Home Berita Rupiah Tertekan hingga Lapangan Kerja Terancam, HIMAMASDA UNUSIDA Ungkap Fakta yang Perlu...

Rupiah Tertekan hingga Lapangan Kerja Terancam, HIMAMASDA UNUSIDA Ungkap Fakta yang Perlu Diketahui Mahasiswa

0
1 views
Bagikan :

Mahasiswa UNUSIDA Dibekali Strategi Hadapi Gejolak Global dan Persaingan Kerja Digital

SIDOARJO, TelusuR.ID — Ketidakpastian ekonomi global akibat meningkatnya tensi geopolitik dunia dinilai menjadi tantangan nyata yang harus dihadapi generasi muda. Kondisi tersebut mendorong mahasiswa tidak hanya memahami dinamika ekonomi internasional, tetapi juga membangun kapasitas diri agar tetap kompetitif di pasar kerja yang terus berubah.

Kesadaran itu menjadi fokus utama Seminar Nasional 2026 yang digelar Himpunan Mahasiswa Manajemen (HIMAMASDA) Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) di Aula Lantai 4 Kampus 2 UNUSIDA, Kamis (4/6/2026).

Mengusung tema “Menavigasi Ketidakpastian Global di Era Ketegangan Geopolitik”, seminar menghadirkan akademisi dan praktisi untuk membahas dampak perkembangan geopolitik terhadap perekonomian nasional sekaligus kesiapan mahasiswa menghadapi transformasi dunia kerja digital.

Dekan Fakultas Ekonomi UNUSIDA, Muhafidhah Novie, mengatakan mahasiswa perlu memiliki pemahaman yang lebih luas terhadap isu-isu ekonomi global karena dampaknya semakin terasa hingga ke tingkat domestik.

“Mahasiswa perlu memahami bagaimana dinamika global dapat memengaruhi kondisi ekonomi nasional. Dengan wawasan yang lebih baik, mereka akan lebih siap menghadapi tantangan di masa depan,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Sabtu (6/6).

Menurutnya, kemampuan beradaptasi menjadi salah satu kompetensi utama yang harus dimiliki generasi muda di tengah perubahan ekonomi yang berlangsung cepat dan sulit diprediksi.

Ketua Program Studi Manajemen UNUSIDA, M. Mustaqim, menilai seminar tersebut berhasil menjadi ruang dialog yang mempertemukan perspektif akademik dengan pengalaman praktis dari para narasumber.

Ia mengapresiasi tingginya antusiasme peserta selama kegiatan berlangsung, mulai dari pemaparan materi hingga sesi diskusi interaktif.

Dalam sesi pertama, ekonom dan peneliti dari organisasi riset ekonomi Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia, Dipo Satria Ramli, memaparkan berbagai tantangan ekonomi yang muncul akibat memanasnya situasi geopolitik global.

Menurut Dipo, tekanan terhadap nilai tukar rupiah, meningkatnya risiko inflasi impor (imported inflation), hingga menyempitnya ruang fiskal pemerintah menjadi sejumlah konsekuensi yang perlu diantisipasi.

Dampak lanjutan dari kondisi tersebut, kata dia, dapat memengaruhi iklim investasi, penyerapan tenaga kerja, hingga daya beli masyarakat.

“Adaptasi menjadi kunci utama. Mahasiswa perlu membekali diri dengan kemampuan yang relevan agar tetap mampu bersaing di tengah perubahan ekonomi global yang berlangsung sangat cepat,” katanya.

Sementara itu, sesi kedua menghadirkan dosen Fakultas Ekonomi UNUSIDA, Edita Rachma Kamila, yang menyoroti pentingnya personal branding dan identitas digital dalam membangun karier di era modern.

Edita menilai perusahaan saat ini tidak lagi hanya melihat capaian akademik calon pekerja. Rekam jejak digital, profesionalisme, hingga kemampuan membangun reputasi positif di ruang digital menjadi aspek yang semakin diperhatikan.

“Personal branding merupakan cara strategis untuk memperkenalkan kompetensi dan nilai diri secara profesional. Di era digital, hal itu dapat membuka peluang karier yang lebih luas,” ujarnya.

Melalui seminar tersebut, peserta tidak hanya memperoleh pemahaman mengenai tantangan ekonomi global, tetapi juga mendapatkan bekal praktis untuk meningkatkan daya saing, mulai dari pengelolaan citra profesional hingga optimalisasi platform digital.

Diskusi yang berlangsung dinamis menunjukkan tingginya minat mahasiswa terhadap isu ekonomi global dan pengembangan kompetensi diri. Seminar ini diharapkan mampu memperkuat literasi ekonomi sekaligus meningkatkan kesiapan generasi muda menghadapi perubahan yang semakin kompleks di tingkat nasional maupun internasional.

NO COMMENTS

Tinggalkan Balasan