TelusuR.ID

Beranda blog Halaman 103

Ubah Citra Permainan Rakyat, ORADO Bangkalan Sosialisasi Domino sebagai Olahraga Prestasi

0

BANGKALAN, TELUSUR.ID – Federasi Olahraga Domino Nasional (ORADO) Kabupaten Bangkalan mulai melakukan langkah progresif dengan memperkenalkan domino sebagai cabang olahraga prestasi kepada generasi muda. Melalui kegiatan sosialisasi bertajuk “The Law of Domino”, puluhan pelajar tingkat SMA dan SMK di Bangkalan diajak untuk memahami aturan main profesional dalam cabang olahraga ini.

Kegiatan yang berlangsung di The Sky Resto, Bangkalan, pada Rabu (11/3/2026) ini menyasar para atlet junior berusia 14 hingga 18 tahun. Langkah ini diambil untuk mengikis stigma negatif yang sering melekat pada permainan domino dan mengubahnya menjadi disiplin olahraga yang menjunjung tinggi sportivitas serta strategi intelektual.

Ketua ORADO Kabupaten Bangkalan, Helmi Fuad, mengungkapkan bahwa sosialisasi ini bertujuan membuka wawasan para siswa bahwa domino telah bertransformasi menjadi cabang olahraga resmi. Dengan sistem kompetisi yang jelas dan terstandarisasi, domino kini setara dengan cabang olahraga prestasi lainnya di bawah naungan federasi nasional.

“Kami ingin generasi muda memahami bahwa domino bukan lagi sekadar hiburan di pos ronda, melainkan cabang olahraga profesional yang bisa dipertandingkan secara resmi. Ini adalah langkah awal untuk membangun ekosistem olahraga yang sehat bagi pelajar,” ujar Helmi yang juga merupakan mantan Ketua PC PMII Bangkalan tersebut.

Selain memberikan pemahaman regulasi, sosialisasi ini juga menjadi ajang persiapan menjelang Kejuaraan Kabupaten (Kejurcab) Bangkalan Domino Championship 2026. Kejuaraan yang dijadwalkan digelar pada 29 Maret mendatang tersebut akan menjadi wadah bagi para pelajar untuk membuktikan kemampuan mereka di tingkat kompetisi yang lebih serius.

Dalam Kejurcab mendatang, panitia telah menyiapkan dua kategori utama, yakni junior dan senior, yang masing-masing akan diikuti oleh 16 tim. Para pemenang dalam ajang tersebut nantinya akan diproyeksikan untuk mewakili Kabupaten Bangkalan dalam kompetisi domino di tingkat Provinsi Jawa Timur.

Helmi Fuad menambahkan bahwa penjaringan bibit atlet dari kalangan sekolah sangat krusial untuk regenerasi atlet domino di daerah. Sebagai fungsionaris GP Ansor Jawa Timur, ia berharap olahraga ini dapat melahirkan atlet berbakat yang mampu mengharumkan nama Bangkalan melalui prestasi di meja domino.

Dukungan senada juga datang dari Pemerintah Kabupaten Bangkalan melalui Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora). Kepala Dispora Bangkalan, Moawi Arifin, menyatakan bahwa pihaknya menyambut positif pengembangan domino sebagai wadah kegiatan yang konstruktif bagi para pemuda di wilayahnya.

Moawi menekankan bahwa mencetak atlet berprestasi bukanlah proses instan, melainkan memerlukan manajemen pembinaan yang berkelanjutan. Ia menguraikan bahwa pembangunan prestasi olahraga harus melewati tiga fase utama, yakni pembibitan usia dini, fase pertumbuhan, dan fase pendewasaan atlet secara profesional.

“Bibit atlet yang potensial harus didukung dengan pembinaan yang terarah serta kehadiran pelatih yang kompeten. Tanpa ekosistem yang mendukung, potensi besar dari para pelajar ini tidak akan bisa berkembang secara optimal,” jelas Moawi saat memberikan arahan kepada para peserta sosialisasi.

Melalui sinergi antara federasi dan pemerintah daerah, domino diharapkan tumbuh menjadi cabang olahraga yang prestisius di Bangkalan. Dengan pembinaan sistematis sejak usia sekolah, target melahirkan atlet-atlet domino andal yang mampu bersaing di level nasional bukan lagi sekadar impian bagi masyarakat di ujung barat Pulau Madura ini.

Bidik Angka Dua Digit, PKS Jawa Timur Pasang Target Realistis 10 Persen Suara di Pemilu 2029

0

SURABAYA, TELUSUR.ID – Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Jawa Timur mulai memetakan strategi besar guna menghadapi kontestasi politik di tahun 2029. Dalam agenda Media Gathering di Kantor DPW PKS Jatim, Surabaya, pada Rabu (11/3/2026), partai berlambang bulan sabit dan padi ini secara terbuka mematok target peningkatan perolehan suara yang signifikan.

Ketua DPW PKS Jawa Timur, Bagus Prasetia Lelana, menegaskan bahwa PKS memiliki target yang jelas baik dalam kontestasi legislatif maupun eksekutif. Target tersebut merupakan amanah langsung dari hasil Musyawarah Nasional (Munas) yang menekankan pertumbuhan partai di seluruh daerah agar mampu mencapai angka dua digit (2 digit growth).

Di Jawa Timur sendiri, PKS saat ini masih berada pada kisaran satu digit. Berdasarkan hasil pemilu sebelumnya, PKS mengantongi 6 persen suara di tingkat pusat, 4,3 persen di tingkat provinsi, dan 6,2 persen di tingkat kabupaten/kota. Angka-angka inilah yang menjadi landasan bagi kepengurusan baru untuk melompat lebih tinggi.

PKS Jawa Timur secara spesifik menargetkan perolehan suara hingga 10 persen pada Pemilu 2029 mendatang. Bagus menilai angka tersebut sangat realistis untuk dicapai, meskipun ia mengakui bahwa dinamika politik di Jawa Timur sangat kompetitif dengan karakteristik pemilih yang sangat beragam di setiap wilayahnya.

Jika target 10 persen tersebut berhasil diamankan, PKS memperkirakan dapat mengunci sekitar 8 kursi DPR RI dari daerah pemilihan (dapil) Jawa Timur. Dari total 87 kursi yang diperebutkan di 11 dapil di Jatim, perolehan 8 kursi dianggap sebagai representasi kekuatan politik yang kuat bagi partai di level nasional.

“Sepuluh persen dari 87 kursi itu sekitar 8,7 kursi, sehingga kami menargetkan sekitar 8 kursi DPR RI dari Jawa Timur. Ini menjadi prioritas kerja mesin partai dalam periode ini,” jelas Bagus Prasetia di hadapan para awak media dikutip Telusur.id.

Terkait arah politik di level regional, khususnya Pemilihan Gubernur Jawa Timur, PKS menyadari posisi kursinya di DPRD Jatim saat ini masih berjumlah lima kursi. Dengan komposisi tersebut, PKS menegaskan akan tetap membuka ruang koalisi yang lebar dengan partai politik lain demi bisa mengusung calon kepala daerah.

Bagus mengakui bahwa jumlah kursi saat ini belum mencukupi untuk mengusung calon gubernur secara mandiri. Oleh karena itu, komunikasi politik dengan lintas partai terus dibangun untuk mencari kesamaan visi dalam membangun Jawa Timur di masa depan melalui skema kerja sama politik yang solid.

Tak hanya soal kursi, PKS Jatim juga menyoroti potensi perubahan sistem pemilu pasca putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 60 Tahun 2024. Jika regulasi baru tersebut diterapkan, akan ada pemisahan antara pemilu nasional yang memilih Presiden dan DPR pada 2029, dengan pemilu lokal pada tahun 2031.

Skema ini menuntut partai untuk memiliki napas panjang dan konsolidasi yang matang karena adanya jeda waktu sekitar dua tahun antara pemilu nasional dan daerah. PKS menilai tantangan ini harus dihadapi dengan kesiapan organisasi yang lebih adaptif dan responsif terhadap perubahan regulasi tersebut.

Sebagai penutup, Bagus menegaskan bahwa fokus utama PKS saat ini adalah memperkuat basis dukungan masyarakat di akar rumput. Dengan persiapan yang lebih dini, PKS Jawa Timur optimistis target dua digit bukan sekadar impian, melainkan capaian terukur yang bisa diwujudkan melalui kerja keras seluruh kader.

Gebrakan Gus Lilur di Kuala Lumpur: Bentuk Barong Grup untuk Taklukkan Pasar Rokok Global

0

KUALA LUMPUR, TELUSUR.ID – Pengusaha nasional, HRM. Khalilur R. Abdullah Sahlawiy, melakukan langkah besar dalam upaya membawa komoditas tembakau lokal ke kancah internasional. Melalui ekspedisi pasar rokok Asia-Australia, ia menginisiasi pembentukan induk perusahaan baru berskala internasional, yakni Bandar Rokok Nusantara Global Grup atau yang disingkat Barong Grup.

Pembentukan entitas bisnis ini lahir setelah pertemuan strategis dengan sejumlah mitra dari delapan negara di Kuala Lumpur, Malaysia. Barong Grup diproyeksikan menjadi ujung tombak Indonesia dalam merebut pangsa pasar rokok global yang selama ini didominasi oleh perusahaan-perusahaan multinasional dari luar negeri.

Pria yang akrab disapa Gus Lilur ini juga merumuskan tiga agenda ekspedisi besar yang ia sebut EPARSIA. Agenda tersebut mencakup ekspedisi pasar rokok, pembangunan pabrik rokok di kawasan Asia dan Australia, hingga target ambisius membangun pabrik rokok raksasa di berbagai belahan dunia dengan pusat produksi di Indonesia.

Menurutnya, Indonesia harus berhenti merasa inferior atau rendah diri di hadapan raksasa perusahaan rokok dunia. Gus Lilur menegaskan bahwa jika perusahaan asing mampu menguasai pasar dalam negeri, maka sudah saatnya anak bangsa memiliki keberanian serupa untuk mengekspansi pasar luar negeri dengan membawa produk asli nusantara.

“Jika orang dan perusahaan rokok luar bisa mengangkangi pasar di Indonesia, sepantasnya ada anak bangsa yang mampu melakukan hal yang sama. Kita akan menaklukkan pasar dunia dengan membangun pabrik rokok di banyak negara,” tegasnya dalam keterangan tertulis dari Kuala Lumpur, Kamis (12/3/2026) dikutip Telusur.id.

Gus Lilur meyakini kunci utama dalam bisnis ini adalah kualitas bahan baku, dan Indonesia merupakan gudang tembakau terbaik di dunia. Keunggulan komoditas lokal ini harus menjadi modal utama untuk bersaing, bukan sekadar menjadi penonton di tengah melimpahnya kekayaan alam sendiri.

Strategi besar Barong Grup adalah menggunakan tembakau hasil petani Indonesia untuk dipasok ke pabrik-pabrik rokok yang dibangun di luar negeri. Dengan skema ini, diharapkan serapan tembakau lokal akan meningkat tajam sehingga kesejahteraan jutaan petani tembakau di tanah air dapat terdongkrak signifikan.

Ia merinci sejumlah varian tembakau unggulan yang siap dibawa ke pentas dunia, mulai dari Tembakau Virginia dari Lombok, Oriental Blend asal Madura, hingga varian Burley dari Jember. Selain itu, tembakau dari Besuki Situbondo, Deli Sumatera Utara, Srintil Temanggung, hingga Lumajang turut menjadi amunisi dalam misi global ini.

Potensi besar tersebut selama ini dianggap belum mampu menyejahterakan petani secara maksimal. Gus Lilur pun mempertanyakan mengapa petani tembakau masih terjebak dalam kemiskinan selama puluhan tahun, padahal kualitas komoditas yang mereka hasilkan diakui sebagai salah satu yang terbaik di dunia.

Melalui Barong Grup, Gus Lilur memohon doa dari seluruh rakyat Indonesia agar rencana penaklukan pasar dunia ini dapat berjalan lancar. Cita-citanya adalah melihat rokok produksi Indonesia dinikmati secara luas di berbagai negara, sehingga predikat “Raja Rokok” dapat kembali ke pangkuan Ibu Pertiwi.

Langkah berani dari kamar 1803 Hotel JW Marriott Kuala Lumpur ini diharapkan menjadi titik balik bagi industri tembakau nasional. Kedaulatan ekonomi melalui kemandirian industri rokok menjadi misi utama Barong Grup demi mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia, khususnya para petani tembakau.

Resmikan edOTEL SMKN 1 Jombang, Khofifah Dorong Transformasi Menuju BLUD Sekolah

0

JOMBANG, TELUSUR.ID – Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, memberikan apresiasi tinggi terhadap fasilitas edOTEL SMKN 1 Jombang yang dinilainya sebagai salah satu sarana praktik perhotelan terbaik di Jawa Timur. Mengingat kualitasnya yang mumpuni, Khofifah mendorong sekolah tersebut untuk segera bertransformasi menjadi Badan Layanan Umum Daerah (BLUD).

Dorongan tersebut disampaikan Khofifah saat meresmikan redesain edOTEL SMKN 1 Jombang pada Rabu (11/3/2026). Menurutnya, status BLUD akan memberikan penguatan strategis bagi sekolah dalam mengelola potensi dan meningkatkan kompetensi siswa secara lebih profesional dan mandiri.

“SMKN 1 Jombang sudah waktunya menuju BLUD. Saya meminta Kadisdik dan Kepala BPKAD untuk mengidentifikasi sekolah dengan keseriusan luar biasa seperti ini agar diberikan penguatan, sehingga mencapai titik strategis yang kita harapkan,” tegas Khofifah dalam sambutannya dikutip Telusur.id.

edOTEL SMKN 1 Jombang kini hadir dengan fasilitas lengkap, mulai dari satu unit restoran, 17 kamar penginapan berbagai tipe, hingga ruang pertemuan berkapasitas besar. Menariknya, Khofifah secara khusus memuji penggunaan nama pahlawan nasional asal Jombang seperti Gus Dur dan KH Wahab Chasbullah untuk ruang pertemuan di sana.

Penggunaan nama-nama besar tersebut diharapkan menjadi napas semangat heroisme dan inspirasi bagi seluruh siswa. Khofifah menilai, hal ini merupakan cara yang cerdas untuk merajut nilai karakter dan sejarah bangsa ke dalam ekosistem pembelajaran vokasi.

Selain meresmikan edOTEL, Gubernur Khofifah juga meresmikan proyek revitalisasi sarana dan prasarana (sarpras) untuk 51 lembaga pendidikan di Jombang, Nganjuk, dan Blitar. Total anggaran yang digelontorkan untuk proyek skala besar ini mencapai Rp46,8 miliar dari APBD Provinsi Jawa Timur.

Secara rincian, Kabupaten Jombang menerima alokasi Rp13,9 miliar, disusul Nganjuk sebesar Rp13,3 miliar, dan Kabupaten Blitar yang mendapatkan porsi terbesar senilai Rp19,5 miliar. Anggaran tersebut ditujukan untuk menjaga mutu pendidikan menengah agar tetap relevan dengan tuntutan dunia kerja modern.

“Ini bukan sekadar pembangunan fisik, melainkan investasi peradaban. Kita ingin memastikan proses belajar berlangsung kondusif dan bermutu, sehingga mampu mencetak SDM Jawa Timur yang unggul dan berdaya saing global,” ujar orang nomor satu di Jatim tersebut.

Khofifah menegaskan bahwa sarpras yang baik hanyalah alat, sementara jiwa pendidikan tetap berada pada dedikasi para guru dan semangat para murid. Oleh karena itu, ia juga memberikan santunan biaya pendidikan bagi 30 siswa berprestasi dari keluarga tidak mampu sebagai bentuk dukungan nyata pemerintah.

Kepala Dinas Pendidikan Jatim, Aries Agung Paewai, menambahkan bahwa pemerataan fasilitas pendidikan ini merupakan ikhtiar pemerintah provinsi untuk memberikan pelayanan yang layak bagi seluruh warga sekolah. Ia berharap seluruh fasilitas yang telah dibangun dapat dirawat dengan baik demi keberlanjutan proses belajar mengajar.

Momentum ini menandai transformasi pendidikan di Jawa Timur yang tidak lagi hanya mengejar pemenuhan fasilitas, tetapi diarahkan pada penguatan kualitas pembelajaran. Melalui ekosistem sekolah yang aman dan nyaman, diharapkan lahir generasi tangguh yang siap berkontribusi bagi masyarakat dan bangsa di masa depan.

Sambut Arus Mudik Lebaran, Ansor-Banser Jogoroto Buka Posko Pengamanan di Depan Masjid Arribath

0

Jombang,TelusuR.ID  — Sore itu, suasana di depan Masjid Besar Arribath Jogoroto tampak lebih hidup dari biasanya. Sejumlah kader Gerakan Pemuda Ansor bersama Banser sibuk menyiapkan sebuah tenda sederhana yang berdiri di tepi jalan utama. Tenda itu bukan sekadar tempat berkumpul, melainkan Posko Mudik 2026 yang didirikan sebagai wujud pengabdian kepada masyarakat menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah.

Posko tersebut resmi didirikan oleh PAC GP Ansor Kecamatan Jogoroto bersama Satkoryon Banser Jogoroto pada Selasa (10/3/2026). Kehadirannya menjadi bagian dari upaya pelayanan sosial sekaligus pengamanan masyarakat selama bulan Ramadan hingga puncak arus mudik Lebaran.

Pembukaan posko berlangsung sederhana namun penuh kebersamaan. Sejumlah unsur pimpinan wilayah Kecamatan Jogoroto turut hadir menyaksikan dan memberikan dukungan. Di antaranya Kapolsek Jogoroto AKP Mohamad Djulan, S.H., Danramil Jogoroto, Sekcam Jogoroto, jajaran pengurus MWCNU Jogoroto, Satkorcab Banser Jombang, serta para sahabat Ansor dan Banser se-Kecamatan Jogoroto.

Ketua PAC GP Ansor Jogoroto, Sahabat Samsul Huda, menegaskan bahwa keberadaan posko mudik ini merupakan bagian dari komitmen kader Ansor dan Banser untuk selalu hadir di tengah masyarakat.

Menurutnya, Ansor dan Banser tidak bisa dipisahkan dari masyarakat karena keduanya lahir dari rahim Nahdlatul Ulama dan tumbuh bersama warga. Oleh karena itu, sudah menjadi tanggung jawab moral bagi para kader untuk ikut menjaga dan melayani masyarakat, terlebih dalam momentum Ramadan dan arus mudik Lebaran.

Hal senada juga disampaikan Kasatkorcab Banser Jombang, Sahabat Amirul Umam. Ia menjelaskan bahwa posko mudik bukan sekadar simbol kesiapsiagaan organisasi, tetapi juga bentuk nyata pengabdian kader Ansor-Banser dalam membantu masyarakat.

Keberadaan posko tersebut diharapkan dapat menjadi garda terdepan pelayanan, terutama bagi masyarakat yang sedang menjalani ibadah Ramadan sekaligus bersiap melakukan perjalanan mudik ke kampung halaman.

Sementara itu, Penanggung Jawab Posko Mudik 2026 yang juga menjabat Kasatkoryon Banser Jogoroto, Sahabat Khoirul Anam, menjelaskan bahwa posko tahun ini difokuskan pada pelayanan menyeluruh bagi para pemudik.

Menurutnya, posko akan menjadi pusat koordinasi relawan Ansor-Banser dalam membantu berbagai kebutuhan masyarakat di perjalanan, mulai dari pengaturan lalu lintas, pemberian informasi perjalanan, hingga membantu pemudik yang membutuhkan pertolongan.

“Posko ini kami siapkan sebagai tempat pelayanan, perlindungan, sekaligus dukungan bagi para pemudik yang sedang menempuh perjalanan pulang ke kampung halaman,” ujarnya.

Kapolsek Jogoroto, AKP Mohamad Djulan, S.H., dalam kesempatan tersebut turut menyampaikan apresiasi atas inisiatif sahabat-sahabat Ansor Jogoroto dalam mendirikan Posko Mudik 2026. Ia menilai keberadaan posko ini dapat memperkuat sinergi antara masyarakat dan aparat keamanan dalam menjaga ketertiban selama Ramadan hingga masa arus mudik Lebaran.

Ia juga berpesan agar para relawan yang bertugas di posko selalu berkoordinasi dengan pihak kepolisian apabila menemukan potensi kerawanan keamanan di lapangan.

Dengan berdirinya Posko Mudik 2026 ini, PAC GP Ansor Jogoroto berharap dapat memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat. Lebih dari itu, posko tersebut juga menjadi simbol kuatnya tradisi pengabdian kader Ansor dan Banser dalam menjaga keamanan, ketertiban, serta menghadirkan pelayanan sosial di tengah masyarakat, terutama dalam momen penting seperti mudik Lebaran.

Dandim resmi tutup TMMD Sengkuyung I tahun 2026 di Ds. Bonagung Tanon Sragen

0

Sragen,TelusuR.ID – 30 hari prajurit TNI dari Kodim 0725/Sragen berada di Ds. Bonagung Kec Tanon Kab. Sragen. Keberadaan TNI tersebut dalam rangka TMMD (TNI Manunggal Membangun Desa). Sejak dibuka oleh Bupati Sragen Sigit Pamungkas pada 10/02/2026 lalu dan hari ini ditempat yang sama TMMD ditutup secara resmi oleh Dandim 0725/Sragen Letkol Inf Dindin Rohidin, S.IP. Rabu, 11/03/2026.

Saat menjadi Inspektur upacara Dandim membacakan amanat Pangdam IV/Dip Mayjen Achiruddin, SE.,M.Han. “Pada penyelenggaraan Program TMMD Reguler ke-127 Tahun Anggaran 2026, Kodam IV/ Diponegoro menggelar kegiatan di empat lokasi masing-masing di Kabupaten Brebes, Kebumen, Kendal dan Wonogiri. Selain itu juga, diluar TMMD Reguler di seluruh Kodim jajaran Kodam IV/Diponegoro juga melaksanakan TMMD Sengkuyung secara serentak di wilayah masing-masing”.

“Beberapa hasil yang telah dicapai dalam penyelenggaraan TMMD Reguler ke-127 untuk sasaran fisik meliputi Pembangunan Rabat Beton, Pengerjaan Blok Jalan, Pembangunan Shand Sheet, Pembangunan Talud Jalan, Pembuatan Plat Dacker, Pengerjaan Bronjong, Perbaikan tempat ibadah dan Poskamling. Selanjutnya, sebagai Sasaran tambahan juga telah berhasil diselesaikan beberapa pekerjaan fisik yang merupakan program unggulan Bapak Kasad, yaitu Pembangunan Instalasi Air untuk program TNI AD Manunggal Air, rehabilitasi Rumah Tinggal Layak Huni, Pembangunan Jambanisasi/MCK, pembersihan lingkungan, perluasan lahan tanaman pangan dan kegiatan Reboisasi dengan menanam bibit tanaman keras di sekitar lokasi TMMD”

“Berikutnya dalam program TMMD ini, juga diselenggarakan berbagai kegiatan untuk sasaran non fisik yang meliputi Pelayanan pembuatan Akte Kelahiran, Operasi Bibir Sumbing, Pemberian kaki Palsu bagi kelompok Disabilitas, Pembagian kacamata Baca, Pengobatan Gratis, Donor Darah, Masak besar untuk berbagi makanan gratis, Kampanye kreatif rekrutmen prajurit TNI serta berbagai penyuluhan dengan materi, antara lain Wawasan Kebangsaan, kesadaran Bela Negara, Bahaya Narkoba, UUITE, UU Lalu Lintas, pengolahan Limbah, Pencegahan stunting, Ketahanan Pangan dan Budidaya Tanaman obat tradisional dengan menghadirkan Narasumber dari dinas/instansi terkait”.

“Saya sangat berharap, seluruh hasil yang telah dicapai tersebut dapat memberikan manfaat bagi masyarakat dan saya menitipkan pesan agar apa yang telah kita bangun bersama ini dapat dipelihara dan dirawat sehingga memiliki masa pakai yang panjang” harap Pangdam.

Letkol Inf Dindin Rohidin, S.IP menjelaskan bahwa sasaran TMMD Sengkuyung I tahun 2026 di Desa Bonagung telah selesai 100%.

“Sasaran TMMD yang berlokasi di Ds. Bonagung, Kec. Tanon, Kab. Sragen dengan waktu pelaksanaan selama 30 hari terhitung mulai tanggal 10 Pebruari s.d 11 Maret 2026 meliputi Sasaran fisik yakni cor blok jalan sepanjang 400 x 3 x 0,12 m, Rehab RTLH 4 unit dan Jambanisasi 6 unit selesai 100%”

“Sasaran Non fisik meliputi penyuluhan Wawasan Kebangsaan, KB-Kes, Stunting, Posyandu dan penyuluhan penyakit tidak menular, Bin Kamtibmas dan bahaya narkoba, Peternakan dan perikanan, Pertanian dan perkebunan serta Bintal/rohani juga telah dilaksanakan” Jelasnya.

Upacara pembukaan TMMD selesai dilanjutkan dengan pemberian sembako untuk lansia dan warga prasejahtera.

(Agus Kemplu)

TMMD Sengkuyung Boyolali Resmi Ditutup, Perkuat Pembangunan dan Kebersamaan TNI-Rakyat

0

Boyolali,TelusuR.ID – Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Sengkuyung Tahap I Tahun 2026 di Kabupaten Boyolali resmi ditutup melalui upacara yang digelar di Lapangan Desa Pancasila, Desa Mliwis, Kecamatan Cepogo, Rabu (11/03/2026). Penutupan ini menandai berakhirnya kegiatan pembangunan yang dilaksanakan selama satu bulan penuh oleh Satgas TMMD bersama masyarakat.

Upacara penutupan dipimpin oleh Dandim 0724/Boyolali Letkol Inf Dhanu Anggoro Asmoro, S.E. selaku inspektur upacara. Dalam kesempatan tersebut, Dandim membacakan amanat Pangdam IV/Diponegoro Mayjen TNI Achiruddin Darojat, S.E., M.Han yang menegaskan bahwa TMMD Reguler ke-127 mengusung tema “TMMD Satukan Langkah, Membangun Negeri Dari Desa.”

Tema tersebut menekankan pentingnya pembangunan desa sebagai fondasi pembangunan nasional. Membangun dari desa merupakan strategi pemerintah untuk mewujudkan pemerataan ekonomi sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara menyeluruh.

Program TMMD merupakan kerja sama terpadu antara TNI, kementerian dan lembaga pemerintah, pemerintah daerah serta Polri. Melalui sinergi ini diharapkan percepatan pembangunan dapat terwujud, terutama di wilayah pedesaan, daerah terpencil, maupun daerah yang membutuhkan perhatian pembangunan.

Pangdam IV/Diponegoro dalam amanatnya juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi, mulai dari pemerintah daerah, Forkopimda, TNI-Polri, organisasi masyarakat, pemuda, pelajar hingga masyarakat yang telah bersama-sama menyukseskan program TMMD.

Berbagai sasaran fisik berhasil diselesaikan dalam kegiatan ini, di antaranya pembangunan rabat beton, talud jalan, blok jalan, bronjong, plat dacker, perbaikan tempat ibadah serta pembangunan pos kamling. Program unggulan TNI AD seperti pembangunan instalasi air bersih, rehabilitasi rumah tidak layak huni, pembangunan jambanisasi, pembersihan lingkungan hingga penanaman pohon juga turut dilaksanakan.

Selain pembangunan fisik, TMMD juga menghadirkan berbagai kegiatan nonfisik seperti pelayanan pembuatan akta kelahiran, pengobatan gratis, donor darah, pemberian kaki palsu bagi penyandang disabilitas, pembagian kacamata baca serta berbagai penyuluhan kepada masyarakat.

Kegiatan penutupan TMMD ini turut dihadiri oleh Bupati Boyolali Agus Irawan, Ketua DPRD Boyolali Susetyo Kusuma Dwi Hartanta, Kapolres Boyolali AKBP Indra Maulana Saputra, jajaran Forkopimda, serta tamu undangan lainnya. Melalui program TMMD diharapkan pembangunan desa semakin maju serta memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat.

(Agus Kemplu)

Jelang Lebaran, Khofifah Salurkan Bansos Rp13 Miliar untuk Masyarakat Jombang

0

JOMBANG, TELUSUR.ID – Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menyalurkan bantuan sosial (Bansos) dengan nilai total mencapai Rp13,2 miliar bagi masyarakat di Kabupaten Jombang. Penyerahan bantuan secara simbolis tersebut dilaksanakan di Pendapa Kabupaten Jombang pada Rabu (11/03/2026) siang.

Langkah strategis ini diambil Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur sebagai upaya nyata memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat. Momentum penyaluran ini dinilai sangat tepat karena berdekatan dengan Hari Raya Idulfitri, di mana kebutuhan pokok masyarakat biasanya mengalami peningkatan signifikan.

Penyaluran bansos kali ini mencakup berbagai program jaring pengaman sosial yang menyasar keluarga prasejahtera, penyandang disabilitas, hingga sektor pemberdayaan desa. Secara akumulatif, total nilai bantuan yang dikucurkan Pemprov Jatim untuk wilayah Jombang menyentuh angka Rp13.237.238.000.

Gubernur Khofifah menjelaskan bahwa bantuan ini merupakan komitmen berkelanjutan dari Pemprov Jatim dalam mempercepat penanggulangan kemiskinan ekstrem. Peningkatan kesejahteraan masyarakat di tingkat akar rumput menjadi prioritas utama guna memastikan pemulihan ekonomi berjalan merata hingga ke pelosok daerah.

“Program bantuan ini diharapkan mampu membantu masyarakat, khususnya kelompok rentan, sekaligus menjadi stimulus untuk memperkuat daya beli mereka menjelang Lebaran nanti,” ujar Khofifah di sela-sela acara penyaluran di Pendapa Kabupaten dikutip Telusur.id

Berdasarkan data rekapitulasi bantuan, salah satu instrumen utama yang disalurkan adalah Program Keluarga Harapan (PKH) Plus. Untuk sektor ini, Pemprov Jatim mengalokasikan dana sebesar Rp2.442.000.000 yang ditargetkan menyentuh 1.221 keluarga penerima manfaat di wilayah Jombang.

Selain itu, perhatian khusus diberikan kepada warga yang masuk dalam kategori kemiskinan ekstrem melalui alokasi dana sebesar Rp1.294.500.000 bagi 863 jiwa. Keberpihakan terhadap kelompok rentan juga ditunjukkan melalui bantuan bagi penyandang disabilitas melalui program ASPD senilai Rp709.200.000 untuk 197 penerima.

Sektor pendidikan juga tidak luput dari perhatian dengan penyaluran Kartu Indonesia Pintar (KIP) Putra Jawa Timur dan KIP PPKS Jawara. Masing-masing program tersebut mendapatkan kucuran dana sebesar Rp300.000.000 dan Rp186.000.000 guna menjamin keberlanjutan studi pelajar dari keluarga kurang mampu.

Tak hanya fokus pada bantuan langsung, Pemprov Jatim juga menyalurkan dana untuk penguatan infrastruktur dan pemberdayaan desa. Program ini mencakup bantuan untuk Desa Berdaya, penguatan BUMDes, hingga dukungan teknis pembangunan yang dikelola oleh berbagai perangkat daerah terkait.

Bupati Jombang, Warsubi, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas dukungan masif yang diberikan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Menurutnya, sinergi antara pemerintah provinsi dan daerah sangat krusial untuk memastikan setiap bantuan tepat sasaran dan memberikan dampak nyata.

“Kami sangat mengapresiasi dan mengucapkan terima kasih atas perhatian serta dukungan Pemprov Jawa Timur melalui berbagai program bantuan sosial ini bagi masyarakat Jombang,” ungkap Warsubi dalam sambutannya di hadapan para penerima manfaat.

Bupati berharap bantuan ini dapat memotivasi masyarakat agar mampu meningkatkan kesejahteraan dan keluar dari garis kemiskinan. Ia optimistis kehadiran negara di tengah masyarakat akan mempercepat upaya penanggulangan kemiskinan dan menjaga stabilitas ekonomi daerah menjelang hari kemenangan.

Kasdam IV/Diponegoro Resmi Tutup TMMD Reguler Ke-127 Kodim 0728/Wonogiri

0

Wonogiri,TelusuR.ID – Ditandai pemukulan gong, Kepala Staf Kodam (Kasdam) IV/Diponegoro Brigjen TNI M. Andhy Kusuma, S.Sos., M.M., M.Han., CFrA. secara resmi menutup pelaksanaan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-127 Tahun Anggaran 2026 di Lapangan Desa Kembang, Kecamatan Jatipurno, Rabu (11/3/2026).

Upacara penutupan berlangsung khidmat dan penuh makna, dihadiri oleh Komandan Korem 074/Warastratama Kolonel Inf Muhammad Arry Yudhistira, Komandan Kodim 0728/Wonogiri Letkol Inf Rodricho Ivan Pattihahuan selaku Dansatgas TMMD, Bupati Wonogiri Setyo Sukarno, jajaran Forkopimda, Fotkopincam, serta ratusan prajurit TNI, Polri, dan warga masyarakat setempat.

Pemukulan gong menjadi simbol berakhirnya rangkaian kegiatan TMMD yang telah berjalan selama hampir satu bulan. Program ini tidak hanya berhasil membangun jalan penghubung antardusun di Desa Kembang, tetapi juga melaksanakan berbagai kegiatan sosial, penyuluhan, serta renovasi rumah warga tidak layak huni.

Dalam amanat Panglima Kodam IV/Diponegoro Mayjen TNI Achiruddin, S.E., M.Han. yang dibacakan Kasdam IV/Diponegoro Brigjen TNI M. Andhy Kusuma, S.Sos., M.M., M.Han., CFrA. TMMD Reguler ke-127 ini mengusung Tema “TMMD Satukan Langkah, Membangun

Negeri Dari Desa”. Makna yang terkandung dari tema tersebut adalah menekankan pentingnya membangun desa sebagai fondasi pembangunan nasional.

Membangun dari desa merupakan strategi pemerintah guna mewujudkan pemerataan ekonomi sekaligus peningkatan kesejahteraan bagi masyarakat Indonesia secara menyeluruh.

Desa diharapkan menjadi pusat pertumbuhan ekonomi yang berdaya saing di masa mendatang.

Program TMMD ini adalah merupakan program kerjasama yang terpadu dan berkelanjutan antara TNI, Kementerian/Lembaga Pemerintah Non Kementerian bersama Pemerintah Daerah dan Polri dengan memadukan program masing masing instansi, guna mewujudkan percepatan pembangunan di daerah.

sekaligus sebuah upaya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat yang tinggal di daerah pedesaan, daerah yang dikategorikan tertinggal/miskin, terisolasi/terpencil, wilayah perbatasan, daerah kumuh perkotaan serta daerah yang terdampak akibat bencana alam.

Setelah pelaksanan Upacara, Kasdam beserta rombongan berkesempatan meninjau stand UMKM, pengobatan gratis serta perpustakaan keliling dilanjutkan penanaman pohon disekitar lapangan.

 

(Agus Kemplu)

Dengan Lantang, Dansatgas Bacakan Laporan Singkat Pelaksanaan TMMD 127 Kodim 0728/Wonogiri

0

Wonogiri,TelusuR.ID – Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-127 TA 2026 Kodim 0728/Wonogiri di Desa Kembang, Kecamatan Jatipurno secara resmi ditutup, berbagai program baik fisik maupun non fisik dilaksanakan bersama-sama dengan masyarakat setempat,

Dandim 0728/Wonogiri Letkol Inf Rodricho Ivan Pattihahuan selaku Dan satgas TMMD ke-127, menyampaikan, sebelum resmi ditutup kegiatan TMMD ke-127 secara resmi dibuka pada Selasa 10 Februri 2026.

Laporan yang dibacakan oleh Dansatgas bahwa pelaksanaan TMMD ke-127 Kodim 0728/Wonogiri yang dilaksanakan di Desa Kembang, Kecamatan Jatipurno, Kabupaten Wonogiri meliputi Sasaran kegiatan fisik yaitu Rabat jalan beton titik 3 volume = p. 75 m x l. 4 m x tbl. 0,12 m. Talud jalan titik 8 volume = p. 17 m x t. 4,2 m,pengadaan sumur bor air bersih v  = 1 unit.Rabat jalan beton titik 1 volume = p. 500 m x l. 4 m x tbl. 0,12 m, Rabat jalan beton titik 2 volume = p. 138 m x l. 3,5 m x tbl. 0,12 m, Talut jalan titik 1 volume = p. 10 m x t. 3,6 m,Talut jalan titik 2 volume = p. 6 m x t. 3,7 m, Talut jalan titik 3 volume p. 10 m x t. 3,7 m, Talut jalan titik 4 volume = p. 8 m x t. 3 m, Talut jalan titik 5 volume = p. 10 m x t. 3 m, Talut jalan titik 6 volume = p. 8,5 m x t. 4 m, Talut jalan titik 7 volume = p. 9 m x t. 4 m, Rehab masjid al-huda v = p. 14 m x l. 8,5 m, Talud masjid titik 1 volume = p. 13 m x t. 2,5 m. Talud masjid titik 2 volume = p. 13 m x t. 3 m,  Rehab rtlh 10 titik danJambanisasi 5 titik.

Selain kegiatan fisik juga dilaksanakan kegiatan non fisik meliputimelaksanakan sosialisasi atau penyuluhan dan ketrampilan yang dilaksanakan oleh dinas/instansi pemkab Wonogiri, Kodim 0728/Wonogiri dan Polres Wonogiri.

Manfaat memperlancar sarana transportasi masyarakat dan fasilitas umum lainnya. Mendorong partisipasi masyarakat untuk membangun desanya. Membangun kerja sama dan kordinasi antara dinas instansi terkait dengan TNI-Polri Kabupaten Wonogiri. Meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Meningkatkan percepatan pembangunan daerah dan menciptakan kemanunggalan TNI-Rakyat.

 

(Agus Kemplu)