Cegah Penyalahgunaan Narkoba dan Hidup Sehat Sejak Dini, BNN Gandeng Pesantren dan Pendidikan

0
66 views
Bagikan :

JOMBANG, TelusuR.id – Badan Narkotika Nasional (BNN) bersinergi dengan Nahdlatul Ulama dalam upaya pencegahan penyalahgunaan Narkotika dan Obat-obatan terlarang melalui pendekatan pendidikan dan keagamaan.

Hal itu ditegaskan Kepala BNN Komjen Suyudi Ario Seto dalam seminar nasional peringatan Hari Santri 2025 di Pesantren Tebuireng yang bertajuk, Sinergi NU dan BNN : Menanamkan Ekonomi Produktif dan Hidup Sehat Sejak Dini.

Kepala BNN Komjen Suyudi Ario Seto menyampaikan pihaknya tengah berkoordinasi dengan Kementerian Pendidikan agar edukasi tentang bahaya narkoba bisa menjadi bagian dari pembelajaran di sekolah.

“Ke depan, kami akan bekerjasama dengan Kementerian Pendidikan agar pencegahan narkoba menjadi materi kurikulum di semua jenjang pendidikan. Ini penting agar anak-anak mendapat pemahaman sejak dini,” kata Komjen Suyudi, Jumat (17/10).

Suyudi menegaskan bahwa pendidikan berperan besar dalam membentuk kesadaran generasi muda untuk menjauhi narkoba. Karena itu, pihaknya menggandeng lembaga keagamaan seperti pesantren sebagai mitra dalam gerakan nasional pencegahan narkotika.

Kata dia, pesantren punya kekuatan moral dan sosial. Sehingga ia menekankan kolaborasi dengan pesantren dapat menciptakan agen-agen perubahan yang mampu menularkan semangat hidup sehat dan bebas narkoba.

“Kolaborasi dengan pesantren dapat membawa perubahan dan menularkan semangat hidup sehat dan bebas narkoba,” ujarnya.

Dalam sambutannya, Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng Jombang KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin menyatakan dukungannya terhadap langkah BNN tersebut.

Gus Kikin menegaskan bahwa pesantren memiliki tanggung jawab besar dalam membentuk karakter santri yang bersih dari pengaruh negatif.

“Kami di Tebuireng memiliki lebih dari 6.000 santri dan 20 cabang di seluruh Indonesia. Maka penting bagi kami untuk membina mereka agar siap menjadi tokoh yang membawa nilai kebaikan,” tuturnya.

Ketua PWNU Jawa Timur ini menambahkan, sinergi antara BNN dan NU, dan juga pesantren sangat penting untuk memastikan kesamaan pandangan dalam menangani persoalan narkotika.

“Kegiatan seperti ini membantu kita memahami konsep BNN agar tidak salah langkah. Kami siap mendukung program edukasi ini,” tegasnya.

BNN berkolaborasi dengan lembaga pendidikan dan pesantren, diharapkan angka penyalahgunaan narkoba bisa terus ditekan, sekaligus memperkuat visi menuju Indonesia Emas 2045 yang sehat dan bebas narkoba.

Tinggalkan Balasan