Ketua PC ISNU Jombang Aminuddin Ingatkan Pentingnya Restu Kiai dan Revitalisasi Gerakan Cendekiawan NU

0
150 views
Bagikan :

JOMBANG, TELUSUR.ID — Ketua Pengurus Cabang Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (PC ISNU) Kabupaten Jombang, Dr. H. Abdullah Aminuddin Aziz, M.Pd.I., menegaskan bahwa arah perjuangan cendekiawan NU harus senantiasa berlandaskan restu dan arahan para kiai.

Hal tersebut ia sampaikan dalam sambutannya pada Pelantikan Bersama PAC ISNU se-Kabupaten Jombang Masa Khidmat 2025–2029 dan Rapat Kerja Cabang PC ISNU Jombang, yang digelar di Aula Kantor PCNU Jombang, Mojoagung, Sabtu (27/12/2025).

Dalam sambutannya, Dr. Abdullah menjelaskan bahwa pembentukan 21 Pimpinan Anak Cabang (PAC) ISNU di seluruh kecamatan bukan sekadar program formal, melainkan langkah strategis untuk membangun kembali denyut organisasi setelah empat tahun sempat vakum.

“Pembentukan PAC itu bagian dari program kerja yang sebenarnya mudah di konsep, tapi tidak mudah di lapangan. Kami harus sowan kepada para kiai di MWCNU se-Jombang agar keberadaan ISNU diridloi dan mendapat arahan dari para masyayikh,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa ISNU merupakan organisasi yang menghimpun kaum sarjana, akademisi, dan intelektual pesantren. Karena itu, orientasi kegiatannya tidak hanya administratif, tetapi juga harus membawa manfaat nyata bagi masyarakat dan lingkungan keilmuan.

Ketua PC ISNU Jombang menyebutkan dua program prioritas periode 2025–2029. Pertama, pendataan sarjana NU di Kabupaten Jombang sebagai upaya memetakan potensi intelektual warga Nahdliyyin.

“ISNU memiliki tanggung jawab mendata berapa jumlah sarjana, magister, doktor, hingga guru besar NU agar potensi keilmuan ini bisa disinergikan untuk kemaslahatan umat,” jelasnya.

Kedua, penguatan Pusat Pemeriksa Halal (PPH) ISNU Jombang yang kini memiliki lebih dari 80 anggota aktif. Melalui lembaga ini, para ahli ISNU membantu proses sertifikasi halal bagi pelaku UMKM di Jombang.

“PPH ISNU hadir untuk memastikan produk masyarakat Jombang memenuhi standar halal. Ini kontribusi konkret cendekiawan NU bagi ekonomi umat,” tambahnya.

Dalam kesempatan itu, Dr. Abdullah juga mengingatkan agar setiap kader ISNU tidak hanya berfokus pada capaian akademik, tetapi juga menjaga hubungan spiritual dengan para ulama.

“Seberapapun tinggi pencapaian sarjana NU, tidak akan berarti tanpa ridho dan bimbingan para kiai. Itu sumber keberkahan perjuangan kita,” tegasnya.

Dengan semangat tersebut, ia mengajak seluruh jajaran ISNU di tingkat cabang dan kecamatan untuk memperkuat sinergi antara dunia akademik, pesantren, dan masyarakat.

“ISNU harus menjadi jembatan antara tradisi keilmuan pesantren dan dunia akademik modern,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan