TelusuR.ID

Beranda blog Halaman 378

Jelang Lebaran, MAKI Jatim Santuni Ratusan Yatim Piatu dan Kaum Pinggiran

0

SIDOARJO, TelusuR.ID      –      “Jangan dilihat dari nilai barangnya mas. Yang penting kita bisa berbagi kebahagiaan, “bisik Heru Satria, Ketua LSM MAKI (Masyarakat Anti Korupsi Indonesia) Korwil Jatim, kepada TelusuR.ID seraya berjabat tangan dan memberikan bingkisan. Nampak, senyum Heru terurai lepas dan ikhlas.

Selain TelusuR.ID, hadir pula sejumlah pegiat jurnalistik dari kota Sidoarjo dan Surabaya dalam acara bertajuk “Santuan Anak Yatim Piatu & Buka Bersama Gubernur Jatim” yang dihelat di kantor MAKI Jatim, komplek Perumahan Permata Juanda, Sabtu (15/4/2023).

Ratusan orang berbagi kebahagiaan bersama MAKI Jatim jelang lebaran, Sabtu (15/3/2023).

Kelompok pegiat jurnalistik atau wartawan, masing-masing dibagikan satu bingkisan berisi beras, gula, kopi, teh, minyak, Coca cola, sirup, dan mie instan. Selain bingkisan berupa sembako tersebut, setiap wartwan juga dibagikan satu amplop berisi uang.

Bingkisan serupa juga diberikan kepada sejumlah pihak. Antaralain para janda, pasukan kuning, dan juga satpam. Kelompok ini berjumlah puluhan orang. Selain diberikan bingkisan sembako, kelompok pinggiran ini juga diberikan amplop berisi uang.

Sebagai acara inti, ratusan anak yatim dan piatu mulai berbaris dalam antrian. Mereka dibagi dalam kelompok antrian sesuai jenjang sekolah. Yakni mulai PAUD/TK, SD, SMP, dan terahkir SMA. Selain mendapat bingkisan sembako, para yatim dan piatu mendapat tambahan tas rangsel, buku sekolah, dan amplop berisi uang.

Kelompok seni Islam Hadrah mendapat giliran menerima bingkisan dari Heru MAKI.

Pada tahap ini, sedikit atmosfir haru menghiasi suasana. Satu per satu para yatim dan piatu mulai beranjak dari barisan. Kaki mereka maju beberapa langkah menuju panggung kecil. Disana Heru MAKI sudah menunggu dengan posisi duduk seraya di tangannya tergenggam amplop berisi uang.

Dengan sikap tawadhuk, para yatim dan piatu menghampiri Heru MAKI seraya mencium tangannya. Heru membalas dengan mengusap kepala mereka seraya memberikan amplop berisi uang. Setelah itu, anak-anak tersebut bergeser menuju panitia untuk menerima hadia tas rangsel, buku sekolah, dan bingkisan.

Hampir satu jam Heru MAKI tidak beranjak dari posisi duduknya. Tangannya terus terulur, menjabat, dan tak berhenti mengusap kepala para yatim dan piatu. Heru terus melakukannya hingga antrian yatim dan piatu habis. Selama melayani, paras Ketua MAKI Jatim itu tak berhenti dari senyum keikhlasan.

Saat para undangan menikmati hidangan buka puasa bersama MAKI Jatim.

Acara yang dihelat mulai pukul 16.30 WIB itu tercatat baru rampung menjelang waktu sholat tarawih. Memasuki waktu buka, sejumlah hidangan prasmanan telah disediakan panitia. Ada bakso, soto, rawon, sate, yang disanding kolak dan minuman segar lainnya.

Turut terundang dalam acara tersebut antaralain tokoh masyarakat, tokoh agama, dan kelompok seni Islam atau hadrah Nahdlatul Ulama yaitu Ishari. Seluruh undangan yang hadir nampak mendapatkan bingkisan yang sama, serta amplop berisi uang.

Heru MAKI memberikan sambutan singkat sebelum acara memasuki buka puasa.

Mendapat kesempatan memberikan sambutan acara sebelum buka puasa dimulai, Heru Satria atau Heru MAKI hanya melempar beberapa penggal kalimat. Tidak lebih 10 menit ia berdiri dihadapan undangan. “Terimaksih sudah hadir disini. Semoga kedepan kita senantiasa bisa berbagi kebahagiaan seperti ini, “ucapnya.

“Khusus untuk anak-anakku para yatim dan piatu, untuk tahun ini sengaja kami memberikan hal berbeda. Kami putuskan untuk memberikan tambahan tas dan buku untuk mendukung sekolah kalian. Semoga hal kecil ini bisa membantu, “tutur Heru seraya mengakhiri sambutan.

Acara kemudian dilanjutkan tausyiah agama oleh seorang ustad. Terkait bulan puasa, ustad mengingatkan pentingnya memerangi penyakit hati yang bernama hasud. Terbunuhnya Habil oleh Qobil, tutur ustad, adalah dipicu karena sifat hasud. “Puasa harus bisa membersihkan hati dari penyakit hasud, “tutur ustad. (red/din)

 

Bimtek Smart Farming Kementan di Jombang

0
Suasana Bimtek Pengembangan Smart Farming

Jombang, telusur.id –  Smart farming adalah konsep manajemen pertanian yang menggunakan teknologi modern untuk meningkatkan kuantitas dan kualitas produk pertanian, berbasis teknologi yang dapat membantu petani meningkatkan hasil panen secara kuantitas dan kualitas  melalui teknologi pemindaian tanah, manajemen data, akses GPS, serta teknologi Internet of Things. Aplikasi smart agriculture mencakup monitoring hasil pertanian, pemetaan lahan pertanian, manajemen irigasi, penyimpanan produk pertanian, delivery produk pertanian ke konsumen, dan lainnya.  Hal ini dilakukan agar produksi terus meningkat dengan kualitas yang tinggi  disertai optimalisasi peggunaan tenaga kerja sehingga dapat meningkatkan  pendapatan petani.

Menteri Pertanian [Mentan] Syahrul Yasin Limpo mengajak petani muda untuk menerapkan teknologi smart farming dalam pengembangan budi daya pertanian yang lebih efisien dan modern.

Mentan mengungkapkan bahwa pembangunan pertanian ke depan akan semakin mengandalkan para petani milenial dengan teknologi digital, terutama sebagai strategi untuk memperkuat produksi dan distribusi.

“Agripreneur muda yang melek teknologi adalah potensi dan mitra strategis memecahkan kendala distribusi serta lemahnya akses pasar petani selama ini” ujar Syahrul.

Sementara itu, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumberdaya Manusia Pertanian [BPPSDMP] Dedi Nursyamsi mengatakan bahwa modal utama kesuksesan petani serta wirausaha pertanian milenial harus profesional dengan memiliki kompetensi sesuai dengan profesi yang ditekuni, mempunyai pengetahuan, sikap, keterampilan, motivasi dan atribut lain yang diperlukan agar dapat berhasil dalam pekerjaannya.

Dedi juga mengingatkan, tak kalah penting wirausahawan harus mampu mengidentifikasi peluang bisnis serta merencanakan usaha pertanian yang menguntungkan, memiliki karakter yang tangguh dan berani mengambil risiko, baik dalam pasar domestik maupun ekspor.

Menidaklanjuti arahan tersebut Polbangtan Malang dengan mitra Anggota Komisi IV DPR RI Fraksi PDI Perjuangan menggelar Bimbingan Teknis Peningkatan Kapasitas Petani dan Penyuluh Pertanian di Kabupaten Jombang Kamis [13/4].

Kegiatan Bimtek yang di hadiri oleh Wakil Direktur Bidang Kemahasiswaan Polbangtan Malang, Andi Warnaen, Dinas Pertanian Kabupaten Jombang yang diwakili oleh Koordinator Penyuluh Pertanian Kecamatan Wonosalam Addib Taufani, dan juga para penyuluh dan petani berjumlah 100 orang.

Bimtek yg bertemakan Pengembangan Smart Farming ini diusung untuk mendorong implementasi teknologi dalam antisipasi krisis pangan. Sebab, kondisi pertanian saat ini dihadapkan pada tantangan yang cukup besar yaitu perubahan iklim dan dampak pandemi Covid-19.

Selain dampak perubahan iklim, pertanian juga dihadapkan pada tantangan lahan yang semakin sempit, jumlah penduduk semakin besar, sehingga mengharuskan menggunakan teknologi.

Smart agriculture merupakan teknologi di era Industri 4.0 yang digadang-gadang dapat dijadikan model pengembangan pertanian modern.

Pada kesempatan ini, Mindo Sianipar Anggota Komisi IV DPR RI Fraksi PDI Perjuangan yang hadir secara online, menjelaskan bahwa penggunaan teknologi dalam bidang pertanian ini sangat penting untuk mendukung produksi dan produktivitas pertanian menjadi lebih baik. Salah satu teknologi tersebut adalah smart farming.

Harapan Mindo dalam pelaksanaan bimtek ini petani lebih mengerti teknologi, sehingga beliau berpesan bahwa pemateri agar dapat menggunakan istilah-istilah yang mudah dalam penjelasan tentang smart farming sehingga mudah dimengerti dan dipahami oleh petani.

“Pesan saya kepada pemateri, jangan sampai keluarkan kata-kata yang petani kurang pahami petani dalam penjelasan smart farming kepada petani,” ujarnya saat membuka acara Bimtek ini.

Andi Warnaen selaku Wakil Direktur Bidang Kemahasiswaan Polbangtan Malang dalam sambutannya memberikan apresiasi terhadap tema yang diusung oleh panitia, mengingat potensi petani millennial di Jombang dan banyak inovator yang sudah mengembangkan smart farming.

“Merubah perilaku petani dalam berusaha tani dapat dibentuk melalui pemanfaatan teknologi, namun demikian komunikasi dalam diseminasi perlu dikembangkan agar saling memahami dari pelaku pertanian,” ujarnya.

Andi mengatakan, teknologi smart farming merupakan teknologi pertanian yang banyak diminati oleh generasi muda saat ini. Target sasaran bimtek ini adalah kelompok penerima Pekarangan pangan lestari [P2L], Kelompok tani wilayah Kec. Jogoroto dan  Kec. Ngoro, penangkar tanaman hias dan penyuluh pertanian yang nantinya dapat mendiseminasikan teknologi ini ke petani lainnya.

Untuk menguatkan minat generasi muda, Suhirmanto selaku Dosen Polbangtan Malang menjelaskan bahwa teknologi saat ini sudah menjadi gaya hidup, apalagi dalam pengembangan pertanian dalam menghadapi krisis pangan.

Menurut Suhirmanto, pengembangan teknologi ini juga harus dibarengi dengan penerapan konsep Sustainable Development Goals [SDGs], sehingga tujuan pembangunan pertanian berkelanjutan dapat terlaksana.

“Ada empat hal penting dalam transformasi pertanian diantaranya yaitu benih, storage, pengairan dan hidroponik ramah lingkungan. Dalam implementasi ini diperlukan inovasi pertanian, peran teknologi informasi, dan antisipasi kendala yang dihadapi pada era 4.0,” tegas Suhirmanto.

Tidak hanya sebatas konsep, pada bimtek ini panitia mendatangkan praktisi smart farming yaitu salah satu petani maju di Kec. Wonosalam yang langsung membawa petani dan penyuluh langsung ke lokasi lahan miliknya untuk menerapkan sistem smart farming.

Langkah nyata ini diharapkan dapat menjadi contoh petani dalam usaha tani yg dikembangkan di lahannya masing-masing. Antisipasi krisis pangan, Bimtek bahas pentingnya penerapan smart farming di Jombang. –**Anam tlsr**-

Mundur dari Nasdem, Gus Abid Dilirik Demokrat dan PKB

0
Gus abid Umar Faruk
Gus abid Umar Faruk Wasekjen PP GP Ansor

SURABAYA, TelusuR.ID – Sepekan sudah Mochammad Abid Umar Faruq resmi mengundurkan diri dari Partai NasDem. Pria yang akrab disapa Gus Abid itu resmi mundur dari NasDem pada 5 April 2023, setelah bergabung selama 9 tahun di partai yang mengusung Gerakan Perubahan itu. Jabatan terakhir Gus Abid adalah Wakil Ketua Bidang Agama dan Masyarakat Adat DPW Partai NasDem Jawa Timur.

Meski telah memutuskan berhenti dari politik praktis, namun magnet kader muda NU itu masih sangat kuat. Terbukti, ada dua partai besar yang membuka peluang kepada Gus Abid untuk bergabung. Partai itu adalah Partai Demokrat (PD) dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).

“Demokrat terbuka untuk Gus Abid, kami sambut dengan karpet biru,” kata Anggota Fraksi Partai Demokrat DPR RI, Ra Hasani Zuber, Rabu (12/4/2023).

Respon senada juga datang dari Wakil Ketua DPW PKB Jawa Timur, Hikmah Bafaqih. Wakil Ketua Komisi E DPRD Jatim itu mengatakan, PKB terbuka untuk seluruh kader NU.

Hikmah melanjutkan, tak terkecuali bagi Gus Abid. Apalagi Gus Abid punya ikatan sejarah dengan PKB, karena ayahnya KH Umar Faruq adalah Ketua Dewan Syuro DPC PKB Kediri.

“Siapa pun kader NU masuk PKB, akan kita sambut dengan baik,” tegas Ketua Perempuan Bangsa Jawa Timur tersebut.

Sementara itu, Gus Abid mengungkapkan saat ini dirinya ingin fokus di GP Ansor. Jabatannya sebagai Wakil Sekjen Pimpinan Pusat GP Ansor, sekaligus Korwil Ansor Jatim memiliki tanggungjawab yang besar.

Tokoh Muda Nahdliyin Inspiratif Jatim 2020 versi Forkom Jurnalis Najfliyin itu mengaku harus fokus dan konsentrasi dalam menjalankan amanah jabatan di Ansor. Sebab, beban yang ia emban tidak ringan di dalam penataan organisasi menjelang Kongres GP Ansor.

“Selain itu, juga ada tugas dari stakeholder yang tidak memungkinkan saya merangkap jabatan, terutama jabatan politik,” pungkas keluarga Pesantren Al Falah Ploso, Kediri ini. (*)

Badai Lebih Besar Mengancam Penghuni Ruko

0

JOMBANG, TelusuR.ID      –      Kasus ruko simpang tiga terbelah dalam 2 bagian besar. Yakni kasus berbasis masa hunian 2017 hingga 2021, serta kasus hunian ruko tahun 2022 dan 2023. Seorang Sumber menyebut, pemberkasan BAP oleh Pidsus pada Jumat besok lebih merujuk pada kasus 2017 hingga 2021.

Dimana pada kasus ini seluruh penghuni ruko tercatat sudah bayar sewa. Hanya nominal pembayaran memang variatif. Paling kecil, nominal yang dibayar penghuni adalah Rp 5 juta. Dan itu terjadi pada sejumlah orang.

Sementara dari sekitar 50-an penghuni ruko simpang tiga, tutur Sumber, sebagian diketahui ada yang bayar separo, dan sebagian yang lain ada yang lunas dengan pembayaran sebesar Rp 100 juta-an. Angka tersebut merujuk pada SK Bupati (Perbup) tentang tarif sewa ruko yang terbit tahun 2021.

Perbup ini terbit, tegas Sumber, dalam rangka merespon temuan BPK tentang dugaan kerugian negara dari sisi retribusi sewa ruko simpang tiga. Dari total Rp 5 milyar uang sewa yang wajib dibayar, dikatahui pada 31 Desember 2022, setoran sewa yang masuk hanya berkisar Rp 700 jutaan.

Hingga 31 Desember 2022, diketahui masih ada penghuni yang hanya bayar Rp 5 juta saja. Sehingga piutang yang ditanggung sebesar Rp 95 juta. Kelompok inilah, tutur Sumber, yang diduga bakal ditetapkan sebagai tersangka karena tidak memanfaatkan masa kompromi saat perkara ditangani bidang Intel.

Selain mantan Sekdakab Ita Triwibawati yang tercatat lunas, lanjut Sumber, daftar penghuni lain tidak terungkap karena Disdagrin Jombang enggan terbuka soal ini. Sehingga untuk kasus 2017 hingga 2021 tidak diketahui siapa saja yang bakal lolos, dan siapa yang bakal terjerat.

Sekali pun begitu, lanjut Sumber, penanganan kasus ruko simpang tiga bakal tidak sesederhana itu. Disebutkan, badai besar akan mengancam seluruh penghuni ruko. Yaitu kasus hunian ruko pada periode 2022 dan 2023. Pada titik ini, seluruh penghuni ruko dipastikan berstatus ilegal.

Hal ini karena tidak secuil pun legalitas dikantongi penghuni untuk menempati ruko secara sah. Ukurannya, karena pada masa sewa tersebut, dipastikan tidak satu pun penghuni melakukan bayar sewa. Ukurannya, bagaimana membayar sewa jika piutang sebelumnya belum lunas.

Badai besar pun mengancam. Yaitu satu situasi yang menempatkan seluruh penghuni ruko bisa dijerat pasal penyerobotan. Hal ini akibat tindakan menempati ruko yang bukan miliknya.  Apalagi obyek yang dikuasai merupakan aset negara. Sehingga ketentuan pasal Tipikor bisa langsung tancap gas.

Sumber menilai badai bisa datang lebih cepat, bisa juga tertunda karena beberapa hal. Semua bergantung pada goodwill pihak APH dalam menangkap dan memaknai sebuah kasus. Untuk saat ini, tegas Sumber, pemberlakuan pasal penyerobotan sepertinya masih tertahan antrian. (din)

Penghuni Ruko Mulai di BAP, Siapa Bakal Tersangka?

0

JOMBANG, TelusuR.ID      –      Kejaksaan Negeri (Kejari) Jombang mulai menunjukkan taringnya. Pada Jumat besok (14/4/2023), sejumlah penghuni ruko simpang tiga dijadwalkan akan diperiksa tim Pidsus. Saat ini, surat panggilan berwarna merah sudah dilayangkan kepada seluruh penghuni ruko untuk pemenuhan Berkas Acara Pemeriksaan (BAP).

Pemberkasan oleh tim Pidsus terbilang lebih cepat dari jadwal semula. Sebelumnya, Kasi Intel Kejari Jombang Deni Saputra menegaskan, pemberkasan oleh tim Pidsus bakal dilakukan setelah hari raya Idul Fitri. Pernyataan itu disampaikan dalam forum hearing bersama Aliansi LSM Jombang di gedung DPRD.

Hingga berita ini ditulis, belum diketahui kenapa pemberkasan dilakukan lebih cepat. Namun dari rentang penanganan kasus yang sudah berlangsung sejak Januari 2023 lalu, bisa jadi Pidsus sudah mengantongi 2 alat bukti yang cukup sehingga pemberkasan BAP sudah waktunya dilakukan.

Dikonfirmasi melalui sambungan WhatsApp, Rabu (12/4/2023), Kasi Intel Kejari Jombang Deni Saputra, membenarkan perihal pemanggilan penghuni ruko tersebut. “Panggilan sudah terjadwal dan sudah diterima para penghuni ruko simpang tiga. (Dimulai) Jumat hingga Senin, “tulis Deni kepada TelusuR.ID.

Koordinator Aliansi LSM Jombang Aan Teguh Prihanto (gondrong baju hitam) dan Dewan Pembina Aliansi Hadi Purwanto (baju kuning) saat mengirim surat somasi kepada Pemkab.

Pemanggilan oleh tim Pidsus dengan menggunakan kertas merah dinilai banyak pihak sebagai progres positif dan bukti keseriusan Kejaksaan dalam penegakan hukum. Hal ini sekaligus membantah rumor yang berkembang bahwa selama ini penanganan kasus berlangsung ambigu dan setengah hati.

Lantas siapa yang bakal jadi tersangka? Sejauh ini konfirmasi dari Kejaksaan belum berhasil dikantongi. Hanya sejumlah pihak menyebut, bahwa peluang tersangka akan mengerucut kepada penghuni yang menolak melakukan bayar sewa, atau membayar sewa tapi setelah 31 Desember 2022.

Hal ini karena tahapan kasus sebelum 31 Desember 2022 masih dalam ranah penyelidikan oleh bidang Intel. Sehingga pembayaran sewa dinilai sebagai bentuk pro penyelematan aset. Sedang paska itu, penanganan kasus dinaikkan ke bidang Pidsus yang berarti penegakan hukum sudah berjalan.

Sayangnya Disdagrin Jombang enggan terbuka soal daftar penghuni ruko yang melakukan bayar sebelum 31 Desember 2022, atau yang melakukan bayar setelah itu. Disdagrin hanya menyebut bahwa dari Rp 5 milyar uang sewa ruko yang wajib dibayar penghuni ruko, total setoran yang masuk hanya sekitar Rp 700 juta.

Terpisah, Koordinator Aliansi LSM Jombang Aan Teguh Prihanto, menyampaikan apresiasi yang tinggi atas progres yang dicapai Kejaksaan. Menurutnya, pemanggilan dengan kertas merah oleh tim Pidsus menjadi titik penting bagi perjalanan kasus ruko simpang tiga yang sudah berlangsung sekian lama.

“Aliansi LSM Jombang menyampaikan apresiasi yang tinggi atas progres yang dilakukan Kejaksaan. Hal ini menjadi angin segar bagi terselesaikannya kasus ruko simpang tiga yang sudah terkatung-katung sekian lama. Soal endingnya, itu hanya soal proses. Yang jelas capaian Kejaksaan layak diapresiasi, “ujarnya.

Ditegaskan Aan, Aliansi LSM Jombang akan mendukung penuh siapapun pihak yang terlibat dalam upaya penyelematan ruko simpang tiga sebagai aset daerah. “Hari ini bola penyelamatan ada ditangan Kejaksaan. Dan Aliansi akan mengawalnya untuk tidak terjadi blunder, “tegasnya. (din)

 

Diduga SMA Negeri Melakukan Pungutan Liar Berkedok Sumbangan

0

JOMBANG, TelusuR.ID      –      Praktik ini sudah kali kedua terjadi di sekolah yang sama, yaitu salah satu SMA Negeri di Jombang kota. Sebelumnya, praktik serupa juga dilakukan dalam rangka pembangunan masjid di komplek sekolah. Namun, selalu saja ujung tombang praktik yang diduga ilegal ini adalah Komite Sekolah.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, tahun ini salah satu SMA Negeri di Jombang kota telah memberlakukan sumbangan kepada wali murid. Hingga berita ini ditulis, Selasa (11/4/2023), belum diketahui berapa nominal sumbangan yang ditetapkan kepada setiap wali murid, juga berapa besaran sumbangan yang sudah terkumpul.

Ditemui di sekolah pada Selasa (3/4/2023), Kepala Sekolah SMA Negeri tersebut membenarkan perihal sumbangan wali murid. Menurutnya, uang sumbangan akan dialokasikan untuk pembangunan gedung perpustakaan sekolah dengan estimasi biaya mencapai Rp 1,5 milyar.

Dijelaskan Kepala Sekolah, sumbangan tidak dibayar sekaligus. Tetapi diangsur beberapa kali dalam beberapa tahun hingga target Rp 1,5 milyar bisa terpenuhi. Kepada media ini, Kepala Sekolah bahkan sempat menunjukkan rencana gambar (master plan) gedung perpustakaan yang akan dibangun.

Dijelaskan, bahwa sebelumnya juga dilakukan hal serupa dalam rangka pembangunan masjid di komplek sekolah. Sekalipun begitu, ia menolak dikaitkan dengan sumbangan wali murid. Menurutnya, sumbangan terjadi karena murni inisiatif Komite Sekolah yang disetujui wali murid.

Hingga berita ini ditulis, TelusuR.ID belum berhasil mendapatkan keterangan dari Komite Sekolah atau pihak wali murid. Sehingga belum diketahui berapa besaran sumbangan yang dikenakan kepada wali murid, juga berapa nominal sumbangan yang sudah terkumpul.

Seorang Sumber menyebut, praktik yang dilakukan salah satu SMA Negeri yang berlokasi di Jombang kota tersebut tergolong modus klasik untuk mengakali peraturan dan ketentuan berlaku. Ia menuding, kata sumbangan sengaja disematkan untuk membungkus praktik pungutan liar yang sebenarnya terlarang itu.

Ia lantas melempar dua pertanyaan. Pertama, apakah dibenarkan pembangunan gedung perpustakaan sekolah yang merupakan kebutuhan primer tersebut dibiayai selain APBD atau APBN? “Kalau masjid masih bisa diterima karena tidak terkait langsung dengan kebutuhan belajar mengajar, “ujarnya.

Ia menandaskan, hal-hal terkait kebutuhan primer sekolah seperti pembangunan ruang kelas, ruang laboratorium, dan ruang perpustakaan, seharunya menjadi domain negara untuk memenuhinya. “Itulah yang dimaksud pendidikan gratis. Dan negara sudah memback up dengan dana BOS, BOSDA, juga DAK, “tambahnya.

Pertanyaan kedua, lanjut Sumber, adalah soal definisi sumbangan itu sendiri. Pada beberapa kasus, sering didapati makna sumbangan bergeser menjadi paksaan. Berdalih kesepakatan bersama, banyak wali murid yang tidak kuasa menolak kebijakan yang gariskan Komite Sekolah.

“Kalau benar sumbangan, harusnya angka yang dikenakan kepada wali murid tidak seragam. Juga, harusnya ada wali murid yang tidak menyumbang karena memang sifatnya suka rela. Kalau benar sumbangan, seharusnya Komite Sekolah tidak berani menarget angka Rp 1,5 milyar, karena sumbangan tidak bisa diandalkan, “tuturnya.

Apa kata Komite Sekolah soal sumbangan wali murid untuk gedung perpustakaan tersebut? Bagaimana wali murid menyikapinya? Juga, berapa nilai sumbangan yang terkumpul dan berapa nominal yang wajib dibayar setiap wali murid? Benarkah praktik ini ilegal? Ikuti laporannya hanya di TelusuR ID edisi berikutnya. (Sadat/bersambung…)

[contact-form][contact-field label=”Nama” type=”name” required=”true” /][contact-field label=”Surel” type=”email” required=”true” /][contact-field label=”Situs web” type=”url” /][contact-field label=”Pesan” type=”textarea” /][/contact-form]

 

KH Ghozi Wahib Wahab Sebut PKS Cermin Dalam Perpolitikan Islam

0

SURABAYA, TelusuR.ID – Partai Keadilan Sejahtera (PKS) lagi-lagi diapresiasi. Kali ini, apresiasi datang dari KH Ghozi Wahib Wahab yang merupakan
cucu dari KH Wahab Hasbullah, pendiri Nahdlatul Ulama.

Kiai Ghozi memberikan menyampaikan apresiasinya sebelum memimpin doa di kegiatan Peringatan Nuzulul Qur’an PKS Jawa Timur pada Sabtu, 8 April 2023.

Menurutnya, PKS ini mencerminkan wajah Islam di dunia politik. Baginya, wajah Islam di dunia politik harus terlihat. Ia juga mengingatkan agar umat Islam tidak anti politik.

Kiai Ghozi menyampaikan bahwa Rasulullah Muhammad shallalahu ‘alaihi wa sallam juga berpolitik.

“Sejak Rasulullah menerima wahyu, seluruh apa yang dilakukan adalah politik,” kata KH Ghozi dalam keterangannya, Ahad (9/4/2023).

Ia kemudian berpesan agar PKS terus menampakkan diri sebagai partai Islam yang rahmatan lil ‘alamin, yang bisa diterima seluruh kalangan masyarakat.

Diakhir penyampaiannya, Kiai Ghozi bahkan menyampaikan bahwa PKS adalah partai yang konsisten.

Kiai Ghozi mengaku mengikuti perkembangan dan aksi-aksi yang dilakukan PKS menolak berbagai kebijakan pemerintah yang merugikan masyarakat.

“Saya mengikuti sejak awal, PKS adalah partai yang konsisten sejak awal. Karenanya tolong ajaklah temen-temen Nahdiyin ke PKS,” katanya.

“Begitu melihat pembukaan PKS dengan sholawatan, alhamdulillah ini melestarikan tradisi Nahdiyin,” tambahnya.

Kiai Ghozi berharap semoga ke depan PKS bisa terus berkolaborasi dengan tokoh-tokoh Nahdlatul Ulama.

Dalam peringatan Nuzulul Qur’an yang digelar PKS Jatim, tak hanya KH Ghozi Wahib Wahab yang hadir. Ada belasan kiai, dan habaib yang turut hadir.

Kiai yang juga dzurriyah cucu pendiri NU KH Wahab Hasbullah hadir yaitu Gus Aam Wahib Wahab, dan Gus Wachid Muin juga hadir.

Hadir juga KH Zaenudin Husni, Pengasuh PP Tarbiyatul Qulub Surabaya, KH Lailurrahman, Pengasuh PP Umul Quro Pamekasan, KH Malik, dan Pengasuh PP An Nahdliyah Sukodono Sidoarjo.

Tak hanya itu hadir juga KH Dja’far Shodiq, Pengasuh PP Az Zubair Sampang, KH Abdullah Munif, Pengasuh PP Anwarul Maliki Sukorejo Pasuruan, KH Dimyati atau Mbah Dim, Pengasuh PP Miftachul Huda Tulungagung, KH Makmun, Pengasuh PP Ar Raudhoh Tulungagung dan Hadi Rizky, seorang pengusaha. (*)

Satu Komando DPC PPP Jombang, GPK siap Menangkan Pemilu 2024

0

Jombang, TelusuR.ID – Persiapan pemilu 2024, Pimpinan Cabang (PC) Gerakan Pemuda Ka’bah (GPK) menggelar Pendidikan Politik dan Konsolidasi Akar Rumput Menuju Kemenangan Pemilu di 2024 bertema ” Satu Tujuan, Meraih Kemenangan” .

Konsolidasi dan pendidikan politik yang diperuntukkan untuk pengurus PAC dan PC tersebut bertempat di Gedung Pertemuan Hotel Fatma, jalan Urip Sumoharjo, Jombang, pada Selasa (03/04). Acara tersebut dihadiri Ketua DPC PPP Ema Umiyyatul Chusna dan Ketua PW GPK Jawa Timur H Mujtahidur Ridho.

Di hadapan para kader GPK Jombang, Ketua PW GPK Jawa Timur Mujtahidur Ridho menekankan bahwa pendidikan politik untuk menguatkan komitmen bersama menuju tujuan dan sukses di partai politik, khususnya di Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kabupaten Jombang.

“Kader GPK Jombang harus siap maju dan meyakini perjuangan politik yang telah dibangun bersama-sama ini, banyak sahabat, rekan, kawan kita yang aktif selama ini berkomitmen kuat dalam pondasi yang matang, berjuang bersama membesarkan PPP di Kabupaten Jombang,” ujar Gus Edo, panggilan akrabnya, Selasa (04/04/2023).

Ia menegaskan, bahwa PPP Jombang hari ini sudah mempunyai perangkat perjuangan politik yang hampir sempurna. Dimana sudah ada keterwakilannya di DPRD Jombang, anggota DPRD Propinsi, dan anggota DPR RI. Bahkan, PPP juga mempunyai Bupati Jombang.

“Pada 2024 nanti, seluruh kader GPK sudah bersiap meraih kemenangan bersama-sama. Kami meminta seluruh kader GPK wajib menjadi penghubung aspirasi rakyat. Memberi solusi bagi persoalan-persoalan,” katanya.

Melalui hal itu, kata dia, GPK akan ada dihati rakyat dan selalu hadir untuk rakyat dalam membangun politik yang berakhlakul karimah dan berkemajuan sesuai peranan perjuangannya selama ini yaitu menjaga Ka’bah dari ancaman pihak manapun.

“Apalagi seluruh mesin badan otonom (banom) dalam satu barisan, satu komando bersama DPC PPP Jombang siap menangkan Pemilu 2024,” katanya.

Sementara, Ketua GPK Jombang, Muhammad Ibnu Al Farabi mengatakan kemenangan pada pemilu 2024 itu akan dijalankan dan dibarengi dengan politik yang hasanah dan sportif. Dan berpihak kepada masyarakat dan kemaslahatan ummat.

“Kemenangan dengan cara-cara yang positif, dengan cara-cara yang halal yang tidak merugikan pihak manapun. Maka, GPK harus hadir dan terus bergerak dengan selalu menebarkan kebaikan-kebaikan,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa GPK akan selalu siap menjadi benteng bagi keberlangsungan perjuangan politik PPP bersama banom lainnya.”Bergerak bersama-sama, meraih kemenangan yang hasanah,” pungkasnya.

Misteri Harta Jumbo Direktur RSUD (3): JUMLAH PASIEN COVID-19 BERAROMA DIMANIPULASI?

0

MADIUN, TelusuR.ID      –      Seorang Sumber menyebut jumlah pasien covid-19 yang muncul pada laporan keuangan RSUD Dolopo Madiun tahun 2021 diduga kuat berbau manipulasi. Lebih tepatnya, data yang muncul pada laporan keuangan disinyalir sarat dengan penggelembungan angka. Benarkah?

Yang jelas, Sumber tersebut menampik data yang dimunculkan RSUD Dolopo. Versi dia, data yang muncul pada laporan keuangan itu jauh dari keadaan sebenarnya. Tidak hanya jomplang, tapi perbandingannya bak langit dan bumi. Tepatnya 1 berbanding 60. Termasuk jumlah hari rawat inap pasien.

Sejauh ini konfirmasi dari RSUD Dolopo Madiun belum berhasil dikantongi. Namun jika data versi Sumber tersebut bisa dijamin kebenarannya atau cukup  mewakili keadaan yang sebenarnya, maka dugaan rekayasa jumlah pasien covid-19 tahun 2021 oleh RSUD Dolopo terbilang mengejutkan, bahkan mencengangkan.

Menurut Sumber, jumlah pasien covid-19 RSUD Dolopo tahun 2021 hanya berkisar 59 orang. Dengan rincian: pasien rawat inap kategori satu hari berjumlah 2 orang. Pasien rawat inap dua hari berjumlah 5 orang. Pasien rawat inap tiga hari berjumlah 14 orang. Serta pasien rawat inap empat hari sebanyak 12 orang.

Pasien covid-19 RSUD Dolopo yang diperbolehkan pulang. Gambar: Pasang Mata.Com

Selanjutnya, pasien rawat inap kategori lima hari, enam hari, tujuh hari, delapan hari, sembilan hari, dan enam belas hari, masing-masing berjumlah 6 orang, 3 orang, 10 orang, 1 orang, 1 orang, dan 2 orang. Dengan demikian total jumlah pasien covid-19 yang masuk ruang rawat inap sebanyak 59 orang.

Jika dirata-rata, lanjut Sumber, jumlah rawat inap untuk tiap pasien hanya berkisar 5 hari. Dengan demikian jumlah rawat inap untuk ke 59 pasien hanya berkisar 278 hari. Hal ini terbilang kontras dibanding angka yang dimunculkan piha RSUD Dolopo. Dimana pasien covid-19 tahun 2021 disebut berjumlah 3105 serta jumlah rawat inap mencapai 14.629 hari.

Pada 2021, diketahui RSUD Dolopo menargetkan pendapatan dari covid-19 sebesar Rp 111.544.073.855,00 dengan angka realisasi mencapai Rp 118.554.671.500,00. Dimana pada pos ini muncul angka piutang kepada Kemenkes sebesar Rp 57.353.649.735,08 atau dengan kata lain sudah terjadi pembayaran sebesar Rp 61.201.021.764,92.

Disisi lain, pantauan pada laporan keuangan Kemenkes 2021 menyebut ada hutang kepada RSUD Dolopo sebesar Rp 80.948.159.250,00 dan bukan Rp 57 milyar sebagaimana disebut dalam laporan keuangan RSUD Dolopo. Sehingga terjadi selisih sebesar Rp 23.594.509.514,92. Dan itu setara dengan 618 pasien atau 2911 hari rawat inap.

Dari paparan Sumber tersebut, muncul perbedaan angka cukup signifikan. Terutama soal jumlah rawat inap tiap pasien yang diduga hanya 5 sampai 6 hari, dan bukan 9 hingga 12 hari sebagaimana klaim RSUD Dolopo. Perbedaan itu berarti 59 berbanding 3105 (jumlah pasien), serta 278 berbanding 14.629 (jumlah rawat inap).

Temuan Sumber layak diapresiasi mengingat pemberlakuan Undang-undang Darurat pada covid-19 tidak berarti boleh dilakukan praktik manipulasi data. Hingga berita ini ditulis, upaya konfirmasi kepada RSUD Dolopo masih terus berlangsung sebagai semangat memberikan ruang klarifikasi demi terciptanya keseimbangan berita. (red/din)

 

Misteri Harta Jumbo Direktur RSUD (2): BIM SALABIM 24 M RAIB?

0

MADIUN, TelusuR.ID      –      Tahun 2021, RSUD Dolopo tercatat memiliki piutang kepada Kemenkes sebesar Rp 57.535.649.735,08. Sebaliknya, Kemenkes berhutang kepada RSUD Dolopo sebesar Rp 80.948.159.250,00. Tapi pada 2022, Direktur RSUD Dolopo hanya mengakui sebesar Rp 35 milyar. Lantas, kemana raibnya selisih anggaran?

Sungguh, potret silang sengkarut permainan akutansi yang terbilang rumit. Ketua DPD LPAI Jawa Timur, Sutikno, menyebut RSUD Dolopo Madiun tergolong istimewa. Terutama dalam back up pembiayaan penangangan covid-19. Sedikitnya, keistimewaan itu nampak pada laporan keuangan Kementerian Kesehatan tahun 2021.

Dari 1896 rumah sakit yang mengajukan klaim hutang covid-19, RSUD Dolopo tercatat menempati rangking 16 secara nasional serta peringkat 5 Jawa Timur dengan total klaim sebesar Rp 80.948.159.250,00. Sedang 2 RSUD lain di Madiun jauh dibawah itu. RSUD Caruban hanya Rp 42.727.948.300,00, serta RSUD dr Soedono sebesar Rp 28.292.759.100,00.

Sutikno menyebut, gebyar angka pada kertas itu sekilas nampak masuk akal. Ini karena angka covid-19 di Madiun tergolong besar. Bahkan saat wabah mencapai puncaknya pada 2020-2021, Madiun sempat menoreh rekor tertinggi sebagai kawasan di Jawa Timur yang terdampak virus mematikan itu.

Namun gebyar yang muncul diduga tidak selamanya benar. Bahkan terendus janggal, ketika tatapan mata tertuju pada lembar laporan keuangan tentang covid-19. Baik pada Kemenkes, pada RSUD Dolopo, juga pada sirup LKPP. “Jika ketiganya dikomparasi, dipastikan muncul selisih cukup tajam, “tegas Sutikno.

Pada 2021, lanjut alumnus ITS Surabaya asal Lamongan ini, sirup LKPP RSUD Dolopo mencapai total pagu Rp 57,321 milyar. Angka tersebut didulang paket penyedia sebesar Rp 57,108 milyar, sedang sisanya masuk paket Swakelola. Sementara sumber anggaran ditopang APBD sebesar Rp 17.474.899.995,00, serta dana BLUD sebesar Rp 39.846.254.499,00.

Dana tersebut terserap dalam 121 paket dengan tender hanya 2 paket. Itu pun tender cepat yang nilainya tidak tembus 1 milyar rupiah. Sementara sisanya masuk paket Pengadaan Langsung, Penunjukan Langsung, dan Epurchasing yang pengawasannya tergolong sulit dipantau publik.

Merujuk laporan keuangan RSUD Dolopo tahun 2021, tutur Sutikno, total pagu yang dikantongi adalah sebesar Rp 175.089.245.150,00 dengan angka realisasi sebesar Rp 129.671.677.029,29. Terdiri belanja operasi sebesar Rp 105.898.086.871,29, dan belanja modal senilai Rp 23.773.577.672,00. Berarti ada selisih Rp 11.590.650.672,94 serta SILPA tahun 2021 sebesar Rp 19.817.916.610,79.

Sementara penerimaan dari pos pendapatan mencapai Rp 141.262.327.702,22 serta belanja pengeluaran mencapai Rp 129.671.677.029,29. Pada 31 Desember 2021, RSUD Dolopo Madiun tercatat memiliki hutang kepada Kementerian Kesehatan sebesar Rp 57.353.649.735,08.

Sutikno menilai ada perbedaan mencolok antara rencana belanja pada sirup LKPP dengan laporan keuangan RSUD Dolopo. Tepatnya ada dana covid-19 yang belum masuk Sirup LKPP sebesar Rp 119 milyar. “Tapi itu bukan masalah utama. Justru yang menggelitik, kenapa hutang kepada Kemenkes malah masuk SAL (Saldo Anggaran Lebih)? “tegasnya

Bila dibandingkan laporan Kemenkes tahun 2021, tepatnya pada lampiran 33.a tentang Daftar Hutang Klaim Covid-19 Kepada Rumah Sakit pada Direktorat Pelayanan Kesehatan Rujukan per 31 Desember 2021, nomer 1215 dengan kode rumah sakit 3519024, adalah RSUD Dolopo dengan jumlah hutang sebesar Rp 80.948.159.250,00.

Kedua laporan keuangan baik Kemenkes maupun RSUD Dolopo, tercatat sudah berstatus diaudit. “Ini tentu memicu pertanyaan. Kenapa angka yang muncul tidak sama. Yakni ada selisih sebesar Rp 23.594.509.524,59. Lalu, lembaga audit mana yang berbohong? Juga, kemana selisih angka tersebut raib? “ujarnya.

Permasalahan menjadi kian rumit, tegas Sutikno, ketika hal tersebut dikomparasi dengan Perjanjian Kinerja Perubahan APBD 2022 yang diteken Direktur RSUD Dolopo bersama Bupati Madiun. Dimana dana SAL tahun 2021 sebesar Rp 35 milyar itu ternyata dialokasikan untuk pembangunan gedung.

“Jadi kronologis peristiwa itu berarti, pada 2021 muncul angka SAL sebesar Rp 57 milyar. Pada 20 Oktober 2022, angka SAL 2021 tersebut berubah menjadi Rp 35 milyar. Sementara Kemenkes punya hutang sebesar Rp 80 milyar. Sehingga saya meyakini ada Rp 24 milyar hingga Rp 45 milyar yang raib. Tentu angka yang tidak kecil, “ujarnya.

Sutikno menegaskan, siapa pun pihak di Madiun yang ingin mengungkap kasus tersebut, dirinya bersedia memberikan data. “Kalau saya ber KTP Madiun, sudah pasti kasus ini masuk meja APH. Kalau ingin tahu saya, tanya pak Maidi, Walikota Madiun yang ketemu saya pukul 1 malam menjelang pemilihan 2018, “ujarnya sedikit berkelakar.

Sementara itu hingga berita ini ditayangkan, Direktur RSUD Dolopo Madiun, dr Purnama Hadi, yang dihubungi melalui nomer ponsel 085336623XXX belum berhasil tersambung. (red/din)