Bolo Jombang Bersatu Tolak Kehadiran Eks BEM UGM Tiyo Ardianto di Jombang dan Jawa Timur

0
2 views
Bagikan :

Jombang,TelusuR.ID – Organisasi masyarakat Bolo Jombang Bersatu menyatakan sikap tegas menolak kehadiran eks Ketua BEM UGM, Tiyo Ardianto, apabila yang bersangkutan berencana menggelar kegiatan atau menghadiri agenda publik di Kabupaten Jombang maupun wilayah Jawa Timur.

Koordinator Bolo Jombang Bersatu, Hadi Suyanto, mengatakan penolakan tersebut dilatarbelakangi oleh pernyataan Tiyo Ardianto yang dinilai telah merendahkan harkat dan martabat Presiden Republik Indonesia melalui ungkapan yang dianggap tidak pantas dan tidak mencerminkan etika dalam menyampaikan kritik.

“Kami menghormati kebebasan berpendapat yang dijamin oleh konstitusi. Namun, kebebasan tersebut harus dijalankan dengan tanggung jawab, etika, dan adab. Menyampaikan kritik adalah hak setiap warga negara, tetapi menghina kepala negara dengan kata-kata yang merendahkan tidak dapat dibenarkan,” ujar Hadi Suyanto, Minggu (14/6/2026).

Menurutnya, Presiden Republik Indonesia merupakan simbol negara yang harus dihormati oleh seluruh elemen bangsa, terlepas dari perbedaan pandangan politik yang ada di tengah masyarakat.

Hadi menegaskan bahwa Bolo Jombang Bersatu tidak anti terhadap kritik kepada pemerintah. Justru pihaknya mendukung kritik yang konstruktif, berbasis data, serta menawarkan solusi bagi kemajuan bangsa. Namun, kritik yang disampaikan dengan cara menghina dan merendahkan dinilai hanya akan memperkeruh suasana serta memecah belah persatuan masyarakat.

“Kami menolak budaya politik yang mengedepankan ujaran kebencian, caci maki, dan penghinaan. Demokrasi Indonesia dibangun di atas nilai-nilai musyawarah dan penghormatan terhadap sesama, bukan pada upaya menjatuhkan martabat seseorang,” tegasnya.

hadi suyanto koordinator Bolo Jombang Bersatu foto kanan memakai rompi-foto istimewa

Lebih lanjut, Hadi mengajak seluruh elemen masyarakat, khususnya kalangan pemuda, mahasiswa, dan organisasi kemasyarakatan di Jawa Timur untuk tetap menjaga kondusivitas daerah serta mengedepankan budaya dialog yang santun dalam menyampaikan aspirasi.

Menurutnya, Jawa Timur sebagai daerah yang dikenal dengan tradisi pesantren, ulama, dan budaya ketimuran memiliki nilai-nilai luhur yang menjunjung tinggi adab dalam berbicara maupun bersikap.

“Perbedaan pendapat adalah hal yang biasa dalam demokrasi. Namun, perbedaan itu tidak boleh menjadi alasan untuk menghina atau merendahkan simbol negara. Kami berharap seluruh pihak dapat lebih bijak dalam menyampaikan kritik demi menjaga persatuan dan kehormatan bangsa,” pungkas Hadi.

Bolo Jombang Bersatu juga menyatakan akan terus mengawal ruang publik agar tetap kondusif serta tidak menjadi tempat berkembangnya narasi-narasi yang berpotensi memecah belah masyarakat dan merusak semangat persatuan nasional.

Tinggalkan Balasan