JOMBANG, TelusuR.id – Pemerintah Kabupaten Jombang, Jawa Timur, resmi memulai penyaluran Bantuan Langsung Tunai Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (BLT DBHCHT) Tahun Anggaran 2026. Program ini diharapkan dapat menjadi stimulus penting dalam menjaga stabilitas ekonomi masyarakat di tingkat akar rumput.
Peluncuran simbolis program strategis tersebut dipimpin langsung oleh Bupati Jombang, Warsubi. Agenda penting yang menyasar sektor pekerja pertembakauan dan perkebunan ini berlangsung dengan khidmat di Pendopo Kecamatan Ngusikan pada Kamis (2/7/2026) pagi.
Kepala Dinas Sosial Kabupaten Jombang, Agung Hariadi, menegaskan bahwa program ini bukan sekadar bantuan sosial biasa. Menurutnya, penyaluran BLT DBHCHT merupakan bagian integral dari upaya pembinaan lingkungan sosial sekaligus percepatan pemulihan ekonomi di wilayah Kabupaten Jombang.

Langkah taktis Pemkab Jombang ini juga memiliki payung hukum yang kuat di tingkat pusat maupun daerah. Agung menjelaskan, dasar pelaksanaan program merujuk pada Peraturan Menteri Keuangan Nomor 22 Tahun 2026 serta diperkuat oleh Peraturan Bupati Jombang Nomor 28 Tahun 2026.
“Total penerima manfaat BLT DBHCHT tahun ini mencapai 11.720 orang. Masing-masing penerima manfaat mendapatkan uang tunai sebesar Rp 800.000,- yang disalurkan secara tunai melalui PT BPR Bank Jombang,” ujar Agung Hariadi saat menyampaikan laporan resminya.
Demi memastikan transparansi anggaran, Pemkab Jombang mengonfirmasi bahwa seluruh dana program ini dibebankan pada Perubahan APBD Kabupaten Jombang Tahun Anggaran 2026. Alokasi dana tersebut disalurkan secara akuntabel melalui Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) Dinas Sosial.
Pada acara peluncuran perdana hari ini, pihak panitia menghadirkan sedikitnya 181 warga penerima manfaat. Kehadiran perwakilan ini berasal dari tiga desa di wilayah setempat, yakni Desa Manunggal, Desa Mojodanu, dan Desa Ngusikan yang menerima bantuan secara langsung.
Secara teknis, penyaluran BLT DBHCHT Kabupaten Jombang tahun 2026 menyasar tiga kategori pekerja dengan rincian wilayah distribusi yang spesifik. Kategori pertama sekaligus yang mendominasi kuota penerima tahun ini adalah kelompok buruh tani tembakau dengan jumlah mencapai 6.775 orang.

Para buruh tani tembakau tersebut tersebar merata di lima wilayah kecamatan yang selama ini dikenal sebagai sentra komoditas tembakau Jombang. Wilayah-wilayah subur itu meliputi Kecamatan Ngusikan, Ploso, Plandaan, Kabuh, dan Kecamatan Kudu.
Sementara itu, kategori kedua diarahkan untuk menyokong sektor perkebunan lainnya, yaitu buruh tani cengkeh. Kelompok ini mencakup total penerima sebanyak 1.182 orang, yang seluruhnya terkonsentrasi di wilayah pegunungan Kecamatan Bareng dan Wonosalam.
Tidak ketinggalan, kategori ketiga menyasar sektor manufaktur dengan merangkul buruh pabrik rokok yang berjumlah 3.763 orang. Berbeda dengan sektor pertanian, para pekerja industri ini tersebar di 10 perusahaan rokok legal yang beroperasi aktif di seluruh wilayah Kabupaten Jombang.
Bupati Jombang, Warsubi, S.H., M.Si., dalam sambutannya menyatakan bahwa program ini adalah bukti nyata kehadiran pemerintah bagi wong cilik. BLT DBHCHT merupakan wujud komitmen daerah untuk meningkatkan kesejahteraan para pekerja di sektor tembakau, cengkeh, dan industri rokok.

“Melalui program ini, pemerintah berupaya memberikan dukungan sosial dan ekonomi yang bersumber dari DBHCHT. Tujuannya tidak lain adalah untuk mendorong kesejahteraan masyarakat, serta mewujudkan keadilan ekonomi bagi para penerima manfaat,” tutur Bupati Warsubi penuh optimisme.
Lebih lanjut, Warsubi menginstruksikan agar proses pendistribusian dana yang bekerja sama dengan PT BPR Bank Jombang ini rampung dalam sepekan. Jadwal penyaluran maraton telah disusun mulai hari ini hingga tanggal 7 Juli 2026 di masing-masing wilayah kecamatan dan pabrik rokok terkait.
“Saya berharap penyaluran berjalan tertib, transparan, dan tepat sasaran. Kepada saudara penerima manfaat, mohon bantuan ini disyukuri dan dimanfaatkan secara bijak untuk kebutuhan keluarga, sehingga bisa meringankan beban ekonomi,” pungkas Bupati Warsubi menutup arahannya.
Sebagai informasi, peluncuran ini turut dihadiri oleh jajaran Staf Ahli, Asisten, Kepala Perangkat Daerah, serta camat dan kepala desa setempat. Tampak hadir pula Direktur PT BPR Bank Jombang, Ketua Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) Jombang, dan Ketua Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) Jombang.



