JOMBANG, TELUSUR.ID – Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) Kabupaten Jombang menggelar Pelantikan Bersama Pimpinan Anak Cabang (PAC) ISNU se-Jombang Masa Khidmat 2025–2029 dan Rapat Kerja Cabang (Rakercab) PC ISNU Jombang di Aula Kantor PCNU Jombang, Mojoagung, pada Sabtu (27/12/2025). Seluruh kecamatan di Jombang yang berjumlah 21, telah memiliki Pimpinan Anak Cabang ISNU terlantik.
Acara ini dihadiri oleh Ketua PC ISNU Jombang, Dr. H. Abdullah Aminuddin Aziz, M.Pd.I, Plt Ketua PW ISNU Jawa Timur yang diwakili oleh KH. Drs. Shohib Arifin Musa, M.Pd.I., Ketua PCNU Jombang, KH. Fahmi Amrullah Hadzik, Wakil Rais Syuriah PCNU Jombang, KH. Musta’in Hasan, S.H., S.Hum., serta Sekretaris PW ISNU Jatim, Muhammad Dawud, M.Sos.
Sebanyak 21 PAC ISNU dari seluruh kecamatan di Kabupaten Jombang resmi dilantik berdasarkan surat keputusan PW ISNU Jawa Timur.

Pembacaan SK dilakukan oleh Muhammad Hidayatullah, S.Sos.I, dan prosesi pelantikan dipimpin oleh KH. Drs. Shohib Arifin Musa, M.Pd.I mewakili PW ISNU Jawa Timur.
Usai pelantikan, jajaran pengurus PW ISNU Jatim, PCNU Jombang, dan PC ISNU Jombang memberikan ucapan selamat kepada para pengurus PAC terlantik. Kegiatan dilanjutkan dengan penandatanganan pakta integritas oleh seluruh Ketua PAC ISNU se-Kabupaten Jombang, diwakili oleh Ketua PAC ISNU Mojoagung, disaksikan Ketua PC ISNU Jombang.

Dalam sambutannya, Ketua PC ISNU Jombang, Dr. Abdullah Aminuddin Aziz menegaskan bahwa pembentukan PAC ISNU di 21 kecamatan merupakan langkah penting untuk menghidupkan kembali dinamika organisasi setelah sempat vakum selama empat tahun terakhir.
“Pembentukan PAC adalah bagian dari program kerja yang tidak mudah. Kami harus sowan kepada para kiai di MWCNU se-Jombang agar keberadaan ISNU benar-benar mendapat restu, ridla, dan arahan,” ujarnya.
Ia menambahkan, ISNU Jombang tengah menjalankan dua agenda strategis, yaitu pendataan sarjana NU dan penguatan Lembaga Pemeriksa Halal (PPH) ISNU Jombang yang kini memiliki lebih dari 80 anggota aktif. “Tanggung jawab ISNU adalah memetakan potensi sarjana NU—mulai S1, S2, S3 hingga guru besar—dan menjadikannya kekuatan intelektual yang bermanfaat bagi masyarakat,” jelasnya.

Dr. Abdullah juga menegaskan pentingnya keberkahan dan arahan kiai dalam perjuangan para sarjana NU. “Setinggi apa pun pencapaian akademik kita, tidak akan bermakna tanpa ridla dan nasihat para kiai,” tandasnya.
Sekretaris PW ISNU Jatim, Muhammad Dawud, M.Sos, menyampaikan bahwa ISNU harus memiliki peran strategis dalam membendung paham-paham radikal dan ekstrem. Ia menyinggung hasil riset yang dilakukan olehnya bersama KH. Zakky Hadzik mengenai peran ormas Islam dalam memperkuat moderasi beragama.
“Para sarjana NU harus adaptif terhadap perkembangan zaman, terutama dengan hadirnya teknologi baru seperti kecerdasan buatan (AI). Program ISNU harus dirancang agar mampu menjawab tantangan ini,” katanya.
Sementara itu, Ketua PCNU Jombang, KH. Fahmi Amrullah Hadzik, mengapresiasi ketepatan waktu pelaksanaan acara yang mencerminkan kedisiplinan warga NU. Namun, Gus Fahmi berkelekar bahwa yang paling sulit mendisiplinkan warga NU adalah soal ketepatan waktu. “Berarti semuanya ini muallaf NU ini,” guraunya disambut tawa hadirin.
“NU itu penuh barakah. Karena itu, para sarjana NU harus bangga dengan identitasnya dan membawa nilai-nilai NU ke seluruh lini kehidupan—tapi lebih membanggakan lagi, jika logo NU ada di ambulan, ada di mobil jenazah, ada di Rumah Sakit, di sekolah, madrasah, artinya dakwah NU tidak hanya dalam bidang politik, tapi juga sosial, pendidikan, dan pelayanan masyarakat,” tuturnya.
Acara ditutup dengan doa oleh KH. Musta’in Hasan, S.H., M.Hum., Wakil Rais Syuriah PCNU Jombang, yang memohonkan keberkahan bagi seluruh pengurus ISNU Jombang dalam menjalankan amanah ke depan.



