Muktamar NU Ke-35 Bawa Berkah, Rumah Warga Tambakberas Mulai Ramai Diinden Tamu

0
62 views
Bagikan :

JOMBANG, TelusuR.id — Penunjukan Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas di Kabupaten Jombang sebagai tuan rumah Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) ke-35 mulai membawa berkah ekonomi yang nyata bagi warga sekitar. Dampak positif ini salah satunya dirasakan langsung oleh masyarakat yang memiliki rumah hunian atau kontrakan di sekitar lokasi utama penyelenggaraan forum akbar tersebut.

Meski pelaksanaan Muktamar NU ke-35 baru akan resmi berlangsung pada 27–31 Agustus 2026 mendatang, geliat pemesanan tempat tinggal sudah terasa sangat dinamis. Rumah-rumah di sekitar kawasan Tambakberas mulai banyak dipesan, bahkan sudah diinden sejak jauh hari oleh calon tamu, peninjau, maupun peserta dari berbagai daerah.

Salah seorang warga Perumahan Bahrul Ulum Menara Asri, Desa Sambongdukuh, Kecamatan Jombang, Siti Nur Hayati, mengonfirmasi bahwa permintaan sewa rumah melonjak tajam dalam beberapa hari terakhir. Antusiasme para calon pengunjung muktamar untuk mendapatkan akomodasi terdekat terbilang sangat tinggi.

“Alhamdulillah, mulai banyak yang mencari, dan juga banyak yang sudah inden di sini,” ujar Siti Nur Hayati saat memberikan keterangan mengenai kondisi lonjakan pemesanan tersebut di kediamannya pada Rabu (9/7/2026).

Menurut penuturan Nur, gelombang pemesanan rumah sewa bahkan sudah mulai masuk sejak dua hari lalu, tepat setelah pengumuman resmi mengenai penunjukan lokasi muktamar disebarluaskan. Menariknya, rumah yang ditawarkan untuk disewakan tidak hanya berupa rumah kosong, melainkan juga rumah yang saat ini masih dihuni aktif oleh pemiliknya.

“Ada yang ditempati, ada juga yang kosong,” katanya menambahkan. Fenomena ini menunjukkan bagaimana warga lokal secara terbuka menangkap peluang ekonomi dari momentum keagamaan skala nasional tersebut sekaligus menunjukkan keramahan khas masyarakat Jombang.

Khusus untuk rumah yang saat ini masih ditempati, Nur menjelaskan bahwa sebagian pemilik rumah rela memilih untuk mengungsi sementara waktu. Mereka biasanya menumpang tinggal di rumah orang tua atau saudara terdekat agar rumah pribadi mereka dapat dikosongkan dan disewakan secara penuh selama pelaksanaan muktamar berlangsung.

“Yang punya rumah biasanya mengungsi ke rumah orang tua atau saudara. Ya saling membantu untuk terlaksananya Muktamar di Tambakberas sini,” ungkap Nur, menggambarkan bentuk partisipasi dan dukungan warga demi menyukseskan agenda besar organisasi para kiai tersebut.

Siti mengaku dirinya pribadi juga akan melakukan langkah serupa demi menyambut para tamu muktamar. Selama rumahnya disewakan dalam kurun waktu sekitar satu pekan penuh, ia sudah menyusun rencana untuk mengungsi dan tinggal sementara di kediaman adik serta orang tuanya.

“Saya insyaallah ke rumah adik dan orang tua,” ujarnya menjelaskan persiapan logistik pribadinya menjelang akhir Agustus nanti.

Terkait nilai ekonomi yang berputar, tarif sewa rumah di kawasan perumahan tersebut saat ini terpantau bervariasi. Nilai kontrak yang ditawarkan berkisar antara Rp5 juta hingga Rp10 juta untuk masa sewa pendek selama kurang lebih satu minggu pelaksanaan rangkaian acara.

“Sekarang kisarannya sekitar Rp5 juta sampai Rp10 juta per minggu,” jelas Siti merinci harga pasar akomodasi dadakan yang kini tengah berkembang di sekitar wilayah Sambongdukuh.

Menurut analisis Nur, tingginya minat para penyewa ini sangat dipengaruhi oleh posisi geografis perumahan yang tergolong cukup strategis. Kompleks hunian warga tersebut hanya berjarak sekitar 500 meter dari area parkir utama serta titik sentral lokasi kegiatan Muktamar NU ke-35.

“Strategis, dekat dengan lokasi, dekat dengan parkir juga. Jalan kaki sekitar 500 meter,” katanya, merujuk pada kenyamanan aksesibilitas bagi para calon peserta muktamar yang ingin menghindari kemacetan arus lalu lintas.

Ia menambahkan, gelombang calon penyewa datang dari berbagai latar belakang daerah yang sangat beragam. Proses transaksi dan komunikasi pun berlangsung secara daring maupun luring, di mana sebagian menghubungi melalui pesan singkat WhatsApp, sementara lainnya memilih datang langsung ke lokasi untuk mengecek kondisi fisik rumah.

“Banyak yang menghubungi lewat WhatsApp atau datang langsung ke rumah,” ujarnya menutup perbincangan.

Sebagaimana diketahui, forum permusyawaratan tertinggi organisasi Islam terbesar di dunia ini diperkirakan akan diikuti oleh sekitar 6.000 peserta resmi, peninjau, hingga tamu undangan mancanegara. Lonjakan kebutuhan akomodasi ini menjadi bukti nyata bagaimana agenda organisasi mampu menstimulus ekonomi kerakyatan di tingkat lokal secara instan.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini