Banser Jombang Pasang Badan untuk Kiai, Sikap Tegas Atas Narasi Negatif Trans7

0
95 views
Bagikan :

JOMBANG, TelusuR.id – Apel siaga Barisan Ansor Serbaguna (Banser) “Jaga Kiai, Jaga Negeri” di Pondok Pesantren Roudhotu Tahfidzil Qur’an, Desa Perak, Kecamatan Perak, Kabupaten Jombang.

Apel itu bagian dari menyikapi Trans7 dalam menarasikan negatif tentang Kyai dan Pesantren. Sikap tegas Banser ini dilakukan instruktif arahan pimpinan pusat.

Kegiatan ini dihadiri oleh ratusan anggota Ansor dan Banser dari berbagai kecamatan di Jombang. Acara digelar sebagai bentuk kesiapsiagaan kader dalam mengabdi kepada masyarakat dan menjaga para kiai, yang menjadi panutan umat.

Penasehat PC GP Ansor-Banser Jombang, Basyarudin, menegaskan bahwa apel siaga tersebut digelar atas dasar semangat khidmat terhadap masyarakat, khususnya kepada para kiai.

“Kegiatan hari ini dilandasi oleh semangat sahabat Ansor Banser dalam rangka khidmat pada masyarakat, khususnya kepada para kiai,” ujar Basyarudin usai kegiatan apel siaga, Jumat (17/10/2025).

Dalam kesempatan itu, ia juga menyinggung dinamika yang terjadi pasca munculnya ajakan boikot terhadap salah satu stasiun televisi nasional, Trans7. Menurutnya, pihaknya masih menunggu arahan dari pengurus pusat dan PBNU terkait langkah-langkah yang akan diambil.

“Ketika kemauan dari Trans7 untuk tidak menyadari dan melakukan permintaan maaf serta menutup jaringannya, kita kasih kesempatan waktu. Kita menunggu instruksi pengurus pusat maupun PBNU, dan akan bergerak sesuai kewajiban di pergerakan ini,” tambahnya.

Kaji Dien, demikian kerab dipanggil ini menegaskan bahwa seluruh kader Banser akan tetap solid dan patuh terhadap keputusan organisasi dalam menyikapi persoalan yang berkembang. Ia juga menyebut, laporan resmi terkait hal tersebut telah disampaikan ke aparat penegak hukum oleh pengurus di tingkat atas.

“Yang perlu dikawal adalah Trans7, laporan ke APH sudah dilakukan oleh pengurus di atas kita,” tandas Kaji Dieb yang merupakan Ansor dan Banser Senior di Jombang.

Apel siaga tersebut ditutup dengan doa bersama dan komitmen untuk terus menjaga kehormatan kiai serta keutuhan bangsa Indonesia.

Tinggalkan Balasan