Resmikan edOTEL SMKN 1 Jombang, Khofifah Dorong Transformasi Menuju BLUD Sekolah

0
48 views
Bagikan :

JOMBANG, TELUSUR.ID – Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, memberikan apresiasi tinggi terhadap fasilitas edOTEL SMKN 1 Jombang yang dinilainya sebagai salah satu sarana praktik perhotelan terbaik di Jawa Timur. Mengingat kualitasnya yang mumpuni, Khofifah mendorong sekolah tersebut untuk segera bertransformasi menjadi Badan Layanan Umum Daerah (BLUD).

Dorongan tersebut disampaikan Khofifah saat meresmikan redesain edOTEL SMKN 1 Jombang pada Rabu (11/3/2026). Menurutnya, status BLUD akan memberikan penguatan strategis bagi sekolah dalam mengelola potensi dan meningkatkan kompetensi siswa secara lebih profesional dan mandiri.

“SMKN 1 Jombang sudah waktunya menuju BLUD. Saya meminta Kadisdik dan Kepala BPKAD untuk mengidentifikasi sekolah dengan keseriusan luar biasa seperti ini agar diberikan penguatan, sehingga mencapai titik strategis yang kita harapkan,” tegas Khofifah dalam sambutannya dikutip Telusur.id.

edOTEL SMKN 1 Jombang kini hadir dengan fasilitas lengkap, mulai dari satu unit restoran, 17 kamar penginapan berbagai tipe, hingga ruang pertemuan berkapasitas besar. Menariknya, Khofifah secara khusus memuji penggunaan nama pahlawan nasional asal Jombang seperti Gus Dur dan KH Wahab Chasbullah untuk ruang pertemuan di sana.

Penggunaan nama-nama besar tersebut diharapkan menjadi napas semangat heroisme dan inspirasi bagi seluruh siswa. Khofifah menilai, hal ini merupakan cara yang cerdas untuk merajut nilai karakter dan sejarah bangsa ke dalam ekosistem pembelajaran vokasi.

Selain meresmikan edOTEL, Gubernur Khofifah juga meresmikan proyek revitalisasi sarana dan prasarana (sarpras) untuk 51 lembaga pendidikan di Jombang, Nganjuk, dan Blitar. Total anggaran yang digelontorkan untuk proyek skala besar ini mencapai Rp46,8 miliar dari APBD Provinsi Jawa Timur.

Secara rincian, Kabupaten Jombang menerima alokasi Rp13,9 miliar, disusul Nganjuk sebesar Rp13,3 miliar, dan Kabupaten Blitar yang mendapatkan porsi terbesar senilai Rp19,5 miliar. Anggaran tersebut ditujukan untuk menjaga mutu pendidikan menengah agar tetap relevan dengan tuntutan dunia kerja modern.

“Ini bukan sekadar pembangunan fisik, melainkan investasi peradaban. Kita ingin memastikan proses belajar berlangsung kondusif dan bermutu, sehingga mampu mencetak SDM Jawa Timur yang unggul dan berdaya saing global,” ujar orang nomor satu di Jatim tersebut.

Khofifah menegaskan bahwa sarpras yang baik hanyalah alat, sementara jiwa pendidikan tetap berada pada dedikasi para guru dan semangat para murid. Oleh karena itu, ia juga memberikan santunan biaya pendidikan bagi 30 siswa berprestasi dari keluarga tidak mampu sebagai bentuk dukungan nyata pemerintah.

Kepala Dinas Pendidikan Jatim, Aries Agung Paewai, menambahkan bahwa pemerataan fasilitas pendidikan ini merupakan ikhtiar pemerintah provinsi untuk memberikan pelayanan yang layak bagi seluruh warga sekolah. Ia berharap seluruh fasilitas yang telah dibangun dapat dirawat dengan baik demi keberlanjutan proses belajar mengajar.

Momentum ini menandai transformasi pendidikan di Jawa Timur yang tidak lagi hanya mengejar pemenuhan fasilitas, tetapi diarahkan pada penguatan kualitas pembelajaran. Melalui ekosistem sekolah yang aman dan nyaman, diharapkan lahir generasi tangguh yang siap berkontribusi bagi masyarakat dan bangsa di masa depan.

Tinggalkan Balasan