Beranda blog Halaman 371

New Simpang Tiga (29): DINILAI MLEMPEM, PEMKAB DAN KEJARI JOMBANG DISOMASI

0

JOMBANG, TelusuR.ID     –     LSM MRJ (Majelis Rakyat Jombang) melayangkan surat somasi I (kesatu) kepada Pemkab dan Kejari Jombang, Jumat (28/01/2023). Somasi dilakukan karena kinerja kedua instansi dinilai jauh dari kata memuaskan.

Rencananya, somasi kedua dan ketiga bakal dilayangkan pada pekan berikutnya menyusul tindakan yang diambil kedua instansi. Hingga pada puncaknya, LSM MRJ akan membawa urusan ke tahap lebih serius yaitu pelaporan hukum.

Lebih khusus, somasi dilakukan karena Pemkab dan Kejari Jombang dianggap tidak serius dalam penuntasan kasus ruko simpang tiga. “Sejak kasus ditangani pidsus, hingga hari ini belum ada perkembangan yang signifikan, “tegas Sadad, Sekretaris MRJ.

Ditemui dikantornya jalan Seroja 103 Jombang, Senin (30/01/2023), Sadad mengungkap maksud dari perkembangan signifikan itu yakni belum dilakukan penetapan tersangka atau sedikitnya penerbitan SPDP (Surat Perintah Dimulainya Penyidikan) oleh Pidsus terkait kasus simpang tiga.

“Untuk sebuah kasus publik yang terbilang akut karena praktik pembiaran yang begitu masif, kinerja Kejari Jombang terkait penanganan kasus simpang tiga cenderung tidak jelas dan terkesan bertele-tele, “ujar Sadad.

Ukurannya, kata Sadad, hingga rentang bulan Januari habis atau dengan kata lain sudah satu bulan berkas berada di tangan Pidsus, tercatat belum ada penjelasan apapun kepada publik terkait perkembangan penanganan kasus.

“Masyarakat Jombang dibuat gagal paham oleh Kejari dengan sikap diamnya. Seharusnya ada progres yang disampaikan ke publik sekalipun bukan sebentuk penetapan tersangka atau sekedar guliran SPDP. Sehingga publik tahu duduk persoalan sebenarnya, dan bukannya malah diam seperti ini, “ujar Sadad.

Ditambah lagi, lanjutnya, kasus ini sudah berlangsung selama 7 tahun dan sudah sedemikian menyita perhatian publik Jombang, sehingga memicu keterdesakan cukup tinggi untuk segera diselesaikan. “Ada rasa keadilan yang sepertinya sengaja disepelekan, “tuturnya.

Sementara itu, lanjut Sadad, hingga memasuki tahun ke 7 guliran polemik, sikap Pemkab terkait penuntasan kasus ruko simpang tiga masih terbilang sama. Yakni belum beranjak dari aura kegamangan dan keraguan dalam menentukan sikap.

Hari ini, kata Sadad, dimana Pemerintahan Mundjidah-Ramba sudah mencapai puncak masa bakti (tinggal 8 bulan lagi), nampak belum muncul dobrakan yang signifikan dari Pemkab. Kecuali hanya menyerahkan kasus ke pihak kejaksaan, tuturnya, sejauh ini Pemkab terbilang tidak melakukan tindakan dengan bobot ekskutoral.

“Nyaris tidak bisa dipercaya Pemkab yang memiliki segalanya itu dengan gampang menyerahkan kasus ke kejaksaan. Justru untuk beberapa alasan, sikap seperti itu cenderung merupakan bentuk cuci tangan atau sikap menghindar dari resiko, “ujarnya.

Sadad menilai, Pemkab yang merupakan simbol Pemerintahan dan sekaligus simbol negara yang dilengkapi dengan instrumen kekuasaan, tidak seharusnya memilih sikap lari dari panggung. “Atas nama perundangan, seharusnya Pemkab tidak perlu ragu mengambil paksa ruko simpang tiga dari tangan penghuni. Tapi faktanya hal itu tidak pernah dilakukan, “tegas Sadad.

Tentu akan muncul ekses dan resiko yang tak terhindarkan. Salah satunya adalah kemungkinan pihak penghuni melayangkan aksi gugatan. Dan jika itu yang terjadi, tandas Sadad, sebenarnya itu hal biasa dan lebih merupakan sebentuk harga perjuangan.

“Gugatan itu hal biasa. Kenapa harus takut? Apalagi ini soal penegakan supremasi dan wibawa Pemkab? Kegamangan sikap tidak perlu terjadi karena Pemkab memiliki segalanya. Dari tenaga ahli urusan hukum, satpol PP, hingga kesediaan anggaran, semua dikantongi Pemkab. Jadi tidak ada alasan untuk memilih gamang kecuali berniat cuci tangan dan menghindar dari resiko, “urai Sadad.

Karena itu, tegas Sadad, pada puncak somasi nanti, LSM MRJ akan menyeret Pemkab ke ranah hukum atas dugaan tindak pembiaran serta indikasi menghilangkan aset daerah. “Termasuk Kejaksaan, kita akan melaporkan ke Komisi Kejaksaan atas kinerjanya yang bertele-tele, “tandasnya. (red/laput/udin).

 

New Simpang Tiga (28): KAMIS, ALIANSI LSM JOMBANG DEMO TUNTUT PENUTUPAN RUKO

0

JOMBANG, TelusuR.ID     –     Menyikapi penyelesaian kasus ruko simpang tiga yang kian bertele-tele dan malah memicu kompleksitas baru, Aliansi LSM Jombang yang merupakan gabungan 4 LSM yaitu KOMPAK, Almatar, LPKRI BAI, dan POSPERA, akan mengelar aksi turun jalan pada hari Kamis (02/02/2023).

Demo akan dimulai dari kantor Pemkab, kemudian dilanjut ke gedung wakil rakyat, dan akan berakhir di kompleks ruko simpang tiga. “Dari simpang tiga kita lanjut ke kantor Kejaksaan, bukan untuk demo, tapi mengirim surat audensi kepada Kajari Jombang, “tegas Aan Teguh Prihatno, Ketua LSM POSPERA (Posko Perjuangan Rakyat) kepada Telusur.id, Selasa (31/01/2023).

Sebagaimana release aksi yang disampaikan kepada wartawan, aksi turun jalan oleh Aliansi LSM Jombang itu mengusung 4 tuntutan. Yakni, (1) Meminta Pemkab berani bertindak tegas untuk melakukan penutupan ruko simpang tiga. (2) Meminta Pemkab tidak melakukan perpanjangan kontrak dengan kelompok penyewa lama.

(3) Meminta Pemkab tidak menerbitkan kontrak baru dengan pihak penghuni sebelum masalah audit temuan BPK terselesaikan. Serta, (4) Meminta agar ruko simpang tiga secepatnya dikosongkan dari penghuni.

Ketua LSM KOMPAK Jombang Lutfi Utomo yang didaulat sebagai koordinator aksi menegaskan, keputusan menggelar aksi turun jalan pada hari Kamis itu sedikitnya dipicu oleh 2 hal.

Yakni proses penanganan perkara oleh Kejari Jombang yang terkesan bertele-tele dan jauh dari makna tegak lurus. Serta melihat sikap Pemkab yang cenderung bergantung kepada Kejaksaan tanpa dibarengi upaya inisiasi yang mengarah pada penyelesaian kasus.

Para Pentolan Aliansi LSM Jombang saat diskusi dengan pejabat Satpol PP Jombang beberapa waktu lalu.

“Setelah deadline pada penghujung 2022 lalu terbukti piutang penghuni hanya mampu tertagih kurang dari 20 persen, hingga saat ini Pemkab nyaris tidak melakukan apa-apa dan malah cenderung pasif soal penyelesaian ruko simpang tiga, “tegas Upik, panggilan akrab Lutfi Utomo, kepada wartawan.

Yang mengerikan, tandas Upik, untuk masa sewa ruko tahun 2022 dan 2023 dipastikan tidak tertagih karena piutang lama belum terlunasi. “Logikanya tidak mungkin terbayar. Sehingga status penghuni pada 2022 dan 2023 terbilang liar, dan itu artinya terjadi pengulangan praktik pembiaran oleh Pemkab, “urainya.

“Karena itu demi memastikan kasus tidak berlangsung berlarut-larut dan berhenti sebatas obral retorika dan janji manis belaka, Aliansi LSM Jombang dengan tegas meminta Pemkab berani melakukan penutupan ruko. Itu poin pentingnya, “tegas Upik.

Terhadap kemungkinan bakal muncul.ekses dan resiko hukum atas penutupan ruko yang mungkin dilayangkan pihak penghuni, tegas Upik, itu hal biasa yang tidak perlu dirisaukan dan itu hanya sebentuk harga yang harus dibayar kaitannya dengan penegakan supremasi dan wibawa Pemkab. “Memangnya kalau digugat terus kiamat? “Upik bernada satir.

Sementara kaitannya demo juga dialamatkan ke gedung wakil rakyat, tegas Upik, ini lebih kepada bentuk bahwa anggota dewan juga harus bertanggungjawab secara moral atas kasus yang berlangsung. Bukan sekedar menerbitkan rekom pansus, tapi anggota dewan juga perlu partisipatif dalam tindakan terukur demi menyelamatkan aset rakyat.

Hingga berita ini ditulis, Selasa (31/01/2023), surat pemberitahuan demo oleh Aliansi LSM Jombang sudah dikirim ke Polres Jombang. “Sebagai rakyat Jombang, kita sudah bosan dengan janji manis dan retorika yang muter-muter. Situasi ini harus diakhiri. Dan Pemkab harus bernyali menutup ruko, serta jangan lagi bersembunyi di ketiak Kejaksaan, “sorot Aan, Ketua LSM POSPERA. (red/laput/udin)

 

Gus Fawait Minta Pemprov Beri Perhatian Khusus pada Petani, Nelayan dan Guru

0
caption : Gus Muhammad Fawait, Ketua Fraksi Partai Gerindra Jatim. foto : istimewa.

SURABAYA, TelusuR.ID – Fraksi Partai Gerindra DPRD Jawa Timur meminta Pemprov Jatim memberi perhatian khusus pada buruh tani, petani, nelayan dan guru dalam usaha penanggulangan kemiskinan. Hal itu untuk mengurai masalah kemiskinan yang tersentral di pedesaan, pinggir hutan mau pun pinggir pantai.

Muhammad Fawait, Ketua Fraksi Partai Gerindra DPRD Jatim mengungkapkan, selama buruh tani tidak dapat menggarap lahan pertanian dan petani tak bisa menanam padi karena tidak ada pupuk. Maka masalah kemiskinan sulit diurai.

“Karena itu pemerintah harus melakukan langkah konkret di sektor pertanian, dengan memastikan stok pupuk yang cukup. Dengan begitu petani dan buruh tani bisa bekerja mengolah lahan untuk memproduksi padi,” tegas politikus muda yang akrab disapa Gus Fawait itu, Senin (30/1/2023).

Gus Fawait menyebut nelayan juga harus mendapat perhatian khusus dari pemprov. Diantaranya dengan memastikan mereka bisa melaut untuk menangkap ikan. Fawait mengatakan garis pantai Indonesia salah satu yang terpanjang di dunia.

Selain itu, laut Indonesia juga kaya akan ikan. Karena itu, pemerintah harus memastikan kecukupan akan kebutuhan solar bagi nelayan. Selama ini para nelayan sering terkendala langkanya solar untuk melaut. Kalau pun ada, harganya pasti mahal.

“Saya kira pemerintah harus membangun SPBU khusus nelayan. Ini penting untuk memastikan nelayan bisa melaut,” ujar ujar kader Ansor Jatim ini.

Gus Fawait menyebut satu lagi yang harus diperhatikan oleh pemerintah adalah kesejahteraan bagi guru. Menurutnya, bila guru sejahtera maka ia mampu mendidik sumber daya manusia yang berkualitas.

Ia meyakini pendidikan yang berkualitas harus ditopang oleh kesejahteraan guru. Karena itu pemerintah harus menjamin kesejahteraan para guru.

“Salah satu jalan keluar dari kemiskinan adalah melalui dunia pendidikan. Namun untuk mendapatkan pendidikan berkualitas harus memperhatikan kesejahteraan guru. Ini menjadi tanggungjawab pemerintah,” tegas pengasuh Pondok Pesantren Nurul Chotib, Al Qodiri IV, Jember tersebut. (*)

 

Mensos RI didampingi ketua DPC PDI Perjuangan Jombang serahkan bantuan Kursi Roda

0

JOMBANG, TelusuR.ID – Kunjungan Mensos
Tri Rismaharini beserta rombongan di Kabupaten Jombang dalam rangka kegiatan Penyerahan Bantuan Disabilitas di Balai Desa Sengon Kecamatan Jombang. usai acara tersebut kemudian menyempatkan mengunjungi Kantor PDIP Kabupaten Jombang.

Selanjutnya ,Kunjungan Risma beserta rombongan langsung di terima oleh ketua DPC partai PDIP Kabupaten Jombang, Sadarestu Wati dan didampingi seluruh kepengurusan partai berlambang moncong putih tersebut. di Jalan Brigjend Katamso nomor 12 Jombang. Pada sabtu (28/1/23).

Selain itu beliau juga memberikan motivasi dan semangat Pengurus DPC PDIP beserta PAC dan Kader-kader simpatisan. Tri Rismaharini tidak menyarankan untuk memenangkan Partai secara beli suara. Karena hal itu tidak mendidik bahkan justru menciptakan mental kurang baik bagi rakyat. “Kalau kita membiasakan diri beli, maka kemudian tidak mendidik rakyat kita dengan baik, kita nanti akan jadi bangsa pengemis,” tuturnya.

Ditempat yang sama Risma mengatakan bahwa Target PDIP Tidak hanya Menang, dalam pemilunya akan tapi target utama nya adalah bisa untuk Membesarkan Wong Cilik. “Target PDIP tidak hanya Menang, tapi Membesarkan Wong Cilik. Karena tentang politik praktis seperti persiapan dan pemenangan Pemilu 2024, melainkan juga membahas politik jangka panjang,”jelasnya.

“Kita memang harus bisa mengambil hati rakyat. Kita harus jelaskan kepada masyarakat konsep-konsep pembangunan supaya visi partai PDIP sama dengan tujuan. Bukan sekadar ingin untuk menang, tetapi bagaimana meraih masa depan yang lebih baik,” kata bu Risma.

( Mu’in )

Kapolres Jombang melakukan Jum’at Curhat di Desa Pandanwangi

0

JOMBANG, TelusuR.ID – Kepala Kepolisian Resor Jombang AKBP Moh Nurhidayat kembali melaksanakan sapa warga melalui Jumat Curhat. Kali ini dilaksanakan di Masjid Nurul Huda Dusun Butuh Desa Pandanwangi Kecamatan Diwek, Jumat, (27/1/2023)

Kapolres mengenalkan para pejabat utama yang hadir mendampinginya, termasuk Waka Polres Jombang Kompol Kompol Erika Purwana Putra.

Giat Jumat Curhat dilakukan karena membangun komunikasi dua arah dengan masyarakat sangatlah penting agar polisi mengetahui betul yang diinginkan oleh warga.

Adapun respon warga terkait program yang diinisiasi oleh Kapolri ini sangat diapresiasi oleh masyarakat. Sebab, melalui Jumat Curhat masyarakat bisa secara langsung menyampaikan keluh kesahnya kepada Kapolres Jombang.

“Terima kasih bapak Kapolres Jombang dan para pejabat hadir di desa kami melalui acara Jumat Curhat ini. Kami sangat mengapresiasi kegiatan seperti ini,” kata salah satu jemaah, Asan.

Asan yang juga kepala desa Pandanwangi ini mengatakan, selama ini sinergitas dengan pihak pemerintah desa dengan Bhabinkamtibmas juga berjalanan dengan baik. Termasuk juga bila ada kegiatan desa selalu melibatkannya.

“Alhamdulillah selama ini semua sudah berjalan dengan baik, dan kondusif,” ujarnya.

Jemaah lain, Tri Santoso pada kesempatan itu menyampaikan tentang peristiwa kriminalitas di desa setempat, tepatnya di jalan Prof Moh Yamin. Baru-baru ini, kata Tri, ada kejadian begal yang merampas pengendara motor di jalan tersebut.

“Saat itu pelaku merampas tas korban dan langsung kabur,” ujar Tri kepada Kapolres Jombang.

Selain kriminalitas, di jalan alternatif tersebut juga rawan kecelakaan lalu lintas. Pada malam tahun baru lalu, pengendara motor terlibat kecelakaan hingga meninggal. Salah satu faktor penyebabnya karena minim penerangan.

“Kami berharap mungkin ada solusi terbaik atas curhatan masyarakat ini,” ujar Tri.

Merespon itu, Kapolres pun menanyakan kepada Kapolsek Diwek selaku pemangku wilayah dan juga Kasatreskrim. Ternyata, kasus itu tidak dilaporkan ke Kepolisian.

“Jadi kami minta untuk dilaporkan ya, kalau tidak dilaporkan ya kami tidak tahu,” kata Kapolres.

Orang nomor satu di Polres Jombang itu juga memastikan akan menindaklanjuti setiap laporan yang masuk. Namun, terkait hasil, semua adalah proses.

“Apapun laporan harus ditindaklanjuti, masalah hasil akhir adalah proses. Jadi, apapun mohon untuk diinformasikan, termasuk begal. Laporkan kepada kami,” katanya menandaskan

( Mu’in )

BUMDes Jatigedong Diduga Dikuasai Segelintir Oknum

0

JOMBANG, TelusuR.ID     –     Kinerja BUMDes (Badan Usaha Milik Desa) ‘Aneka Usaha’ Milik Pemerintahan Desa Jatigedong, Kecamatan Ploso, Kabupaten Jombang, mulai dipertanyakan warga setempat.

Terutama soal pengelolaan keuangan hasil olah scrab (limbah rosok) dari PT CJI Ploso. Ini karena selama 10 tahun mengelola scrub, hasilnya terbilang tidak jelas dan jauh dari kata transparan.

Selain memantik laporan polisi oleh LSM LPHM Pandawa yang saat ini menunggu jadwal gelar perkara oleh Satreskrim Polres Jombang, dugaan praktik pat gulipat oleh oknum pengurus BUMDes Aneka Usaha juga jadi sorotan warga.

Dari informasi yang dihimpun, secara umum warga desa Jatigedong merasa tidak mendapatkan manfaat dari hasil olah scrub selama 10 tahun. Warga bahkan merasa bahwa pundi-pundi hasil pengolahan scrub hanya “dinikmati” oleh oknum tertentu.

Salah satu warga Jatigedong sebut saja Samirin (bukan nama sebenarnya), dengan kepolosannya menyebut pihak yang diuntungkan dari pengelolaan scrub PT CJI adalah pihak Pemerintahan Desa dan pengurus BUMDes.

“Opo cak, seng penak lan makmur yo cuma pamong ambek pengurus BUMDes. Wong koyok awak dewe Iki pancet ae, nek gak mreman gak mangan (apanya cak, yang enak dan makmur itu ya cuma Pemerintahan Desa dan pengurus BUMDes. Orang kayak kita ini tetap harus jadi buruh untuk bisa makan), “ujarnya.

Senada dengan Samirin, PW yang merupakan petugas RW Desa Jatigedong juga menegaskan hal serupa. Ia bahkan mengaku tidak percaya lagi dengan pengurus BUMDes.

“Selama ini saya dan warga sekitar belum pernah menikmati hasil dari scrub. Semua serba tertutup dan hanya dikuasai orang-orang tertentu. Saat ini sepertinya kegiatannya sedang beku. Dan saya pribadi sudah tidak percaya dengan pengurus BUMDes saat ini, “tegas PW kepada Telusur.id.

PW menegaskan, selama 10 tahun pengelolaan scrub dari PT CJI sempat diwarnai kejanggalan. Salah satunya soal dugaan penyelewengan Rp 588 juta dana scrub yang hingga hari ini belum jelas rimbanya.

“Saat ini, kinerja pengurus BUMDes sangat tidak jelas. Tidak ada keterbukaan. Mereka tidak layak jadi pengurus dan seharusnya dirombak total, “imbuhnya dengan nada kecewa.

Sebelumnya, Beni Kepala Divisi Administrasi PT CJI Ploso menegaskan, bahwa pengelolaan scrub (limbah rosok) yang dipercayakan kepada BUMDes Aneka Usaha Desa Jatigedong adalah sebentuk CSR perusahaan.

Selain sebagai bentuk kepedulian perusahaan terhadap lingkungan sekitar atas dampak kegiatan produksi yang dilangsungkan perusahaan, pendistribusian scrub ke BUMDes juga tidak dilakukan lelang dengan harapan warga sekitar bisa meraup keuntungan lebih.

Hingga berita ini ditulis, Kamis (25/01/2023), konfirmasi dari pengurus BUMDes Aneka Usaha Desa Jatigedong serta pihak Pemerintahan Desa belum berhasil dikantongi. Upaya konfirmasi akan terus dilakukan dan hasilnya akan disajikan pada berita edisi berikutnya untuk memenuhi aspek keberimbangan berita. (Muin)

Kini, Kabupaten Jombang Resmi Miliki 5 Puskeswan

0

JOMBANG, TelusuR.ID     –     Kabupaten Jombang kini memiliki 5 gedung Pusat Kesehatan Hewan (Puskeswan) setelah 4 gedung Puskeswan yang baru dibangun dan direhab telah selesai dan diresmikan oleh Bupati Jombang Hj Mundjidah Wahab, Rabu (25/01/2023).

Empat gedung baru itu adalah Puskeswan Diwek, Puskeswan Mojoagung, Puskeswan Ploso, dan Puskeswan Ngoro.

Peresmian yang dipusatkan di Puskeswan Diwek di Desa Keras tersebut dihadiri Asisten Perekonomian dan Pembangunan Wignyo Handoko, Kepala Dinas Peternakan Jombang Agus Susilo Sugioto, Kepala Kantor Ketahanan Pangan dan Perikanan Nur Kamalia, Camat beserta Forkopimcam Kecamatan Diwek, Kades Keras beserta seluruh Perangkat Desa.

“Atas nama pribadi dan Pemerintah Kabupaten Jombang, saya mengapresiasi adanya rehabilitasi sarana fisik pusat kesehatan (Puskeswan) dan pelaksanaan kegiatan stake holder peternakan sebagai upaya untuk mencegah segala penyakit yang saat ini terus mengancam sektor peternakan, “tutur Bupati membuka sambutan.

Menurut Bupati, seiring berjalannya waktu, sektor peternakan dihadapkan pada tantangan dan tuntutan baru sebagai dampak dan pengaruh strategi global, nasional dan sektoral.

Karena itu, untuk mengantisipasi dan mendukung tercapainya sasaran pembangunan peternakan, maka diperlukan adanya pendekatan Sistem Pembinaan Kesehatan Hewan Nasional (Siskeswanas).

Dengan berdirinya gedung baru Puskeswan, Bupati berharap dapat membantu tugas dari Dinas Peternakan dalam memberikan fasilitas pelayanan kesehatan untuk meningkatkan kualitas kesehatan hewan/ternak di wilayah kerja Puskeswan.

“Peresmian sarana pusat kesehatan hewan ini harus diikuti dengan pelayanan masyarakat yang maksimal. Harapannya kedepan, pelayanan kesehatan hewan khususnya di Kabupaten Jombang mampu lebih memberikan kesejahteraan kepada masyarakat. Tentu, kedisplinan petugas kesehatan harus diterapkan, ” pungkasnya.

Peresmian Puskeswan Diwek, Mojoagung, Ploso dan Ngoro ditandai dengan penandatanganan prasasti oleh Bupati Jombang yang dilanjut dengan pemotongan roncean melati, serta peninjauan setiap ruangan yang ada.

Agus Susilo Sugioto Kepala Dinas Peternakan Pemkab Jombang menyampaikan bahwa dalam upaya meningkatkan mutu pusat kesehatan hewan, Pemerintah telah menempuh beberapa upaya diantaranya melakukan pengembangan kualitas pusat kesehatan hewan, perbaikan sarana gedung pusat kesehatan hewan, dan pengadaan alat kesehatan hewan.

“Alhamdulillah, untuk mendekatkan pelayanan Pemerintah kepada masyarakat peternak khususnya, supaya semuanya bisa sejahtera untuk menjadi peternak yang handal dan peternak yang baik, pada tahun 2022 telah dilaksanakan pekerjaan fisik Puskeswan beserta sarana dan prasarana sebanyak 5 Puskeswan yang masing-masing membawahi 4 kecamatan, “tegas Agus.

Antaralain, lanjutnya, Puskeswan Diwek membawahi Kecamatan Diwek, Kecamatan Gudo, Kecamatan Perak, dan Kecamatan Bandarkedungmulyo. Sedang Puskeswan Mojoagung masing-masing membawahi Kecamatan Mojoagung, Sumobito, Jogoroto, dan Kesamben, “.

Untuk Puskeswan Ploso, papar Agus, kecamatan yang dinaungi adalah Ploso, Plandaan, Kabuh, Kudu, dan Ngusikan. Sedang Puskeswan Ngoro membawahi kecamatan Ngoro, Bareng, Wonosalam, dan Mojowarno.

“Sementara Puskeswan Jombang membawahi 4 kecamatan yaitu kecamatan Jombang, kecamatan Peterongan, kecamatan Tembelang dan kecamatan Megaluh, “ujarnya.

Agus menambahkan bahwa pada tahun 2022 telah memberikan hibah barang dari alokasi APBD II (kepada 33 kelompok) dengan rincian APPO: 4 kelompok. Ternak kambing: 10 kelompok. Serta ternak sapi potong: 3 kelompok.

Hibah keuangan: 16 kelompok. Hibah barang dari dana APBD I (untuk 3 kelompok) dengan rincian untuk ternak kambing: 40 ekor, ternak sapi: 8 ekor. Hibah barang dari dana APBN (kepada 41 kelompok) dengan rincian ternak ayam: 1.500 ekor.

Kegiatan Asuransi Usaha Ternak Sapi/Kerbau (AUTS/K) pada 2022 mencapai 2.106 ekor dari target APBD Kabupaten Jombang sebanyak 1500 ekor dengan rincian 1500 ekor sapi potong dan 606 ekor sapi perah.

Pada kesempatan tersebut, Bupati Jombang Hj Mundjidah Wahab menyerahkan secara simbolis 1 unit mobil operasional Kepala Dinas Peternakan Pemkab Jombang, serta 8 unit sepeda motor yang secara simbolis diserahkan kepada Puskeswan. (*)

 

 

 

 

Menguak Misteri Sumur Tiban Di Dusun Pandanwangi Jombang

0
Tim Sakral Nusantara saat melakukan Ritual di Sumur Tiban desa pandanwangi jombang

JOMBANG, TelusuR.IDTiban berasal dari kata dasar “tiba” bahasa Jawa yang berarti “jatuh”. Tiban mengandung arti timbulnya sesuatu yang tidak diduga sebelumnya. Sumur tiban yang berada di dusun pandanwangi letaknya di tengah persawahan konon menurut cerita di mayarakat Sumur tiban yang berukuran diameter 25 centimeter dengan kedalaman kisaran 1,5 meter dan di percaya sebagai obat segala macam penyakit, sehingga di datangi banyak pengunjung dari dalam maupun luar daerah. Berhembus kabar berita dari masyarakat bahwa Sumur Tiban di pandanwangi adalah tapal batas antara kerajaan majapahit dan kediri sebelah utara masuk wilayah majapahit selatan masuk ke kerajaan Kediri.

Sejarah kemunculan tiban dimulai masa kerajaan Kediri, berkuasa seorang raja yang otoriter, sang raja ingin disebut dewa. Demikian gambaran raja Kediri yang menyebutnya Kertajaya. Sehingga rakyat menurut perintahnya bukan karena patuh melainkan karena takut. Wilayah kerajaan Kediri termasuk kademangan Ngimbang (sekarang Ngadiluwih) mempunyai 4 kademangan yaitu:

  1. Kademangan Ngimbang
  2. Megalamat
  3. Jimbun
  4. Ceker

Meskipun diperintah oleh sang raja yang otoriter namun keadaan masyarakat makmur, segala masalah diselesaikan secara gotong royong. Masyarakat yang lebih dahulu panen membagi kepada tetangga, tetapi sayang kepribadian yang demikian tidak dapat perhatian oleh rajanya, bahkan Brahmana pun diminta untuk menyembah dan mendewakan dia. “Matahari berputar, siang berganti malam, sedangkan malam dapat berganti siang”, kata para Brahmana. Artinya keadaan di dunia tidak kekal adanya yang semula kaya dapat juga menjadi miskin, yang gagah perkasa dapat menjadi lemah tak berdaya.

Tim Sakral Nusantara Saat Melakukan Komunikasi dengan Arwah Penghuni Sumur Tiban desa pandanwangi jombang

Menurut Penelusuran tim Sakral Nusantara yang bermediasi dengan arwah penghuni sumur yang bernama Mbah Siman membenarkan adanya tentang mitos cerita yang beredar di  masyarakat selama ini. Menurut Mbah Siman air sumur tiban yang berada di pandanwangi tersebut mempunyai khasiat untuk obat segala penyakit bisa di minum atau untuk mandi. Dalam sesi komunikasi dengan arwah penunggu sumur tiban, Mbah Siman berpesan agar selalu menjaga peninggalan sejarah dan tidak lupa dengan budaya Jawa adat istiadat, toto kromo atau sopan santun yang mana sekarang banyak ditinggal kan oleh generasi muda saat ini. Sumur tiban atau dikenal dengan nama telogo wangi oleh masyarakat sekitar desa pandanwangi karna dulu airnya berbau wangi. Antara percaya dan tidak tergantung keyakinannya masing masing. Kebenaran sejati hanya milik Alloh SWT. (imron)

Kenang Pertempuran Lengkong, Kemenhan dan Keluarga Pahlawan Tabur Bunga di TMP Taruna Tangerang

0

KOTA TANGERANG, TelusuR.ID – Yayasan 25 Januari 1946 menggelar Ziarah Peringatan ke-77 Peristiwa Lengkong yang dihadiri tokoh nasional dan keluarga keturunan para pahlawan yang gugur dalam pertempuran dahsyat melawan kolonialisme Jepang. Menteri Pertahanan Republik Indonesia Letjen TNI (Purn.) Prabowo Subianto Djojohadikusumo diwakili Dirjen Potensi Pertahanan (Pothan) Kemenhan RI, Mayjen TNI Dadang Hendrayudha memimpin langsung upacara militer dan ziarah yang dihadiri ratusan tamu undangan dari TNI/ Polri, masyarakat sipil serta berbagai organisasi kemasyarakatan.

Selain jajaran TNI/ Polri, turut hadir Wali Kota Tangerang Arief Wismansyah, juga tampak Biantiningsih Miderawati Djiwandono, Maryani Ekowati dan Hashim Djojohadikusumo, yang merupakan keluarga kandung Menhan Prabowo, yang juga keponakan kandung dari 2 pahlawan nasional yang berbarengan gugur di Pertempuran Lengkong, Lettu Soebianto Djojohadikusumo dan Taruna Soejono Djojohadikusumo; John Ferry Mogot mewakili keluarga Mayor (Anumerta) Daan Mogot, Agustanzil Sjahroezah cucu dari Haji Agus Salim, sesepuh pejuang Ketua Dewan Pertimbangan Harian Nasional 45, Sumartini Tjokrodimuljo yang telah berusia 95 tahun, Tinton Soeprapto dari Yapeta (Yayasan Pembela Tanah Air) serta keluarga para pahlawan nasional lainnya.

Kegiatan yang berakhir sekitar pukul 11.00 WIB dari TMP Taruna Tangerang, kemudian dilanjutkan dengan peletakan karangan bunga dan silaturahmi sahabat sejarah di Monumen Daan Mogot, Jalan Subianto Djojohadikusumo, BSD City, Tangerang Selatan.

“Kehadiran bapak dan ibu adalah kehormatan bagi kami, karena merupakan wujud penghargaan dan ungkapan simpati yang tulus untuk mengenang jasa dan mendoakan para perwira dan taruna MA Tangerang yang gugur dalam menjaga kedaulatan NKRI,” ucap Ketua Yayasan 25 Januari 1946, Rani D. Sutrisno dalam keterangan ke media massa.

Rani menghaturkan terimakasih atas kehadiran para tokoh nasional dan undangan lainnya. Serta berharap menjadi pengingat bagi generasi muda akan sejarah revolusi kemerdekaan Indonesia.

Untuk diketahui, Pertempuran Lengkong adalah pertempuran Tentara Keamanan Rakyat melawan pasukan Jepang di Desa Lengkong, Serpong, Tangerang Selatan, Banten, Indonesia yang terjadi pada tanggal 25 Januari 1946.

Bermula dari Resimen IV TRI di Tangerang, yang mengelola Akademi Militer Tangerang, dengan dipimpin Mayor Daan Mogot, puluhan taruna akademi mendatangi markas Jepang di Desa Lengkong untuk melucuti senjata pasukan jepang. Daan Mogot didampingi sejumlah perwira, antara lain Mayor Wibowo, Letnan Soetopo, dan Letnan Soebianto Djojohadikusumo.

Dalam proses perlucutan senjata yang awalnya berlangsung lancar, kemudian terjadi insiden letusan senjata dan mitraliur dari arah tersembunyi. Kemudian terjadi pertempuran yang tak seimbang, dengan banyak korban berjatuhan di pihak Indonesia, di mana 33 taruna dan 3 perwira gugur, serta 1 taruna lainnya wafat setelah sempat dirawat di rumah sakit. Perwira yang gugur adalah Daan Mogot, Letnan Soebianto, dan Letnan Soetopo. Peristiwa berdarah kini dikenal sebagai Peristiwa Pertempuran Lengkong.

Pada tanggal tersebut, kemudian berdasarkan Keputusan Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Ryamizard Ryacudu, dituangkan lewat Surat Telegram KSAD Nomor ST/12/2005 bertanggal 7 Januari 2005, ditetapkan sebagai Hari Bakti Taruna Akademi Militer.

Keuangan BUMDes Desa Jatigedong Disinyalir Amburadul, LSM LPHM Pandawa Kawal Laporan Polisi

0

JOMBANG, TelusuR.ID – Dugaan ketidakberesan keuangan di Bumdes Aneka Usaha , Desa Jatigedong Kecamatan Ploso Kabupaten Jombang yang mengelola scrub (rosokan) dari PT Cheil Jedang Indonesia (CJI) , dibuktikan dengan adanya pelaporan oleh Cucuk Wahyu Riyanto Ketua LSM LPHM Pandawa ke Satreskrim Polres Jombang ,

Polemik berkepanjangan terkait pengelolaan Scrub berawal dari Musdes tanggal 31 maret 2021 di Balai Desa Jatigedong. Jajaran Pengurus Bumdes saat itu melaporkan pertanggungjawaban pengeluaran keuangan tahun 2020 sebesar 588 juta rupiah . lebih rincinya Cucuk mengatakan .

“laporan keuangan saat itu menurut warga banyak terjadi kejanggalan. Contoh paling mencolok yakni laporan pengeluaran uang yang dipinjam pemdes Jatigedong nilainya mencapai ratusan juta, lalu dana masker 40 juta rupiah, dan uang cctv serta dana pembuatan taman sebesar 10 juta rupiah. Seluruh angka tersebut dilaporkan sudah dikembalikan ke Bumdes, tapi kenyataanya dana-dana tersebut justru masih masuk dalam laporan pengeluaran,” Ungkapnya

Ketua LSM LPHM juga menceritakan Kejanggalan yang lain yaitu pajak pph 10% senilai 90 juta juga diduga tidak dibayarkan , dan juga ada temuan vendor yang transfer uang pembayaran scrap bukan ke rekening bumdes akan tetapi masuk ke rekening pribadi pengurus bumdes .
warga Jatigedong juga selalu menanyakan kejelasan laporan pengeluaran yang dianggap bermasalah itu . Akan tetapi justru pihak Bumdes Jatigedong selalu menghindar .

“Karena warga menginginkan kejelaskan dari pihak BUMDes maka warga Desa Jatigedong dimendatangi kantor bumdes ,” Jelas Cucuk

Menurut Cucuk, pada saat itu mereka ditemui oleh direktur Bumdes Rifinardi dan bendaharanya Aris Dwiyanto. Namun upaya mereka untuk membuka tabir kejanggalan laporan keuangan Bumdes menemui jalan buntu. Mereka tetap tidak bisa mendapatkan hasil laporan pengeluaran yang dianggap bermasalah tersebut. .

Merasa dipermainkan dan tidak ada kejelasan , akhirnya warga dan perwakilan BPD Jatigedong didampingi Ketua LSM LPHM PANDAWA melaporkan ke Satreskrim Polres Jombang pada tanggal 24 Mei 2021 . Namun Proses penyelidikannya memakan waktu yang lama , pihak Sat Reskrim Polres Jombang melalui unit tipikor telah memanggil beberapa saksi dan pengurus Bumdes Jatigedong .

Sampai memasuki pekan ketiga Januari 2023 , selaku pelapor pihak LSM LPHM pandawa sudah mendapatkan Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyelidikan (SP2HP) sampai 11 kali . Akan tetapi SP2HP yang kedelapan hingga kesebelas , isinya
menunggu hasil audit dari Inspektorat jombang . Praktis sejak tanggal 26 November 2021 sampai Januari 2023 ini atau sudah satu tahun dua bulan, hasil audit belum kunjung selesai . Hal ini sesuai yang di jelaskan oleh Cucuk pada Rabu (25-01-2023) di kantornya .

Sedangkan Eko Prasetyo yang merupakan inspektur Pembantu (IRBAN) bidang Investigasi kantor Inspektorat Jombang , ketika di tanyai lewat WA chat menyampaikan bahwa hasil audit sudah diserahkan kepada penyidik Unit Tipikor Satreskrim Polres Jombang. “Berkas hasil audit sudah kami serahkan kepada penyidik Tipikor Satreskrim Polres Jombang pada Hari Selasa pekan lalu. Bahkan sudah ekspose bersama,” Jawab eko

Jawaban senada juga disampaikan , Kanit Tipikor Ipda Sugiarto membenarkan bahwa hasil audit dari Inspektorat Jombang sudah diterimanya . Namun sementara ini belum ada tindaklanjut karena Kasatreskrim Polres Jombang sedang berduka dan masih posisi ada di Bandar Lampung.
“Iya Pak kami baru expose dengan inspektorat. Rencana mau kami gelar perkara, menunggu Kasatreskrim yang saat ini posisi sedang berduka di Lampung” balas Kanit Tipikor via WA chat .

( mu’in )