Jelang Lebaran, MAKI Jatim Santuni Ratusan Yatim Piatu dan Kaum Pinggiran

Jelang Lebaran, MAKI Jatim Santuni Ratusan Yatim Piatu dan Kaum Pinggiran
Bagikan :

SIDOARJO, TelusuR.ID      –      “Jangan dilihat dari nilai barangnya mas. Yang penting kita bisa berbagi kebahagiaan, “bisik Heru Satria, Ketua LSM MAKI (Masyarakat Anti Korupsi Indonesia) Korwil Jatim, kepada TelusuR.ID seraya berjabat tangan dan memberikan bingkisan. Nampak, senyum Heru terurai lepas dan ikhlas.

Selain TelusuR.ID, hadir pula sejumlah pegiat jurnalistik dari kota Sidoarjo dan Surabaya dalam acara bertajuk “Santuan Anak Yatim Piatu & Buka Bersama Gubernur Jatim” yang dihelat di kantor MAKI Jatim, komplek Perumahan Permata Juanda, Sabtu (15/4/2023).

Ratusan orang berbagi kebahagiaan bersama MAKI Jatim jelang lebaran, Sabtu (15/3/2023).

Kelompok pegiat jurnalistik atau wartawan, masing-masing dibagikan satu bingkisan berisi beras, gula, kopi, teh, minyak, Coca cola, sirup, dan mie instan. Selain bingkisan berupa sembako tersebut, setiap wartwan juga dibagikan satu amplop berisi uang.

Bingkisan serupa juga diberikan kepada sejumlah pihak. Antaralain para janda, pasukan kuning, dan juga satpam. Kelompok ini berjumlah puluhan orang. Selain diberikan bingkisan sembako, kelompok pinggiran ini juga diberikan amplop berisi uang.

Sebagai acara inti, ratusan anak yatim dan piatu mulai berbaris dalam antrian. Mereka dibagi dalam kelompok antrian sesuai jenjang sekolah. Yakni mulai PAUD/TK, SD, SMP, dan terahkir SMA. Selain mendapat bingkisan sembako, para yatim dan piatu mendapat tambahan tas rangsel, buku sekolah, dan amplop berisi uang.

Kelompok seni Islam Hadrah mendapat giliran menerima bingkisan dari Heru MAKI.

Pada tahap ini, sedikit atmosfir haru menghiasi suasana. Satu per satu para yatim dan piatu mulai beranjak dari barisan. Kaki mereka maju beberapa langkah menuju panggung kecil. Disana Heru MAKI sudah menunggu dengan posisi duduk seraya di tangannya tergenggam amplop berisi uang.

Dengan sikap tawadhuk, para yatim dan piatu menghampiri Heru MAKI seraya mencium tangannya. Heru membalas dengan mengusap kepala mereka seraya memberikan amplop berisi uang. Setelah itu, anak-anak tersebut bergeser menuju panitia untuk menerima hadia tas rangsel, buku sekolah, dan bingkisan.

Hampir satu jam Heru MAKI tidak beranjak dari posisi duduknya. Tangannya terus terulur, menjabat, dan tak berhenti mengusap kepala para yatim dan piatu. Heru terus melakukannya hingga antrian yatim dan piatu habis. Selama melayani, paras Ketua MAKI Jatim itu tak berhenti dari senyum keikhlasan.

Saat para undangan menikmati hidangan buka puasa bersama MAKI Jatim.

Acara yang dihelat mulai pukul 16.30 WIB itu tercatat baru rampung menjelang waktu sholat tarawih. Memasuki waktu buka, sejumlah hidangan prasmanan telah disediakan panitia. Ada bakso, soto, rawon, sate, yang disanding kolak dan minuman segar lainnya.

Turut terundang dalam acara tersebut antaralain tokoh masyarakat, tokoh agama, dan kelompok seni Islam atau hadrah Nahdlatul Ulama yaitu Ishari. Seluruh undangan yang hadir nampak mendapatkan bingkisan yang sama, serta amplop berisi uang.

Heru MAKI memberikan sambutan singkat sebelum acara memasuki buka puasa.

Mendapat kesempatan memberikan sambutan acara sebelum buka puasa dimulai, Heru Satria atau Heru MAKI hanya melempar beberapa penggal kalimat. Tidak lebih 10 menit ia berdiri dihadapan undangan. “Terimaksih sudah hadir disini. Semoga kedepan kita senantiasa bisa berbagi kebahagiaan seperti ini, “ucapnya.

“Khusus untuk anak-anakku para yatim dan piatu, untuk tahun ini sengaja kami memberikan hal berbeda. Kami putuskan untuk memberikan tambahan tas dan buku untuk mendukung sekolah kalian. Semoga hal kecil ini bisa membantu, “tutur Heru seraya mengakhiri sambutan.

Acara kemudian dilanjutkan tausyiah agama oleh seorang ustad. Terkait bulan puasa, ustad mengingatkan pentingnya memerangi penyakit hati yang bernama hasud. Terbunuhnya Habil oleh Qobil, tutur ustad, adalah dipicu karena sifat hasud. “Puasa harus bisa membersihkan hati dari penyakit hasud, “tutur ustad. (red/din)

 

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *