TelusuR.ID

Beranda blog Halaman 372

Khofifah : Politik Muslimat NU Adalah Politik Kebangsaan

0

SURABAYA, TelusuR.ID – Ketua Umum PP Muslimat NU Bu Nyai Khofifah Indar Parawansa menghadiri peringatan Hari Lahir (Harlah) Muslimat NU ke-77 yang digelar PW Muslimat NU Jawa Tengah di Halaman Kantor Pemkab Tegal, Jateng, pada 10 Juni 2023.

Dalam forum yang dihadiri Wakil Gubernur Jateng KH Taj Yasin Maimon, Bupati Tegal Hj Umi Azizah, Ketua PWNU Jateng KH. Muzzamil, Ketua PW Muslimat NU Jateng Hj. Ismawati Hafied hingga Kiai kondang Miftah Maulana Habiburrahman (Gus Miftah), Khofifah yang juga Ketua Umum Muslimat NU itu memberikan pesan khusus menghadapi tahun politik 2024.

Bu Nyai Khofifah mengimbau Muslimat NU untuk berhati-hati, tak mudah terprovokasi dengan konten politis yang dapat memicu perpecahan. Ia menegaskan, Muslimat NU memegang teguh Politik Kebangsaan dimana seluruh warga muslimat yang duduk di Legislatif maupun Eksekutif harus sejalan dengan Politik Kebangsaan dengan mengedepankan nafas kebangsaan dan cinta tanah air dengan ruh spiritualitas.

“Saya ingin menegaskan bahwa Muslimat NU memegang teguh politik kebangsaan. Politiknya muslimat adalah politik kebangsaan yang mengedepankan nafas cinta tanah air dan bangsa seiring dengan ruh spiritualitas ,” kata Bu Nyai Khofifah, dalam keterangannya, Sabtu (10/6/2023).

Tokoh Nahdliyin Inspiratif 2022 versi Forkom Jurnalis Nahdliyin ini menyebut, di usia yang ke 77 tahun Muslimat NU telah menunjukkan kemandiriannya. Mulai dengan saling peduli, saling berbagi dan saling membantu diantara sesama masyarakat terlebih sesama anggota Muslimat NU.

Terbukti, ketika pelaksanaan Harlah Muslimat NU ke 77 se Jawa Tengah yang dipusatkan di Kab. Tegal baik pengurus Muslimat, warga muslimat maupun masyarakat umum saling tolong menolong untuk memberikan bantuan berupa makanan hingga tempat tinggalnya untuk bisa ditempati selama pelaksanaan Harlah Muslimat di Tegal.

“Saya melihat tadi ada yang datang kesini menggunakan Bis, Angkutan Umum dan kendaraan sewa lainnya. Bahkan, ada yang membawa bekal demi mengikuti pengajian maupun Harlah ini,” ungkap gubernur perempuan pertama di Jatim itu.

“Inilah yang saya sebut Kemandirian Muslimat meningkat dan saling memberi diantara sesama warga masyarakat Nahdliyin Nahdliyat. Ibu-Ibu Muslimat memberikan kesejukan ditengah hiruk pikuk suasana saat ini lewat doa, dzikir serta sholawat yang diperuntukkan bukan hanya untuk diri sendiri melainkan bagi bangsa dan negara. Kita berdo’a bersama agar bangsa ini aman dan tenteram,” imbuhnya.

Bu Nyai Khofifah memandang, bahwa usia ke 77 menjadi pertanda atau isyarat yang di dalam Bahasa Jawa diartikan pitu maknanya Pitulungan atau Pertolongan. Pertolongan yang dimaksud, adalah pertolongan didalam menyelesaikan berbagai permasalahan yang ada diantara warga Muslimat NU hingga pertolongan di dalam mengentaskan persoalan sosial ekonomi.

“Usia pitung puluh pitu (tujuh puluh tuju) atau tujuh ini memberi makna mendalam yang diberikan oleh Allah untuk memberikan pertolongan kepada seluruh Muslimat NU di Indonesia khususnya Jawa Tengah tentu pertolongan untuk seluruh warga bangsa Indonesia,” sebutnya.

Bu Nyai Khofifah yang juga menjabat selaku Ketua Umum PP Muslimat NU ini menegaskan, bahwa usia Muslimat NU yang ke 77 ini menjadi bentuk upaya dan berjuang untuk mengatasi persoalan perlindungan anak, perlindungan terhadap hak hak perempuan sampai dengan perjuangan mengatasi persoalan buruh migran khususnya PMI yang perempuan.

“Muslimat harus menjadi bagian dari penguatan sekaligus memberikan berbagai solusi dari berbagai persoalan sosial yang terjadi di tengah tengah masyarakat,” jelasnya.

Diakhir sambutannya, Bu Nyai Khofifah juga berpesan kepada seluruh warga Muslimat NU untuk bijak dan santun di dalam menggunakan Media Sosial yang ada. Seluruh warga Muslimat harus mengedepankan sikap persaudaraan baik Ukhuwah Islamiyah, Ukhuwah Nahdliyiah, Ukhuwah Insaniyah hingga Ukhuwah Wathoniyah.

“Jangan mudah terprovokasi ataupun hasutan yang ada di Media Sosial yang berpotensi menganggu persaudaraan dan persatuan. Tolong ibu ibu Muslimat menghindarkan dari hasutan seperti ini. Semoga Harlah Muslimat NU ke 77 ini menjadi wasilah kita kepada Allah SWT untuk membukakan pintu keselamatan, pintu kasih sayang, pintu keberkahan, pintu ampunan serta pintu rizki yang luas bagi kita semua. Amin,” harapnya.

Wagub Jateng KH Taj Yasin Maimon mengharapkan bahwa di Harlah Muslimat ke 77 dapat memberi dampak positif dan image yang baik di tengah tengah masyarakat. Salah satunya melalui syiar syiar dakwah, mengaji yang menyejukkan bagi masyarakat.

Tak hanya itu, peran muslimat di tengah-tengah masyarakat juga diharapkan dapat mewujudkan kesejukan ditengah gempuran informasi teknologi (IT) melalui saluran media sosial.

“Kami harap, Muslimat NU bisa menjadi jembatan untuk mempersatukan umat dan para tokoh bangsa. Saya yakin, sebagai organisasi perempuan terbesar di Indonesia Muslimat bisa memberikan kesejukan serta membangun akhlak sekaligus pendidikan karakter di daerah masing masing,” pungkasnya. (*)

Diduga Pimpinan DPRD Terlibat Kasus PJU, SEMMI Demo DPW PAN: Copot Husnul Aqib

0

SIRABAYA, TelusuR.ID      –      Kasus korupsi PJU TS Lamongan yang menggunakan APBD Jatim tahun 2020 memasuki babak baru. Setelah operator lapangan dan vendornya diadili, kini bidikan diarahkan kepada Husnul Aqib dan pimpinan DPRD Jatim.

Jumat (9/6/2023), puluhan aktivis SEMMI (Syarikat Mahasiswa Muslim Indonesia) melakukan demo di kantor DPW PAN Jatim jalan Darmo Kali 5c. Aksi kali ini menuntut agar aktor intelektual kasus PJU TS Lamongan diproses.

Dalam orasinya, SEMMI menyuarakan beberapa tuntutan diantaranya agar KPK mengadili Husnul Aqib yang diduga sebagai otak korupsi hibah PJU TS Lamongan. Proses persidangan terhadap sejumlah tersangka yang saat ini berjalan, diminta berlangsung transparan.

SEMMI menuntut DPW PAN Jatim agar Husnul Aqib dinonaktifkan dari partai karena dinilai telah mencoreng Marwah partai. Juga, meminta kepada KPK dan Kejaksaan untuk melindungi tersangka Jonathan Donan yang sudah mengajukan sebagai justice collaborator.

Terkait pengajuan sebagai justice collaborator, Jonathan Donan telah mengungkap sejumlah hal yang bisa dianggap fakta baru. Diantaranya, Jonathan mengaku pernah diundang sejumlah pimpinan DPRD Jatim dalam satu pertemuan.

Pimpinan dewan yang dimaksud antaralain Kusnadi mantan Ketua DPD PDIP Jatim, Sahat Tua Simanjuntak Sekretaris DPD Partai Golkar Jatim, Anik Maslakhah Sekretaris DPW PKB Jatim, serta Husnul Aqib Sekretaris DPW PAN Jatim yang sekarang menjabat Wakil Ketua DPRD Lamongan.

Ditegaskan Jonathan, pada pertemuan itu Kusnadi meminta agar Jonathan Donan mengembalikan uang sebesar Rp 40 milyar yang jadi temuan BPK. Dimana dari jumlah tersebut Jonathan diminta mengembalikan Rp 10 milyar, Husnul Aqib Rp 10 milyar, dan pimpinan dewan Rp 20 milyar. Namun, Jonathan menolak karena merasa tidak menikmati.

Diketahui, sidang yang saat ini berlangsung di Pengadilan Tipikor Surabaya, belum sedikitnya menyeret unsur pimpinan DPRD Jatim. Tetapi yang Karena itu nama-nama yang disebut hadir dalam pertemuan itu harusnya segera diproses.

SEMMI juga mendorong agar Kejaksaan menangkap pengakuan Jonathan Donan sebagai pintu masuk untuk memeriksa unsur pimpinan DPRD, termasuk peran Husnul Aqib yang diduga sebagai otak kasus korupsi PJU TS Lamongan. (*)

 

 

Tunjangan Perumahan Dewan (4): LSM GENAH PERTIMBANGKAN OPSI GUGATAN

0

JOMBANG, TelusuR.ID      –      LSM GeNaH (Generasi Nasional Hebad) sedang dalam kalkulasi untuk mengambil langkah hukum atas appraisal Secufindo yang disebut sebagai dasar menetapkan tunjangan perumahan bagi anggota dewan. Saat ini, upaya penghimpunan dokumen telah berlangsung.

Ditemui di kantor Jalan Brantas Nomer 44, Tunggorono, Jombang, Rabu (7/6/2023), Ketua LSM GeNaH Hendro Suprasetyo menegaskan, langkah penghimpunan dokumen itu dimulai dengan berkirim surat kepada Sekretariat DPRD Jombang dan Secufindo Advisory Utama untuk meminta salinan dokumen appraisal.

“Kami berharap klaim kegiatan appraisal oleh Secufindo benar adanya. Karenanya, kami berkirim surat sebagai bentuk permohonan untuk mendapatkan salinan dokumen tersebut. Dengan dokumen itu, kita akan kaji kemungkinan untuk diambil langkah hukum berupa gugatan ke pengadilan, “ujar Hendro.

Hendro Suprasetyo (kiri baju hitam).

Dalam kaitan itu, pada Senin (5/6/2023) kemarin, dua pucuk surat telah dilayangkan kepada kedua instansi. Yakni surat Nomer: 069/LSM.GENAH/VI/2023 untuk Sekretariat DPRD Jombang, dan surat Nome: 070/LSM.GENAH/VI/2023 dikirim ke PT Secufindo Advisory Utama Jalan Kalibutuh 215 Surabaya.

Hingga Rabu sore atau 3 hari sejak surat dikirim, tutur Hendro, kedua instansi tercatat belum melempar jawaban atas permohonan yang diajukan. “Kami optimis dan percaya bahwa kegiatan appraisal itu benar adanya. Sebab jika kegiatan tersebut ternyata fiktif sebagaimana data pada sirup dan LPSE 2021, maka dampaknya akan sangat fatal, “terangnya.

Hendro memasang deadline satu minggu sejak surat dikirim, untuk menunggu jawaban. Jika permohonan meminta salinan appraisal yang merupakan dokumen publik itu berujung dipersulit, maka pihaknya akan menempuh jalur permohonan dokumen melalui sidang Komisi Informasi Publik (KIP) di Surabaya.

Hendro memastikan, pihaknya akan menempuh seluruh prosedur untuk mendapatkan salinan dokumen appraisal tunjangan perumahan dewan tersebut. Setelah dokumen berhasil dikantongi, pihaknya akan mengkaji aroma penggelembungan anggaran untuk kemudian diteruskan ke ranah peradilan.

“Ini bukan soal kalah dan memang. Visi kami adalah memastikan bahwa besaran tunjangan yang terbilang fantastis itu sudah cukup rasional. Karena apapun alasannya, tunjangan perumahan DPRD Jombang yang melampaui Kabupaten Gresik dan Sidoarjo itu jelas satu kejanggalan, “ujarnya.

LSM GeNaH dalam satu aksi unjuk rasa di gedung Pemkab.

Jika langkah gugatan jadi diambil, tutur Hendro, hal itu sekaligus dimaksudkan untuk menetralisir spekulasi yang berkembang bahwa angka tunjangan perumahan yang terbilang fantastis itu bukan buah kompromi politis pihak ekskutif dan legislatif untuk sama-sama menikmati kenaikan tunjangan.

“Karenanya, angka yang ditetapkan harus rasional. Sebab, jika itu bentuk kompromi politik untuk memuaskan hasrat menikmati fasilitas wah dan wow atas nama peraturan, maka rakyat yang akan jadi korban. Jadi LSM GeNaH hanya berkepentingan untuk meluruskan itu semua, “papar Hendro.

Hendro meyakini, jika benar besaran tunjangan bukan merupakan bentuk kompromi politik, maka opsi penghentian tunjangan untuk digantikan penyediaan rumah dinas menjadi cukup berpeluang. “Dari sini akan terlihat, jika niatnya adalah menikmati fasilitas, maka opsi pembangunan rumah dinas akan terhadang seribu alasan, “ujarnya.

Sebagaimana diketahui, sejak 2022 lalu, besaran tunjangan perumahan dewan terjadi kenaikan cukup besar. Akibatnya, tiap tahun APBD dipaksa menyiapkan dana sebesar Rp 11,5 milyar. Dan itu akan berlangsung hingga waktu yang tidak terbatas. Padahal upaya efisiensi anggaran bisa ditempuh dengan cara menyediakan rumah dinas bagi anggota DPRD. (Laput/red/din).

 

Tunjangan Perumahan Dewan (3): BELAJAR DARI KASUS GONO

0

JOMBANG, TelusuR.ID      –      Menapaki puncak tahun 2022 lalu, satu kasus appraisal telah terjadi di tubuh Pemkab. Adalah Gono Saptoraharjo, pemilik lahan seluas 6.327 meter persegi dikawasan Jalan KH Ahmad Dahlan yang dibuat repot (mungkin juga pusing) oleh urusan appraisal.

Sebagai kronologis singkat, pada 2021 lalu, tanah Gono dibeli Pemkab untuk relokasi PKL (Pedagang Kaki Lima) alun-alun. Berdasarkan hasil appraisal, lahan Gono dibandrol Rp 16,2 milyar atau Rp 2.560.000 per meter persegi. Sayangnya, pembayaran harus ditunda tahun berikutnya karena Pemkab kehabisan duit.

Saat itu, dana APBD 2021 sebesar Rp 20 milyar yang disiapkan Pemkab sudah habis untuk pembelian lahan milik mantan Sekda Ita Triwibawati    sebesar Rp 17,4 milyar atau Rp 2.785.000 per M2. Tanah seluas 6.480 M2 itu juga dialokasikan untuk relokasi PKL alun-alun. Diketahui, tanah Gono dan tanah Ita lokasinya berdampingan.

Memasuki kalender anggaran 2022, dimana Gono mendapat giliran bayar, rupanya uang belum bisa dicairkan. Berdasarkan aturan, tanah Gono harus diappraisal ulang karena sudah melewati batas 6 bulan. Ketentuan itu akhirnya dipenuhi. Hasilnya? Tanah Gono terjun bebas diangka Rp 5,2 milyar atau turun tarif sebesar 60 persen.

Mendapati kenyataan itu, Gono memilih menempuh jalur peradilan. Oleh PN Jombang, angka appraisal Rp 5,2 milyar dianulir dan tanah Gono ditetapkan diangka Rp 10,7 milyar. Gono tidak melakukan banding. Dan pada penghujung 2022 lalu, uang sebesar Rp 10,7 milyar sudah masuk ke kantong Gono.

Dari sini, tanah Gono terjadi turun tarif sebesar 30 persen dari appraisal pertama yang sebesar Rp 16,2 milyar. Sementara dengan appraisal yang sama, tanah Ita Triwibawati tidak ada perubahan dan tetap terbayar Rp 17,4 milyar. “Agak sulit dinalar, bagaimana mungkin satu lokasi tanah bisa muncul 2 harga dengan perbedaan cukup tajam, “ujar Sumber.

Sumber menegaskan, tanah milik mantan Sekda Ita Triwibawati yang dibayar sesuai appraisal pertama, atau dengan kata lain tidak terjadi penurunan tarif sebagaimana yang terjadi pada Gono, adalah sesuatu yang sah. Ini karena angka appraisal merupakan produk hukum yang bersifat mengikat.

Sebagaimana yang terjadi pada Gono, tanah milik Ita Triwibawati bisa turun tarif atau terjadi kemungkinan lain, hanya jika hal itu dibawa ke ranah peradilan. “Satu-satunya mekanisme untuk merubah atau bahkan membatalkan hasil appraisal ya lewat peradilan. Dan itu tidak terjadi pada tanah milik Ita, “tegasnya.

Lantas, bagaimana dengan tunjangan DPRD Jombang yang disebut merujuk hasil appraisal Secufindo itu? Benarkah angkanya terbilang fantastis?  Sumber menegaskan, untuk memastikan terjadi dugaan penggelembungan harga atau tidak, sebaiknya angka appraisal diuji diranah peradilan.

“Boleh saja Secufindo disebut appraisal terpercaya karena dia BUMN. Tapi belajar dari banyak kasus, terutama kasusnya Gono dan Ita Triwibawati terkait lahan PKL, yang namanya dugaan mark up pada appraisal selalu terbuka. Karenanya, untuk mengakhiri polemik, sebaiknya dugaan itu dibawa ke meja hijau, “tegasnya.

Seperti diberikan sebelumnya, sejak 2022 lalu, besaran tunjangan perumahan bagi anggota dewan meroket dari Rp 12.700.000 menjadi Rp 18.800.000 per bulan. Selain fantastis, angka ini juga terbilang yang paling tinggi se Jawa Timur untuk kategori daerah Kabupaten. Lalu, darimana angka itu muncul?

Pemkab penyebut angka tunjangan perumahan merujuk pada hasil appraisal Secufindo. Namun, itu diduga masih sebatas klaim sepihak. Terbukti, jejak digital kegiatan APBD 2021 tidak menyebut ada kegiatan appraisal. “Tapi jika benar ada appraisal, sebaiknya angkanya diuji lagi di Pengadilan “tuturnya. (Laput/red/din).

Energi Muda di DABN, Beri Harapan Positif Bisnis Pelabuhan di Jatim

0
caption Hadi Mulyo Utomo, SH, MH, Plt Dirut PT DABN. foto : istimewa.

SURABAYA, TelusuR.ID – PT Delta Artha Bahari Nusantara (DABN) sebagai perseroan daerah mendapatkan energi muda melalui restrukturisasi manajemen DABN. Berdasarkan surat keputusan Komisaris PT DABN tanggal 31 Mei 2023 menunjuk Hadi Mulyo Utomo (HMU) sebagai Plt Dirut PT DABN.

Kehadiran Hadi sebagai orang nomor satu di BUMD pengelolaan jasa pelabuhan di Probolinggo, Jawa Timur memberi harapan baru bagi DABN yang selama ini merugi. Hadi yang sebelumnya diangkat sebagai Direktur Umum dan SDM melalui RUPS Luar Biasa, sekaligus mendapat amanah sebagai Plt Dirut PT DABN.

“Target saya, Insya Allah, akhir tahun 2023 ini PT DABN bisa memberi keuntungan atau laba bagi PT Petrogas Jatim Utama sebagai pemegang saham utama,” kata pria berusia 36 tahun itu, dalam keterangannya, Selasa (6/6/2023).

Hadi mengatakan, PT PJU sebagai BUMD induk dari DABN tentu memberi target utama berupa profit. Karena itu, pihaknya dalam waktu dekat akan melaksanakan sejumlah program prioritas untuk mengubah kondisi keuangan perusahaan dari yang sebelumnya kurang baik, menjadi baik.

Tokoh Muda Inspiratif Nahdliyin Jawa Timur 2020 versi Forkom Jurnalis Nahdliyin ini menyebut sejumlah program strategis itu adalah menciptakan iklim kinerja perusahaan yang baik, efektif dan efisien. Tentunya hal ini dilakukan di semua sektor, mulai operasional, keuangan dan sumber daya manusia atau SDM.

“Kami ingin menginstal ulang pola-pola kinerja perusahaan yang menghambat produktifitas dan menimbulkan inefisiensi,” ujar alumnus Unair Surabaya tersebut.

Hadi mengungkapkan optimisme peluang bisnis dalam bidang jasa pengelolaan pelabuhan di Jawa Timur. Mengingat strategisnya letak pelabuhan Probolinggo yang dikelola DABN, sebab berada ditengah antara Pelabuhan di Surabaya dan Banyuwangi. Karena itu bisa menjadi opsi ditengah kepadatan pelayanan pelabuhan di Tanjung Perak.

Hadi melanjutkan, keberadaan DABN juga bisa mempercepat proses bongkar muat kapal. Dengan kondisi tersebut tentu akan menguntungkan pelaku usaha dan industri, karena adanya efisiensi operasional yang berlipat ganda.

“Harapan kami Pelindo II juga bisa menjadi mitra DABN. Sebab, Pelindo sebagai representasi dari bisnis pengelolaan pelabuhan yang dikelola negara, sementara DABN representasi dari pemerintah provinsi Jawa Timur. Karena itu prinsipnya sama, bekerja untuk negara, berkontribusi untuk APBN dan APBD,” pungkas Hadi. (*)

Anggota KKD Jombang Digembleng Tingkatkan Kualitas Informasi Digital

0

JOMBANG, TelusuR.ID – Komite Komunikasi Digital (KKD) Kabupaten Jombang telah menyelenggarakan pelatihan penangkalan informasi hoaks dengan menghadirkan Mafindo (Masyarakat Anti Fitnah Indonesia) sebagai pemateri.

Acara tersebut berlangsung di aula Dinas Komunikasi dan Informatikan (Diskominfo) Jombang pada hari Selasa  (6/6/2023) dan diikuti oleh anggota KKD Kabupaten Jombang serta para pemangku kepentingan terkait.

Mafindo, sebagai lembaga yang fokus pada penanggulangan dan pencegahan penyebaran informasi hoaks, memiliki pengalaman dan pengetahuan yang luas dalam hal ini.

Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan anggota KKD Kabupaten Jombang dalam mengidentifikasi, menangkal, dan menyebarkan informasi yang akurat serta terpercaya kepada masyarakat.

Dalam sesi pelatihan dipimpin oleh Wahyu sebagai Koordinator Mafindo Wilayah Jombang, membagikan berbagai strategi dan metode dalam mengenali dan menanggapi informasi hoaks.

Peserta pelatihan diberikan pengetahuan tentang teknik verifikasi fakta, penggunaan sumber-sumber informasi yang terpercaya, serta pentingnya memeriksa keaslian dan konteks sebuah informasi sebelum disebarkan.

Ketua Harian KKD Jombang, Nur Kholis, menyampaikan bahwa pelatihan ini sangat penting mengingat peran penting KKD dalam memastikan informasi yang disampaikan kepada masyarakat adalah akurat dan tidak menyesatkan.

“Saya berharap agar anggota KKD dapat mengaplikasikan pengetahuan yang didapatkan dalam menjalankan tugas mereka sebagai agen penyebar informasi yang bertanggung jawab di era digital saat ini,” ungkap Nur Kholis.

Selain itu, Nur Kholis juga menekankan pentingnya kolaborasi antara KKD dan Mafindo dalam upaya pencegahan penyebaran informasi hoaks.

“Ayo semua pihak saling mendukung terkait penangkalan hoaks, terutama media sosial dan platform digital, untuk bersama-sama memerangi hoaks dan menyebarkan informasi yang akurat serta bermanfaat bagi masyarakat,” ujar Direktur Perusahaan Media Cetak dan Online di Jombang tersebut.

Pelatihan ini menjadi langkah awal dalam peningkatan kapabilitas KKD Kabupaten Jombang dalam menghadapi tantangan informasi hoaks. Dengan pemahaman yang lebih baik tentang penangkalan hoaks, diharapkan KKD dapat berperan aktif dalam menjaga keberlangsungan komunikasi digital yang sehat dan bertanggung jawab di Kabupaten Jombang.

Dalam mengakhiri pelatihan, KKD Kabupaten Jombang mengucapkan terima kasih kepada Mafindo dan pemateri yang telah berbagi pengetahuan dan pengalaman.

“Kami berkomitmen untuk terus meningkatkan kerja sama dengan Mafindo serta pihak-pihak terkait dalam upaya memerangi hoaks dan mendorong informasi yang berkualitas dan akurat kepada masyarakat,” pungkasnya

Kisah Generasi Ketiga Wirausaha Bakso, Bucin Tetap Pertahankan Resep Keluarga

0
Bunda Cindy alias Bucin, pelaku UMKM kuliner bakso khas Solo-Wonogiri di Surabaya. foto : istimewa.

SURABAYA, TelusuR.ID – Bakso adalah makanan atau kuliner yang familiar di negeri ini. Bakso yang konon berasal dari Tiongkok menjadi makanan favorit di nusantara. Makanan ini kerap disajikan dengan kombinasi kuah, mie, bihun, tauge, sawi dengan tambahan saos dan kecap

Di nusantara, makanan yang berasal dari olahan daging dan tepung ini identik dengan daerah tertentu, seperti Solo dan Wonogiri, Jawa Tengah. Ada juga varian bakso dari daerah Malang, Jawa Timur.

Bunda Cindy adalah salah satu pelaku UMKM bakso di Surabaya. Perempuan yang akrab disapa Bucin ini sudah 7 tahun berjualan bakso frozen secara online. Ia meneruskan resep bakso milik keluarga. Bakso buatannya memperhatikan kualitas, tekstur dan higienis dengan komposisi 90 persen daging.

“Saya ini berasal dari keluarga pedagang bakso. Nenek dan bapak saya adalah pedagang bakso di Jakarta. Mereka mensuplai banyak pedagang bakso gerobak. Jadi saya adalah generasi ketiga keluarga pedagang bakso,” tutur perempuan asal Wonogiri ini, Selasa (6/6/2023).

Bucin menjelaskan, meski dirinya bermodal resep keluarga tapi ia mengkombinasi resep itu dengan sejumlah tambahan dan modifikasi. Proses itu ia peroleh melalui sejumlah kursus dan uji coba berkali-kali.

Ia sempat mengikuti kursus bakso dengan biaya yang cukup mahal di masa itu, Rp4 juta untuk dua hari kursus. Bahkan ia pernah mendatangkan chef hotel berbintang untuk menilai bakso buatannya.

“Saat ini, saya sudah mendapat resep yang pakem. Ini merupakan resep keluarga yang sudah dikombinasi. Bahan dan prosesnya pun halal. Tentunya juga menyesuaikan lidah dan selera orang Surabaya, karena saya berusaha di kawasan Wiyung, Surabaya,” katanya.

Bucin menceritakan, awalnya tidak ada niat berdagang bakso. Selama ini ia membuat bakso untuk anaknya yang sulit makan. Namun setelah disajikan nasi dengan lauk bakso, anaknya makan dengan lahap.

Ia pun kerap membawa bekal nasi dengan lauk bakso ke mana pun anaknya pergi, termasuk ke tempat kursus bahasa Inggris di Surabaya Barat. Kala itu, teman-teman anaknya yang ikut menyicipi menyukai bakso buatannya. Demikian para orangtua teman anak-anaknya.

“Para orangtua itu pun bilang bakso saya enak. Mereka pun mendorong saya memproduksi bakso lebih banyak untuk di jual. Sejak itu, saya menjual bakso frozen berdasarkan pesanan dari lingkungan dekat,” kenangnya.

Bunda Cindy mengaku sampai hari ini, ia tujuh tahun berdagang bakso secara online. Ia nyaman berdagang secara online karena aktifitasnya bisa di lakukan di rumah. Dengan demikian bisa tetap mendidik anak dan mengurus suami.

Seiring beranjak dewasa anak-anaknya, Bucin mulai berpikir untuk memiliki depot bakso. Hal ini juga dorongan dari para pelanggannya selama ini yang menginginkan ia berdagang secara rutin di tempat yang permanen dengan bakso yang fresh, bukan frozen. Apalagi pandemi pun sudah berakhir, sehingga tidak ada lagi pembatasan orang.

“Anak-anak saya sudah mandiri, waktu saya pun lebih banyak bersama suami. Karena itu saya berencana membuka depot bakso dekat rumah di kawasan Wiyung, Surabaya Barat, dengan konsep prasmanan,” pungkas Bucin

Tunjangan Perumahan Dewan (2): BUKAN RUMAH DINAS WABUP

0

JOMBANG, TelusuR.ID      –      Peraturan Pemerintah (PP) Nomer 18 Tahun 2017 dan PP Nomer 1 Tahun 2023, telah memerintahkan agar Pemkab menyediakan rumah dinas bagi pimpinan dan anggota DPRD. Jika belum mampu, maka opsinya adalah pemberian tunjangan perumahan.

Faktanya, sejak 7 tahun silam, Pemkab Jombang selalu memilih opsi pemberian tunjangan perumahan kepada 46 anggota DPRD. Dengan kata lain, hingga saat ini, Pemkab merasa belum cukup mampu menyediakan rumah dinas tersebut. Benarkah Pemkab belum mampu?

Rumah dinas anggota DPRD Malinau

Beragam alasan sepertinya sengaja dipilih untuk memperteguh status belum mempu. Diantaranya, bahwa hampir seluruh Kabupaten/Kota di seluruh Indonesia tidak ada yang menyediakan rumah dinas bagi anggota DPRD. Dengan demikian Pemkab Jombang tidak sendirian. Dan kondisi demikian jamak terjadi.

Terhadap argumen ini, seorang Sumber menangkap ada yang tidak sambung. Menurutnya, soal mampu dan tidak mampu adalah soal Goodwill dan skala prioritas. “Simple saja, apakah sejauh ini sudah lakukan kajian secara serius? Jadi ini bukan soal seluruh Indonesia tidak ada yang menyediakan rumah dinas bagi anggota DPRD, “tuturnya.

Sumber menegaskan, urusan mampu dan tidak mampu, hari ini menjadi penting untuk dibahas karena terkait dengan efisiensi anggaran negara. “Rp 11,5 milyar per tahun untuk alokasi tunjangan perumahan dewan itu tidak kecil. Dan ini secara terus-menerus akan menjadi beban APBD jika tidak di stop, “ucapnya.

Rumah dinas anggota DPRD Kukar

Alasan berikutnya, penyediaan rumah dinas bagi anggota DPRD Jombang dipandang tidak mendesak karena selain sudah memiliki rumah tinggal, mayoritas anggota dewan adalah orang lokal. Beda halnya dengan DPR RI. Kebutuhan rumah dinas menjadi tak tertawarkan karena mayoritas anggota DPR RI datang dari seluruh daerah di Indonesia.

Rumah dinas anggota DPRD OKI

Alasan terakhir dan cukup menohok adalah soal biaya pembangunan rumah dinas yang kelewat tinggi. Saking tingginya, hal itu disebut mustahil dilakukan. Sayangnya, argumen ini didasarkan pada pemahaman bahwa rumah dinas anggota dewan harus setara dengan rumah dinas Wakil Bupati.

“Saya pikir ini hanya bentuk pembenaran untuk tidak menyediakan rumah dinas bagi anggota DPRD Jombang. Dengan menunjuk rumah dinas Wakil Bupati sebagai patokan, pesan yang ingin disampaikan adalah soal anggaran jumbo dan harus bertempat di pusat kota. Padahal eselon anggota dewan tidak setara dengan eselon Wabup, “terangnya.

Sebagai pembanding, sejumlah daerah di Indonesia tercatat sudah melakukan pembangunan rumah dinas bagi anggota DPRD. Antaralain Kota Ternate (Maluku Selatan), Kota Palembang (Sumatera Selatan), Kabupaten Malinau (Kalimantan Utara), dan Kutai Kertanegara atau Kukar (Kaltim).

Rumah dinas anggota DPRD Natuna, Kepulauan Riau, senilai Rp 1 milyar per unit.

Juga, Kabupaten Ogan Komering Ilir atau OKI (Sumatera Selatan), serta data terakhir yang bisa diupadate adalah Kabupaten Natuna (Kepulauan Riau). Dari sekian itu, rumah dinas anggota DPRD Kabupaten Natuna sempat disorot karena dinilai terlalu mahal. Yakni satu unit rumah berbiaya Rp 1 milyar.

Terlepas soal dugaan kemahalan harga unit rumah, tegas Sumber, besaran ongkos untuk pembangunan rumah dinas anggota DPRD Natuna itu hanya setara dengan 4 tahun tunjangan perumahan DPRD Jombang. “Mungkin tidak sama persis. Tapi intinya adalah soal Goodwill dan skala prioritas. Jadi tidak ada yang tidak mungkin, “tuturnya.

Dilansir dari pemberitaan sejumlah media, pembangunan rumah dinas anggota DPRD disejumlah daerah memang beberapa berujung masalah. Salah satunya kasus rumah dinas dikosongkan karena sejumlah alasan. “PP 18/2017 tidak mengenal alasan apapun. Jika rumah dinas sudah dibangun, maka tunjangan perumahan harus stop, “tegasnya. (Laput/red/din).

Tunjangan Perumahan Dewan (1): DIDUGA TIDAK ADA APPRAISAL

0

JOMBANG, TelusuR.ID      –      Sejak 2022 lalu, sebanyak 46 anggota DPRD Jombang diganjar Rp 18.800.000 per bulan untuk tunjangan perumahan. Selain fantastis dan tertinggi se Jawa Timur untuk kategori daerah Kabupaten, angka ini disebut hasil appraisal oleh lembaga penilai publik BUMN yaitu Secufindo. Benarkah demikian?

Terhadap pertanyaan ini seorang Sumber melempar sejumlah catatan. Antaralain soal tidak terpublisnya angka appraisal Secufindo ke ranah publik. Karenanya, angka tunjangan perumahan merupakan hasil intervensi atau pyur produk Secufindo, sejauh ini belum terkonfirmasi. Pada level ini, Secufindo hanya memberi opini, bukan pemutus.

Artinya, tutur Sumber, angka appraisal oleh Secufindo hanya bernilai sebuah pendapat. Selanjutnya, mau dipermak atau tidak, sepenuhnya menjadi kewenangan Bupati.   Dan itu sudah diaktualisasi melalui produk kebijakan bernama Peraturan Bupati. Dari sini, Secufindo hanya pendulang, bukan penentu.

Catatan berikutnya adalah, lanjut Sumber, soal tidak munculnya item appraisal tunjangan perumahan dewan pada daftar kegiatan APBD 2021. Kepastian itu bisa dirunut pada lapak sirup LKPP maupun LPSE. Kenapa tahun 2021? Karena Perbup 5/2022 tentang tunjangan perumahan dewan, tutur Sumber, diterbitkan Bupati pada 3 Januari 2022.

Dengan tidak nongolnya kegiatan appraisal pada lapak sirup LKPP dan LPSE 2021, tegas Sumber, maka klaim pekerjaan appraisal oleh Secufindo memicu pertanyaan besar. Artinya, kegiatan bisa benar ada, atau sebaliknya: fiktif. Karena aturannya, setiap belanja APBD wajib dipublis di sirup LKPP.

Sumber menegaskan, jika saja kegiatan appraisal itu fiktif, maka tafsir tentang itu merujuk pada 2 hal. Pertama, tengah berlangsung upaya penyesatan informasi secara serius kepada publik. Kedua, angka tunjangan perumahan yang terbilang jumbo itu tidak kaitan dengan Secufindo.

Sebaliknya, sambung Sumber, jika kegiatan appraisal benar ada namun tidak dipublis ke publik, maka yang terjadi adalah sebentuk pelanggaran terhadap ketentuan LKPP. “Pertanyaannya, kenapa tidak publis? Ada maksud apa dibalik itu? Atau jangan-jangan memang tidak ada appraisal? “nadanya bertanya.

 

Pertanyaan ini tidak berlebihan. Sebab, tegas Sumber, proses terbitnya Perbup 5/2022 cukup kuat dilingkupi atmosfir politis. “Jejak digital cukup menjelaskan bahwa terbitnya Perbup sempat diwarnai aksi boikot oleh pihak legislatif terkait LKPJ Bupati. Aksi boikot diduga dipicu adanya kesenjangan, “terangnya.

Saat itu, tepatnya pada 2021, mencuat ke permukaan TPP (Tambahan Pengahsilan Pegawai) Sekda Ahmad Jazuli yang tembus angka Rp 43 juta per bulan. Menurut Sumber, angka ini dinilai aneh karena besarannya melampaui BOP Bupati yang hanya Rp 33 juta per bulan. Tidak hanya Sekda, moncernya TPP juga merambah pejabat struktural Pemkab.

Antaralain Asisten dikisaran angka Rp 18 juta per bulan, Kepala Bagian diangka Rp 10 juta per bulan, serta Kepala Dinas dipatok Rp 15 juta per bulan.  Polemik kian ramai karena dilevel Asisten dan Kepala Bagian terjadi selisih angka. Yakni Asisten I hanya mengantongi Rp 16 juta per bulan, sedang Asisten II dan III meraup Rp 18 juta per bulan.

Perbedaan angka menjadi sorotan karena beban kerja ketiga Asisten dinilai sama. Begitu pun dengan Kepala Bagian.  Tercatat ada 3 Kabag yang mendapat TPP Rp 13 juta per bulan, sedang Kabag yang lain hanya Rp 10 juta per bulan. Saat itu Bupati meminta kepada Sekda agar  besaran TPP dievaluasi.

Selanjutnya, selang beberapa waktu kemudian, tiba-tiba agenda paripurna terkait LKPJ Bupati berlangsung mulus. Seiring itu, Perbup 5/2022 akhirnya terbit, dan angka tunjangan perumahan anggota dewan meroket dari Rp 12.700.000 menjadi Rp 18.800.000 per bulan.

“Saat itu, atmosfir politis cukup kental. Dan semua berlangsung cepat. Jadi, sebagaimana data sirup LKPP dan LPSE tahun 2021, bisa jadi kegiatan appraisal terkait tunjangan perumahan dewan itu memang tidak ada, “ujarnya. (Laput/red/din)

 

Prabowo Unggul Survey Pilihan Nahdliyin Jatim, Relasi Yang di Bangun Positif

0

Surabaya, Telusur.id – Sejumlah hasil survei terbaru menunjukan keunggulan Prabowo Subianto dari bakal Capres lainnya, Ganjar Pranowo dan Anies Baswedan. Keunggulan Prabowo itu terdongkrak dari besarnya dukungan kaum nahdliyin kepada Menteri Pertahanan RI tersebut.

Ketua Fraksi Partai Gerindra DPRD Jawa Timur, Muhammad Fawait atau yang kerab dipanggil Gus Fawait mengaku berbesar hati dengan hasil survei yang menunjukan Prabowo menjadi pilihan utama kaum nahdliyin. Mengingat, jumlah nahdliyin sangat besar dan merupakan mayoritas di negeri ini.

“Pak Prabowo menjadi pilihan utama warga NU. Tentu ini menjadi vitamin bagi kami kader Gerindra di Jawa Timur,” kata Gus Fawait, Minggu (04/06/2023).

Gus Fawait yang juga bendahara GP Ansor Jawa Timur ini mengungkapkan, bahwa Jatim merupakan tempat kelahiran Nahdlatul Ulama sekaligus basis terbesar NU. Karena itu sangat wajar kalau mayoritas warganya adalah nahdliyin.

Menurut dia, sangat wajar kalau Prabowo mendapat simpati nahdliyin, karena sejak beliau masih aktif di militer sudah dekat dengan para ulama sepuh di Jatim. Hubungan baik itu masih terjalin hingga saat ini . Tentu kedekatan ini menghasilkan relasi hubungan yang positif antara Prabowo dengan warga NU di Jatim.

“Pak Prabowo juga memberi kesempatan yang luas bagi kader-kader muda NU, keluarga pesantren di Jatim untuk berkiprah di Gerindra. Ada Mas Wahyu putra Gus Kikin pengasuh Pesantren Tebuireng, Jombang dan saya sendiri putra angkat KH Achmad Muzakki Syah, pengasuh Pesantren Al Qodiri, Jember,” terangnya.

Tokoh Nahdliyin Inspiratif Jatim 2020 versi Forkom Jurnalis Nahdliyin ini menambahkan, besarnya dukungan nahdliyin kepada Prabowo karena kaum nahdliyin punya harapan Prabowo bisa meneruskan pemerintahan Jokowi. Mengingat, kepuasan rakyat yang sangat tinggi kepada Pak Jokowi selama hampir 10 tahun memimpin.

Harapan Prabowo bisa meneruskan estafet kepemimpinan Presiden Jokowi sangat beralasan. Sebab, Prabowo adalah menteri dengan kinerja terbaik dalam kabinet saat ini. Itu terpotret dari hasil survei sejumlah lembaga survei yang telah dirilis.

“Kalau melihat dari gesture dan statement Pak Jokowi belakangan ini, saya pribadi melihat dukungan Presiden Jokowi condong ke Pak Prabowo ketimbang kandidat capres lainnya. Karena itu wajar kalau pendukung Jokowi akan mendukung Prabowo,” pungkas alumnus pascasarjana UGM Yogyakarta, tersebut.

Prabowo Unggul Survey Pilihan Nahdliyin Jatim, Relasi Yang di Bangun Positif

SURABAYA, TelusuR.ID – Sejumlah hasil survei terbaru menunjukan keunggulan Prabowo Subianto dari bakal Capres lainnya, Ganjar Pranowo dan Anies Baswedan. Keunggulan Prabowo itu terdongkrak dari besarnya dukungan kaum nahdliyin kepada Menteri Pertahanan RI tersebut.

Ketua Fraksi Partai Gerindra DPRD Jawa Timur, Muhammad Fawait atau yang kerab dipanggil Gus Fawait mengaku berbesar hati dengan hasil survei yang menunjukan Prabowo menjadi pilihan utama kaum nahdliyin. Mengingat, jumlah nahdliyin sangat besar dan merupakan mayoritas di negeri ini.

“Pak Prabowo menjadi pilihan utama warga NU. Tentu ini menjadi vitamin bagi kami kader Gerindra di Jawa Timur,” kata Gus Fawait, Minggu (04/06/2023).

Gus Fawait yang juga bendahara GP Ansor Jawa Timur ini mengungkapkan, bahwa Jatim merupakan tempat kelahiran Nahdlatul Ulama sekaligus basis terbesar NU. Karena itu sangat wajar kalau mayoritas warganya adalah nahdliyin.

Menurut dia, sangat wajar kalau Prabowo mendapat simpati nahdliyin, karena sejak beliau masih aktif di militer sudah dekat dengan para ulama sepuh di Jatim. Hubungan baik itu masih terjalin hingga saat ini . Tentu kedekatan ini menghasilkan relasi hubungan yang positif antara Prabowo dengan warga NU di Jatim.

“Pak Prabowo juga memberi kesempatan yang luas bagi kader-kader muda NU, keluarga pesantren di Jatim untuk berkiprah di Gerindra. Ada Mas Wahyu putra Gus Kikin pengasuh Pesantren Tebuireng, Jombang dan saya sendiri putra angkat KH Achmad Muzakki Syah, pengasuh Pesantren Al Qodiri, Jember,” terangnya.

Tokoh Nahdliyin Inspiratif Jatim 2020 versi Forkom Jurnalis Nahdliyin ini menambahkan, besarnya dukungan nahdliyin kepada Prabowo karena kaum nahdliyin punya harapan Prabowo bisa meneruskan pemerintahan Jokowi. Mengingat, kepuasan rakyat yang sangat tinggi kepada Pak Jokowi selama hampir 10 tahun memimpin.

Harapan Prabowo bisa meneruskan estafet kepemimpinan Presiden Jokowi sangat beralasan. Sebab, Prabowo adalah menteri dengan kinerja terbaik dalam kabinet saat ini. Itu terpotret dari hasil survei sejumlah lembaga survei yang telah dirilis.

“Kalau melihat dari gesture dan statement Pak Jokowi belakangan ini, saya pribadi melihat dukungan Presiden Jokowi condong ke Pak Prabowo ketimbang kandidat capres lainnya. Karena itu wajar kalau pendukung Jokowi akan mendukung Prabowo,” pungkas alumnus pascasarjana UGM Yogyakarta, tersebut.