Akselerasi Gizi Nasional: Sosialisasi Makan Bergizi Gratis Menyapa Warga Kediri

0
67 views
Bagikan :

KEDIRI, TELUSUR.ID – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) terus diperluas jangkauannya melalui sosialisasi intensif kepada masyarakat. Kali ini, kegiatan digelar di Gedung Serba Guna Balai Desa Sumberagung, Kecamatan Wates, Kabupaten Kediri, dengan melibatkan sinergi antara mitra kerja Komisi IX DPR RI dan Badan Pelayanan Pemenuhan Gizi.

Hadir dalam forum tersebut sejumlah tokoh penting, di antaranya Nurhadi, S.Pd., MH, Khusnul Arif, S.Sos, serta Drs. H. Lutfi Mahmudiono. Kehadiran mereka bertujuan untuk menyerap aspirasi langsung dari akar rumput sekaligus memperkuat basis dukungan terhadap program strategis nasional yang dicanangkan pemerintah pusat ini.

Dalam paparannya, Nurhadi menekankan bahwa MBG bukan sekadar program bagi-bagi makanan, melainkan langkah konkret negara dalam menekan angka stunting. “Melalui intervensi gizi yang tepat sasaran, pemerintah optimistis kualitas kesehatan generasi muda Indonesia akan meningkat secara signifikan di masa depan,” ujar dia, dikutip Telusur.id Senin (9/3/2026).

Forum ini juga menjadi ruang dialog terbuka bagi puluhan warga yang hadir. Salah satu aspirasi yang mencuat adalah kekhawatiran orang tua terkait potensi berkurangnya uang jajan anak akibat adanya program makan di sekolah, yang kemudian ditanggapi secara edukatif oleh tim sosialisasi.

Nurhadi menjelaskan bahwa fokus utama program ini adalah menjamin kepastian asupan nutrisi harian anak-anak. Dengan adanya makanan sehat yang terjamin kualitasnya di sekolah, beban orang tua dalam menyediakan makanan bergizi justru terbantu, sehingga kesehatan anak tetap menjadi prioritas utama.

Menariknya, program ini juga dirancang untuk inklusif. Bagi masyarakat yang belum tersentuh manfaatnya, pihak legislatif berkomitmen untuk mengusulkan data mereka kepada Badan Gizi Nasional (BGN) agar segera masuk dalam daftar penerima manfaat, sehingga tidak ada warga yang terlewatkan.

Dari sisi operasional, Kabupaten Kediri menunjukkan kesiapan yang cukup matang dengan beroperasinya sekitar 150 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur umum. Fasilitas ini diperkirakan mampu melayani sekitar setengah juta penerima manfaat setiap harinya, mulai dari Senin hingga Sabtu.

Khusus untuk wilayah Kecamatan Wates, terdapat sedikitnya tujuh dapur MBG yang telah aktif beroperasi. Keberadaan dapur-dapur ini menjadi tulang punggung dalam mendistribusikan makanan bergizi secara cepat dan higienis kepada para siswa serta kelompok sasaran lainnya di wilayah tersebut.

Badan SPPG wilayah Jawa Timur menambahkan bahwa program MBG adalah investasi jangka panjang untuk menjemput “Generasi Emas”. Sasaran program pun sangat luas, mencakup anak sekolah, balita, ibu hamil, ibu menyusui, hingga tenaga pendidik yang berperan dalam ekosistem pendidikan.

Lebih jauh, dampak ekonomi lokal mulai terasa seiring dengan pemanfaatan bahan pangan dari peternak dan petani setempat. Penyerapan hasil kebun dan ternak masyarakat oleh dapur MBG menciptakan sirkulasi ekonomi yang positif dan membuka lapangan kerja baru bagi warga sekitar sebagai pengelola dapur.

Sebagai penutup, sosialisasi ini mengingatkan bahwa tanggung jawab pemenuhan gizi tidak hanya berada di pundak negara. Masyarakat diimbau untuk tetap menerapkan pola gizi seimbang di lingkungan keluarga sebagai fondasi utama dalam menjaga kesehatan anak-anak Indonesia.

Tinggalkan Balasan