JOMBANG, TELUSUR.ID – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jombang telah mengalokasikan dana sebesar Rp13,5 miliar untuk memperbaiki lima jalur urat nadi ekonomi di Jombang yang rusak. Langkah ini diambil untuk memastikan bahwa pengerjaan jalan tidak terhambat oleh cuaca ekstrem atau lonjakan harga material di akhir tahun.
Kabid Bina Marga Dinas PUPR Jombang, Agung Setiaji, mengungkapkan bahwa seluruh dokumen teknis ditargetkan rampung pada Februari 2026. Dengan koordinasi ketat bersama konsultan, proses lelang akan segera dibuka pada Maret mendatang.
“Targetnya, pekerjaan fisik sudah bisa dimulai bulan April setelah proses pengadaan selesai,” terang Agung, dikutip Telusur.id, Senin (2//2/2026)

Pemkab Jombang telah menentukan prioritas perbaikan pada lima ruas jalan utama, yaitu Mojoagung – Mojoduwur, Made – Asemgede, Gebangbunder (Plandaan), Cukir – Mojowarno, dan Mojolegi – Panglungan. Anggaran untuk perbaikan jalan tersebut masing-masing sebesar Rp2,99 miliar, Rp2,89 miliar, Rp2,87 miliar, Rp2,80 miliar, dan Rp2,00 miliar.
Pemkab Jombang juga memperketat koordinasi dengan Bagian Pengadaan Barang dan Jasa (PBJ) untuk memastikan bahwa tidak ada keterlambatan yang dapat merugikan masyarakat.

Perbaikan infrastruktur ini bukan sekadar urusan aspal, melainkan misi untuk menekan angka kecelakaan dan mempercepat perputaran roda ekonomi antar-kecamatan.
Dengan jalur yang lebih layak, akses logistik dari pusat produksi ke pasar akan jauh lebih efisien dan murah. Pemkab Jombang berharap bahwa perbaikan jalan ini dapat memberikan kenyamanan bagi warga yang sering mengeluhkan hambatan mobilitas akibat kerusakan jalan.
Perbaikan jalan ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat Jombang dan meningkatkan perekonomian daerah. Dengan demikian, Jombang dapat menjadi lebih maju dan sejahtera.



