptoko menegaskan, saat ini proses pembangunan masih dalam tahap pematangan masterplan. Yaitu rencana detail terkait desain lokasi dan ragam item pekerjaan yang akan dilaksanakan.

“Alokasi anggaran digunakan untuk keseluruhan item. Mulai pengurukan lahan, pembuatan akses jalan, pembuatan lapak, besaran jumlah lapak, desain lokasi, serta kebutuhan sarana prasarana seperti musholla, tempat bermain, dan seterusnya, “ujar Danang.

Sementara Kepala Disdagrin Pemkab Jombang Suwignyo menegaskan bahwa saat ini pihaknya bersama sejumlah OPD terkait, tengah mematangkan detail perencanaan sentra PKL tersebut.

“Karena sudah dianggarkan, tahun ini diharapkan bisa dikerjakan sesuai rencana. Saat ini tahapan proses masih dalam pematangan perencanaan, “tegas Suwignyo.

Ditegaskan Danang, setelah pembangunan konstruksi fisik selesai, sentra PKL Jalan KH Ahmad Dahlan bakal diprioritaskan untuk dihuni eks PKL Alun-alun.

“Sesuai rencana awal, pembangunan sentra PKL Jalan KH Ahmad Dahlan harus diprioritaskan untuk dihuni eks PKL alun-alun, “tuturnya.

Dalam kaitan itu, Pemkab melalui OPD terkait akan melakukan penelusuran dan upaya validasi terhadap eks PKL alun-alun.

“Tidak semua eks PKL Alun-alun menempati jalan Dr Sutomo. Tetapi menyebar ke berbagai tempat, termasuk berjualan di rumah sendiri. Karenanya perlu dilakukan validasi dan pendataan ulang, “ucap Danang.

Pintu masuk lahan PKL Alun-alun (gerobak biru) yang dipasang banner bertuliskan lahan milik Pemkab Jombang.

Pembangunan sentra PKL Alun-alun mengusung tema satu kesatuan ekonomi dan tata kota. “Ketika alun-alun menjadi pusat kegiatan masyarakat, tentu diperlukan tempat istirahat dan tempat makan yang nyaman. Dan fungsi sentra PKL alun-alun salah satunya dimaksudkan untuk itu, “pungkasnya.

Bayang-bayang masalah hukum 

Proses pembangunan sentra PKL Alun-alun Jalan KH Ahmad Dahlan yang saat ini masuk tahap pematangan masterplan tersebut, disisi lain, rupanya masih menyimpan dan menyisakan masalah hukum. Yakni soal pengadaan lahan yang disinyalir merugikan keuangan negara.

Tercatat, pengadaan lahan seluas 2 hektar itu dilakukan dalam 3 tahap sejak tahun 2020. Yakni Rp 7,7 milyar untuk pembebasan lahan seluas 1.470 meter persegi. Kemudian Rp 17,4 milyar untuk lahan seluas 6.480 meter persegi. Serta Rp 16,2 milyar untuk pembebasan lahan seluas 6.327 meter persegi.

Pada pembebasan lahan terakhir, nilai apprasial sebesar Rp 16,2 milyar itu akhirnya dianulir PN Jombang dan harga lahan ditetapkan sebesar Rp 10,2 milyar. Itu artinya terjadi penurunan tarif sebesar 30 persen.

“Maka pertanyaannya, bagaimana dengan tarif 2 obyek lahan yang masih dalam satu kawasan itu? “tegas Lutfi Utomo, Koordinator Aliansi LSM Jombang.

Upik, panggilan Lutfi Utomo, menilai fenomena penurunan tarif tanah terbilang tidak lazim. “Dimana-mana, tidak ada harga tanah semakin kesini semakin turun. Tapi apa dikata, itu sudah menjadi putusan Pengadilan dan bahkan sudah inkraht, “tutur Upik yang juga pentolan LSM KOMPAK Jombang ini.

“Suka tidak suka, putusan Pengadilan jelas lebih tinggi derajatnya dari keputusan manapun, termasuk keputusan apprasial. Dengan konstruksi hukum seperti itu, maka putusan apprasial atas 2 lahan sebelumnya layak dipertanyakan karena tarifnya melebihi harga yang ditetapkan PN Jombang, “tegas Upik.

Dalam kaitan itu, Upik menegaskan Aliansi LSM Jombang dalam waktu dekat akan melayangkan somasi kepada Bupati cq Disdagrin Jombang sebagai tahapan menuju gugatan meja hijau.

Gugatan dilakukan, tegas Upik, untuk menguji keabsahan nilai apprasial atas 2 obyek lahan yang masih dalam satu kawasan itu. “Kalau yang satu diturunkan, kenapa yang lain tidak? Kan semua obyek berada dalam satu kawasan, “ujarnya. (red/din)

 

Sampaikan Belasungkawa, Gus Salam Ziarah ke Makam Imam Suhrowardi, Kader IPNU yang Meninggal Saat Puncak Satu Abad NU

0

JOMBANG, TelusuR.ID – Mustain kaget. Tidak menyangka, Kamis 9 Februari 2023 dia kedatangan tamu istimewa di rumahnya, Dusun Mojogeneng, Desa Gedangan, Kecamatan Mojowarno, Jombang. Tamu itu adalah KH Abdussalam Shohib, Pengasuh Pondok Pesantren Mambaul Maarif, Denanyar, yang juga wakil ketua PWNU Jawa Timur.

Kedatangan Gus Salam, panggilan KH Abdussalam Shohib, ke rumah Mustain tersebut untuk takziah atas wafatnya Imam Suhrowardi. Anak kedua Mustain itu berpulang saat menghadiri resepsi puncak Satu Abad Nahdlatul Ulama (NU) di Sidoarjo, Selasa 7 Februari lalu. Kader IPNU berusia 22 tahun itu ambruk di rakaat kedua saat jamaah salat Zhuhur. Lalu, wafat.

Mengenakan kopiah dan berbaju batik, mata Mustain tampak berkaca-kaca. Sesekali kali Mustain menyeka air matanya.

‘’Masya Allah, matur suwun sanget atas rawuhipun. Sak-estu. Nyuwun pandonganipun mugi-mugi Ardi (Imam Suhrowardi, Red) husnul khatimah,’’ ujarnya kepada Gus Salam, yang Ketua Panitia Peringatan 100 Tahun NU, PWNU Jatim.

Mustain pun bercerita tentang anaknya yang telah tutup usia. Dia mengatakan, Ardi sebetulnya hendak berangkat ke Sidoarjo bersama rombongan dari kampungnya dengan naik Elf.

Namun, kendaraan itu ternyata sudah penuh. Ardi masih dalam kondisi kurang enak badan. Meski demikian, karena kecintaannya terhadap NU, Ardi pun tetap memohon izin untuk dapat berangkat.

Mustain pun mengizinkan Ardi. Bahkan, di benaknya Mustain pun sebetulnya ingin ikut untuk tabarrukan. Namun, karena di rumah tidak ada orang, maka dia tetap di rumah.

Nanik Rahmawatiningsih, sang istri, sudah meninggal dunia lebih dulu. Keluarga sederhana ini memang begitu cinta pada NU.

Akhirnya, Ardi pun berangkat ke Sidoarjo, Senin 6 Februari 2023 selepas Salat Isya, sekitar pukul 20.10 WIB. Berboncengan motor bersama saudaranya. ‘’Nggih mbeto sangu piyambakipun,’’ ungkapnya.

Singkat cerita, lanjut Mustain, keluarga mendapat laporan bahwa Ardi meninggal dunia di Sidoarjo pada Selasa 7 Februari 2023. Kabar duka itu pun menyentak hati Mustain.
Namun, Mustain tetap bersabar dan berupaya berbesar hati. Ikhlas melepas putra tercintanya yang masih jejaka itu menghadap Sang Khalik. ‘’Memang, Ardi nggadah riwayat penyakit jantung,’’ ucapnya.

Selepas bercerita, Gus Salam pun meminta untuk diantarkan ke makam Ardi sekaligus istri Mustain.
Lokasinya berjarak 1 kilometer dari kampung. Di makam itu Gus Salam membacakan doa dan tahlil untuk almarhum Ardi dan almarhumah istri Mustain. ‘’Ya Allah matur suwun sanget,’’ kata Mustain berkali-kali.

Menurut Gus Salam, begitu mendapat informasi meninggalnya Ardi, pihaknya sudah berniat datang ke rumah Mustain untuk takziah dan berziarah.

Dikatakan, Ardi menjadi salah satu contoh sosok anak muda yang begitu cintanya kepada NU serta para ulama-kiai. Meski dalam kondisi badan kurang sehat sekalipun, almarhum tetap bersemangat untuk hadir di resepsi puncak Satu Abad NU.

‘’Kami datang untuk memberikan support kepada keluarga agar tetap tabah dan bersemangat. Insya Allah kepergian almarhum husnul khatimah,’’ ungkap cicit KH Bisri Syansuri, salah seorang pendiri NU itu.

Evaluasi Resepsi Puncak Harlah Satu Abad NU

Ditanya soal evaluasi atas pelaksanaan Resespi Puncak Satu Abad NU, Gus Salam mengatakan, kehadiran jemaah ke Sidoarjo memang terbilang sangat luar biasa. Dia pun obyektif menyebut hal itu di luar ekspektasi. Jutaan umat beramai-ramai memutihkan Kota Delta.

‘’Ini menunjukkan bahwa kecintaan masyarakat pada NU dan para masyayikh semakin luar biasa. Sekaligus bukti bahwa Jawa Timur menjadi baromater dan basis NU,’’ papar Gus Salam.

Dia pun memberikan apresiasi tinggi kepada Bupati Sidoarjo Akhmad Muhdlor Ali beserta jajaran pemkab. Sebagai tuan rumah, mereka all out dalam menyiapkan semua demi kelancaran resepsi puncak Satu Abad NU.
Demikian juga warga Sidoarjo yang guyup dengan memberikan bantuan makanan dan minuman untuk para jemaah.

‘’Kami juga angkat topi pada Wali Kota Surabaya dan Bupati Gresik yang juga memberikan dukungan penuh,’’ tambah Gus Salam.

Disinggung soal evaluasi atau catatan atas penyelenggaraan acara tersebut, Gus Salam menyatakan, tentu setiap kegiatan ada kekurangan-kekurangannya. Apalagi kegiatan yang melibatkan begitu banyak orang.

“Nah, salah satu catatan agar ke depan bisa semakin baik lagi adalah menyangkut kesiapan dan koordinasi panitia dalam menyambut dan memperlakukan para ulama-kiai sepuh,” tutur Gus Salam.

Menurut Gus Salam, ada cukup banyak kiai-ulama sepuh atau kalangan rais syuriah yang tidak bisa masuk ke lokasi. Mereka tertahan di luar. Bahkan, tidak sedikit yang harus berjalan kaki beberapa kilometer. Padahal, mereka-mereka itu sebetulnya yang paling berhak untuk ditempatkan di panggung utama.

“Sebab, para kiai-ulama itu merupakan ’owner’ dari NU. Kalau kita-kita ini kan hanya haflah atau panitia pelaksana saja,’’ ujarnya.

Terlepas alasannya macet atau apa, lanjut dia, tentu semua masih dapat dikoordinasikan dan dikomunikasikan dari awal agar para kiai sepuh mendapatkan tempat yang selayaknya.

’’Meski saya yakin para kiai sepuh itu tetap ikhlas, mungkin tidak banyak menuntut beliau-beliau, namun adab sebagai santri kan kita mesti bisa menyadari itu semua,’’ ungkap Gus Salam.

Atas nama PWNU, Gus Salam turut meminta maaf atas hal-hal yang kurang berkenan. Baik kepada warga masyarakat, terutama para masyayikh. Gus Salam pun memberikan saran kepada para panitia, terutama dari PBNU, untuk sowan ke para kiai-ulama sepuh atas ketidaknyamanan tersebut.

‘’Menyampaikan terima kasih dan memohon maaf atas semua kejadian itu. Harapannya ke depan tidak terjadi lagi dan dapat semakin baik lagi,’’ tutur Gus Salam mengakhiri. (*)

Kapolres Jombang Pimpin Pelaksanaan Sertjab Wakapolres , Kasat dan Kapolsek

0

JOMBANG, TelusuR.ID – Kapolres Jombang AKBP Moh Nurhidayat memimpin serah terima jabatan Waka Polres Jombang, Kasat Reskrim, Kasat Binmas serta Kapolsek Bareng bertempat di Graha bakti Bhayangkara Polres Jombang, Rabu (8/3/2023).

Pergeseran jabatan tertuang dalam Keputusan Kapolda Jatim ST/101/I/KEP./2023 tanggal 20 Januari 2023 tentang pemberhentian dari dan Pengangkatan jabatan dilingkungan Polda Jatim.

Waka Polres Jombang Kompol Erika Purwana Putra, S.I.K., M.H diangkat dalam jabatan baru sebagai Wakapolres Gresik.

Jabatan Kompol Erika digantikan Kompol Hari Kurniawan, S.H., M.H yang sebelumnya Kapolsek Asemrowo Polres Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya.

Kasatreskrim Polres Jombang AKP Giadi Nugraha diangkat dalam jabatan baru sebagai Panit I Unit V Subdit II Ditreskrimum Polda Jatim. Penggantinya AKP Aldo Febrianto, S.I.K., M.H yang sebelumnya panit l unit V subdit III Ditreskrimum Polda Jatim

Kasatbinmas Polres Jombang AKP Mursid Budi Hartanto diangkat dalam jabatan baru sebagai Kasatlantas Polres Blitar digantikan AKP Tri Sulo Hadi Warjianto yang sebelumnya menjabat Kapolsek Bareng Polres Jombang.

Kemudian, AKP Sudarsono Kasubbagdalops Bagops Polres Jombang diangkat dalam Jabatan Baru sebagai Kapolsek Bareng Jombang.

Kapolres Jombang AKBP Moh Nurhidayat mengatakan pergantian jabatan atau mutasi di lingkungan polri merupakan hal yang sudah biasa dan rutin dilaksanakan, hal itu merupakan bagian dari dinamika kehidupan organisasi dan sebagai wujud pembinaan karier, yang disesuaikan dengan kebutuhan dan tuntutan tugas yang dihadapi

“Disamping itu juga bertujuan memberikan penyegaran organisasi dalam rangka menciptakan kegairahan dan suasana kerja yang baru, agar tetap terpelihara proses kaderisasi kepemimpinan yang wajar dan terarah,” ujarnya.

Kepada pejabat lama, Kapolres mengucapkan terima kasih selama menjabat dan mengabdi di Polres Jombang.

Kapolres memahami pejabat lama telah banyak melakukan perubahan dan upaya-upaya dalam memelihara kamtibmas di wilayah maupun pembinaan personel di kesatuan.

“Semoga apa yang telah saudara rintis selama ini dapat memberikan kemajuan bagi kesatuan dan kemanfaatan bagi pejabat berikutnya,” ujarnya.

Lebih lanjut AKBP Nurhidayat mengucapakan selamat kepada Kompol Erika untuk menempati tugas di satker yang baru semoga amanah dimanapun dalam bertugas akan selalu memberi ilmu yang bermanfaat dan kepemimpinan yang berkah

“Kita semua berharap dan berdoa semoga saudara siap menjabat yang merupakan amanah dari Tuhan Yang Maha Esa serta kepercayaan yang diberikan oleh pimpinan Polri,” ujarnya.

Dirinya berharap kepada para pejabat baru segera menyesuaikan diri di tempat tugas baru, dengan mengenali dan memahami situasi wilayah Jombang yang dikenal sebagai kota santri.

“Dan saya berharap banyak melakukan upaya pembinaan kedalam, khususnya dalam rangka meningkatkan kemampuan profesionalisme personel,” katanya.

Disamping itu, Kapolres melanjutkan serta melakukan upaya terobosan baru dalam menumbuhkan semangat soliditas dan kebersamaan yang kokoh dengan sesama anggota, agar pelaksanaan tugas dapat dilaksanakan dengan baik dan lancar.

( Mu’in )