Baron Grup Gebrak Pasar Global, Luncurkan Ekspedisi E-PARSIA untuk Sejahterakan Petani Tembakau

0
62 views
Bagikan :

SURABAYA, TELUSUR.ID – Industri tembakau, Bandar Rokok Nusantara Grup (Baron Grup), resmi mengumumkan langkah ekspansi besar-besaran ke pasar internasional. Perusahaan ini memproyeksikan ekspedisi pasar rokok yang ambisius dengan menyasar dua benua sekaligus, yakni Asia dan Australia, sebelum nantinya merambah daratan Eropa.

Langkah strategis ini dinamai Ekspedisi E-PARSIA (Ekspedisi Pasar Rokok Asia Australia) oleh sang pemilik, Khalilur R. Abdullah Sahlawiy. Program ini mencakup pemetaan dan penetrasi pasar ke sejumlah negara potensial seperti Malaysia, Filipina, Hong Kong, China, Thailand, Vietnam, Kamboja, hingga Australia.

Owner Baron Grup yang akrab disapa Gus Lilur tersebut menyatakan bahwa ekspansi ini bukan sekadar urusan bisnis semata. Menurutnya, Indonesia memiliki modal besar berupa jutaan petani tembakau dengan hasil bumi yang melimpah ruah, namun sayangnya potensi tersebut belum dikelola secara maksimal untuk kemakmuran mereka.

“Petani tembakau di Republik Indonesia berjumlah jutaan jiwa. Tembakau kita melimpah ruah. Sudah saatnya kita menjadi tuan di tanah kita sendiri,” tegas Gus Lilur dalam keterangannya tertulisnya, Rabu (11/3/2026) dikutip Telusur.id.

Gus Lilur mengungkapkan keprihatinannya terhadap nasib para petani yang selama berpuluh-puluh tahun hanya bisa bertahan hidup di level “cukup makan”. Ia memimpikan sebuah ekosistem industri di mana tembakau hasil keringat petani dihargai dengan nilai yang jauh lebih tinggi dan sepantasnya.

Baginya, tujuan utama dari perdagangan ini adalah membawa para petani menuju taraf hidup yang kaya raya. Ia menilai kondisi petani saat ini sangat ironis jika dibandingkan dengan kualitas dan kuantitas tembakau Indonesia yang sangat diminati oleh pasar dunia.

Gus Lilur menegaskan bahwa kunci utama agar tembakau petani bisa dibeli dengan harga mahal adalah dengan menguasai pasar hilir di mancanegara. Tanpa adanya jangkauan pasar yang luas hingga ke luar negeri, nilai tawar tembakau lokal akan terus tertekan oleh permainan harga domestik.

“Kunci dari pembelian mahal tembakau jutaan petani itu adalah pasar rokok di Asia, Eropa, bahkan Amerika. Karena itulah Baron Grup memutuskan untuk masuk secara agresif ke pasar mancanegara,” ujar pengusaha nasional asal Situbondo tersebut.

Ekspedisi E-PARSIA ini diharapkan menjadi pintu pembuka bagi produk-produk tembakau Nusantara untuk bersaing dengan merek-merek global. Baron Grup optimistis bahwa karakteristik unik tembakau Indonesia memiliki daya tarik tersendiri bagi perokok di kawasan Asia-Pasifik.

Selain memperkuat posisi merek di luar negeri, langkah ini diproyeksikan akan meningkatkan permintaan bahan baku tembakau berkualitas tinggi dari dalam negeri. Hal ini secara otomatis akan menciptakan kompetisi harga yang sehat dan menguntungkan bagi para petani di berbagai daerah penghasil tembakau.

Sebagai penutup, Santri Pengusaha yang merupakan Alumni Ponpes Denanyar Jombang ini berkomitmen untuk terus mengawal program ini agar dampak ekonominya benar-benar sampai ke akar rumput.

“Dengan penguasaan pasar global, Baron Grup bertekad mengubah wajah industri tembakau nasional menjadi lebih inklusif dan berpihak pada kesejahteraan petani,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan