TelusuR.ID

Beranda blog Halaman 132

Patroli Malam Babinsa Koramil Karanggede ciptakan rasa Aman

0

Boyolali,TelusuR.ID – Babinsa Koramil 16/Karanggede Kodim 0724/Boyolali yang dipimpin Serka Sutarto melaksanakan patroli bersama Sistem Keamanan Lingkungan (Siskamling) di Desa Tegalsari Kecamatan Karanggede Kabupaten Boyolali. Minggu (01/02/2026) malam. Kegiatan ini dilakukan untuk memastikan situasi kamtibmas tetap aman dan kondusif.

Patroli difokuskan pada pencegahan potensi gangguan keamanan, khususnya pada malam hari. Kehadiran Babinsa di tengah masyarakat diharapkan mampu memberikan rasa aman sekaligus meningkatkan kewaspadaan warga terhadap lingkungan sekitar.

Dalam kegiatan tersebut, Serka Sutarto turut berinteraksi dengan warga yang melaksanakan ronda malam. Ia mengimbau masyarakat agar terus menjaga kekompakan dan mengaktifkan siskamling sebagai langkah efektif mencegah gangguan keamanan.

Menurutnya, patroli ini juga menjadi sarana mempererat sinergi antara TNI dan masyarakat. Edukasi tentang pentingnya kebersamaan dan partisipasi aktif warga dalam menjaga ketertiban turut disampaikan kepada warga.

Warga pun menyambut positif kegiatan tersebut. Mereka merasa lebih aman dan nyaman dengan kehadiran Babinsa yang rutin melakukan patroli, sehingga tercipta lingkungan desa yang tertib dan kondusif.

(Agus Kemplu)

Hore, Pemkab Jombang Segera Realisasikan Perbaikan Insfrastruktur Jalan : Perkuat Akses Ekonomi Masyarakat

0
Ilustrasi pekerja melaksanakan pengaspalan (AI)

JOMBANG, TELUSUR.ID – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jombang telah mengalokasikan dana sebesar Rp13,5 miliar untuk memperbaiki lima jalur urat nadi ekonomi di Jombang yang rusak. Langkah ini diambil untuk memastikan bahwa pengerjaan jalan tidak terhambat oleh cuaca ekstrem atau lonjakan harga material di akhir tahun.

Kabid Bina Marga Dinas PUPR Jombang, Agung Setiaji, mengungkapkan bahwa seluruh dokumen teknis ditargetkan rampung pada Februari 2026. Dengan koordinasi ketat bersama konsultan, proses lelang akan segera dibuka pada Maret mendatang.

“Targetnya, pekerjaan fisik sudah bisa dimulai bulan April setelah proses pengadaan selesai,” terang Agung, dikutip Telusur.id, Senin (2//2/2026)

Pemkab Jombang telah menentukan prioritas perbaikan pada lima ruas jalan utama, yaitu Mojoagung – Mojoduwur, Made – Asemgede, Gebangbunder (Plandaan), Cukir – Mojowarno, dan Mojolegi – Panglungan. Anggaran untuk perbaikan jalan tersebut masing-masing sebesar Rp2,99 miliar, Rp2,89 miliar, Rp2,87 miliar, Rp2,80 miliar, dan Rp2,00 miliar.

Pemkab Jombang juga memperketat koordinasi dengan Bagian Pengadaan Barang dan Jasa (PBJ) untuk memastikan bahwa tidak ada keterlambatan yang dapat merugikan masyarakat.

Perbaikan infrastruktur ini bukan sekadar urusan aspal, melainkan misi untuk menekan angka kecelakaan dan mempercepat perputaran roda ekonomi antar-kecamatan.

Dengan jalur yang lebih layak, akses logistik dari pusat produksi ke pasar akan jauh lebih efisien dan murah. Pemkab Jombang berharap bahwa perbaikan jalan ini dapat memberikan kenyamanan bagi warga yang sering mengeluhkan hambatan mobilitas akibat kerusakan jalan.

Perbaikan jalan ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat Jombang dan meningkatkan perekonomian daerah. Dengan demikian, Jombang dapat menjadi lebih maju dan sejahtera.

Penyuluh Agama Islam Bidang Haji dan Umrah Bersama Amitra Gelar Seminar Inspirasi Haji

0

SURABAYA, TELUSUR.ID – Seminar Inspirasi Haji yang diselenggarakan oleh Penyuluh Agama Islam Bidang Haji dan Umrah di ruang aula Kantor Kementerian Haji dan Umrah Surabaya sukses menarik perhatian jamaah majelis taklim dari wilayah Surabaya Timur dan Utara.

Acara yang disponsori oleh Amitra ini bertujuan untuk memberikan motivasi serta pengetahuan mengenai pelaksanaan ibadah haji.

Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kota Surabaya, Hj. Sururil Faizin, M.Pd.I, dalam sambutannya menyampaikan bahwa kini warga Surabaya dapat langsung mendaftar haji di kantor Kementerian Haji dan Umrah yang baru dibuka di Jl. Pregolan Bunder, Surabaya.

“Bagi warga Surabaya yang ingin mendaftar haji, jangan kemana-mana, harus di KemenHaj Surabaya. Kami siap membantu para jamaah maupun calon jamaah haji dalam hal pembiayaan, terutama dengan kerjasama kami dengan lembaga pembiayaan syariah, seperti Amitra dan Bank Danamon Syariah,” kata Sururil, dalam keterangannya Minggu (1/2/2026). dikutip Telusur.id.

Dalam sesi pemaparan materi, Penyuluh Agama Islam Kemenag Surabaya Bidang Haji dan Umrah, H. Hasan El Djuney, menekankan pentingnya niat yang kuat dalam menjalankan ibadah haji.

Dia berpesan agar para jamaah senantiasa berharap dapat melaksanakan ibadah haji dengan sempurna dan memperoleh predikat haji mabrur.

“Haji itu adalah kewajiban, maka tunaikanlah setiap kewajiban yang Allah perintahkan. Mulailah dengan niat yang kuat atau ‘Azzam’ untuk mengeksekusinya dalam bentuk aksi nyata, yakni mendaftar haji. Dengan begitu, Anda sudah mendapatkan porsi atau antrian kepastian untuk berangkat haji. Setelah itu, tinggal memantaskan diri dengan memperbanyak belajar ilmu manasik haji,” paparnya.

Salah satu peserta seminar, Muhaimin, jamaah dari Tegalsari, berbagi pengalaman. Ia menyampaikan bahwa sudah mencoba menabung sendiri dari usia 20 tahun untuk mendaftar haji, namun uangnya sering terpakai untuk kebutuhan lain.

“Pada usia 40 tahun, saya belum bisa mengumpulkan 25 juta. Kini saya tekadkan untuk ikut program talangan haji via Amitra, agar bisa segera mendapatkan porsi haji dan melaksanakan ibadah haji,” tuturnya.

Acara ini juga dihadiri oleh jamaah dari berbagai majelis taklim di wilayah Surabaya Timur dan Utara, termasuk daerah Sukolilo, Mulyorejo, Bulak, Kenjeran, Tambaksari, Simokerto, Semampir, Pabean Cantikan, Bubutan, Krembangan, Wonokromo, Tegalsari, Genteng, dan Gubeng.

Para peserta tampak antusias mengikuti seminar yang memberikan wawasan baru mengenai persiapan dan tahapan-tahapan yang perlu dilakukan dalam melaksanakan ibadah haji dengan lancar dan penuh berkah.

Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi inspirasi dan motivasi bagi para calon jamaah haji untuk mempersiapkan diri dengan lebih baik dan dengan niat yang tulus dalam menjalankan ibadah haji, serta untuk memperkenalkan berbagai fasilitas dan kemudahan yang tersedia di Kementerian Haji dan Umrah Kota Surabaya.

Caption : Seminar Inspirasi Haji yang diselenggarakan oleh Penyuluh Agama Islam Bidang Haji dan Umrah di ruang aula Kantor Kementerian Haji dan Umrah Surabaya. foto: istimewa.

*Gatot Tuding Kapolri “Pembangkang”, Komrad: Ini Bukan Kritik—Ini Provokasi!

0

JAKARTA,TelusuR.ID — Pernyataan Gatot Nurmantyo yang menyebut Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo “pembangkang” dan “kurang ajar” menuai respons keras. Sejumlah pihak menilai, narasi itu bukan memperjelas persoalan, justru menggeser debat dari substansi tata kelola menjadi serangan personal.

Isu ini mencuat setelah Kapolri menegaskan penolakannya terhadap wacana Polri ditempatkan di bawah kementerian. Dalam rapat dengan Komisi III DPR, Kapolri menyebut akan memperjuangkan posisi Polri di bawah Presiden “sampai titik darah penghabisan”—ungkapan yang kemudian dipersoalkan dan dipelintir menjadi tudingan “pembangkangan”.

Koordinator Komrad Pancasila, Antony Komrad, menilai tuduhan Gatot salah alamat dan berpotensi memecah opini publik.

“Kalau yang diperdebatkan adalah desain kelembagaan Polri, ya debat dengan data dan konstitusi. Menyebut Kapolri ‘pembangkang’ dan ‘kurang ajar’ itu bukan kritik—itu provokasi yang memperkeruh suasana,” tegas Antony Komrad, Jumat (30/1/2026).

Menurutnya, publik boleh mengkritik frasa “titik darah penghabisan” karena terdengar berlebihan. Tetapi kritik harus diarahkan pada etika komunikasi pejabat, bukan dijadikan pintu masuk untuk menyerang pribadi.

“Silakan koreksi bahasanya. Tapi jangan bangun narasi seolah Kapolri melawan Presiden, padahal justru yang ditegaskan adalah Polri tetap di bawah Presiden sesuai aturan,” lanjut Antony.

Antony juga mengingatkan, perdebatan soal posisi Polri seharusnya fokus pada hal yang lebih penting: pengawasan, akuntabilitas, dan reformasi institusi, bukan adu label dan emosi.

“Kalau kita terus menggiring opini dengan kata-kata kasar, yang menang bukan reformasi, tapi kegaduhan,” tutupnya.

Patroli Tengah Malam, Babinsa Sambi Perkuat Siskamling Demi Lingkungan Aman dan Kondusif

0

Boyolali,TelusuR.ID – Upaya menjaga keamanan dan kenyamanan lingkungan terus digencarkan Babinsa Koramil 10/Sambi Kodim 0724/Boyolali. Serka Dwi Haryanto melaksanakan patroli Siskamling di Desa Sambi, Kecamatan Sambi, Kabupaten Boyolali, Sabtu malam (31/01/26).

Kegiatan yang dimulai pukul 22.00 WIB tersebut menyasar pemukiman warga. Serka Dwi Haryanto menyusuri lingkungan desa sambil memantau situasi dan memastikan kondisi wilayah tetap aman serta kondusif. Kehadiran Babinsa di tengah masyarakat pada malam hari menjadi bentuk nyata komitmen TNI dalam memberikan rasa aman kepada warga.

Menurutnya, patroli Siskamling bertujuan meningkatkan kewaspadaan sekaligus mencegah terjadinya hal-hal yang dapat merugikan masyarakat. Selain itu, patroli juga menjadi sarana respons cepat apabila ada warga yang membutuhkan bantuan atau pertolongan di malam hari.

Ia menegaskan bahwa menjaga keamanan lingkungan bukan hanya tugas aparat semata, melainkan tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat.

“Kegiatan Siskamling harus rutin dilaksanakan agar terjalin kebersamaan dan kekompakan yang positif antarwarga, sekaligus menumbuhkan kesadaran untuk peduli terhadap lingkungan,” ujarnya.

Serka Dwi berharap melalui patroli bersama, sinergi antara masyarakat, aparat keamanan, dan perangkat pemerintahan desa semakin kuat, sehingga tercipta suasana yang aman, nyaman, dan harmonis di wilayah Desa Sambi.

 

(Agus Kemplu)

Korwil Biddik Jatisrono Gandeng Koramil Jatisrono Berikan Pelatihan Kepada Perwakilan Guru SD

0

Wonogiri, TelusuR.ID- Dalam rangka meningkatkan kedisiplinan dan kemampuan dasar baris-berbaris di lingkungan sekolah, personil TNI dari Koramil 14/Jatisrono Kodim 0728/Wonogiri Pelda Ariyanto beserta tiga orang anggota Babinsa yakni Sertu Mianto,Sertu Agus Guridno dan Serda Miftahul memberikan pelatihan Peraturan Baris Berbaris (PBB) serta tata upacara bendera (TUB) kepada perwakilan guru sekolah dadar (SD) se-Kecamatan Jatisrono.

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya pembinaan teritorial sekaligus meningkatkan rasa cinta Tanah Air, menyamakan TUB di sekolah dan penguatan karakter bagi peserta didik melalui tenaga pendidik.

Pelatihan tersebut dilaksanakan pada, Sabtu (31/1/2026) bertempat di Pendopo Kecamatan Jatisrono dan di lapangan tenis Kecamatan Jatisrono dengan melibatkan perwakilan guru sekolah dasar (SD) se-Kecamatan Jatisrono sebagai peserta utama.

Pelda Ariyanto memimpin langsung jalannya pelatihan, mulai dari teori dasar PBB hingga praktik di lapangan. Materi yang diberikan meliputi sikap sempurna, penghormatan, hadap kiri-kanan, langkah tegap, serta teknik memberi aba-aba yang benar. Para guru juga dilatih bagaimana cara melatih murid dengan metode yang mudah dipahami dan sesuai usia siswa sekolah dasar.

Selain materi PBB, para pelatih juga memberikan pembekalan mengenai tata upacara bendera yang baik dan benar. Penjelasan meliputi susunan petugas upacara, pengibaran bendera yang sesuai aturan, pengaturan barisan peserta upacara, hingga etika dan prosedur pelaksanaan upacara setiap hari Senin maupun pada hari-hari peringatan nasional.

Pelda Ariyanto menyampaikan bahwa kemampuan guru dalam melatih PBB dan tata upacara bendera sangat penting, karena merekalah yang akan menjadi pembimbing langsung bagi para siswa. Dengan pelatihan ini, diharapkan upacara di sekolah-sekolah dapat berjalan lebih khidmat dan tertib, sekaligus mengajarkan nilai disiplin, tanggung jawab, dan cinta tanah air kepada generasi muda.

Bapak Kalis selaku ketua panitia didampingin Korwil Biddik Jatisrono ibu Lestari Ning Purwanti dan Ketua KKS Jatisrono Bapak Mulyadi menyambut baik program ini dan merasa terbantu dengan materi yang diberikan TNI dari Koramil 14/Jatisrono. Mereka menilai pelatihan ini menambah wawasan serta meningkatkan keterampilan mereka dalam membina siswa di sekolah masing-masing.

 

(Agus Kemplu)

Pusaran Korupsi Bea Cukai: KPK Bakal Panggil Sejumlah Produsen Rokok Terkait Suap Cukai

0

JAKARTA, TELUSUR.ID – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memastikan bakal memanggil sejumlah pihak dari perusahaan rokok terkait penyidikan dugaan korupsi di lingkungan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan.

Langkah ini diambil untuk mendalami keterlibatan korporasi dalam praktik lancung pengondisian pita cukai yang merugikan keuangan negara.

Deputi Bidang Penindakan dan Eksekusi KPK, Asep Guntur Rahayu, menegaskan bahwa pemanggilan produsen rokok dilakukan untuk mengonfirmasi keterangan dari saksi maupun tersangka yang telah diperiksa.

“Apakah produsen rokok akan dipanggil? Tentu. Ya. Terkait dengan keterangan-keterangan dari pihak terkait,” ujar Asep di Gedung Merah Putih KPK, Sabtu (28/2/2026) dikutip Telusur.id.

Asep mengakui tim penyidik telah mengantongi sejumlah nama perusahaan rokok yang diduga memberikan suap kepada oknum Bea Cukai. Meski demikian, identitas perusahaan tersebut belum dapat diungkap ke publik demi menjaga kerahasiaan materi penyidikan yang tengah berlangsung.

KPK saat ini sedang menyusuri seluruh informasi dan bukti-bukti yang ada untuk memperkuat konstruksi perkara. “Kami sudah memiliki informasi-informasinya, tetapi tentunya saat ini belum bisa disampaikan kepada rekan-rekan,” tambah Asep di hadapan awak media.

 

Lembaga antirasuah ini membenarkan bahwa pusaran kasus korupsi di Ditjen Bea Cukai berkaitan erat dengan maraknya peredaran rokok ilegal. Modus yang ditemukan tim penyidik sangat beragam, mulai dari penggunaan pita cukai palsu hingga penyalahgunaan pita cukai yang tidak sesuai peruntukan.

Salah satu praktik yang disoroti adalah manipulasi tarif cukai antara rokok produksi mesin (SKM) dan rokok produksi tangan (SKT). Pelaku diduga membeli pita cukai dengan tarif lebih rendah dalam jumlah besar untuk produk yang seharusnya dikenakan tarif lebih tinggi, sehingga penerimaan negara dari sektor cukai berkurang drastis.

Kasus ini sendiri merupakan pengembangan dari perkara suap PT Blueray Cargo kepada oknum pejabat Bea Cukai untuk mengondisikan importasi barang. Perkara ini mencuat setelah Operasi Tangkap Tangan (OTT) pada awal Februari 2026 yang menetapkan enam orang sebagai tersangka awal.

Para tersangka tersebut meliputi mantan Direktur Penindakan dan Penyidikan Bea Cukai berinisial RZ, serta sejumlah pejabat intelijen di instansi tersebut. Selain dari unsur birokrasi, tiga pihak swasta dari PT Blueray yang menjabat sebagai pemilik dan manajer operasional juga telah dilakukan penahanan.

Teranyar, KPK menahan Kepala Seksi Intelijen Cukai P2 Ditjen Bea Cukai, Budiman Bayu Prasojo. Ia dijebloskan ke Rutan Cabang Gedung Merah Putih KPK untuk masa penahanan 20 hari pertama, terhitung sejak 27 Februari hingga 18 Maret 2026, guna kepentingan penyidikan lebih lanjut.

Dalam konstruksi perkaranya, KPK mengungkap adanya pengondisian “jalur merah” yang seharusnya mewajibkan pemeriksaan fisik barang impor. Melalui pengaturan sistem targeting di Direktorat Informasi Kepabeanan dan Cukai, parameter pemeriksaan diubah sehingga barang PT Blueray terbaca berisiko rendah dan lolos tanpa pemeriksaan fisik.

Sebagai imbalan atas fasilitas ilegal tersebut, pihak PT Blueray diduga menyetorkan uang rutin sebesar Rp7 miliar setiap bulan kepada oknum pejabat Bea Cukai sejak Desember 2025. KPK kini terus mendalami apakah aliran dana serupa juga mengalir dari perusahaan rokok lain yang terlibat dalam manipulasi cukai.

Aksi Peduli Banjir Kemenag Situbondo Beri Dukungan Spiritual dan Spirit Untuk Warga Terdampak Besuki dan Banyuglugur

0
Kemenag Situbondo Aksi Peduli Banjir Besuki dan Banyuglugur. foto: istimewa.

SITUBONDO, TELUSUR.ID – Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Situbondo peduli terhadap bencana banjir yang melanda di wilayah barat, seperti di kecamatan Besuki dan Kecamatan Banyuglugur, Jumat (30/1/2026).

Kegiatan ini memberikan spirit baru kepada korban yang terdampak bencana banjir. Terdapat 54 titik sasaran yang mendapat perhatian dari Kemenag Situbondo.

Diantaranya Madrasah Diniyah, Taman Pendidikan Qur’an, Pondok Pesantren, Masjid dan Musholla.

Kemenag hadir ditengah masyarakat merupakan bentuk kepedulian terhadap sesama, serta mengimplementasikan bagian dari Astra Protas Kementerian Agama.

Turut hadir dalam kegiatan ini Kasubag TU Kemenag, Kepala seksi Bimas Islam, Kepala seksi Zawa, Kepala seksi PAI, Kepala KUA Kec. Besuki, Penyuluh Agama Islam, Pengawas Madrasah serta seluruh nahkoda Kemenag Situbondo.

Kasi Bimas Islam, Kegiatan Kemenag Situbondo, Buhadi Den Anom menjelaskan peduli adalah rangkaian kegiatan kemanusiaan membantu saudara kita yang tertimpa musibah banjir. Hal ini senafas dengan Kalam ahli sastra:

كن لذي الضر والبلوى مساعدا

واعن عند أمر جل و حل معضلا

“Jadilah penolong bagi orang yang tertimpa kesusahan dan musibah, bantulah kesusahan ketika terasa berat dan persolan menjadi rumit,” ujar Buhadi Den Anom dalam keterangannya dikutip Telusur.id, Sabtu (31/1/2026).

Kemenag Situbondo Aksi Peduli Banjir Besuki dan Banyuglugur. foto: istimewa.

Selain itu, Kepala KUA Besuki, Hasan Jasuli mengajak kepada seluruh pegawai dan penyuluh agama untuk mendoakan para korban serta keluarga yang terdampak agar diberikan ketabahan dan kekuatan.

Ia menegaskan bahwa musibah yang terjadi merupakan duka bersama yang harus disikapi dengan empati dan kepedulian sosial.

“Kita semua turut berduka atas bencana yang menimpa saudara-saudara kita di Cisarua dan Lembang. Mari kita panjatkan doa agar para korban diberikan kesabaran, serta kondisi segera pulih,” ungkap Hasan Jasuli.

Sementara itu, penyuluh agama Islam kecamatan Besuki, Ahmad Zaini mengatakan penyuluh juga memiliki peran penting dalam membantu masyarakat menghadapi bencana banjir.

“Kita dapat memberikan dukungan spiritual, emosional, dan psikologis kepada korban bencana,” ujar Zaini.

Dengan kepedulian dan kerja sama yang kuat, Kemenag Situbondo berharap dapat membantu masyarakat yang terdampak bencana banjir untuk kembali bangkit dan pulih.

 

caption : Kemenag Situbondo Aksi Peduli Banjir Besuki dan Banyuglugur. foto: istimewa.

Event Ramadan MUI Jatim, Siap Santuni 1.000 Yatim Dhuafa

0

SURABAYA, TELUSUR.ID – Semarakkan bulan suci Ramadan, Komisi Pengembangan Dana Umat Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Jawa Timur akan menggelar aksi filantropi besar-besaran dengan menyasar 1.000 anak yatim dan dhuafa di wilayah Jawa Timur.

Program santunan ini bertujuan untuk memberikan kebahagiaan dan keceriaan kepada mereka yang membutuhkan di bulan penuh berkah ini.

Ketua Komisi Pengembangan Dana Umat MUI Jatim, KH Miftah Jauhari, mengungkapkan bahwa program santunan ini merupakan hasil rapat kerja komisi yang melibatkan berbagai anggota dan ahli di bidang filantropi.

Kata dia, MUI Jatim menggandeng sejumlah lembaga amil zakat ternama, seperti Taman Zakat, Dompet Dhuafa, serta para dosen yang berkompeten di bidangnya.

“Kami mengajak praktisi dari berbagai lembaga amil zakat dan akademisi yang sudah berpengalaman dalam pengelolaan dana umat. Kami berharap dengan kolaborasi ini, program santunan bisa berjalan dengan maksimal dan memberikan manfaat yang besar bagi masyarakat yang membutuhkan,” ujar KH Miftah Jauhari, dalam keterangannya dikutip Telusur.id Sabtu(31/1/2026).

Program santunan ini akan menjadi momentum awal bagi Komisi Pengembangan Dana Umat MUI Jatim untuk menunjukkan komitmennya dalam menebarkan manfaat bagi umat. MUI Jatim juga akan melibatkan jaringan MUI di tingkat kabupaten dan kota se-Jawa Timur untuk memastikan keberhasilan program ini.

KH Miftah menekankan pentingnya optimisasi potensi zakat yang ada di Jawa Timur. Menurutnya, zakat di Indonesia, khususnya di Jawa Timur, memiliki potensi besar yang selama ini belum sepenuhnya terserap.

Kehadiran komisi ini diharapkan dapat menjadi motor penggerak dalam meningkatkan penghimpunan dan pendayagunaan dana umat untuk kesejahteraan masyarakat.

Lebih lanjut, ia juga menegaskan bahwa MUI Jatim akan terus bersinergi dengan pemerintah daerah (Umara) dalam melaksanakan program ini.

Sinergi antara ulama dan umara sangat penting, sesuai dengan semangat Musyawarah Daerah (Musda) MUI Jatim yang mengusung tema “Sinergitas Ulama dan Umara untuk Kemaslahatan Umat.”

“Pasti kami berkolaborasi. Musda kemarin menekankan pentingnya sinergi ulama dan umara untuk kemaslahatan umat, dan program Ramadan ini adalah salah satu wujud nyata dari sinergi tersebut,” tambah KH Miftah.

Prof. Dr. KH Moh Mukhrojin, seorang pakar zakat dan anggota MUI, juga menyampaikan pentingnya pemberdayaan umat melalui dana zakat.

Ia menilai bahwa potensi dana umat yang besar seharusnya dapat memberikan dampak langsung kepada mustahiq (penerima zakat), agar mereka bisa menjadi muzakki (pembayar zakat) di masa depan.

“Dengan semangat kebersamaan dan kolaborasi, diharapkan program santunan ini tidak hanya memberikan manfaat jangka pendek, tetapi juga menggerakkan masyarakat untuk lebih peduli dan aktif dalam mengelola dana umat demi kesejahteraan bersama,” pungkas Gus Khozin.

Poto : Semarakkan Bulan Suci Ramadan, Komisi Pengembangan Dana Umat MUI Jatim akan menggelar aksi filantropi 1.000 anak yatim dan dhuafa di wilayah Jawa Timur.(dok/MUI Jatim).

Hidupkan Kembali Tirta Wisata Bupati Warsubi Launching “Eling Gahana” dan Jombang Creative Hub

0

JOMBANG, TELUSUR.ID – Udara segar di kawasan Taman Tirta Wisata Keplaksari, dan Taman Kebon Ratu pada Jumat (30/1) terasa berbeda. Taman Tirta Wisata legendaris, yang dulu menjadi ikon kebanggaan warga Jombang, pagi ini kini tampak berseri kembali.

Sejak pukul 06.00 WIB, gelombang masyarakat sudah memenuhi area taman, bukan hanya untuk senam pagi, melainkan untuk menyaksikan lahirnya babak baru bagi kreativitas dan kesadaran lingkungan di “Kota Santri”.

Kehadiran Bupati Jombang, Warsubi, S.H., M.Si, sekitar pukul 07.00 WIB menjadi pemantik semangat. Didampingi Ketua TP PKK Kabupaten Jombang, Yuliati Nugrahani Warsubi, serta Wakil Bupati Gus Salmanudin, yang hadir didampingi Ning Ema Erfina bersama segenap Kepala OPD lingkup memulai agenda Launching ELING GAHANA yakni kepanjangan dari Edukasi Lingkungan dan Pencegahan Bencana.

Tiba dilokasi, titik pertama yang dikunjungi adalah Taman Kebon Ratu. Di sana, suasana riuh rendah dengan tawa adik-adik TK yang sedang mengikuti edukasi lingkungan. Inilah esensi dari “ELING GAHANA”.

Abah Bupati Warsubi dan Umi Yuliati Nugrahani menyapa anak-anak, menanamkan pesan bahwa mencintai alam harus dimulai sejak dini. “Eling itu artinya sadar dan peduli. Kita ingin anak-anak kita tumbuh dengan rasa cinta pada lingkungan dan siap siaga terhadap alam,” tuturnya.

Perjalanan berlanjut menuju area Tirta Wisata. Sebuah momen simbolis terjadi saat Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan menebar 2.000 ekor benih ikan Nila dan Tombro ke perairan Tirta Wisata. Ribuan ikan yang meluncur ke air menjadi simbol harapan agar ekosistem di taman ini kembali hidup dan produktif.

Tak berhenti di situ, Abah Warsubi menyempatkan diri menyambangi booth para pelaku UMKM, sambil berdialog dengan para pelaku ekonomi kreatif yang kini memiliki wadah baru bernama Jombang Creative Hub.

Tempat ini diproyeksikan menjadi “rumah kolaborasi”, sebuah ruang bagi anak muda, komunitas, dan seniman untuk bertemu, bekerja, dan memamerkan karya terbaik mereka.

Puncak acara berlangsung hangat di venue utama dalam tajuk “Ngopi Bareng Bupati”. Di hadapan seluruh yang hadir dan wajah penuh keceriaan dari anak-anak SD, Guk Yuk Cilik, Bupati Warsubi menyampaikan harapannya.

“Saya ingin Taman Tirta Wisata kembali menjadi Taman Hiburan Rakyat yang hidup, inovatif, dan memberikan manfaat ekonomi bagi warga sekitar. Event hari ini adalah hasil kolaborasi besar antar Dinas mulai dari Disporapar (Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata), Bapperida (Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah, BKPSDM (Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia), Dinas PUPR (Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang) Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Dinas Perhubungan

Dinas Kesehatan, Dinas Kominfo (Dinas Komunikasi dan Informatika), BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah), Satpol PP (Satuan Polisi Pamong Praja), Bagian Umum Setdakab Jombang serta dukungan Bank Jatim dan seluruh pihak terkait lainnya.” ungkapnya penuh apresiasi.

Pada kesempatan tersebut Bupati juga menerima cinderamata dari Pelaku E Craft, dan secara simbolis menyerahkan kartu anggota Jombang Kreatif Hub.

Acara ditutup dengan penampilan memukau dari para pelaku ekonomi kreatif yang menunjukkan betapa besarnya potensi talenta lokal Jombang. Suasana akrab saat ngopi bareng menjadi bukti bahwa pembangunan Jombang ke depan tidak hanya soal infrastruktur, tapi juga soal membangun ruang-ruang untuk berkreasi bagi masyarakatnya.

Kini, Taman Tirta Wisata bukan lagi sekadar kenangan masa lalu. Dengan semangat Eling Gahana dan geliat Creative Hub, taman ini secara berkelanjutan dapat menjadi pusat inovasi dan edukasi yang siap menyambut masa depan, Jombang yang Maju dan Sejahtera Untuk Semua.