TelusuR.ID

Beranda blog Halaman 160

Tablig Akbar Jamaah Transmigran, Wamen Viva Yoga Doakan Warga Kuamang Kuning Dijauhkan dari Bencana dan Terus Menjaga Persatuan

0

Jambi, TelusuR.ID – Ribuan warga memadati Lapangan Desa Karya Harapan Mukti, Kecamatan Pelepat Ilir, Kabupaten Bungo, Jambi, Minggu (7/12/2025), untuk mengikuti tablig akbar yang digelar Ikatan Muslim Kuamang Kuning (IMKK). Kehadiran Wakil Menteri Transmigrasi Viva Yoga Mauladi membuat suasana semakin semarak. Ia disambut lantunan sholawat badar ketika memasuki kawasan yang dikenal sebagai salah satu sentra transmigrasi terbesar di Jambi itu.

Acara bertema “Membentang Harapan, Menguatkan Peradaban, Transmigrasi Sebagai Jalan Berkah Untuk Generasi Muda ke Depan” itu juga dihadiri Wakil Gubernur Jambi Abdullah Sani, Bupati Bungo Dedy Putra, Wakil Bupati Tri Wahyu Hidayat, Dandim, Kapolres, kepala kejaksaan, serta perangkat pemerintah dari kabupaten hingga desa. Pengasuh Pondok Pesantren Sunan Kalijogo Sragen, KH Mawardi, hadir sebagai penceramah utama.

Tablig akbar berlangsung tertib dengan pengamanan dari TNI, Polri, Satpol PP, Banser, dan Perguruan Silat Setia Hati Teratai. Selain menjadi ruang silaturahmi dan pendalaman ilmu agama, gelaran ini juga dimanfaatkan para pelaku UMKM untuk menjajakan dagangan mereka.

Viva Yoga Kenang Kunjungan Presiden Soeharto

Dalam sambutannya, Viva Yoga menyampaikan kegembiraannya bisa hadir di Kuamang Kuning. Ia menyinggung sejarah penting wilayah tersebut sebagai kawasan transmigrasi.
“Kuamang Kuning dibuka sebagai kawasan transmigrasi pada 1985. Setahun kemudian Presiden Soeharto dan Menteri Transmigrasi Martono datang meninjau langsung,” ujarnya. “Hadirnya Presiden menunjukkan bahwa kawasan ini sangat penting.”

Ia menambahkan, kini di era pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, urusan transmigrasi kembali menjadi kementerian tersendiri, sebagaimana pada masa Soeharto.

Viva Yoga mengapresiasi perkembangan Kuamang Kuning yang kini tumbuh menjadi desa maju dan sejahtera. Mayoritas warga yang bekerja sebagai petani sawit dinilai mampu meningkatkan ekonomi keluarga. “Saya mendengar di sini setiap bulan ada yang berangkat umrah,” katanya disambut tepuk tangan para jamaah.

Paradigma Baru Transmigrasi

Menurut Viva Yoga, keberhasilan transmigran Kuamang Kuning mencerminkan paradigma baru transmigrasi yang tidak sekadar memindahkan penduduk, melainkan fokus pada peningkatan kesejahteraan.
Ia mencontohkan perjuangan generasi pertama yang menerima dua hektare lahan dan dengan ketekunan mampu mengubah hutan menjadi kebun sawit produktif. “Sekarang generasi kedua sudah menikmati hasilnya,” ujarnya.

Ia menekankan bahwa aktivitas ekonomi yang tumbuh dari masyarakat transmigran mampu menghadirkan pusat-pusat pertumbuhan baru serta membangun peradaban sosial dan budaya di wilayah tersebut.

Dalam doanya, Viva Yoga memohon agar warga Kuamang Kuning diberi kesehatan, rezeki berlimpah, dijauhkan dari bencana, dan terus menjaga kerukunan serta silaturahmi.

Tampung Aspirasi Warga Soal Pembangunan Jalan

Usai acara tablig akbar, Viva Yoga bertemu puluhan transmigran dari kawasan Batin III Ulu di Kantor Desa Karya Harapan Mukti. Mereka menyampaikan aspirasi terkait pengaspalan jalan di SP I dan SP II Desa Sungai Telang.

Didampingi Bupati Bungo Dedy Putra, Viva Yoga menegaskan bahwa pemerintah pusat akan merespons kebutuhan tersebut. “Program pembuatan jalan nonstatus ini akan dianggarkan dalam APBN Tahun Anggaran 2026,” ujarnya di hadapan perwakilan transmigran.

Dengan janji itu, warga berharap akses jalan di kawasan transmigrasi semakin baik sehingga mobilitas dan kegiatan ekonomi bisa berkembang lebih pesat.

LBHAM : Ada Dugaan Pelanggaran HAM dan Lingkungan Pada Bencana di Sumatera dan Aceh

0

JOMBANG, TELUSUR.ID – Dalam konteks bencana di Sumatra dan Aceh, Faizuddin FM dari Lembaga Bantuan Hak Asasi Manusia menyoroti dugaan menguat adanya penerbitan izin usaha yang mendorong praktik deforestasi dan alih fungsi lahan, itu bertentangan dengan peraturan-perundang-undangan dan asas-asas umum pemerintahan yang baik.

“Situasi ini mengindikasikan bahwa proses penerbitan izin usaha oleh pemerintah tidak didahului dengan uji tuntas lingkungan hidup dan hak asasi manusia (HAM) yang memadai. Proses penerbitan juga tidak melibatkan masyarakat yang paling berpotensi terdampak,” ujarnya, Senin (8/12).

“Terungkap fakta sepanjang 2019-2025, misalnya, telah terjadi kehilangan hutan hingga 94.286 hektare (ha) di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat. Hingga 2024, jutaan ha perkebunan sawit sudah terparkir di tiga wilayah tersebut: 565.135 ha di Aceh, 2.018.727 ha di Sumatra Utara, dan 555.076 ha di Sumatra Barat” imbuh aktivis HAM asal jombang.

Fakta lain terungkap Tercatat periode 2020-2024 di Sumatera sebanyak ratusan ribu hektar hutan dirusak. Berlangsung sistemik dan berkelanjutan, terlihat dari citra satelit yang menunjukkan kerusakan di kawasan konservasi dan hutan lindung seperti di wilayah perbukitan Taman Nasional Kerinci Seblat. Diperparah tambang ilegal dan pembalakan liar. Deforestasi menyebabkan tidak ada pohon yang berfungsi menyerap air, sehingga limpasan air yang besar berujung pada banjir dan genangan air seperti di Kota Padang.

Bencana banjir bandang ini tak lepas dari kewajiban dan tanggung jawab negara, karena penyebabnya tak sekedar tingginya curah hujan tapi berkaitan dengan aktivitas deforestasi dan masifnya pemberian izin-izin konsesi pada perusahaan pertambangan dan perkebunan. Pemerintah gagal dalam tata kelola kawasan hutan dengan memberikan atau mempermudah izin-izin usaha perkebunan, pertambangan dan juga maraknya alih fungsi lahan demi proyek PLTA yang tersebar di berbagai titik di wilayah Sumatera.

“Kelalaian pemerintah terhadap pengalihfungsian hutan yang menyebabkan banjir bandang dapat menimbulkan konsekuensi hukum berupa tanggung jawab perdata, sanksi administrasi, dan bahkan sanksi pidana bagi pejabat terkait, berdasarkan UU yang berlaku di Indonesia. Maka saya mendorong warga terdampak menggugat secara kolektif karena terdapat jumlah korban yang sangat besar dengan pola kerugian yang serupa. Dari sisi ekonomi dan sosial, kerugian itu meliputi rusaknya rumah dan kendaraan, hilangnya mata pencaharian, terganggunya pendidikan, hingga gangguan kesehatan selama pengungsian. Gugatan dapat diajukan dengan argumentasi hilangnya ruang resapan air dan akar pengikat tanah sebagai kerusakan lingkungan karena penerbitan izin usaha yang tidak akuntabel dan minim partisipasi. Pengawasan laju deforestasi juga tidak dilaksanakan secara bertanggung jawab. Akibatnya adalah pelbagai kerugian seperti yang dialami warga terdampak saat ini. ” Pungkas Gus Faiz sapaan akrabnya.

Harga Ayam di Pasar Jombang Tembus Rp 36 Ribu, Ini Pengaruhnya ?

0

JOMBANG, TELUSUR.ID – Menjelang Libur Nataru, sejumlah bahan pokok mengalami kenaikan. Seperti harga daging ayam di Pasar Pon Jombang kembali merangkak naik menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru tersebut.

Kenaikan tersebut, sudah mulai terlihat sejak pekan lalu, dari harga normal Rp 32.000–33.000 per kilogram kini menembus Rp 36.000 per kilogram.

Diulaskan, Dewi Nurkamaru (51), salah satu pedagang daging ayam di Pasar Pon. Ia menyampaikan kenaikan harga kali ini terjadi lebih cepat dibanding tahun sebelumnya. Menurutnya, harga sudah naik kisaran 3 ribu dari sebelumnya. Kini di kisaran Rp 35.000 hingga Rp 36.000 per kilogram.

“Kalau normalnya kemarin Rp 32.000–33.000 per kilo. Tapi kalau sudah dekat Natal dan tahun baru memang pasti naik. Sekarang tiap hari naiknya,” ujar Dewi Senin (8/12).

Dewi menyebut kenaikan ini tidak hanya terdampak oleh Nataru. Melainkan juga adanya program pemerintah Makan Bergizi Gratis (MBG) ikut mendorong kenaikan harga.

Menurutnya, permintaan ayam dari berbagai sektor meningkat sehingga stok dari pemasok lebih cepat terserap.

“Ada program MBG itu juga. Jadi permintaan naik terus. Barang-barang lain juga ikut naik, akhirnya ayam juga ikut naik,” jelasnya.

Meski perayaan Natal masih beberapa minggu lagi, Dewi memprediksi harga saat ini sudah mendekati batas tertinggi untuk pasaran Jombang. Kendati demikian, ia tidak menutup kemungkinan harga akan kembali naik jika pasokan menipis.

“Kayaknya pasarnya kuatnya segitu (Rp 35–36 ribu). Tapi enggak tahu kalau nanti naik lagi. Tahun kemarin juga segitu. Paling tinggi itu pas hari raya, bisa sampai Rp 40 ribu kalau Lebaran, karena yang beli banyak,” ungkapnya.

Ia menilai, saat ini harga daging ayam untuk turun kembali ke Rp 30.000 per kilogram hampir mustahil. “Ada MBG, jadi ayam untuk turun Rp 30.000 itu kayaknya enggak bisa,” tambahnya.

Kenaikan harga ini berdampak langsung pada minat beli masyarakat. Dewi mengaku omzetnya mulai menurun karena banyak pelanggan yang mengurangi jumlah belanjaan.

“Ya tidak begitu ramai. Pembeli juga enggak berani beli banyak. Katanya uangnya harus dibagi-bagi karena semua harga naik, cabai dan yang lain-lain juga naik,” katanya.

Dalam kondisi normal, ia bisa menghabiskan hingga 5 kuintal ayam pada hari paling ramai. Namun saat ini jumlah tersebut menurun cukup signifikan.

“Sekarang keluar barangnya sedikit, berkurang. Kecuali kalau ada pesanan khusus,” terangnya.

Selain daging ayam, ia juga menjual bagian ayam lainnya seperti balungan ayam yang dijual dengan harga Rp 5.000 per kilogram, dan jeroan ayam dipatok Rp 30.000 per kilogram.

Sementara, keluhan datang dari salas satu pembeli, Umrotin (43)mengaku kenaikan harga ini cukup memberatkan, terutama karena ia membeli ayam sebagai bahan baku untuk jualan mie ayam.

“Biasanya saya bisa beli agak banyak untuk jualan mie ayam, tapi sekarang harus dikurangi soalnya mahal. Modal makin besar, sementara kalau harga jual dinaikkan pelanggan pasti banyak yang protes,” keluhnya.

Ia mengatakan, kondisi ini memaksanya lebih berhati-hati dalam mengatur modal harian. Jika biasanya ia membeli beberapa kilogram dalam sekali belanja, kini jumlah itu harus dipangkas agar pengeluaran tidak membengkak.

“Kalau harga naik segini, ya jelas berat buat pedagang kecil. Kita ini nyesuaiin sama pelanggan juga. Kalau mie ayam dinaikkan harganya, takutnya malah makin sepi,” ucapnya.

Umrotin berharap pemerintah maupun pemasok dapat melakukan langkah stabilisasi sehingga harga ayam tidak terus berada di level tinggi seperti sekarang.

“Semoga cepat turunlah, biar pedagang kecil kayak kami enggak makin susah,” pungkasnya.

12 Anggota Berprestasi Di Apresiasi Kapolres Jombang

0

JOMBANG, TELUSUR.ID – Kapolres Jombang, AKBP Ardi Kurniawan, S.H., S.I.K., CPHR, memberikan penghargaan atau reward kepada 12 anggota Polres Jombang yang menunjukkan prestasi luar biasa dalam pelaksanaan tugasnya, Senin (8/11/2025).

Kegiatan tersebut diselenggarakan di Lapangan Polres Jombang sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi, integritas, dan kinerja maksimal para personel dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.

Dalam sambutannya, Kapolres menegaskan pentingnya memberikan motivasi kepada anggota yang berprestasi agar terus meningkatkan profesionalisme dan semangat kerja. “Penghargaan ini merupakan bentuk apresiasi dari pimpinan kepada anggota yang telah memberikan kontribusi nyata dalam tugas kepolisian. Kami berharap prestasi ini menjadi inspirasi bagi seluruh anggota Polres Jombang,” ujar AKBP Ardi.

Lebih lanjut, Kapolres menambahkan, “Setiap keberhasilan yang dicapai oleh anggota bukan hanya membanggakan institusi, tetapi juga menjadi bukti bahwa Polri selalu hadir memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat. Saya ingin seluruh personel menjadikan momentum ini sebagai pengingat bahwa kerja keras selalu membawa hasil.”

Dua belas personel yang menerima penghargaan berasal dari berbagai satuan kerja di lingkungan Polres Jombang. Mereka berhasil menorehkan prestasi di berbagai bidang, mulai dari pengungkapan kasus, peningkatan kualitas pelayanan publik, hingga inovasi dalam pelaksanaan tugas kepolisian.

Secara khusus, Kapolres memberikan apresiasi kepada anggota Satlantas Polres Jombang atas keberhasilan mereka dalam mengungkap kasus pencurian mobil Avanza dengan nomor polisi L 1207 BT warna silver dari Surakarta. Selain itu, penghargaan juga diberikan kepada personel yang telah menunjukkan dedikasi tinggi dengan menjadi bagian dari pasukan perdamaian PBB dari Polda Jatim–Polres Jombang pada periode 2024 hingga 2025.

“Saya sampaikan terima kasih atas dedikasi dan kinerja luar biasa dari Satlantas Polres Jombang. Mulai dari keberhasilan mengungkap kasus curanmor hingga menjaga keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas di wilayah Jombang,” tutur AKBP Ardi.

Kapolres juga kembali menegaskan komitmen institusi dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik. “Ke depan, saya berharap setiap anggota semakin meningkatkan disiplin, loyalitas, dan tanggung jawab. Polres Jombang harus menjadi contoh nyata bagaimana kepolisian bekerja dengan hati dan integritas,” ucapnya.

Kegiatan pemberian penghargaan tersebut turut dihadiri oleh para pejabat utama Polres Jombang serta personel lainnya, yang memberikan dukungan dan apresiasi kepada para penerima reward.

Dengan adanya penghargaan ini, diharapkan seluruh personel Polres Jombang semakin termotivasi untuk terus meningkatkan kinerja, profesionalisme, dan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

“Cegah Banjir, TNI–Polri dan Warga Nogosari Kompak Bersihkan Sampah di Kali Miri”

0

Boyolali, TelusuR.id – Koramil 13/Nogosari Kodim 0724/Boyolali bersama Anggota Polsek Nogosari dan masyarakat melaksanakan kerja bakti pembersihan sampah di sekitar jembatan Kali Miri, Desa Tegalgiri, Kecamatan Nogosari, Boyolali, (08/12/25).

Kegiatan gotong royong ini digelar sebagai wujud kepedulian terhadap lingkungan sekaligus mempererat hubungan emosional antara aparat dan masyarakat. Pembersihan dilakukan menyusul meningkatnya intensitas hujan serta potensi timbulnya genangan dan banjir akibat penumpukan sampah di aliran sungai.

Peltu Suyatno selaku pimpinan kegiatan menyampaikan bahwa aksi bersih-bersih tersebut merupakan langkah nyata dalam mencegah banjir dan menjaga kesehatan lingkungan.

“Kegiatan ini dilaksanakan sebagai upaya mencegah terjadinya banjir dan menjaga kebersihan lingkungan serta mengantisipasi penyakit akibat tumpukan sampah,” ungkapnya.

Ia menambahkan bahwa kerja bakti ini juga menjadi momen sosialisasi kepada warga agar tidak lagi membuang sampah sembarangan ke sungai.

“Harapannya setelah pembersihan ini, masyarakat semakin sadar untuk menjaga kebersihan air. Kesadaran bersama akan sangat membantu mengurangi risiko banjir maupun munculnya penyakit,” lanjutnya.

Kegiatan ini mendapat respon positif dari warga sekitar yang merasa terbantu dengan adanya pembersihan sampah di area tersebut. Kolaborasi antara TNI, Polri, dan masyarakat ini menjadi contoh sinergi kuat dalam menciptakan lingkungan yang bersih, aman, dan sehat.

 

(Agus Kemplu)

Peran Aktif Babinsa Danukudan Dalam Bantu Pendistibusian MBG di Sekolah

0

Surakarta,TelusuR.id – Babinsa Danukusuman Koramil 3/Serengan Kodim 0735/Surakarta Serda Tito bantu Pendistribusian Makan Bergizi Gratis (MBG) ke Sekolah di Wilayah Kelurahan Danukusuman Kecamatan Serengan Kota Surakarta. Senin (08/12/2025) pukul 09.00 wib.

Kegiatan ini merupakan bentuk dukungan penuh TNI AD Kodim 0735/Surakarta terhadap pemerintah didalam menjalankan program makan bergizi gratis (MBG) yang setiap hari harus disalurkan ke sekolah diwilayah kecamatan Serengan dari tingkat TK, SD, SMP, dan SMK didalam pelaksanaannya Babinsa turut membantu penyaluran makan bergizi gratis tersebut, Tutur Babinsa

Makan Bergizi Gratis merupakan bentuk kepedulian pemerintah untuk meningkatkan Gizi anak anak sekolah dan diharapkan anak anak sekolah mendapatkan Gizi yang cukup sehingga kedepannya menghasilkan generasi yang berkualitas yang dapat berguna bagi bangsa dan negara itulah salah satu harapan dari pemerintah, Tegasnya

 

(Agus Kemplu)

Senyum Terkembang dan Humanis, Cara Jitu Babinsa Tipes Jalin Kedekatan dengan Linmas

0

Surakarta, TelusuR.ID – Serka Sarmin dan Serka Anjasmoro Babinsa Tipes Koramil 03/Serengan Kodim 0735/Surakarta, melaksanakan obrolan santai dengan Linmas Selaku Keamanan Kelurahan dan wilayah yang beralamat di Cokrobaskoro III No 13 Tipes Rt 02/05 Serengan Kota Surakarta, Sabtu Pukul 08.30 Wib (06/12/2025).

Babinsa Tipes Serka Anjasmoro dalam kesempatan ngobrol santai dengan Linmas selaku perlindungan masyarakat, berpesan pentingnya menjaga kebersihan dan keamanan wilayah disetiap saat. Apalagi wilayah yang berada di seputaran Tipes penduduk sangat padat dan wilayahnya banyak kuliner yang di kunjungi para pejabat negara.

Selaku Babinsa Tipes menyampaikan kepada Linmas ada hal hal menonjol yang berpotensi menganggu keamanan di wilayah supaya selalu berkoordinasi dengan Babinsa maupun Aparat yang berwenang sehingga nantinya segala bentuk masalah atau gangguan dapat segera teratasi

(Agus Kemplu)

Sikapi PBNU : Berikut Kesimpulan Forum Kiai Sepuh di Tebuireng Jombang

0

JOMBANG, TELUSUR.ID – Sikapi Dinamika PBNU, Kiai sepuh dari jajaran Mustasyar dan Sesepuh Nahdlatul Ulama menggelar pertemuan terbatas di Ponpes Tebuireng.

Dalam forum yang digelar di Ndhalem Kasepuhan Pesantren Tebuireng tersebut fokus membahas dinamika yang tengah menghangat di struktur pimpinan PBNU.

Pertemuan Kiai Sepuh yang berlangsung sejak pukul 13.00 WIB hingga menjelang Maghrib itu membuahkan kesimpulan. Dalam forum sesepuh dan mustasyar Nahdlatul Ulama itu menghasilkan beberapa poin.

Diantaranya para ulama menyoroti isu pencopotan Ketua Umum PBNU, KH. Yahya Cholil Staquf yang dinilai tidak sejalan dengan aturan organisasi serta prosedur yang telah digariskan dalam AD/ART.

H.M Abdul Mu’id asal Pesantren Lirboyo, yang merupakan juru bicara menyebut forum berpandangan bahwa proses pemakzulan Ketua Umum tidak sesuai dengan aturan organisasi sebagaimana ketentuan AD/ART.

Dalam pembacaan hasil keputusan itu, HM. Abdul Mu’id yang didapuk membacakan kesimpulan tidak sendirian, ia didampingi oleh KH. Abdurrahman Kautsar Ploso, Kediri dan KH. Imron Mutamakkin dari Pasuruan.

Selain memandang pencopotan Gus Yahya sebagai Ketum PBNU cacat administrasi, mereka juga mengingatkan bahwa setiap keputusan strategis haruslah berlandaskan mekanisme resmi organisasi.

Meskipun begitu, forum juga tidak menutup mata terhadap adanya informasi mengenai kesalahan serius dalam pengambilan keputusan oleh Ketua Umum.

Meski demikian, lanjut ia, forum juga melihat adanya informasi kuat terjadinya pelanggaran atau kekeliruan serius dalam pengambilan keputusan oleh Ketua Umum yang perlu diklarifikasi melalui mekanisme organisasi secara menyeluruh.

Kemudian, forum merekomendasikan agar Rapat Pleno untuk menetapkan PJ Ketum PBNU tidak diselenggarakan sebelum seluruh prosedur dan musyawarah diselesaikan sesuai ketentuan organisasi.

Oleh karena itu, mereka mendorong klarifikasi menyeluruh melalui musyawarah internal yang sah.

Mu’id menekankan bahwa penyelesaian persoalan ini harus ditempuh secara lengkap dan terukur, sebelum adanya langkah penetapan pejabat pengganti atau keputusan lain yang bersifat final.

Situasi saat ini, para kiai mengingatkan seluruh pihak untuk meredam gesekan agar ketenangan organisasi tetap terjaga. Mereka menolak pelibatan lembaga eksternal dalam menangani masalah ini demi menjaga martabat NU sebagai organisasi keagamaan terbesar di Indonesia

Mu’id juga menegaskan, persoalan ini hendaknya diselesaikan melalui mekanisme internal NU, tanpa melibatkan institusi atau proses eksternal.

“Demi menjaga kewibawaan jam’iyyah dan memelihara NU sebagai aset besar bangsa,” imbuhnya, Sabtu (6/12).

Pertemuan ini juga terlihat kehadiran sejumlah tokoh penting NU dari berbagai unsur kepengurusan. Beberapa di antaranya hadir secara langsung, sementara lainnya mengikuti jalannya forum melalui sambungan daring.

Berikut nama-nama tokoh yang hadir mengikuti forum tersebut antara lain:

Selaku tuan rumah atau Shohibul Bait & Shohibul Hajat yakni KH. Dr. Umar Wahid dan KH. Abdul Hakim Mahfudz.

Sesepuh & Mustasyar NU:

Prof. Dr. KH. Ma’ruf Amin (hadir via Zoom)
Prof. Dr. KH. Said Aqil Siradj
KH. Anwar Manshur
KH. Nurul Huda Djazuli
KH. Abdullah Ubab Maimoen (hadir via Zoom)
Hj. Shinta Nuriyah Abdurrahman Wahid (via Zoom)
Hj. Mahfudloh Wahab

Syuriyah & Tanfidziyah PBNU:

H. Mohammad Nuh
H. Nur Hidayat
KH. Ali Akbar Marbun
KH. Said Asrori
KH. Yahya Cholil Staquf
KH. Mu’adz Thohir
H. Amin Said Husni
H. Sumantri

Juru Bicara forum
1. HM. Abdul Mu’id Lirboyo
2. KH. Abdurrahman Kautsar Ploso
3. KH. Imron Mutamakkin Pasuruan.

Polisi di Jombang Sukses Raih 14 Gelar Akademik Dari Sarjana Hingga Doktoral, Ini Kiatnya

0

JOMBANG, TELUSUR.ID – Sejak lulus SMA tahun 2013, Endy Satya Rahmanto melanjutkan cita-cita dengan mendaftar Bintara dan dinyatakan lulus. Setelah 2 tahun, lalu ia dipindahtugaskan dan ditempatkan di Polres Jombang.

Tak disangka, seorang anggota polisi berpangkat Brigadir di Jombang ini mempunyai gelar akademik hingga 14 kelulusan yang ditempuhnya. Mulai sarjana hingga Doktoral.

Meski dengan kesibukan sebagai anggota Polri, ia dapat menyelesaikan studinya sambil tetap menjalankan tugas sebagai polisi. Tak pernah ia melanggar tugas sebagai pengayom masyarakat dan itu menjadi tugas utama.

Dan ia pun mampu meraih gelar akademiknya dengan biaya mandiri. Dari satu perguruan tinggi ke perguruan tinggi yang lain ia mulai menjelajahi berbagai disiplin ilmu.

“Alhamdulillah, saya sangat bersyukur bisa belajar dan menambah wawasan juga teman dari berbagai komunitas,” ujar Mas Endy, sapaan karibnya.

Di dinding rumah sederhananya di Desa Plosogeneng, Kecamatan/Kabupaten Jombang, barisan foto wisuda seakan membentuk galeri prestasi pribadi.

Setiap toga, setiap senyum di balik kain hitam, menceritakan sebuah bab dalam perjalanan luar biasa Brigadir Polisi Endy Satya Rahmanto. Ia bukan profesor, melainkan anggota Satuan Lalu Lintas Polres Jombang yang dalam sembilan tahun terakhir telah mengoleksi 14 gelar akademik.

Di usia yang masih terbilang muda 31 Tahun ini mampu menyelesaikan kuliah dan tugas kepolisian di satu waktu. Ia menuturkan, awal mula menempuh pendidikan sarjana tahun 2016 dan lulus tahun 2019.

Saat itu, ia baru pindah tugas di Kabupaten Jombang. Kata dia, banyak waktu luang yang bisa digunakan untuk mengenyam pendidikan meneruskan cita-cita, juga menambah wawasan dan relasi.

“Saya hanya ingin menjadi sarjana hukum yang baik, namun itu masih ada cita-cita menjadi dokter,” tutur Endy, sembari menatap foto pertama gelar sarjananya.

Saat itu, ia juga tak membayangkan gelar S.H menjadi gerbang pembukaan cakrawala bagi dirinya. Ia masih merasa belum maksimal akan ilmu dan ketertarikannya untuk belajar semakin tinggi.

Nah, dari sinilah menjadi awal mula obsesi intelektual yang justru lahir setelah satu tujuan tercapai. Ia bertekad mendalam berbagai keilmuan untuk menunjang tugasnya juga di kepolisian.

“Setelah lulus itu, ada rasa kurang puas dan masih ingin terus menggali ilmu lainnya. Ya, itung-itung menambah wawasan dan kompetensi diri, juga koneksi,” ujar ia menegaskan.

Dari titik itu, hidup Endy berubah menjadi sebuah mozaik jadwal yang ketat. Sambil tetap menjalankan tugas sebagai polisi, ia mulai menjelajahi disiplin ilmu lain.

Kunci efisiensinya adalah program alih kredit atau Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL), yang memungkinkannya mengambil mata kuliah di beberapa kampus sekaligus tanpa mengulang materi yang sama.

Ia membeberkan, melihat ada peluang di situ, tentu dimanfaatkan sebaik mungkin. Dimana waktu yang bagi orang lain mungkin kosong, bisa saya isi dengan kelas lain.

“Dari kampus ke kampus, dari jurusan ke jurusan, ini membuktikan bahwa kesibukan bukan halangan,” imbuhnya.

Endy pun meraih gelar Akuntansi dan Magister Administrasi Publik di Universitas W.R. Supratman Surabaya, sambil menyelesaikan Magister Hukum dan S1 Manajemen di Uniska.

Perjalanannya kemudian meluas ke Sistem Informatika di Universitas Nahdlatul Ulama (UNU), Kenotariatan dan bahkan Doktor Ilmu Hukum di Universitas Islam Sultan Agung (Unissula), serta Hubungan Internasional di Universitas Jenderal Achmad Yani (Unjani).

Tahun 2025 menjadi tahun puncak dengan tiga gelar S1 sekaligus, yakni Psikologi (Undar Jombang), Ilmu Keperawatan (ITSKes ICME Jombang), dan Ilmu Komunikasi (Universitas Terbuka).

“Yang paling berat justru Psikologi dan Keperawatan. Keduanya wajib tatap muka penuh, dan bisa jadwalnya berbenturan, tapi harus diselesaikan,” ungkapnya.

Di tengah deretan prestasinya, ada satu gelar yang belum terselesaikan, yakni Kedokteran Gigi di Universitas Kadiri. Namun, penundaan ini justru menunjukkan prioritas sejati Endy.

Pada Oktober 2024, ia memutuskan cuti kuliah untuk menjawab panggilan negara sebagai Pasukan Perdamaian PBB di Afrika Tengah, dan baru kembali setahun kemudian tepatnya pada Oktober 2025.

“Mau gak mau kewajiban ini harus dilaksanakan. Ada panggilan tugas. Prinsip saya jelas, tugas utama sebagai polisi dan negara tidak boleh terganggu. Kalau ada konflik, kuliah yang saya tinggalkan,” tegasnya.

Namun demikian, dukungan dari pimpinan dan rekan di Polres Jombang, dengan izin yang selalu diberikan asalkan tugas utama tetap berjalan, menjadi penyangga utama perjalanannya.

“Tugas dikepolisian paling utama,” tegasnya.

Membiayai 14 gelar bukan perkara mudah. Endy mengakui dengan jujur bahwa Surat Keputusan (SK) pengangkatannya sebagai polisi pernah ia gunakan sebagai jaminan kredit.

“Peran ibu yang mendukung semua ini. Saya selalu minta doa restu ibu. Selain itu, kadang juga minta bantuan ibu, namun tetep diganti tempo waktu nanti, seperti saat pulang dinas dari misi PBB kemarin,” terangnya.

Dari situ, justru memperlihatkan sisi humanis di balik sosoknya yang sering dilihat sebagai ‘superman’ akademik. Bagi Endy, setiap gelar bukanlah sekadar tambahan gelar di depan atau belakang namanya. Ia melihatnya sebagai perangkat tambahan untuk mengabdi.

“Setiap ilmu yang saya dapat, saya cari kaitannya dengan tugas kepolisian. Psikologi untuk memahami masyarakat, komunikasi untuk penyuluhan, hukum tentu dasarnya, bahkan keperawatan berguna di lapangan saat pertolongan pertama,” jelasnya.

Kini, dengan 14 gelar di pundaknya dan pengalaman penugasan PBB, Brigadir Endy bercita-cita mengikuti Sekolah Perwira. Setelah itu, barulah ia berniat menyelesaikan gelar kedokteran giginya.

Ia pun meminta doa restu dan berharap bisa menyelesaikan tugasnya bisa mengikuti sekolah perwira dan meraih gelar ke 15 di bidang kedokteran nantinya.

“Mohon doanya ya, semoga bisa ikut sekolah perwira, dan raih gelar dokter,” tuturnya.

Dirinya juga menegaskan bahwa awal mula memulai karir di kepolisian di tahun 2013 lalu tanpa dipungut biaya sama sekali.”Saat itu, setelah lulus 2013 langsung berniat mengikuti seleksi masuk Bintara kepolisian. Alhamdulillah dinyatakan lulus,” tandasnya.

Kiat yang tinggi tak terbatas waktu, pengabdian dan ilmu. Itulah gambaran, meski ruang kelasnya mungkin akan selalu berpindah, dari kampus ke kampus, hingga ke medan penugasan.

Namun, satu hal yang tetap, yakni tekadnya untuk terus belajar dan mengimplementasikan ilmu, semua demi lampu hijau bagi pelayanan yang lebih baik kepada masyarakat.

Endy ingin membuktikan bahwa semangat belajar dan pengabdian bisa menyatu, menciptakan sebuah teladan tentang bagaimana ilmu pengetahuan bisa hidup dan bernafas di tengah denyut nadi tugas seorang abdi negara.

“Pengabdian dan belajar itu bisa ditempuh. Tentunya dengan doa orang tua dan juga niat itulah yang menjadi motivasi, saya selalu meminta doa ibu,” pungkasnya.

Praja Putra Peduli Galang Donasi Untuk Korban Banjir di Sumatera dan Aceh

0

JOMBANG, TELUSUR.ID – Sebagai bentuk keprihatinan dan kepedulian terhadap korban banjir bandang di Sumatera dan Aceh MI-RA-PAUD berkolaborasi dengan Praja Putra Peduli menggalang dana kemanusiaan.

Salah satu Wali kelas, Ahmad Fauzan Hasan mengatakan, kita harus berbuat sekecil apapun yang bisa kita lakukan. Jujur untuk membantu para korban tidak mungkin dilakukan sendirian, butuh uluran tangan, kolaborasi bersama.

Setidaknya untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari korban bencana banjir bandang di Sumatera dan Aceh.

“Saya mengajak seluruh pihak termasuk murid dan para wali murid untuk bersama-sama menolong saudara-saudara kita yang sedang membutuhkan uluran tangan kita,” kata pria asal pacarpeluk, Minggu (7/12).

Ahmad Fauzan Hasan menambahkan, upaya memberikan bantuan ini kami dilakukan untuk mengurangi beban para korban dalam memenuhi kebutuhan sehari-harinya seperti sandang, pangan dan papan, lebih dari itu penggalangan donasi ini juga bagian dari pendidikan Kepedulian murid Madrasah Ibtidaiyah (MI), Raudhatul Athfal (RA) dan Pendidikan Usia Dini (PAUD) di bawah naungan Yayasan Pendidikan Islam Praja Putra desa Sentul kecamatan Tembelang kabupaten Jombang”.

“Pentingnya pendidikan kepedulian bagi murid adalah untuk membentuk karakter yang peduli dan tangguh, meningkatkan kesiapsiagaan bencana sejak dini, serta membekali murid dengan pengetahuan dan keterampilan untuk melindungi diri dan membantu orang lain. Pendidikan ini tidak hanya menyelamatkan jiwa saat bencana terjadi, tetapi juga menumbuhkan kesadaran sosial dan tanggung jawab kolektif yang sangat penting dalam menghadapi bencana di kemudian hari”, imbuhnya.

Terima kasih kepada murid dan wali murid MI, RA dan PAUD yang sudah ikut berpartisipasi dalam kegiatan penggalangan donasi untuk korban banjir bandang di Sumatera dan Aceh, selanjutnya donasi yang sudah terkumpul sebesar. 1.359.000 (satu juta tiga ratus lima puluh sembilan ribu rupiah) akan kami salurkan ke korban banjir bandang di Sumatera dan Aceh melalui Lembaga Pendidikan Maa’arif NU Cabang Jombang. Semoga bermanfaat bagi saudara kita yang ada di Sumatera dan Aceh,” pungkasnya