Peringkat Dua Dunia, Program Makan Bergizi Gratis Indonesia Jangkau 49 Juta Siswa

0
93 views
Bagikan :

JAKARTA, TELUSUR.ID – Indonesia mengukuhkan posisinya sebagai salah satu pemain utama dalam gerakan pemenuhan gizi anak di level internasional. Melalui implementasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG), Indonesia kini tercatat sebagai negara dengan jumlah penerima manfaat makan sekolah terbesar kedua di dunia, tepat di bawah India.

Berdasarkan data terbaru dari Badan Gizi Nasional (BGN) per 3 Maret 2026, total penerima manfaat program MBG di tanah air telah menembus angka 61.239.037 orang. Dari jumlah masif tersebut, sebanyak 49.057.682 di antaranya merupakan siswa aktif yang tersebar di berbagai jenjang pendidikan di seluruh pelosok negeri.

Capaian ini menempatkan Indonesia dalam jajaran lima besar negara dengan cakupan makan sekolah terluas. Posisi pertama masih ditempati India dengan 118 juta siswa, disusul Indonesia dengan 49 juta siswa, Brasil 38,5 juta siswa, China 34,5 juta siswa, serta Amerika Serikat dengan 30,1 juta siswa.

Kepala Biro Hukum dan Hubungan Masyarakat BGN, Khairul Hidayarti, menyatakan bahwa tren ini sejalan dengan upaya global dalam meningkatkan kualitas SDM melalui lingkungan sekolah. Mengutip data World Food Programme (WFP), saat ini terdapat sekitar 174,9 juta anak di seluruh dunia yang telah menerima manfaat serupa.

“Secara global, pemenuhan gizi melalui sekolah telah menjadi agenda penting di 174 negara. Indonesia menjadi bagian krusial dari upaya tersebut dengan komitmen tinggi pemerintah dalam memperkuat kesehatan anak didik,” ujar Khairul Hidayarti di Jakarta, Senin (9/3/2026) dikutip Telusur.id.

Meskipun terdapat 174 negara yang menaruh perhatian pada isu ini, baru sekitar 107 negara yang berhasil mengadopsi program makan sekolah sebagai kebijakan nasional yang terstruktur. Indonesia termasuk dalam kelompok negara pionir yang menjadikan kecukupan gizi sebagai program prioritas pemerintah pusat.

Menurut perempuan yang akrab disapa Hida ini, program MBG bukan sekadar aktivitas membagikan makanan harian. Lebih jauh, inisiatif ini merupakan instrumen investasi jangka panjang negara untuk memutus rantai masalah kesehatan kronis dan meningkatkan daya saing sumber daya manusia Indonesia.

“Dengan jangkauan yang kini menyentuh 61,2 juta jiwa secara total, program ini diharapkan mampu memperkuat ketahanan fisik, konsentrasi belajar, serta kecerdasan siswa. Kami ingin memastikan lahirnya generasi yang sehat, cerdas, dan produktif,” tambahnya.

Keberhasilan Indonesia menembus peringkat kedua dunia ini juga menjadi sinyal positif bagi komunitas internasional terkait keseriusan pemerintah dalam menangani isu stunting dan malnutrisi. Pola distribusi yang dijalankan BGN terus dievaluasi guna memastikan ketepatan sasaran dan kualitas menu yang disajikan.

Implementasi program MBG ini juga diharapkan memberikan dampak domino terhadap ekonomi kerakyatan, terutama melalui keterlibatan sektor pangan lokal di sekitar lingkungan sekolah. Hal ini selaras dengan misi pemerintah untuk menciptakan ketahanan pangan yang terintegrasi dari hulu hingga hilir.

Dengan dukungan anggaran yang kuat dan pengawasan ketat, pemerintah optimis bahwa Program Makan Bergizi Gratis akan terus berkembang. Langkah strategis ini menjadi fondasi penting menuju visi Indonesia Emas 2045, di mana kualitas gizi menjadi kunci utama keunggulan bangsa di masa depan.

Tinggalkan Balasan