TelusuR.ID

Beranda blog Halaman 368

Realisasikan Program Panca Cita, NBI Siarkan Buku Hidup Ala Nabi Muhammad

0

SURABAYA, TelusuR.ID – Netra Bakti Indonesia (NBI) akan bagikan Panca Cita NBI dari Nawa Cita NBI mulai Jumat (01/09/ 2023) mendatang.

Ketua Umum NBI, HRM Khalilur R Abdullah Sahlawiy mengungkapkan bahwa Panca Cita NBI yang akan digulirkan pada bulan September 2023 mendatang itu ada 3 program beasiswa untuk ajaran 2023/2024.

“Beasiswa Bedol Santri sebanyak 4 Santri, Beasiswa Santri untuk 169 Santri, dan Beasiswa Mahasiswa NBI 124 Mahasiswa,” katanya merinci saat diwawancarai oleh media ini, Rabu (23/08) dikutip TelusuR.ID

Lebih lanjut, dirinya juga mengungkapkan juga ada DWI CITA NBI yang akan mencetak buku-buku amaliah Islam yaitu DALAM – Doa Ala Nabi Muhammad dan SALAM – Sholat Ala Nabi Muhammad

“2 buku ini akan ditulis oleh Dr. Ahmad Bakir Ihsan. Yang merupakan Penulis Biografi Presiden SBY, Pengasuh Pon. Pes di Sumenep dan Dosen di Fisip UIN Jakarta,” katanya menegaskan.

Selain itu, tambah pria yang akrab disapa Gus Lilur itu, ada FISERI Fiqh Sehari-hari dimana buku ini akan ditulis oleh Gus Rizal Mumazziq dan Tim.

“Juga ada buku Hidup Ala Nabi yang nantinya akan ditulis oleh Santri Jalanan yaitu Bustomi,” imbuhnya.

Pihaknya menambahkan, pemberian bantuan sosial (Bansos) berupa sembako sebanyak 250 paket yang disalurkan setiap hari Jum’at pada waktu subuh.

“Kehadiran NBI lewat Panca Cita NBI dari Nawa Cita NBI ini, terus beribadah pada Allah dan Rasulullah dengan berfaedah pada kemanusiaan,” tukasnya.

Tokoh Bersahaja itu Berpulang, Kiai Chamzawi Kota Malang

0

Tokoh Bersahaja itu Berpulang, Kiai Chamzawi Kota Malang

Oleh: ABD. AZIZ
Santri Kiai Chamzawi, Musyrif dan Murabbi Ma’had Sunan Ampel Al-Aly UIN Malang (2001-2007). Kini, Advokat, Legal Consultant, Lecture, Mediator Nasional, CEO Firma Hukum PROGRESIF LAW, dan Sekjen DPP Gerakan Masyarakat Perangi Korupsi (GMPK)

MALANG, TelusuR.id – Saat membuka whatsApp group Ikatan Alumni Universitas Islam Negeri Malang (IKA UIN MALANG), Rabu (16/8) siang, penulis terkejut membaca status Gus Isroqunnajah, Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama’ (PCNU) Kota Malang, yang memohon sambung doa atas kritisnya Kiai Chamzawi, Rois Syuriah PCNU Kota Malang, Jawa Timur.

Tidak berselang lama, penulis kembali dikagetkan dengan berita lanjutan, yang mengabarkan bahwa, Kiai Chamzawi kundur, wafat. Praktis, jantung penulis berdegup kencang mendengar berita duka tersebut.

“Sejak kapan, Kiai Chamzawi sakit? Apakah rekam mediknya memang mengkonfirmasi adanya kegawatan penyakitnya? Benarkah dilarikannya ke klinik UIN karena ada sesuatu yang emergency, gawat?” Itulah sederet tanya yang berkecamuk dalam pikiran penulis.

Karena sedang berjibaku mengurus Kanjeng Ummi yang sakit sekira dua tahunan ini, penulis belum berkesempatan Takziah, menghadiri pemakaman almarhum Kiai Chamzawi. “Besok Kamis (17/8) sore, insya Allah akan segera ke rumah duka,, turut menghibur Ibu Nyai Chamzawi,” gumam penulis dalam hati.

Keesokan harinya, Kamis (17/8) sore, penulis meminta istri bersiap, mengajak Takziah ke dalem Kiai Chamzawi (alm) di kawasan Ma’had Sunan Ampel Al-Aly UIN Malang, yang tak jauh dari gubuk penulis. Sekira sembilan menitan.
Sesampainya di rumah duka, suasana rumah dinas Dewan Pengasuh diselimuti kesedihan yang mendalam.

Diterima Direktur Ma’had, Kiai Badruddin, penulis mengambil tempat duduk sedang Mbak Lika, Bundanya anak-anak langsung menemui Ibu Nyai Sri Wahyuni, garwo, istri Kiai Chamzawi.

Kiai Bad, biasa saya sapa, berkenan menjelaskan kronologi singkat bagaimana Kiai Chamzawi akhirnya menghembuskan nafas terakhirnya.

“Kiai Chamzawi tidak sakit. Bahkan, dapat disebut jarang sakit. Kemarin, Rabu (16/8) pagi masih ngisi pengajian di Jagalan, Klojen, Kota Malang. Setelah itu, bergegas ke Kantor MUI Kota Malang. Sempat mimpin rapat tapi mendadak minta pulang,” ungkap dosen Fakultas Syariah ini.

“Lalu, karena Kiai Chamzawi meminta pulang, diantar pulang oleh H. Yunar Mulya (Wakil Ketua PCNU dan Anggota MUI) menuju kediaman di Ma’had. Kemudian, perasan Kiai tidak enak. Keringat dingin mulai bercucuran. Akhirnya, Kiai meminta dibawa ke Klinik UIN. Waktu turun dari mobil menuju ruang klinik, Kiai jalan sendiri. Diperiksa lah, dan kondisinya memburuk. Tak lama kemudian, dokter mengabarkan kalau Kiai sudah meninggal,” papar dosen Fakultas Syariah UIN, yang juga kolega dekat almarhum ini.

“Berbicara tentang kepergian Kiai, satu hal yang patut kita renungkan. Apa, itu? Ia meninggal tanpa sakit, tanpa riwayat penyakit, dan tidak merepotkan keluarga. Kami berprasangka baik, karena beliau orang baik, meninggal dengan cara yang baik,’ urai dosen, yang juga pengajar di Pesantren Nurul Jadid, Paiton, Probolinggo ini.

Mendengar kisah kepergian almarhum, penulis menghela nafas panjang. Walaupun Kiai meninggal dengan tidak merepotkan keluarga, tetap saja tak dapat menyembunyikan kesedihan. Mata penulis pun berkaca-kaca.

Usai berbincang sekira empat puluh menitan dengan Direktur Ma’had ini, penulis menemui Ibu Nyai Chamzawi di ruang tamu utama. Suasana berkabung menyelimuti istri Kiai Chamzawi yang bersandar di tembok, tepat di bawah foto keluarga.

Assalamualaikum, Ibu Nyai Chamzawi?” sapa penulis saat membuka daun pintu. “Waalaikumussalam, Mas Aziz, silahkan duduk,” jawabnya sambil sejenak menutup wajah dengan kedua tangannya: sedih!

Bertemu istri almarhum, wajah bersihnya tampak memendam kesedihan karena baru 24 jam, Ibu Nyai Chamzawi ditinggal untuk selamanya oleh Kiai Chamzawi, yang selama ini hidup bersamanya. Namun, ia berusaha tegar dalam menerima para pen-takziah yang berdatangan silih berganti.

Ibu Nyai Chamzawi bercerita soal kehidupan bersama almarhum selama ini. Termasuk, Kiai Chamzawi uang belum pernah sekalipun marah padanya. Anak-anak pun tidak takut pada Abahnya. Sebaliknya, semuanya sungkan untuk sekadar menyampaikan keinginan padanya semasa hidupnya.

“Masakan apapun, Abah berkenan makan. Tidak pilih-pilih makanan. Kesukaannya minum kopi tiap hari kecuali hari Senin dan Kamis serta bulan Ramadhan. Ngopi menjelang hari raya, Idul Fitri maupun Idul Adha,’ kenangnya sesekali tampak mengingat seribu kebaikan almarhum.

Mendengar penuturan Ibu Nyai Chamzawi, tak henti-hentinya penulis coba menghibur dengan kalimat bernada permintaan untuk tidak telat makan dan istirahat agar kondisi badan tetap sehat.

“Ibu Nyai harus sabar, sabar dan sabar. Tidak boleh telat makan dan istirahat. Kiai Chamzawi orang baik. Baik sekali. Tidak pernah menyinggung perasaan orang lain. Sejak dulu, tulus, termasuk memberi ceramah, pengajian hingga ke pelosok kampung,” pinta penulis, dan meyakinkan Ibu Nyai.

Duka dan Testimoni

Akhirnya, penulis turut berduka dan berbelasungkawa yang mendalam atas wafatnya Kiai Chamzawi, Pengasuh Ma’had Sunan Ampel Al-Aly UIN Malang pada Rabu Wage, 16 Agustus 2023 M/29 Muharram 1445 H./28 Sura 1957 J.

Sekelumit memberi testimoni pada istri almarhum. Sejauh amatan penulis, eksistensi Pesantren Kampus yang beralamat di Jalan Gajayana 50 Malang, yang kini berkembang dan berkemajuan hingga diakui banyak kalangan itu, tidak lepas dari kepemimpinan tokoh kharismatik yang bersahaja dan low profile, Kiai Chamzawi yang kini berpulang meninggalkan legacy, warisan yang baik.

Saat memimpin Ma’had UIN, almarhum kerap melempar senyum, Kiai yang dikenal dengan kesabaran yang membentang itu lekat dengan sikap sederhana dan rendah hati dalam banyak kelebihan.

Berilmu tapi tidak sama sekali menampakkan padatnya isi padi. Sebaliknya, ia kian merunduk. Tak heran, para santrinya makin takzim, amat hormat dan sopan padanya.

Tulus pada siapa pun, nasihat-nasihatnya menyejukkan, dan membuat nyaman siapa saja yang berada di dekatnya, membuat Kiai Chamzawi makin disegani. Dakwahnya pun penuh kelembutan. Jauh dari kesan memaksakan kehendak.

Baginya, ilmu itu harus diamalkan agar potensial berbuah. Soal berbekas pada pendengarnya, dan berpotensi diamalkan dalam kehidupan sehari-hari adalah soal lain. Cukuplah Allah SWT yang mengatur hidayah pada makhluknya. Itulah fakta dan realitas kehidupan Kiai Chamzawi selama ini.

Untuk itu, penulis bermunajat pada-Nya. “Gusti, kiranya Engkau berkenan menerima amal ibadahnya, menyiapkan surga untuknya, meluaskan ketabahan dan kesabaran bagi keluarga yang ditinggalkan”.

Selamat jalan, Kiai. Bercengkrama dengan Sang Pencipta. Sungguh, para santri merasa kehilangan sosok guru, orang tua sekaligus panutan yang tiada duanya.

Terima kasih atas fatwa-fatwanya. Doa para penderek, pengikut Kiai menyertai panjenengan.

Gubernur Khofifah Beri Penghargaan Jer Basuki Mawa Beya dan Tali Asih Pada Atlet dan Pelatih Jatim

0

SURABAYA, TelusuR.ID – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menganugerahkan penghargaan Jer Basuki Mawa Beya kepada 12 atlet dan 3 pelatih Jawa Timur yang berprestasi di ajang ASEAN Para Games Kamboja 2023 di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Jumat (18/8/2023).

Penganugerahan ini diberikan berdasarkan Surat Keputusan Gubernur Jawa Timur Nomor : 188/353/KPTS/013/2023 tanggal 3 Agustus 2023, tentang Penerimaan Lencana Penghargaan Jer Basuki Mawa Beya dalam Rangka Peringatan HUT ke-78 Kemerdekaan RI Tahun 2023.

Adapun penerima penghargaan Jer Basuki Mawa Beya Lencana Emas disematkan kepada delapan Atlet yang berhasil meraih medali emas, dan juga tiga orang pelatih. Sementara penerima penghargaan Jer Basuki Mawa Beya Perak disematkan kepada lima orang atlet yang berhasil meraih medali perak dan perunggu.

Selain penghargaan, para atlet dan pelatih juga mendapatkan Tali Asih dari Gubernur Khofifah sebagai apresiasi atas capaiannya berhasil mengantarkan Indonesia sebagai Juara Umum pada ajang bergengsi tingkat internasional tersebut.

Dalam sambutannya, Gubernur Khofifah menyampaikan terima kasih kepada seluruh atlet yang telah berjuang mengharumkan nama Indonesia dan Jawa Timur dalam perhelatan olahraga ASEAN Para Games ke-12 di Kamboja pada Juni 2023 lalu. Selain itu, apresiasi juga disampaikannya pada para Pelatih atas dedikasinya melatih dan memberikan yang terbaik bagi para Atlet selama berlaga.

“Terimakasih atas semua dedikasinya pada para atlet dan pelatih, lanjutkan perjuangan ini dan terus raih prestasi sebaik-baiknya serta setinggi-tingginya. Tetaplah positif thinking bahwa kemudahan dan kesuksesan akan Allah berikan kepada kita semua,” ungkapnya.

Gubernur Khofifah menjelaskan, pemberian Lencana Jer Basuki Mawa Beya sengaja diberikan pada Momentum HUT ke-78 Kemerdekaan RI yang memiliki makna heroik atas perjuangan dan pengorbanan pahlawan. Sehingga, semangat kemerdekaan ini akan mendorong semangat prestasi para atlet para games yang akan bertanding di Guangzhou China Oktober nanti.

“Saya sengaja memberikan penghargaan ini pada momentum HUT Kemerdekaan RI ke 78 karena memiliki semangat perjuangan dan pengorbanan begitu mendalam. Meskipun tidak tepat pada tanggal 17 Agustus, namun penyematan Jer Basuki Mawa Beya dilaksanakan sama seperti upacara resmi penyematan penghargaan,” ujarnya.

Tokoh Nahdliyin Inspiratif versi Forkom Jurnalis Nahdliyin itu juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada NPCI yang turut membina dan mengawal para Atlet sehingga bisa mencapai prestasi tertinggi mengharumkan nama baik Indonesia dan Jawa Timur.

“Terima kasih kepada National Paralympic Committe (NPCI) Provinsi Jatim yang telah memberikan pembinaan dan pendampingan selama para atlet berlatih,” pungkasnya.

Sementara itu, salah seorang atlet dari Cabor renang Mutiara Cantik Harsanto mengatakan bahwa dirinya mengaku terharu sekaligus bangga bisa diberi penghargaan oleh Gubernur Khofifah.

“Saya terharu dan bangga sekali, bisa dipanggil ke Grahadi oleh Ibu Gubernur Khofifah. Semoga, kedepannya olahraga di Indonesia, Jawa Timur khususnya bisa lebih maju dan baik lagi,” ungkapnya.

Sebagai informasi, rincian penerima tali asih atlet Asean Para Games yaitu atas nama Maulana Rifky Yavianda Cabor Swiming mendapatkan Tali Asih Rp. 505 juta atas perolehan tujuh medali emas yang diraih.

Mutiara Cantik Harsanto dari Cabang Swimming berhasil mendapatkan Tali Asih Rp. 360 juta atas perolehan 2 emas dan 4 perak. Tony Ricardo Mantolas Cabor Judo mendapatkan Rp. 145 juta atas perolehan 2 emas. Selanjutnya, Ryan Arda Diarta cabor Para Atheletics mendapatkan Tali Asih Rp. 255 juta atas perolehan 2 emas, 1 perak dan 2 perunggu.

Khalimatus Sa’diyah Cabor Para Badminton mendapatkan tali asih Rp. 175 juta dengan perolehan 1 emas dan 2 perak, Firza Cabor Para Atheletics Rp. 130 juta atas perolehan 1 emas dan 1 perak dan Yuliana Marica Keyn Cabor Judo mendapatkan tali asih Rp. 125 juta atas perolehan 1 emas dan 1 perak.

Selain itu, tali asih juga diberikan pada atlet yang memperoleh perak dan perunggu. Yaitu, Odie Kurnia Cabor Para Badminton mendapatkan tali asih Rp. 85 juta atas perolehan 1 perak dan 1 perunggu, Nasrullah Cabor Sitting Volleyball mendapatkan tali asih Rp. 40 juta atas perolehan 1 medali perak, Abdul Aziz Cabor Cerebal Palsy mendapatkan Rp. 40 juta atas perolehan 1 medali perak, dan Achmad Syafrudin Cabor atas perolehan Cerebal Palsy mendapatkan Rp. 40 juta.

Sedangkan untuk jajaran pelatih, juga mendapatkan tali asih masing masing sebesar Rp. 75 juta kepada tiga pelatih.

Upacara HUT RI ke-78 dan Lomba Baca Proklamasi, Ketua PKS Jatim Ajak Generasi Muda Bangun Bangsa

0

SURABAYA, TelusuR.ID – Peringatan HUT Kemerdekaan RI ke-78 dirayakan dengan gegap gempita oleh seluruh elemen bangsa, termasuk PKS Jawa Timur.

Ketua DPW PKS Jatim, Irwan Setiawan mengajak generasi muda melakukan upacara HUT Kemerdekaan RI ke-78 dan lomba baca teks proklamasi mirip Bung Karno.

Irwan Setiawan juga secara tegas mengajak generasi muda untuk membangun Indonesia bersama PKS.

“Kami menggelar upacara bendera bukan sekedar rutinitas, namun untuk membangun spirit kepahlawanan, agar PKS bisa terus bisa memberikan kontribusi terbaik untuk negeri ini,” tegas pria yang akrab disapa Kang Irwan itu, Kamis (17/8/2023) kepada TelusuR.id.

Irwan melanjutkan, Bangsa Indonesia tak terasa sudah berusia 78 tahun, 22 tahun lagi genap satu abad usia negeri ini. Menurutnya, apa yang menjadi amanat founding father Indonesia, harus terus diperjuangkan dengan sungguh-sungguh.

Pada 2024 mendatang, Irwan mengatakan, akan ada pesta demokrasi untuk melanjutkan kepemimpinan bangsa. Karena itu, baginya, menjadi kesempatan PKS Jatim untuk terus menguatkan berkontribusinya untuk membangun bangsa, khususnya Jawa Timur.

“Kami mengajak para pemuda, generasi milenial dan gen z untuk berjuang bersama PKS untuk menjadi subyek politik, mari mengubah bangsa ini dengan bersama-sama memenangkan PKS di 2024,” katanya.

Irwan kemudian mengutip arahan Presiden PKS Ahmad Syaikhu bahwa perubahan berkelanjutan harus terus dilakukan. Kontribusi untuk mewujudkan Indonesia adil dan makmur harus terus dilakukan.

“Ada fakta, di Jatim masih banyak warga miskin. Di sekitar kita banyak penegakan hukum yang masih harus dikuatkan. Hukum tidak boleh tumpul ke atas dan tajam ke bawah. Ini PR bersama kita,” tegasnya.

Untuk itulah, Irwan menyampaikan, akan terus mengajak generasi muda dalam berbagai kegiatan untuk menguatkan kepedulian kepada NKRI.

“Seperti kegiatan saat ini, kami libatkan para pemuda. Lomba baca teks Proklamasi mirip Bung Karno malah mensyaratkan usia maksimal 30 tahun. Ini alhamdulillah disambut antusias para pemuda,” tandasnya.

Dwi Hari Cahyono, Ketua Panitia Kegiatan Lomba Baca Teks Proklamasi Mirip Bung Karno yang digelar seusai pelaksanaan Upacara HUT Kemerdekaan RI ke-78 hampir senada dengan Irwan.

Menurutnya, kegiatan ini disambut baik para pemuda, puluhan peserta mendaftar dan mengirimkan video pidatonya, terpilih 9 peserta terbaik yang kemudian diundang di kantor DPW PKS Jatim untuk menyampaikan penampilan terbaiknya.

“Mereka inilah pahlawan-pahlawan masa depan. Saat yang lain mungkin sedang asyik-asyiknya main gadget, di sini hadir para pemuda yang sangat menghargai bangsanya,” imbuh Dwi yang didampingi Sekretaris PKS Jatim, Ahmadi.

Tersangka Kasus Ruko Simpang Tiga Segera Ditetapkan

0

JOMBANG, TelusuR.ID      –      Sumber di gedung Pemkab menegaskan pintu kompromi untuk kasus ruko simpang tiga sudah tertutup. Saat ini, dipastikan tidak ada lagi ruang untuk restorasi justice. “Sudah telat. Pintu sudah tertutup, “singkatnya sambil memasang satu jari ditengah bibir.

Pada dua pekan terakhir, tegas Sumber tersebut, telah merapat seorang utusan dari penghuni ruko ke gedung Pemkab. Tujuannya, mengabarkan bahwa pihak penghuni bersedia melunasi tunggakan sewa yang menjadi biang polemik berkepanjangan.

Awalnya kabar tersebut dinilai sebagai progres yang menggembirakan. Karena harapan untuk mengakhiri polemik, berarti segera terjadi. Namun saat ini Pemkab tidak lagi punya kuasa. Kasus ruko simpang tiga, tegas Sumber, sudah menjadi domain penuh pihak Kejari Jombang.

“Awalnya elit Pemkab cukup senang dengan kabar yang dibawa sang utusan. Namun setelah dikonsultasikan dengan Kejaksaan, hal tak terduga justru terjadi. Kejaksaan memastikan tidak ada lagi kompromi. Kalau pun ada pembayaran sewa, itu dipastikan tidak menghapus tindak pidana, “tuturnya.

Penegasan Sumber di gedung Pemkab itu sekaligus menegaskan bahwa penyidik Korp Adhiyaksa masih berteguh dengan sikapnya. Terakhir, juru bicara Kejari Jombang memastikan bahwa selepas Desember 2022, setiap upaya pembayaran sewa ruko tidak lagi bernilai restorasi justice.

Sebaliknya, pembayaran yang terjadi pada rentang Januari 2023 hingga hari ini, justru akan berujung sebagai barang bukti. Rupanya, komitmen Korp Adhiyaksa buka sekedar isapan jempol. Dan penegasan Sumber di gedung Pemkab itu adalah buktinya.

Hanya, proses hukum memang terkesan berjalan lamban. Berdasarkan informasi yang dihimpun, saat ini upaya penguatan alat bukti oleh Kejaksaan sudah memasuki tahap final. Setelah pendapat ahli pidana berhasil dikantongi, finalisasi itu menunggu hasil audit oleh auditor independen.

Dalam beberapa kesempatan, jubir Kejaksaan tidak menampik proses hukum disebut berjalan lamban. Bagi Korp Adhiyaksa, publik punya kebebasan untuk menilai kinerja penyidik. Hanya, kejaksaan tidak ingin terjadi blunder untuk sekedar memenuhi proses yang disebut cepat.

Lalu kapan tersangka ditetapkan? Kasi Intel Kejaksaan Negeri Jombang Deni Saputra belum bersedia buka suara. Dihubungi melalui sambungan ponsel, Selasa (15/8/2023), Deni nampak belum bersedia merespon upaya konfirmasi yang dilayangkan Telusur.id.

Suka Tidak Suka, SHGB Sudah Habis

Secara garis besar, tutur Presdir Aliansi LSM Jombang Hadi Purwanto, kasus ruko simpang tiga adalah soal perdebatan tafsir hukum. Satu sisi penghuni ruko merasa memiliki hak berdasarkan surat perjanjian kerjasama tahun 1996, namun disisi lain PP 40/1996 menolaknya.

Selama ini, lanjut Hadi, penghuni ruko menarasikan diri sebagai pihak yang terzalimi oleh Pemkab karena rekom perpanjangan SHGB tidak diberikan. Padahal klausul itu termaktub dalam perjanjian. Karenanya sebagai bentuk protes, penghuni tetap bertahan menempati ruko.

Untuk membuat semua nampak benar, tegas Hadi, berbagai dalih diusungnya. Mulai bukti ketaatan membayar retribusi, bukti ketaatan membayar PBB, bukti mendapatkan SHGB berdasarkan AJB Notaris, hingga mencomot undang-undang perlindungan konsumen, semua dihimpun sebagai kekuatan.

Tidak cukup beropini, pada pertengahan 2022 lalu, pihak penghuni ruko juga memberikan kuasa kepada lembaga konsumen untuk melayangkan gugatan di PN Jombang. Tiga dokumen penting antaralain surat perjanjian tahun 1996, rekom pansus DPRD, serta surat perintah membayar sewa oleh Bupati, diminta untuk dibatalkan demi hukum.

Hasilnya? Zonk. PN Jombang menolaknya. Sekalipun begitu, penghuni ruko tidak patah arang. Mendapati gugatan ditolak, mereka memilih kembali ke laptop. Kembali gembar-gembor soal perlindungan konsumen, soal bukti ketaatan membayar retribusi dan PBB, serta soal posisinya yang dinarasikan terzalimi.

“Analogi saya sederhana. Ibarat SIM kendaraan, jika masa berlaku habis, maka SIM hanya sebentuk kertas sampah. Tidak bernilai. Begitupun dengan SHGB ruko simpang tiga. Apapun dalihnya, umur SHGB sudah habis. Apapun bantahan dan bentuk protes yang muncul, itu tidak membuat SHGB hidup kembali. Itu intinya, “.

“Soal pembayaran retribusi dan PBB, itu tidak ada kaitan dengan kepemilikan. Soal SHGB dibeli dengan AJB Notaris, hari ini umur SHGB sudah habis. Soal merasa dizalimi karena SHGB tidak diperpanjang, ya seharusnya digugat wanprestasi, bukan beropini. Soal klausul perlindungan konsumen, apa iya nyambung? “terang Hadi.

Wartawan senior ini berpandangan, bahwa apapun dalih yang diusung, legalitas penghuni ruko sudah habis seiring habisnya masa berlaku SHGB. Baginya, penghuni tidak bisa lagi menempati ruko hanya dengan mengandalkan surat perjanjian tahun 1996. Sebab, SHGB sebagai manifestasi perjanjian, umurnya sudah habis.

“Sekali lagi ini soal perdebatan tafsir. Pihak penghuni punya tafsir. Itu sah-sah saja. Semua orang juga punya tafsir, termasuk Jaksa dan Hakim. Hanya, ibarat main bola, saat ini pertandingan tengah berlangsung. Jaksa punya domain, hakim punya palu. Apapun dalihnya, peluit ada ditangan hakim, “ujarnya. (din)

 

 

 

Siswa Jatim Terbanyak Nasional Diterima PTN 2023 Jalur Tanpa Tes Maupun Dengan Tes

0
Gubernur Khofifah berbaur dengan siswa-siswi SMA/SMK Jawa Timur. foto : istimewa.

SURABAYA, TelusuR.ID – Jawa Timur kembali menjadi provinsi dengan jumlah siswa paling banyak diterima dalam Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) dan Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) tahun 2023.

Di jalur SNBP 2023, total sebanyak 23.477 siswa lulusan SMA/SMK Jatim yang berhasil diterima PTN. Jumlah ini menempati urutan pertama nasional.

Sedangkan untuk jalur SNBT, total ada sebanyak 35.862 siswa Jawa Timur yang berhasil diterima di PTN. Jumlah itu juga menempati urutan pertama nasional.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyampaikan syukur dan apresiasinya pada seluruh siswa, guru dan juga wali murid yang telah berhasil memberikan dukungan dan support kepada para siswa Jatim sehingga bisa menempati urutan pertama nasional.

“Alhamdulillah tahun ini Jatim kembali menjadi yang paling banyak siswa yang diterima di PTN baik di jalur tanpa tes atau SNBP maupun yang dengan tes atau SNBT,” kata Khofifah di Grahadi, Selasa (15/8/2023) kepada TelusuR.id.

“Capaian ini mempertahankan prestasi Jatim selama empat tahun berturut-turut untuk siswa paling banyak diterima PTN tanpa tes sejak tahun 2020. Begitu juga untuk jalur yang dengan tes kita juga berhasil mempertahankan capaian sejak tahun 2021,” imbuhnya.

Capaian ini dikatakan Khofifah tak lepas dari peran guru dan kepala sekolah yang secara maksimal memberikan pendampingan intensif pada siswa dengan melakukan banyak simulasi ujian ataupun berbagai latihan soal.

Langkah ini, dinilai Khofifah paling efektif untuk mempersiapkan siswa menghadapi soal-soal yang diujikan sekaligus manakar tingkat kesulitan soal.

“Dua jalur seleksi PTN ini tidak mudah. Pesaingnya ratusan ribu, dan sangat ketat. Terlebih aturan baru model soal SNBT tahun ini tentu membuat guru dan kepala sekolah harus berfikir serius menyusun strategi agar siswanya diterima pada PTN yang dituju,” tandasnya.

“Pun begitu juga pada jalur (SNBP) yang diseleksi melalui nilai akademik. Tentu disampaikan Khofifah hal ini menjadi suatu kebanggan bagi kami saat Jawa Timur kembali menjadi provinsi terbanyak yang mendominasi siswanya diterima PTN melalui jalur SNBP dan SNBT berturut-turut,” imbuhnya.

Orang nomor satu di Jawa Timur ini juga mengungkapkan keberhasilan siswa masuk Perguruan Tinggi Negeri (PTN) baik tanpa tes maupun melalui tes berkat persiapan matang dari para guru serta keseriusan para siswa.

Salah satu usaha yang dilakukan yaitu dengan membuka konsultasi karir dan akademik melalui peran optimal guru BK. Selanjutnya, mencari informasi intensif soal beasiswa di berbagai perguruan tinggi baik dalam maupun luar negeri.

Tokoh Nahdliyin Inspiratif versi Forkom Jurnalis Nahdliyin ini menilai, perlu dilakukan sosialisasi sedini mungkin agar siswa mempersiapkan prestasi akademiknya dengan matang.

“Bahkan bisa saja jika persiapan yang dilakukan sudah sangat matang, siswa kita tidak hanya terbanyak diterima PTN dalam negeri tapi bisa juga diterima di PTN luar negeri,” tegasnya.

Pada jalur SNBP tahun ini, Jatim juga menjadi daerah yang siswanya terbanyak diterima PTN dengan menggunakan KIP Kuliah. Tercatat sebanyak 5.624 siswa Jatim diterima. Sementara di posisi kedua, ditempati Aceh dengan 3.956 siswa. Jumlah tersebut terdapat selisih yang besar yaitu 1.668 siswa (42,16%).

Pada tahun 2022 lalu, Jawa Timur juga menempati peringkat pertama nasional dengan penerimaan tertinggi KIP Kuliah pada jalur SNBP yaitu sebanyak 4.391 peserta.

“Capaian ini tentu menjadi bukti bahwa siswa kita memiliki kompetensi unggul yang layak bersaing dengan daerah-daerah lain,” pungkas Khofifah.

Ketua GPK Jatim Sebut Deklarasi Anies di Jogja Bukan Bagian Dari GPK, Itu Klaim

0

JOMBANG, TelusuR.ID – Adanya dukungan terhadap Anies Baswedan dari Gerakan Pemuda Ka’bah (GPK) untuk maju di pilpres 2024 sebagai Capres (calon presiden) mendapat respon dari Ketua GPK Jawa Timur, Mujtahidur Ridho.

Hal ini dibarengi adanya klaim dari bakal calon presiden (capres) Koalisi Perubahan untuk Persatuan (KPP) yang telah mendapatkan dukungan dari GPK di perhelatan pilpres 2024 nanti.

Deklarasi dukungan GPK itu, disampaikan Tommy Adrian Firman di Museum Wayang Kekayon, Banguntapan, Bantul, Jogjakarta pada hari, Minggu 13 Agustus 2023 kemarin.

Menurut ketua GPK PPP Jawa Timur Mujtahidur Ridho atau Gus Edo, dukungan yang muncul di Jogjakarta itu, tidak mewakili GPK yang merupakan sayap partai PPP.

“Itu hanya sempalan-sempalan, dan bukan orang-orang dari GPK. Mereka (Tommy Ardian Firman) bukan simbol organisasi GPK, dan itu hanya klaim saja,” kata Gus Edo, Senin (14/08/2023).

Lebih lanjut pria yang pernah menjabat sebagai ketua GPK Jombang itu mengatakan, seluruh kader GPK tegak lurus dengan pelaksanaan tugas (Plt) ketua umum DPP PPP, Muhammad Mardiono.

“Seluruh kader GPK, tegak lurus dengan pak Mardiono. Termasuk GPK Jatim, semua kader tegak lurus pada pak Mardiono,” ujar Gus Edo.

Ia menyebut, seluruh kader GPK tetap solid, dan tegak lurus untuk mendukung dan memenangkan Ganjar Pranowo sebagai presiden RI ke 8 di pilpres 2024 nanti.

“Pimpinan Pusat GPK yang sah dan diakui serta terdaftar di depkumham adalah PP. GPK pimpinan Imam Fauzan dan Thobahul Toni,” tuturnya.

Gus Edo menegaskan bahwa GPK Jatim tegak lurus dengan ketua PP GPK, untuk mendukung Ganjar dan siap memenangkan Ganjar di Jawa Timur.

Ia pun mendorong, agar PP GPK, untuk membawa perkara ini ke jalur hukum. Untuk memberikan efek jera pada oknum atau siapapun yang ingin mencatut logo dan simbol GPK.

“Jadi Tommy yang mengatasnamakan PP. GPK adalah bohong dan GPK Jatim meminta, PP. GPK yang sah untuk melaporkan penggunaan simbol organisasi GPK oleh oknum-oknum tersebut, karena ini sangat merugikan organisasi,” katanya.

Perlu diketahui, Tommy Adrian Firman, mengklaim dukungan untuk Anies mengalir dari seluruh kepengurusan GPK yang ada di total 30 provinsi se-Indonesia.

Peringati HUT RI, PKS Jatim Ziarah ke Makam Pahlawan Nasional dan Pendiri NU

0

SURABAYA, TelusuR.ID – Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Jawa Timur punya cara untuk memperingati kemerdekaan RI. Bersama belasan kiai dan habaib, pengurus, anggota, dan caleg PKS melakukan ziarah ke makam pahlawan dan pendiri Nahdlatul Ulama (NU) pada Selasa 8 Agustus 2022.

Menurut Ketua DPW PKS Jatim Irwan Setiawan, ziarah ini istimewa, karena dilakukan bersama para kiai dan habaib NU.

Beberapa kiai dan habaib yang hadir yaitu KH Sholahul Aam Wahib Wahab atau yang akrab dipanggil Gus Aam, KH Ghozi Wahib Wahab, KH Malik, KH Zaenuddin Husni, KH Yahya Romli, KH Makmun, KH Munif, KH Hafidz, KH Dimyati, KH Mas Mansyur, KH Basiruddin dan Habib Taufik Al Jufri.

“Istimewa, ini pertama kali kami ziarah ditemani para kiai dan habaib, in syaa Allah membawa keberkahan,” harap Irwan.

Dalam sambutannya menjelang pemberangkatan, pria 47 tahun ini meminta pengurus dan anggota PKS, dan Caleg PKS yang hadir untuk meneladani para ulama yang menjadi garda terdepan dalam merebut kemerdekaan RI.

“Sebagaimana yang telah kita ketahui, KH Hasyim Asyari dengan resolusi jihadnya membakar semangat para pejuang Indonesia termasuk Bung Tomo. Mudah-mudahan kita bisa mewarisi semangat para ulama dan pejuang itu. Untuk itulah, kita dulu juga memperjuangkan adanya diorama resolusi jihad di museum 10 November,” tegasnya.

Ia bercerita, sebelumnya, tidak ada diorama yang menceritakan tentang proses resolusi jihad KH Hasyim Asyari.

Kemudian Hidayat Nur Wahid yang saat ini menjabat sebagai Wakil Ketua Majelis Syuro PKS, bersama anggota legislatif PKS di DPRD Jawa Timur dan Surabaya mengusulkan dan mengawal hingga saat ini diorama resolusi jihad bisa disaksikan semua masyarakat.

“Agar kita semua bisa meneladani. Termasuk dengan kegiatan Ziarah ke makam pahlawan dan pendiri NU saat ini. Matur nuwun Gus Aam yang sudah menginisiasi untuk melaksanakan kegiatan ini. Terima kasih juga Gus Aam yang siap berjuang sebagai caleg PKS. Serta beberapa tokoh yang siap berjuang menjadi caleg PKS yang ikut serta dalam kegiatan ziarah ke makam pendiri NU dan pahlawan kemerdekaan yaitu Mbak Meitri, Pak Sutrisno, Pak Jawahir, pak jalal, Pak didit, Kiai Jafar, Pak Amin,” katanya.

Gus Aam yang dalam kesempatan itu menyampaikan bahwa dengan kegiatan seperti yang dilakukan PKS saat ini harus terus dilakukan.

Cucu pendiri NU itu berharap PKS bisa tumbuh besar dan mencapai target yang agar bisa terus melayani ummat.

Dalam agenda ziarah ini. Beberapa tempat dikunjung, yaitu makam Sunan Ampel, KH Hasan Gipo, Makam KH Syaikhona Cholil di Bangkalan, makam KH Hasyim Asy’ari dan KH Abdul Wahab Chasbullah.

Ini Lima Langkah Gubernur Khofifah Wujudkan Pemilu 2024 Kondusif

0

SURABAYA, TelusuR.ID – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyiapkan lima langkah untuk mewujudkan Pemilihan Umum (Pemilu) 2024 yang kondusif. Lima langkah antisipasi ini penting dilakukan untuk mewujudkan Pemilu yang tertib, damai dan kondusif. Terlebih, pesta demokrasi selalu disambut meriah oleh masyarakat termasuk di Jatim.

“Jumlah penduduk Jawa Timur berdasarkan data BPS dan hasil sensus penduduk tahun 2020 itu 40,67 juta jiwa. Pada Pemilu 2024 nanti jumlah pemilih tetap di Jawa Timur sejumlah 31,402 juta pemilih. Oleh karena itu dibutuhkan langkah preventif untuk menjaga susana agar tetap kondusif,” ujar Khofifah saat menghadiri Forum Diskusi Sentra Penegakan Hukum Terpadu (Gakkumdu) Wujudkan Pemilu Bersih di Surabaya, Selasa (8/8/2023).

Tokoh Nahdliyin Inspiratif versi Forkom Jurnalis Nahdliyin ini kemudian merinci lima langkah antisipasi terhadap potensi gangguan Pemilu tersebut. Yang pertama yaitu seluruh elemen masyarakat harus menghindari politisasi birokrasi dengan jalan menempatkan ASN pada posisi netral. Berikutnya, dalam kampanye juga harus dihindarkan penggunaan fasilitas negara.

Yang kedua, adalah menghindari politik uang untuk mempengaruhi pilihan masyarakat. Ini berarti ikut mengedukasi masyarakat untuk tidak terpengaruh money politics.

“Selanjutnya adalah menghindari penggunaan ujaran kebencian, SARA, hoax, ataupun kampanye hitam melalui media massa dan ruang publik. Keempat, setiap pelanggaran pemilu harus ditindak tegas demi Pemilu yang berintegritas dan berkualitas,” terangnya.

Yang kelima, lanjut Khofifah, semua pihak harus menggunakan jalur hukum dalam proses penyelesaian sengketa pemilu. Sehingga, semua konflik bisa diselesaikan secara adil dan penuh transparansi.

“Untuk mewujudkan suasana yang kondusif , saya minta kerjasama semua pihak untuk berpartisipasi dalam kesuksesan Pemilu yang akan datang. Karena seperti pesan Pak Mahfud Menkopolhukam, Pemilu bertujuan mencari pemimpin bersama bukan mencari musuh. Jadi perlu untuk menjaga keamanan dan kedamaian di masa ini,” pungkasnya.

Sementara itu MenkoPolhukam RI Mohammad Mahfud MD menyampaikan bahwa pihaknya bersama forum Gakkumdu bertujuan untuk memastikan dan memberi keyakinan kepada kita bahwa pemilu tahun 2024 pada posisi siap.

Selain itu juga untuk membekali kepada para petugas dan kepada rakyat agar dilaksanakan Pemilu yang berkualitas baik kepada penyelenggara maupun kesadaran rakyat sendiri.

“Insyaallah 99% sudah siap dan jadi Insya Allah, sehingga jangan ada keraguan ya,” katanya.

Turut hadir dalam acara tersebut, antara lain Sekjend Kemenko Polhukam, Deputi Bidkoor Hukum dan Ham Kemenkopolhukam RI Sugeng Pramono, Jaksa Agung Muda Pidana Umum Kejaksaan Agung RI Fadil Zumhana, Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Farid Makruf, Kajati Jawa Timur Mia Amiati, serta pimpinan partai politik.

Gus Lilur Beri Motivasi Pelaku UMKM Naik Kelas

0
Gus Lilur, Ketua Umum Nusa Bangsa Indonesia (NBI) saat menyambangi Kedai Bakso Bucin Wiyungan di kawasan Wiyung, Surabaya. foto : istimewa.

SURABAYA, TelusuR.ID – Pengusaha tambang, KRH. Khalilur R. Abdullah Sahlawiy menunjukan dukungannya kepada pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM). Pria yang akrab disapa Gus Lilur itu, mendorong pelaku UMKM agar naik kelas atau next level menjadi pengusaha besar, bahkan industri

Pernyataan itu disampaikan owner Bakso Prasmanan Bucin Wiyungan, Bunda Cindy. Ia mengaku mendapat motivasi dan support dari sosok Gus Lilur, saat ia menyambangi kedai Bakso Bucin Wiyungan.

“Gus Lilur menunjukan perhatian yang besar kepada pelaku UMKM seperti saya. Kedatangan beliau ke kedai, menjadi motivasi bagi saya untuk berhasil dalam bisnis kuliner,” kata perempuan yang familiar dengan nama Bucin itu, Senin (31/7/2023).

Perempuan asli Wonogiri ini mengaku banyak ilmu yang ia dapat dari Gus Lilur. Ia berpesan agar pelaku UMKM harus ulet dan kreatif. Ketua Umum Nusa Bangsa Indonesia (NBI) itu juga agar pelaku usaha tidak boleh puas diri.

Bunda Cindy melanjutkan, Gus Lilur juga memotivasi agar dirinya sebagai pelaku UMKM agar maju dan berkembang. Bahkan Gus Lilur mendorong agar kedai Bakso Bucin Wiyungan segera membuka cabang baru.

“Kedatangan Gus Lilur tidak sekedar datang dan mengicipi bakso di kedai. Bahkan beliau menantang kedai Bakso Bucin Wiyungan segera membuka cabang baru,” ujar Cindy.

Sementara itu, Gus Lilur mengatakan banyak pelaku UMKM yang kualitas produk dan pelayanannya tak kalah dengan kuliner kelas restoran. Ia menyontohkan kedai Bakso Bucin Wiyungan.

Menurut alumni santri Pesantren Bahrul Ulum Tambak Beras, Jombang itu, pelaku UMKM harus disupport agar mereka naik kelas. Dengan begitu bisa menggerakkan ekonomi dan nembuka lapangan kerja baru.

“Untuk Bakso Bucin Wiyungan hanya ada satu kata, enak. Saya mendorong agar Bunda Cindy membuka cabang baru, agar makin banyaknmasyarakat yang bisa menikmati kuliner bergizi yang enak dengan harga terjangkau,” pungkasnya.