Jajanan Tradisional Bertemu Semangat Gen Z, Cara MI Midanutta’lim Mayangan Menanamkan Jiwa Wirausaha

0
7 views
Bagikan :

Market Day dan Bazar Gen Z MI Midanutta’lim 1 Mayangan, Saat Generasi Muda Belajar Bisnis Sambil Melestarikan Budaya

Mayangan,TelusuR.ID – Suasana halaman MI Midanutta’lim 1 Mayangan tampak berbeda pada Senin (15/6/2026). Ratusan siswa, wali murid, guru, dan masyarakat sekitar memadati area madrasah untuk mengikuti kegiatan Kokurikuler Market Day Jajanan Tradisional dan Bazar Gen Z yang digelar sebagai bagian dari pembelajaran berbasis pengalaman nyata.

Mengusung tema “Menjaga Budaya Melalui Market Day Jajanan Tradisional dan Bazar Gen Z”, kegiatan ini tidak sekadar menjadi ajang bazar atau jual beli produk. Lebih dari itu, Market Day menjadi ruang edukatif yang mempertemukan pembelajaran kewirausahaan, penguatan karakter, kreativitas, serta pelestarian budaya lokal dalam satu kegiatan yang menarik dan menyenangkan.

Sejak pagi, para siswa tampak antusias menawarkan berbagai produk yang mereka siapkan bersama guru dan orang tua. Beragam jajanan tradisional khas Nusantara menjadi daya tarik utama. Mulai dari tiwul, sawut, klanting, puro, cenil, gethuk, rujak, hingga aneka minuman tradisional tersaji di setiap stan yang dikelola langsung oleh para peserta didik.

Kehadiran jajanan tradisional tersebut bukan tanpa alasan. Di tengah derasnya arus modernisasi dan dominasi makanan instan, MI Midanutta’lim 1 Mayangan berupaya mengenalkan kembali kekayaan kuliner warisan leluhur kepada generasi muda. Melalui pendekatan yang menyenangkan, siswa diajak memahami bahwa budaya tidak hanya dipelajari melalui buku, tetapi juga dapat dikenali, dirasakan, dan dilestarikan melalui pengalaman langsung.

Selain menyajikan kuliner tradisional, kegiatan ini juga menampilkan berbagai hasil karya kreatif siswa yang lahir dari proses pembelajaran kokurikuler. Beragam produk yang dipamerkan menunjukkan kemampuan peserta didik dalam berinovasi, berpikir kreatif, serta mengembangkan ide-ide baru yang relevan dengan perkembangan zaman.

Kepala MI Midanutta’lim 1 Mayangan, M. Miftahus Saidin, M.Pd, mengatakan bahwa Market Day merupakan bagian dari strategi pembelajaran yang dirancang untuk membekali siswa dengan keterampilan hidup atau life skills sejak usia dini.

“Market Day bukan hanya tentang kegiatan jual beli. Anak-anak belajar berkomunikasi, bekerja sama, mengelola tanggung jawab, menghitung keuntungan, membangun kepercayaan diri, hingga memahami pentingnya kreativitas dalam berwirausaha. Semua itu merupakan bekal penting bagi mereka di masa depan,” ujarnya.

Menurutnya, pendidikan saat ini tidak cukup hanya berorientasi pada capaian akademik semata. Peserta didik juga perlu diberikan pengalaman nyata agar mampu mengembangkan kemampuan berpikir kritis, kolaboratif, kreatif, dan komunikatif yang menjadi kebutuhan di era modern.

Ia menambahkan, pengenalan kewirausahaan sejak dini menjadi langkah strategis dalam membentuk generasi yang mandiri, inovatif, dan mampu menciptakan peluang. Sementara itu, penguatan nilai budaya lokal menjadi pondasi penting agar anak-anak tetap memiliki identitas dan karakter kuat di tengah perkembangan teknologi yang semakin pesat.

Antusiasme masyarakat yang hadir menjadi indikator keberhasilan kegiatan tersebut. Wali murid dan warga sekitar tidak hanya datang sebagai pengunjung, tetapi juga memberikan dukungan nyata dengan membeli berbagai produk yang dijual para siswa. Bahkan sejumlah stan dilaporkan berhasil menghabiskan seluruh dagangannya sebelum acara berakhir.

Kondisi tersebut menjadi pengalaman berharga bagi peserta didik. Mereka tidak hanya belajar memasarkan produk, tetapi juga merasakan secara langsung proses interaksi dengan konsumen, mengelola transaksi, serta memahami pentingnya pelayanan dan kerja keras dalam menjalankan usaha.

Lebih jauh, kegiatan ini juga menjadi wadah untuk mempererat hubungan antara madrasah, keluarga, dan masyarakat. Kolaborasi yang terbangun selama kegiatan menunjukkan bahwa pendidikan yang berkualitas membutuhkan dukungan dan keterlibatan seluruh elemen lingkungan.

Melalui Market Day dan Bazar Gen Z, MI Midanutta’lim 1 Mayangan kembali menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan pembelajaran yang inovatif, kontekstual, dan berorientasi pada pembentukan karakter. Kegiatan ini menjadi bukti bahwa madrasah mampu menghadirkan pendidikan yang tidak hanya mencetak siswa cerdas secara akademik, tetapi juga melahirkan generasi yang kreatif, mandiri, berjiwa entrepreneur, serta memiliki kepedulian tinggi terhadap pelestarian budaya bangsa.

Acara kemudian ditutup dengan pemberian apresiasi kepada stan terbaik dan peserta yang menunjukkan kreativitas serta semangat kewirausahaan selama kegiatan berlangsung. Keberhasilan Market Day tahun ini menjadi motivasi bagi madrasah untuk terus menghadirkan program-program pembelajaran yang relevan dengan tantangan zaman, sekaligus tetap berakar kuat pada nilai-nilai budaya Indonesia.

“Belajar Hari Ini, Berwirausaha Esok Hari, dan Menjaga Budaya Sepanjang Masa”

Tinggalkan Balasan